Because it’s You (Soul Side) [Adorable Couple Sequel]

6dba8f94d8088c286cd05ec91557ed8708cd7a0b-hq-c2d57de4e97d4c91c6f55648b0da107f

Title                : Because It’s You (Soul Side)

Cast                 : Taeyeon, Angel SHINee Jonghyun

Length             : Fignette

Genre               : Romance, Life

Written by        : Ayin Perdana

 

Thank you for everything..

 

Taeyeon membiarkan hembusan angin di pagi hari kala itu membelai dirinya yang duduk di sebuah taman saat ia kelelahan setelah berolahraga pagi di temani dengan anjing kecil kesayangannya. Taeyeon membiarkan anjing kecilnya itu berlarian di sekitaran taman yang tidak jauh dari tempat duduknya, sementara ia lebih memilih untuk duduk di kursi sambil memejamkan matanya dan menghirup oksigen sebanyak yang ia bisa.

“Jjong.. do you see how much I miss you and need you right now?”.

Taeyeon bergumam pelan, sesaat ia membuka matanya ia menyunggingkan sebuah senyuman yang begitu tipis. Ia kemudian mengarahkan tangannya masuk ke saku kanan hoodie-nya, ia memerintahkan tangannya itu untuk mengambil sebuah kotak kecil bahan beludru yang berwarna biru malam itu lalu membukanya. Senyuman manis Taeyeon seketika merekah di wajah cantiknya yang kecil bersamaan dengan butiran kristal yang jatuh dengan lembut dari pelupuk matanya ketika melihat cincin platina yang ada di dalam kotak itu, ia mengambil cincin itu kemudian memandanginya. Di bagian dalam cincin terlihat ada ukiran ‘T-J’ yang merupakan inisial namanya dan nama lelakinya.

Taeyeon.. Jonghyun”, Taeyeon bergumam lagi, “apa kau ingat kau memberikan cincin ini sesaat setelah kau mengomeliku ketika aku mendapatkan perawatan di ruang gawat darurat setelah aku jatuh dari balapan motorku, Jonghyun?” Taeyeon menghapus airmatanya dengan tangannya yang bebas, “aku merindukanmu Jonghyun.. sangat merindukanmu..”.

“Aku juga sangat merindukanmu, sayang”.

Taeyeon terkesiap. Sedetik kemudian ia langsung mengarahkan pandangannya untuk mencari asal suara yang begitu dikenali indera pendengarannya. Tak perlu waktu lama, Taeyeon langsung bisa menemukan dari mana asal suara itu. Di sebelah kanannya, tidak jauh dari tempatnya duduk, ia melihat sosok yang teramat sangat di rindukannya. Sosok yang benar – benar membuatnya selalu merasa aman, nyaman, dan hangat.

“Jonghyun..?”.

Sosok yang di panggil Taeyeon dengan nama ‘Jonghyun’ itu menyunggingkan senyum hangatnya untuk Taeyeon. Ia berjalan perlahan menghampiri Taeyeon yang mematung di tempatnya berdiri sekarang.

“Jonghyun.. kau kah itu?” sekali lagi, Taeyeon meyakinkan dirinya sendiri dengan bertanya lagi pada sosok begitu tampan yang saat ini sedang berjalan mengarah padanya, “Kumohon.. kumohon katakanlah bahwa kau adalah Jonghyun. Katakan bahwa kau adalah pria-ku, Kim Jonghyun”.

Sosok tampan itu akhirnya sampai tepat di depan Taeyeon dengan jarak begitu dekat, ia menangkup wajah kecil Taeyeon dengan kedua tangannya dan kedua ibu jarinya menghapus buliran air mata yang membasahi pipi wanita cantik itu, “Ini aku, sayang. Ini aku, Jonghyun-mu”.

Seketika tangis Taeyeon memecah, tanpa memerdulikan apapun lagi Taeyeon langsung menghambur ke dalam pelukan Jonghyun dan ia langsung bisa merasakan kehangatan Jonghyun yang sangat di rindukannya.

“Aku merindukanmu Jonghyun.. aku sangat merindukanmu..”.

Jonghyun membelai lembut rambut sebahu milik wanitanya itu, “Aku juga sangat merindukanmu, Tae.. tapi harus kau ketahui, kita sekarang sedang berada dalam mimpimu..”.

Taeyeon terdiam, tangisnya seketika berhenti ketika mendengar apa yang baru saja di katakan Jonghyun padanya. Taeyeon perlahan melepaskan dirinya dari dalam dekapan Jonghyun, “Kumohon Jonghyun.. sekalipun ini hanya mimpi, tolong jangan bangunkan aku.. aku tidak sanggup Jonghyun, aku akan hancur ketika aku bangun”.

Jonghyun tersenyum iba ketika melihat raut wajah wanitanya yang dipenuhi dengan kesedihan dan sedikit rasa kesakitan yang tergambar dari tatapan mata wanitanya, Jonghyun lalu meraih tangan Taeyeon kemudian membawanya untuk duduk kembali bersamanya.

