Christmas Without You

Title : Christmas Without You [Adorable Couple Series]
Cast : Taeyeon, SHINee Jonghyun
Inspired By : Many things. (this fiction original from my random feeling in the middle of the night :’D)
Length : Drabblet 1438 words
Genre : Bitter Sweet
Written By : Ayin Perdana

 

“I love you. Hey~ I said I love you. I want you to know that I’ve loved you since the first moment I saw you. The moment when I saw you smiling while snow has fallen unexpectedly on first December. Ouh! I guess maybe I’ve even loved you before I saw you. I don’t care with people said about you, I love you no matter what. So from now on, all you have to do is just be mine. Forever mine. Forever be my Taeyeon” – Jonghyun, December 18th 2008

 

Paris, December 1st 2025

Hai, pria gombalku. Wah~ ternyata kau berubah menjadi se-berwibawa ini ketika sedang melakukan pekerjaanmu sebagai dokter bedah terkenal ya, dokter Kim. Kalau begini wajar saja tidak ada yang percaya saat aku berkata kalau kau pria gombal. Alih – alih percaya bahwa kau pria gombal, mereka di luar sana! Iya, teman – teman sejawatmu, tidak percaya saat aku berkata bahwa aku adalah kekasihmu“.

Ya, aku akui kalau aku merasa sangat bangga saat itu. Saat ketika aku berhasil menggunakan otak bodohku ini untuk memberikan gelar yang pantas untukmu, “Sang Pria Gombal”. Baiklah, kau memang berbibawa, aku juga akui tentang itu. Kau juga pria yang memiliki tata krama yang sangat baik terhadap perempuan, tapi percayalah kau itu gombal. Ya, sangat gombal. Aku bahkan masih menyimpan bukti bahwa kau itu gombal–masih ingat surat cinta yang kau tulis untukku ketika itu?–Itulah kau, dokter Kim Jonghyun.

Aku bukan gombal, hunn. Aku hanya manis. Baiklah, biar aku perjelas, aku ini romantis. Ah, satu lagi.. juga tampan“.

Selalu seperti itu caramu membela diri, kau dengan spontan dan dengan memasang tampang banggamu berkata bahwa kau adalah manusia manis, romantis, dan tampan. Sangat lucu rasanya ketika kembali teringat kenangan bersamamu, Jonghyun-ku. Sudah berapa tahun berlalu sejak kepergianmu dari bumi ini? Sudah sangat lama untuk ukuran seorang wanita yang di tinggal pergi oleh pria yang sudah hampir menjadi suaminya. Tapi aku masih ingat dengan begitu jelas tiap kisah hidup yang kulalui denganmu. Dan hari ini, tanggal 1 desember dan salju turun dengan tiba – tiba di hari ini. Persis dengan peristiwa itu bukan? Peristiwa yang menjadikanku sebagai wanita paling beruntung di dunia. 1 Desember, tanggal dimana kau berkata di dalam suratmu, saat itu tepat pertama kalinya kau melihatku, dan jatuh cinta padaku. Aku ingin mengenangnya kembali di kota yang menjadi saksi bahwa kau adalah pencuri ciuman pertamaku. Ya, biarkan aku mengenangnya kembali disini, di Paris.

 

Paris, December 19th 2025

Semua yang ada sini!!! Baik itu yang mengenalku ataupun tidak mengenalku sama sekali, aku hanya ingin mengatakan satu hal yang penting pada kalian. Baiklah, mungkin ini tidak penting untuk kalian tapi bagiku ini adalah hal terpenting dan dunia harus tahu akan hal itu. Semuanya~! Perkenalkan wanita cantik yang berdiri di sampingku, dia Kim Taeyeon. Dia adalah kekasihku~! Dia gadisku~! Dan kalian harus percaya akan hal itu“.

