Star (별)

KakaoTalk_20180131_161417145

Title : Star (별) – JongYu Bromance

Cast : SHINee Leader Onew, SHINee Jonghyun, SHINee Members, Original Cast

Inspired by : Yang Yoseop ‘Star’

Length : One Shoot

Genre : Bromance

Written by : Ayin Perdana

나 그대의 그 마음속에서 빛나는 별이 될게요
I will be a shining star in your heart

 

London, December 25th 2027

 

“Dddrrrrtt.. Dddrrrrtt..”

 

“Yoonsu’ya~!!!! Akhirnya kau mengangkat telponnya, aku sudah menelponmu hampir 12 kali. Selamat untuk novel terbarumu yang akan segera di filmkan~!!! Yuhuuu~”. Suara yang begitu riang itu langsung menerjang daun telinga gadis bernama Yoonsu itu bahkan sebelum ia sempat mengatakan ‘Halo’, sampai membuat gadis itu menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Tidak perlu sampai berteriak begitu Onew Oppa, sinyal disini cukup baik untuk menangkap suaramu” Yoonsu terkekeh pelan sembari duduk di kursi kerjanya, “maaf tadi aku tidak mengangkat telpon, aku ada pertemuan dengan sutradara dan kru film dan ponselku ku tinggalkan di ruanganku”.

It’s okay little sis, aku mengerti kau pasti sangat sibuk sekarang” sahut Onew sambil tersenyum cerah di ujung sana, “ngomong – ngomong, novel mana yang akan di filmkan? Semua cerita di novelmu memang berlatar di luar Korea, tapi sekarang kau.. di London. aku belum pernah membaca novelmu yang berlatar di London, apa aku ketinggalan satu cerita?”.

“Ternyata usia tidak bisa berbohong ya”.

“Heeeey~~~”.

Yoonsu tertawa lepas, “ini adalah novelku yang bergenre action, yang judulnya ‘Team Detective’ sepertinya kau memang belum membacanya karena ini novel international-ku”. Yoonsu menyampirkan mantelnya ke gantungan yang ada di ujung ruangan, “Ah ya, sepertinya aku belum bisa kembali ke Korea mungkin sampai bulan depan, aku tadi sudah mencoba menelpon ibu tapi tidak diangkat mungkin karena ia sedang repot menyiapkan natal”.

“Ya, kau benar” Onew mengangguk di ujung sana meski Yoonsu tidak bisa melihatnya, “kami berempat sedang dalam perjalanan menuju ke tempat ibumu sekarang, kami sangat lapar dan di pagi natal yang dingin begini sup ayam buatan ibumu adalah makanan terlezat”.

Okay then, aku harus siap – siap untuk melihat aktor yang akan di casting sekarang. Aku akan hubungi lagi nanti..” Yoonsu berniat ingin memutuskan telpon sebelum teringat akan ucapan yang belum ia katakan pada onew, ia lalu mengurungkan niat memutus telpon dan kembali berbicara, “Ah, Onew oppa.. aku hampir lupa, selamat natal untukmu. Selamat natal, SHINee-deul”.

Onew tersenyum, kemudian membalas ucapan Yoonsu “Kau juga adikku, selamat natal untukmu”.

~***~

Seoul, December 25th 2027

“Hyuuuung~!!!!! Selamat natal!! Hey, tolong jangan malas meski cuaca begitu dingin karena hari ini hari natal. Ibu sudah menunggumu dan sudah menyiapkan sup ayam kesukaanmu. Asal kau tahu, selama kau belum datang kesini, aku tidak di izinkannya untuk mencicipinya sedikitpun. Jadi kumohon cepatlah bangun, tidak perlu mandi, kau sudah sangat tampan. sungguh. Kami sudah menunggumu dengan perut yang sangat lapar, dan aku sudah hampir gila mendengar omelan Kibum yang tidak jelas. Cepat kemari Jinki-Ssi. Dari adik kesayanganmu, bling bling Jonghyun”.

