Gluten Free-Chocolate Strawberry Parfait

6f10c1ac44536556c8c8d563adb88f9fa0b42da3-eef1-4e2c-96d3-aa31bdcf08f9

Title : Gluten Free-Chocolate Strawberry Parfait

Inspired by : Stories for Rainy Days, Temperature of Love (K-Drama 2017)

Cast : SHINee Onew, OC (Blingers Group Chat Line Member xD)

Genre : Fluff’

Length : Ficlet (1671 Words)

Writer : Ayin Perdana


The secret ingredient is always love..

 

“Wah! Terlihat sangat cantik dan enak”, Azka berlari kecil sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk, “kau memang benar – benar menakjubkan ya, datang ke apartment-ku pagi – pagi dengan dua buah kantung belanja yang besar, dan saat kutinggal untuk mandi kau bahkan sempat membuat kudapan cantik ini. Apa namanya?”. Kedua mata Azka berbinar, ketika gadis cantik bertubuh mungil itu melihat dua buah gelas kaca yang imut berisi cake yang baru saja di keluarkan Jinki dari lemari pendingin ketika gadis itu duduk di kursi yang ada di belakang meja pantry apartmentnya.

Jinki memasang senyum lebarnya yang cerah menatap kekasihnya itu, “It’s Gluten Free-Chocolate Strawberry Parfait” sahut Jinki dengan gaya khas seorang chef, “Ini less sugar, sayang. Aku berani jamin diet-mu tidak akan terganggu dengan cemilan pagi yang khusus ku buat untukmu hari ini”.

Wow, sounds fantastic” Azka bertepuk tangan sebelum melanjutkan perkataannya, “tapi apa kau tidak bisa membuat namanya menjadi lebih simple? Terus terang sangat sulit mengucapkannya”, kemudian Azka tertawa renyah di susul oleh Jinki.

“Kemewahan sebuah nama untuk makanan itu adalah hal penting bagi kami para juru dapur” Jinki mencubit ringan pipi Azka, “Ini sangat enak dan segar, aku yakin kau akan suka. Ayo dicoba, sayang”.

Azka mengangguk tanda setuju sambil menerima sendok kecil yang diberikan Jinki, “Ya tuhan, ini benar – benar enak. Apa resepnya?”.

The secret of best ingredient is always Love” Jinki tersenyum melihat kekasihnya menikmati kudapan yang dibuatnya, ia mengambil posisi duduk di hadapan azka kemudian melanjutkan obrolan pagi yang hangat itu, “Ada yang ingin kutanyakan dan kukatakan padamu”.

Azka melirik sekilas kemudian menyeruput Hot Jasmine Tea yang di suguhkan Jinki, “Apa?”.

Do you love me, hunn?”.

“Uhuuk!!”. Gadis manis pemilik rambut sebahu berwarna dark brown itu hampir saja memuntahkan hot jasmine tea yang di minumnya ketika itu. Gadis itu tersedak, bukan karena tehnya yang di rasa terlalu panas, melainkan karena pertanyaan dari kekasihnya yang menurutnya konyol.

“Omo ya.. Lee Jinki, pertanyaan macam apa itu?” Azka mengelap bibirnya dengan tissue yang diberikan kekasihnya, “dasar konyol” gumamnya pelan.

“Azka..” Jinki, pria tampan dengan senyum menawan itu meraih perlahan tangan kekasihnya yang bebas, “I’m asking you, hunn. Do you love me?”.

Azka membalas senyuman Jinki, “Of course I do”.

“Bisa kita seperti ini selamanya? You know, like.. forever, together”. Jinki menggenggam tangan kekasihnya sedikit lebih erat.

Azka menatap manik mata Jinki yang begitu teduh baginya, ia mencoba mencari tahu apa yang sedang ada di dalam pikiran prianya itu. Azka merasa ada sesuatu yang lain saat itu, entahlah.. like he just out of the blue.

“Kau baik – baik saja, sayang?”.

Jinki menganggukkan kepalanya tanpa menghapus senyuman manisnya, “Tentu. Tentu aku baik – baik saja. Apa menurutmu aku terlihat seperti sedang sakit?”.

