A Month Without You

4600

My dearest Jonghyun..

A month. It has been a month since your passed, sweetheart. It has been a month since the nightmare that hit us who love you came. It feels like eternity, time stop yet time flies so fast. But as much as it’s a nightmare for all of us, I knew it wasn’t the same for you. For you, it’s been a month since you laid to rest, leave behind all the pain has given to you.

You know, I think a day, a month, even a year from now on will be full of missing you. Missing your smile, missing your laugh, missing your eye contact like you always did with us.. we miss every piece of you, Jonghyun.

From now on we will spend a day for missing you, spend a month for missing you, and spend a year for missing you.

And it will be continue just like that.. for sure.

I miss you Jonghyun..
Missing you that much

 

Ayin Perdana

One thought on “A Month Without You

  1. Eonnie, sebulan yang lalu aku mimpi jjong oppa lo. Di taman yang ada kursi di samping pohon apel. Jjong Oppa bilang begini :

    “Don’t be sadness or hopeless. You have to learn this is just farewell not our last goodbye. Please don’t cry no more. I hopefully seeing you happiness from the sky. Tidak mudah melepaskan orang yang kamu cintai bahkan akupun tidak rela berpisah denganmu mengingat banyak janjiku yang belum kupenuhi. Tapi ini adalah takdirku untuk berpisah denganmu. Tolong mengertilah sayangku, aku sudah mati dan kamu masih hidup. Relakanlah diriku. Kenanglah aku sebagai salah satu dari banyaknya pria yang jatuh cinta kepadamu.

    Ini berat untukku. Tapi kesedihanmu yang tak berujung itu justru menyiksaku. Seperti sembilu yang menusuk jantungku dan tak pernah membiarkan aku bernapas untuk menahan rasa sakit. Jeritan suara hatimu yang memanggil namaku itu membuatku senang sekaligus sedih. Aku sadar bahwa kepergianku yang mendadak ini justru membuatmu menderita berkepanjangan.

    Aku tahu ada begitu banyak cara untuk bertahan dari luka ini. Namun, aku sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang teramat pedih ini. Yang menggerogoti setiap inci tubuhku hingga yang tersisa hanya serpihan. Aku sudah bekerja keras bertahan sayang. Tapi aku tidak mampu lagi. Aku lelah dan aku menyerah.

    Aku mohon, jangan menangis terlalu banyak. Mata indahmu akan bengkak dan itu sangat jelek. Aku hanya bisa berada di sampingmu seperti angin yang meneduhkanmu.

    Bila kamu merindukan aku, aku akan hadir di setiap mimpimu. Aku mohon berbahagialah dan jatuh cinta lagi agar hatimu tidak menjadi beku sayang. Relakan diriku agar aku bisa beristirahat dengan damai.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s