 

Sepuluh tahun. sekarang sudah sepuluh tahun setelah kau pergi meninggalkan dunia ini untuk menjadi malaikat disana. Apa kabarmu, bocah pendekku? Kau tahu, di setiap tahunnya, di hari natal ini, tepat setelah aku menelpon gadis kecilmu–Yoonsu benar – benar sangat mirip denganmu sekarang Jonghyun, adikmu itu juga bersinar sama sepertimu sekarang–aku pasti akan membaca pesan terakhirmu yang kau kirimkan di hari natal terakhir yang ku lewati denganmu dan keluarga hangatmu. Kau tahu, bahkan meski sudah sepuluh tahun.. sampai saat ini aku masih menunggu pesan ceria darimu yang selalu berhasil menghapus rasa malasku di pagi hari. Ya, aku masih menunggu untuk mendapat pesan selamat natal darimu Jonghyun’ah. Mungkin untuk orang lain sepuluh tahun itu berarti waktu telah berlalu dengan sangat lama, tapi itu tidak berlaku untukku. Bagiku sepuluh tahun, atau satu abad sama saja. Aku masih berpikir kau ada disini, di sisiku, di tengah – tengah SHINee. Hari ini hari natal dan aku telah berada di rumahmu untuk membantu ibumu menyiapkan hidangan natal untuk 3 bocah ajaibnya, Minho, Kibum dan Taemin. Aku sudah tidak terlambat lagi, Jonghyun. Aku selalu menjadi yang paling pertama datang ke rumahmu, aku sudah tidak membuat 3 bocah ajaib–sekarang mereka bertiga sedang asyik bermain dengan roo–itu kelaparan. Jjong, apa aku harus terlambat lagi agar aku bisa mendapat pesan ceria darimu lagi di pagi natal yang dingin ini? Iya, dingin. Aku merasa sangat kedinginan ketika aku tidak berada di antara keluargamu, mereka lah yang membuatku sangat hangat, Jjong. Karena dari mereka aku masih bisa merasakan eksistensimu. Untukmu, selamat natal dan semoga kau melewati natal yang hangat disana.

.

.

“Saljunya turun dengan cantik, benar kan Hyung?”.

Onew menoleh ke sampingnya lalu tersenyum, “Oh kau, Minho”. Onew menyeruput teh hangatnya, “Ya, sangat cantik. Jonghyun sangat suka melihat salju yang berjatuhan lewat kaca jendela ini”.

Minho mengangguk sambil tersenyum tipis, “Kau benar. Dia langsung menyukai apartment ini karena dia bilang apartment ini memiliki view yang indah”. Minho menepuk pundak Onew, “Ibu mencarimu tadi, hyung. Semua sudah siap di ruang makan”.

Onew mengangguk, “baiklah. ayo kesana”.

.

.

Hyung, menginap saja. Temani ibu dan adikku, bebagai gantinya nanti akan aku belikan kau ayam goreng kesukaanmu. Aku tahu ini natal tapi aku tetap harus siaran hari ini, eits! jangan berkomentar apapun, aku tahu ini tengah malam dan seharusnya jam seperti ini adalah jam istirahat. Tapi aku benar – benar harus siaran hyung, setelah siaran aku janji akan langsung kembali, tidur sampai siang dan bangun untuk menyelesaikan lagu – lagu untuk album baru kita.  Ah ya, tolong biarkan pintu kamarku tetap terbuka karena Roo suka keluar masuk kamarku. Tidak usah khawatir, dia tidak akan mengganggumu tidur disana. Dia akan tidur di kursi kecil yang ada di sudut kamar, karena dia hanya mau tidur di ranjang jika yang tidur itu aku hahahaha.”.

 

‘Kerja bagus, kau pantas untuk mendapat tepukan lembut di bahumu karena telah menjadi seorang yang kuat’.

‘Kerja bagus, kau pantas untuk mendapat usapan lembut di kepalamu karena telah melakukan semuanya dengan sangat baik’.

‘Kerja bagus, kau pantas untuk mendapat pelukan erat namun lembut karena telah mampu bertahan di dunia yang kejam ini’.

‘Dan akhirnya, kau telah bekerja keras’.

Mungkin ini adalah kalimat yang sebenarnya sangat ingin kau dengar tanpa henti dariku, dari orang – orang di sekitarmu setelah kau menjalani sejuta kegiatanmu dalam satu hari. Sama halnya seperti kau yang selalu memberi kami semua keceriaan tanpa henti di setiap pagi dengan mataharinya yang begitu cerah, dan di setiap malam saat bulan terlihat begitu tinggi di langit dan terkadang terasa begitu terang. Ya, kau selalu memberi dan memberi, Jonghyun. Kau tidak pernah secara langsung meminta apapun. Apapun. Kau hanya memberi. Akulah yang bodoh, aku bodoh karena terlalu larut dengan semua yang kau berikan sampai berpikir kau baik – baik saja. Kau selalu berkata bahwa kau bangga memiliki hyung sepertiku. Maafkan aku Jonghyun. Maafkan hyung-mu yang bodoh ini karena tidak cukup kuat untuk dapat membuatmu tetap ada di sisiku, di sisi adik – adik dan keluarga kesayanganmu.