“Tidak, tidak.. bukan begitu” azka kembali menyeruput hot jasmine tea-nya sebelum melanjutkan, “hanya saja.. you know, out of the blue”.

“Aku akan pergi ke Paris.. aku terpilih menjadi salah satu koki istimewa yang akan menjadi Head Chef  di restoran Gusteau..”

Azka berpikir sejenak, “Gusteau? Koki yang terkenal itu?”.

Jinki menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, “dan itu memerlukan waktu yang lama..” Jinki meraih kedua tangan Azka kemudian menggenggamnya dengan erat, “aku akan berada di Paris selama tiga tahun”.

Azka merespon Jinki hanya dengan sebuah senyuman kecil. Kalimat “tiga tahun” yang keluar dari mulut Jinki itu seakan berhasil membuat otaknya buntu, entah respon seperti apa yang harus ia berikan untuk Jinki. Azka sangat tahu, bekerja sama dengan Gusteau, koki terkenal asal Paris itu adalah cita – cita Jinki sejak dulu. Jinki sudah mencoba mengirimkan essay sebanyak tujuh kali, dan di percobaan kedelapan inilah Jinki baru berhasil.

Azka memberikan senyuman hangatnya pada Jinki, “Selamat, sayang”.

“Terima kasih..” Jinki mengusap lembut tangan Azka di genggamannya, “tapi bukan itu kalimat yang ingin kudengar”.

“Maksudnya?”.

Jinki mengecup kedua tangan Azka dan masih menggenggamnya, “‘Jangan pergi, aku tidak mengizinkannya’.. itu yang ingin kudengar”.

“Jinki..” Azka membenarkan anak poni rambut Jinki, “It’s your dream and finally you can reach it. Akan sangat egois rasanya jika aku harus melarangmu untuk pergi”.

“Kalau begitu..” Jinki mengambil nafas sejenak, “kau mau ikut denganku?”.

“Eh?”.

Jinki mengangkat bahu, ”Just like I asked before, can we be like this forever. Like forever together”.

Azka mengerjapkan mata tanda ia masih belum paham dengan maksud Jinki, “So, what’s your point?”.

Marry me” Jinki menatap manik mata Azka lurus – lurus, “Ikutlah denganku, Azka”.

Azka tersenyum, sangat bodoh rasanya jika ia menolak lamaran dari kekasihnya yang begitu dicintainya itu. tapi ia tidak ingin bebohong bahwa ia masih ingin memantapkan karirnya sebagai penulis profesional di Korea. Ia membalik posisi kedua tangannya dan kini ia yang menggenggam kedua tangan Jinki, “Sebenarnya aku juga punya sesuatu untuk dikatakan padamu, hunn”.

“Apa itu?”.

“Naskahku yang terbaru terpilih untuk di tayangkan menjadi drama seri bulan depan..”.

“Benarkah? Wah selamat!!” Senyum Jinki merekah ketika mendengar kabar baik itu, tapi sesaat kemudian senyuman itu sedikit meredup ketika ia terpikirkan sesuatu, “Jadi.. itu berarti kau..”.

“hhmm..” Azka mengangguk pelan, “Aku harus berada disini untuk itu. Maaf, aku tidak bisa ikut denganmu”. Azka menghela nafas sejenak lalu melanjutkan, “dan maaf.. aku belum bisa menjawab pernyataanmu tadi”.

Cukup lama mereka tidak berkata apapun, merka hanya saling memandang satu sama lain sambil tersenyum sampai Jinki perlahan mulai mengambil nafas dan terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu.

Gidaryeojullae?—kau akan menungguku?”.

Don’t worry about anything dear, just show to the world that you’re the best chef while you in Paris” Azka mencondongkan tubuhnya kearah Jinki, mendekatkan wajah kemudian mengecup ringan bibir lelaki-nya, “Tentu saja aku akan menunggumu. Aku akan selalu menunggumu”.

~***~

1 Year Later..

 

Dddrrrrttttt..