Kau tahu, saat itu rasanya aku ingin sekali menyumpah. Ketika itu baru genap satu hari setelah kita memutuskan untuk berkencan. 19 Desember 2008, aku mengunjungimu ke tempat kerja kesayanganmu, yang sekaligus merupakan tempat yang paling ku benci karena aroma obat medisnya yang khas. Aku yang saat itu mengomel setelah berhasil masuk ke dalam ruangan praktekmu, aku mengeluh padamu dan berkata bahwa aku jengkel dengan para perawat di sentra informasi yang tidak percaya bahwa aku adalah kekasihmu. Aku yakin kau pasti sangat ingat apa yang kau lakukan tepat setelah itu, kau hanya tersenyum dengan memamerkan sederet gigimu yang rapi lalu menarikku keluar kemudian kau dengan percaya diri berteriak tepat di tengah keramaian lorong rumah sakit saat itu. Kau, tanpa menghapus wajah ceria, berteriak bahwa aku adalah kekasihmu.

Gila. Ya, itu adalah kata pertama yang muncul di kepalaku ketika itu. Tapi, perlu kau tahu saat itu sesungguhnya aku merasa seperti menjadi wanita paling cantik karena mendapat pengakuan sebagai kekasih dari pria tampan, manis, dan hangat seperti kau. Sungguh, jika saja saat itu aku bisa mengalahkan gengsiku aku pasti sudah menghambur ke pelukanmu. Tapi aku tidak melakukannya, ya karena aku terlalu malu. Terlebih ketika kau membisikkan sebuah kalimat yang kubilang itu adalah kalimat mesum–boleh aku tertawa?–karena berhasil membuat pipiku semerah lobster rebus, tapi aku menyukai kalimat itu. Ya, kalimat yang kau bisikkan padaku sambil memamerkan smirk keparatmu, kalimat berupa “Aku sudah berhasil mendapatkan hatimu, sekarang tinggal memikirkan cara untuk mencuri ciuman manis darimu“.

 

Paris, December 25th 2025

Orang bilang Paris adalah tempat yang tepat untuk menyatakan perasaan pada orang yang disukainya. Untuk itulah aku membawamu kesini, karena kau kekasihku. Dari dulu aku sangat ingin memiliki kesempatan melewati hangatnya hari natal dengan kekasihku, dan aku sangat berterima kasih karena kaulah kekasih yang berikan oleh Tuhan untukku. Aku sangat bersyukur bahwa itu kau. Aku sangat mencintaimu Kim Taeyeon. Kumohon jangan bertanya kenapa karena akupun tidak bisa menjawabnya, yang aku tahu hanya aku sangat mencintaimu. Itu saja. Tolong berikan aku hadiah natal di malam yang begitu hangat dan indah ini, Tae. Izinkan aku, untuk menjadi pria pertama yang merebut ciuman pertamamu. Let me kiss you“.

Bagaimana mungkin aku bisa melupakan setiap kata yang kau ucapkan padaku ketika itu? Bagiku, itu adalah kenangan paling romantis yang pernah kau berikan untukku. Kenangan ketika kau mengajakku kemari untuk berlibur dan menikmati natal berdua saja denganmu di kota yang kau bilang kota cantik nan romantis, Paris. 25 Desember 2008, menjadi natal terindah dan hangat untukku. Natal pertama yang kulalui tanpa merasa kesepian karena kau di sampingku, natal pertama yang kulalui tanpa merasa kedinginan karena aku telah berada dalam pelukanmu yang sangat nyaman itu, dan juga sekaligus menjadi natal pertama aku memberikan ciuman pertamaku kepada seorang pria. Dan aku sangat bersyukur kaulah pria itu. Ya, aku bersyukur karena pria itu kau Kim Jonghyun.