.

.

“Mau sampai kapan kau ingin duduk di ruang kerja ini dan berkutat dengan laptop-mu itu, Hyung?”.

Onew terkekeh pelan, “sejak kapan kau berubah jadi cerewet seperti Kibum, Taemin’ah?”.

“Sejak kau yang berubah menjadi suka begadang mungkin?” Taemin mengangkat bahu, “entahlah. Yang pasti ini sudah sangat larut hyung, kau harus tidur. Dan… kenapa kau tidak menyalakan lampunya padahal kau sedang bekerja dengan laptopmu?”.

“Tidak apa. Hanya saja.. aku merasa jauh lebih tenang saat gelap”.

“Atau lebih tepatnya karena sekarang kau sedang merindukan Jonghyun hyung, kau berharap jika dengan keadaan gelap seperti ini kau bisa merasakan bahwa ia hadir di antara kita hari ini. Kira – kira bagaimana kedengarannya?”.

Onew mendongakkan kepalanya kearah Taemin yang berada di depan pintu, lalu tersenyum tipis, “kita semua selalu merindukannya, Taemin’ah”.

Taemin mengangguk, “kau tahu hyung? Kupikir merindukan seseorang itu sesuatu yang mudah untuk di rasakan, ternyata tidak. Rindu adalah hal terberat dalam hidup, terlebih jika yang kita rindukan itu tidak lagi dapat kita lihat tidak peduli kemanapun kita berlari mencarinya. Karena kita telah hidup di dimensi yang berbeda dengan seseorang itu”.

“Tapi aku yakin, dia tahu betapa kita merindukannya, benar kan?”.

“Tentu saja. Tentu saja dia tahu, Hyung. Dia pasti dan akan selalu mengetahuinya”. Taemin kemudian mengambil sesuatu dari dalam saku jaketnya, sebuah surat kecil.. lalu menyerahkannya pada onew, “Ah ya, hyung. Ibu Jonghyunie hyung kemarin menitipkan surat ini padaku, katanya ini untukmu”.

Onew mengerutkan keningnya samar – samar, “Ini.. surat?”.

“Dari Jonghyunie hyung, untukmu”, sahut Taemin sambil mengangguk dan tersenyum tipis, “kata Ibu dia diberi pesan oleh Jonghyunie hyung sebelum ia pergi, Jonghyunie hyung ingin kau membaca surat ini di saat yang menurut Ibu tepat. Surat ini sudah sepuluh tahun yang lalu, Hyung. Dan menurut ibu, ini adalah waktu yang tepat”.

Onew mengangkat kedua alisnya, rasanya seperti mendapatkan sebuah hadiah natal yang sangat tidak terduga bagi Onew. Ketika ia sangat merindukan sosok Jonghyun, sebuah surat kecil dari adik kesayangannya itu datang menghampirinya setelah sepuluh tahun. Onew meraih surat itu dengan perlahan dari tangan Taemin, sambil tersenyum Onew berkata “Terima kasih banyak”.

.

.

Onew beralih ke sofa besar empuk dan nyaman yang ada di ruang kerjanya. Sambil duduk dan menyandarkan punggung di sandaran sofa besar itu, ia dengan perlahan membuka surat kecil dari Jonghyun dan membacanya.

 

Seoul, 17 April 2017

Untuk hyung-ku yang paling hebat dan tampan sedunia, Jinki Hyung.