“Taeyeon-ku.. wanitaku..” Jonghyun membelai lembut kedua pipi Taeyeon dengan kedua telapak tangannya, “Kumohon.. tetaplah menjadi Taeyeon-ku yang ceria dan kuat. Kau adalah wanita yang kuat, sayang..”.

Taeyeon menggelengkan kepalanya, “bagaimana bisa aku menjadi seorang wanita yang kuat ketika kekuatanku pergi meninggalkanku?” tangis Taeyeon kembali pecah, “Kenapa kau meninggalkanku selamanya Jonghyun? Kenapa kau meninggalkanku di dunia ini? Kenapa kau pergi ke surga sendirian? Kenapa Jonghyun?”.

“Maafkan aku..” Jonghyun memberikan senyum yang begitu tipis, “aku gagal melindungi diriku sendiri untuk tetap dapat berada di sampingmu.. aku seorang dokter yang selalu memarahi setiap pasiennya yang membiarkan penyakit yang di derita menyerang diri mereka, ternyata aku sendiri kalah melawan penyakitku. Aku hancur dari dalam, Tae.. dan akhirnya aku memutuskan untuk membiarkan diriku kalah dengan penyakitku”.

Dengan tersenyum, Jonghyun memandangi manik mata Taeyeon yang masih berkaca – kaca, “Kau bisa melihat ke sekelilingmu sebentar saja?”.

Dengan matanya yang masih sembab dan pikirannya yang masih tidak karuan, Taeyeon menuruti perkataan Jonghyun untuk melihat ke sekelilingnya, “Ya.. di taman ini terlalu ramai sekarang, banyak orang yang berlalu lalang sambil bercanda gurau dengan teman dan pasangan kasih mereka..” sahut Taeyeon tersenyum hambar.

“Kehidupan inilah yang kuinginkan untuk kau menjalaninya, Tae..”.

Taeyeon berpaling kearah Jonghyun, ia memberi tatapan tidak mengerti sambil mengerutkan samar keningnya, “apa maksudmu Jjong?”.

“Kau sering berolahraga sambil mengajak Ginger bermain di taman ini” Jonghyun menarik tubuh Taeyeon kemudian membenamkannya di dekapannya, “kau selalu tersenyum sangat cerah ketika melakukan kegiatan favoritmu itu, aku ingin kau kembali menjadi seperti itu Tae.. kumohon kembalikan senyuman cantik itu, kau tahu senyuman manis itu adalah favoritku bukan? Hiduplah seperti itu Tae, jangan gunakan balapan liarmu sebagai cara mengakhiri hidupmu hanya untuk menyusulku. Aku benar – benar sedih melihatmu dalam keadaan koma di rumah sakit sekarang, kumohon bangunlah setelah ini Tae.. kau akan baik – baik saja setelah kau bangun”.

Taeyeon menggenggam pergelangan tangan Jonghyun sembari sedikit menggeser – geser kepalanya di dada Jonghyun, “mungkin kau kira ini akan mudah, tapi bagiku sangat sulit sekarang Jjong” Taeyeon memberi isyarat pada Jonghyun untuk mengeratkan dekapannya yang langsung di pahami oleh Jonghyun, “izinkan aku bercerita padamu jjong, bolehkah?”.

“Tentu saja, sayang” Jonghyun mengangguk lalu mengecup puncak kepala Taeyeon.

Taeyeon menarik nafas sejenak, kemudian memulai ceritanya “kau tahu, banyak orang yang bertanya padaku kenapa jadi kau? Kenapa Kim Jonghyun? Orang yang menjadi pria yang begitu aku cintai” Taeyeon menautkan jemarinya dengan jemari Jonghyun lalu melanjutkan, “sangat sering aku menjawab pertanyaan itu seperti ini, ‘karena itu adalah kau’ karena kau adalah Kim Jonghyun. Kau tahu, mencintai dan menyayangimu benar – benar bukanlah hal yang berat sama sekali. Bahkan, mencintaimu kupikir jauh lebih mudah daripada bernafas”.

Jonghyun terdengar terkekeh pelan, “semudah itukah, sayang?”.

“Ya, semudah itu” Taeyeon menganggukkan kepalanya tanpa bangkit dari dekapan Jonghyun, “mungkin alasannya karena kau memahami beberapa celah yang hancur di dalam hatiku, atau mungkin.. alasan yang lebih tepat karena kau berhasil mengisi antara jutaan celah kecil dan besar di hatiku yang kosong. Entahlah, aku tidak tahu pasti. Tapi mencintaimu, menjadi kekasihmu, benar – benar kejutan—bagaimana bisa seorang dokter muda yang tampan dan sempurna bisa mencintai seorang gadis urak – urakan sepertiku—yang tidak terduga untukku. Untuk hidupku yang penuh dengan ratusan ribu kemalangan dan ketidak beruntungan, kau datang dengan senyuman hangat dan menjadi pesona keberuntunganku, Jonghyun”.

Taeyeon melepaskan diri dari dekapan Jonghyun dengan enggan, ia memberikan tatapan nanar pada Jonghyun. Taeyeon menyentuh dada Jonghyun bersamaan dengan bulir air mata yang kembali jatuh ke wajahnya, “hanya kau yang memahamiku. Kau penyelamatku. Dan kau bahkan mencintaiku lebih dari aku mencintai diriku sendiri, Jonghyun”.