Hari ini di tanggal yang sama, aku kembali kota itu. Aku kembali ke Paris, dengan harapan aku dapat menikmati natal seindah natal tujuh belas tahun yang lalu. Natal tujuh belas tahun lalu yang aku lalui dengan kau, adalah natal yang paling hangat dan begitu cantik. Sekarang juga begitu cantik, tapi kali ini tidak hangat. Natal kali ini sangat dingin, Jonghyun. Natal ketika kau masih berada di sampingku, mendekapku, waktu yang kita habiskan bersama ketika itu semua terasa menyenangkan. Tapi sekarang, sunyi rasanya. Dingin, sangat dingin Jonghyun. Aku hampir saja menyalahkan salju yang turun, karena aku sempat berpikir salju adalah penyebab dari airmata yang keluar dari pelupuk mataku. Ternyata tidak, aku menangis bukan karena salju yang turun tapi karena diriku. Diriku yang sangat merindukanmu berada di sekitarku. Pandanganku sempat beralih ke jejak kakiku yang terbentuk di atas tumpukan salju yang ada di sepanjang jalan ini. Dulu selalu ada dua pasang jejak kaki, tapi sekarang hanya ada sepasang. Sekarang hanya ada jejak kakiku, jejak kaki kesepianku tanpamu. Sekarang aku hanya berharap salju tidak berhenti turun, agar salju ini dapat dengan cepat menutupi jejak kaki kesepianku ini.

Jonghyun, sepertinya aku telah mengambil pilihan yang salah untuk melewati natal disini kan? Aku memang dapat merasakan kembali kenangan indah kita saat itu, tapi disaat yang bersamaan aku juga mendapatkan dunia mengingatkan padaku bahwa kau telah meninggalkan dunia ini. Kau telah meninggalkanku, selamanya. Aku hampir tidak bisa menahan air mataku ketika melihat pemandangan di sekitarku sekarang ini. Bagi semua orang yang lalu lalang disekitarku, sekarang seluruh dunia adalah natal yang indah, natal yang bersinar, natal yang bahagia, tapi bagiku, malam ini hanya sebuah malam dingin yang sunyi karena sekarang aku tanpamu. Tapi setidaknya, dengan kembalinya aku kemari dapat membuatku tersenyum karena kembali teringat akan malam paling indah itu. Malam dimana aku benar – benar merasakan pelukanmu yang hangat, dan lumatan bibir lembutmu yang hingga detik ini masih terasa di bibirku.

Kau pernah bertanya musim apa yang menjadi musim paling kusukai kan? Musim inilah yang paling aku sukai, Musim dingin“.

Kini aku mengerti kenapa kau tidak menyukai musim yang hangat, kau lebih menyukai musim dingin. Karena sesungguhnya kita baru dapat merasakan hangat yang sebenarnya pada musim dingin ini. Karena hangat yang sebenarnya adalah ketika jatuh dalam dekapanmu. Hangat yang sebenarnya adalah ketika kau mencurahkan perasaanmu lewat ciuman hangatmu.

Aku baru saja melewati sebuah gedung pertokoan yang seluruh dindingnya adalah kaca. kau tahu, selama melewati gedung – gedung itu aku takut untuk menatapnya. Kau pasti akan bertanya “Apa yang menakutkan dari sebuah kaca yang bening dan bersih?”. Bukan, bukan kacanya yang menakutkan. Aku tidak mau melihatnya hanya agar hatiku tidak terguncang lagi, kau ingin tahu kenapa? Karena aku takut untuk melihat bayangan diriku yang terefleksi dari kaca itu. Bayanganku yang sekarang berdiri sendirian, benar – benar sendirian, tidak ada kau. Oh, sepertinya do’aku terkabul. Salju tidak menghentikan dirinya untuk turun menghiasi bumi, dengan begitu aku dapat melelehkan semua rasa rinduku bersamaan dengan kepingan salju yang jatuh menyentuh setiap ujung jemariku yang tengah mengayun di udara seperti saat ini. Dan aku harap kau juga merasakannya dari atas sana. Merasakan bahwa aku merindukanmu, amat sangat merindukanmu Jonghyun. Aku tidak perduli kau akan bosan karena aku merindukanmu di setiap nafasku, aku tidak pernah berniat untuk berhenti merindukanmu. One thing that you have to know, you will never be the person who is “used to be”, but you will forever be “always be”.

For you my beloved one Kim Jonghyun, merry christmas.. and thank you for listening my annoying story in this Christmas. Christmast without you.

FIN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s