Hyuuung!!! Ini aku, adik kesayanganmu Bling bling Jonghyun SHINee. Bagaimana keadaanmu sekarang? aku bertaruh kau pasti sangat merindukanku, hahahaha!!! Mungkin kau menerima surat ini setelah aku pergi.. tapi meskipun begitu, ku mohon jangan menangis ketika membacanya *kalau kau menangis percayalah aku pasti akan tertawa lepas melihatmu dari sini*

Hyung, sebenarnya ada begitu banyak yang ingin kukatakan padamu. Sangat banyak bahkan mungkin selembar surat ini tidak akan cukup untuk menampungnya kekeke. Yang pasti, aku sangat ingin mengatakan bahwa kau adalah Hyung yang hebat bagiku, dan bagi tiga bocah idiot itu. Jangan pernah merasa kau tidak pantas untuk menjadi leader kami, karena ketahuilah aku, dan SHINee sangat beruntung karena memiliki leader sepertimu. Kau begitu sabar menghadapi empat bocah gila seperti kami, kau bahkan tidak pernah mengatakan tidak untuk semua yang kami minta padamu. Justru kamilah yang seharusnya meminta maaf padamu karena selalu gagal untuk melindungimu, terutama aku. Kau pasti masih ingat betapa marahnya diriku ketika mengetahui kau tidak di ikutkan saat SHINee mengisi acara di Singapore kan? Aku benar – benar marah sampai kehilangan kendali, jika saja saat itu Taemin tidak menghalauku, mungkin staf agensi kita yang berengsek itu sudah mati karena ku pukuli tanpa ampun. Aku tidak ingin kau ditinggal Hyung, karena kau adalah salah satu alasan SHINee bisa bertahan dengan segala kondisi mengerikan yang ada dalam dunia selebritas ini. Jadi kumohon, tetaplah menjadi Hyung dan leader yang ku banggakan, yang SHINee banggakan. Semua orang pernah berbuat salah Hyung, dan semua orang juga berhak menerima maaf atas kesalahannya itu. Jadi, kumohon berhentilah menguhukum dirimu sendiri dengan mengatakan bahwa kau adalah orang yang buruk, karena sesungguhnya kau itu sempurna. Untukku, dan untuk SHINee.

Hyung, aku memilih jalan ini.. memilih untuk pergi lebih dulu karena aku sakit. Sangat kesakitan hyung. Tapi kumohon jangan salahkan dirimu atas semua ini. Sungguh, ini bukan salahmu, ini bukan salah siapapun. Aku mohon jangan jadikan kepergianku menjadi rasa sedih yang abadi di hati kalian, kumohon bertahanlah demi aku. Dan biarkan aku melihat kalian selalu bersama sebagai SHINee sampai kalian menua dari langit. Aku tidak membawa semuanya pergi bersamaku, aku tetap meninggalkan cinta dan semangat yang kupunya untukmu, untuk kalian.

Kupikir surat ini sudah terlalu panjang, aku harus menyelesaikan ocehan ini kekeke. Ah ya, sebelum itu, tolong jaga ibu dan adikku Hyung. Mereka berdua sangat membutuhkanmu, sangat membutuhkan kalian, aku juga.^^ Oh satu lagi, jangan lupa untuk mengajak Roo jalan – jalan keluar *tapi pastikan ia tidak berkencan dengan anjing jantan jalanan, hahaha*

Hey, tidak usah berteriak bahwa kau mencintaiku, Hyung. Hahahaha! Aku sudah tahu bahwa kau mencintaiku, karena aku juga mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Jinki Hyung. Aku sangat mencintai empat lelakiku yang paling bersinar di bumi, SHINee.

Aku mencintai kalian..
Kim Jonghyun –

 

 

Onew menghirup oksigen dengan begitu berat, bersamaan dengan airmata berjatuhan di wajah tampannya sejak tadi. ‘JONGHYUN AKU MERINDUKANMU! AKU MENCINTAIMU!’ sangat ingin rasanya Onew berteriak, meneriakkan kalimat itu sekeras mungkin dan berharap agar Jonghyun bisa mendengarnya, kemudian menemui Onew sekali lagi saja, meski hanya melalui mimpi.

Dengan tangannya yang masih sedikit bergetar, Onew mengusap perlahan airmatanya, “Jonghyun’ah.. aku benar – benar merindukanmu. Terima kasih, terima kasih karena kau masih memberikan surat ini untukku. Surat ini akan menjadi kekuatanku sekarang, aku berjanji akan selalu membawanya kemanapun aku pergi. Dan aku berjanji, aku akan melindungi ibumu, adikmu, dan SHINee sampai pada saatnya kita dapat bertemu lagi Jjong. Aku berjanji. Saranghae, nae dongseng“.

 

END.

 

Advertisements

3 thoughts on “Star (별)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s