“Izinkan aku menciummu, Tae..”.

Jonghyun menangkup wajah kecil Taeyeon dengan kedua tangannya, Jonghyun menggunakan kedua ibu jarinya untuk menghapus air mata Taeyeon dengan begitu lembut sebelum ia mendekatkan wajahnya lalu membiarkan bibirnya bersatu dengan bibir Taeyeon. Jonghyun mencurahkan semua cinta dan rindu melalui ciuman itu, di dalam hatinya ia memohon kepada Tuhan untuk mengizinkannya merasakan lumatan lembut yang di lakukannya di bibir Taeyeon untuk terakhir kalinya.

Jonghyun dan bahkan mungkin Taeyeon bersumpah, tidak akan ada kata puas untuk menikmati ciuman penuh kasih mereka itu. Tapi Jonghyun tahu, ciuman kali ini benar – benar ciuman terakhir yang bisa di berikannya untuk Taeyeon. Dengan begitu enggan, sepasang kekasih yang telah terpisah dunia dan waktu itu melepaskan lumatan bibir mereka, sempat beberapa kali Jonghyun kembali menarik wajah Taeyeon lalu kembali mengecup bibir tipis Taeyeon sebelum akhirnya ia benar – benar menjauhkan wajahnya.

Kedua tangan Taeyeon meremas baju Jonghyun, “Oh tuhan.. aku benar – benar akan sangat merindukan ciumanmu Jonghyun” ia mendekapkan kepalanya ke dada bidang Jonghyun. “Kenapa kau harus meninggalkanku sendirian seperti ini? Ini sakit, Jjong”.

Jonghyun menjelujuri jemarinya di rambut Taeyeon, “aku tidak meninggalkanmu, Tae. Aku selalu ada disini, aku hidup disini” Jonghyun mengarahkan telunjuknya ke dada Taeyeon, “aku hidup dihatimu”.

Jonghyun kembali menangkup wajah Taeyeon yang tertunduk kemudian mengarahkannya untuk bertatapan dengannya, “Kumohon berjanjilah padaku, berjanjilah untuk hidup. Kumohon bernafaslah Tae, lalukan itu demi aku”.

Taeyeon memanfaatkan kesempatannya yang tidak banyak itu untuk memandangi wajah tampan prianya, ia mengarahkan jemarinya untuk menyentuh wajah, mata, hidung, dan bibir Jonghyun. Jonghyun hanya tersenyum membiarkan Taeyeon setiap inci wajahnya “Aku akan sangat merindukan kenangan ketika aku bisa dengan bebas menyentuh wajah tampanmu ini Jonghyun..”.

Jonghyun merentangkan kedua tangannya, “kemarilah, kau sangat suka di peluk kan?”.

“Aku mencintaimu Jonghyun..” Taeyeon membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan Jonghyun yang begitu hangat baginya.

Jonghyun mendekap wanitanya dengan erat, “setelah ini, berjanjilah untuk hidup bahagia Tae. Hiduplah demi aku..”.

“Aku mencintaimu, selalu”.

 

. . . . .

 

“Ehhmmhh.. Jonghyun..”.

Kening Taeyeon berkerut, dengan sangat perlahan ia membuka kedua matanya setelah tiga bulan ia terbaring di ruang ICCU. Ia sesekali mengerjap – ngerjapkan mata perlahan saat merasakan silau di matanya, telinganya menangkap riuh suara yang terdengar gaduh saat ia sadarkan diri. Taeyeon masih terlalu lemah untuk sekedar menggerakkan tangan atau kepalanya untuk merespon Jinki, Ibu Jonghyun dan Taemin, adik bungsu Jonghyun yang bergantian menanyakan ‘Taeyeon’ah, kau sudah sadar?! Bagaimana sekarang, kau baik – baik saja?’.

Ia kembali memejamkan matanya, bermaksud untuk mengembalikan tenaga yang dirasanya hilang begitu banyak. Dalam hatinya sangat ingin ia kembali tidur dan bermimpi. Ya, dia ingin berada di alam mimpi setiap hari jika memang itu satu – satunya cara agar ia dapat bertemu dengan Jonghyun. Tapi ia telah berjanji pada lelakinya untuk bertahan hidup, ia telah berjanji untuk kembali menjadi dirinya yang ceria dan kuat. Dan ia akan melakukannya.

Aku berjanji akan tetap hidup dalam waktu yang lama, Jonghyun..’

‘Aku berjanji akan tetap bernafas untukmu, saranghae’.

END.

2 thoughts on “Because it’s You (Soul Side) [Adorable Couple Sequel]

  1. Kak ayiiinn.. 😢😢 aku ampe ga bisa berkata2 lagii.. aku ga bisa nahan nangis lagi kalo kek gini caranya.. kita semua pasti sangat2 merindukan jonghyun oppa..
    Semangat kak ayiin..

Leave a Reply to RAIkka Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s