Ponsel pintar Azka yang terletak di buffet kamarnya bergetar panjang menandakan ada sebuah panggilan masuk bertepatan saat Azka keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Azka berjalan sedikit cepat menuju kearah buffet untuk mengangkat telpon masuk itu, sesaat setelah Azka meraih ponselnya, senyumannya langsung mengembang ketika membaca nama pemanggil yang muncul di layar ponselnya dan tak perlu waktu lama Azka langsung menerima telpon itu.

“Hallo~~” Azka menyambut telpon dengan suara yang amat ceria tanpa menghilangkan senyum cerahnya, “Aku tidak tahu harus mengatakan selamat apa, tapi.. eerr.. selamat dini hari/?”.

Azka mendengar suara tawa renyah Jinki di ujung sana, “Halo, selamat pagi sayang. Yup, disini masih pukul empat pagi”.

“Waah, aku rindu sekali dengan suara tawa renyah-mu ini, Jinki chef-nim”, sahut Azka sambil terkekeh, ia menghempaskan tubuhnya ke kasur kemudian melanjutkan, “Apa yang membuatmu menelpon sepagi ini? Maksudku, selarut.. itu”.

Jinki tertawa, “Aku sengaja memasang alarm agar bisa bangun pada jam seperti ini, hanya untuk menyapa dan mengucapkan selamat pagi padamu”.

“Uuuu.. aku merasa sangat tersanjung, Koki muda tampan yang saat ini menjadi koki istimewa di restoran terkenal di Paris rela mengorbankan waktu tidurnya hanya untuk menyapaku”, canda Azka sambil tertawa yang di susul oleh Jinki.

“Kau sedang apa, sayang?”.

“Aku baru selesai mandi” Azka menyampirkan handuknya di ujung kasur sebelum mengubah posisi tubuhnya di kasur menjadi lebih nyaman, “satu jam lagi aku ada meeting dengan CEO di manajemenku untuk membahas drama terbaru yang di jadwalkan akan tayang di musim dingin tahun ini. Aku sangat sibuk tahun ini”.

Jinki hanya tersenyum merespon perkataan Azka, “Azka..”.

“Hhhm? Ya?’.

“Apa kau tahu arti dari kalimat ‘kau sedang apa?’ yang sesungguhnya?”.

Azka berpikir sejenak, “Apa itu?”.

bogoshipda—aku rindu padamu” Jinki kembali mengembangkan senyum tipisnya kemudian melanjutkan, “Itulah kenapa aku selalu bertanya apa yang kau lakukan setiap kali aku menelponmu”.

Azka hanya meresponnya dengan tersenyum meski ia tahu Jinki tidak bisa melihat ia sedang tersenyum dengan pipi yang memerah sekarang. Ia sempat kehilangan kata untuk membalas perkataan Jinki yang membuat Jinki kembali memanggilnya dan memecah lamunannya.

“Azka..”.

“Oh?! Ah ya..” Azka menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “I miss you too, sweetheart. So badly”.

Azka mengambil posisi duduk di atas kasurnya, “Kapan kau kembali ke Korea?”.

“Kapan kau berkunjung ke Paris?”, sahut Jinki terdengar begitu tenang.

Azka terkekeh, “Apa kalimat itu tadi juga memiliki makna lain? Apa kalimat tadi adalah kalimat lain dari ‘Maaf, aku belum bisa kembali’ seperti ini?”.

Jinki tertawa renyah, “Datanglah ke Paris, sayang. Disini sangat banyak tempat – tempat yang indah dan aku sangat ingin mengajakmu untuk melihatnya. Tidak bisakah kau merayakan akhir tahun ini disini bersamaku?”.

I wish I could, hunn. Really”, Azka mengambil nafas sejenak, “Tapi di akhir tahun drama baru dari naskahku akan tayang, aku tadi sudah memberi tahumu kan?”.

Jinki mengangguk, “Ah, sepertinya tak lama lagi paket yang yang ku kirimkan untukmu akan sampai padamu. Pastikan kau menerimanya, dan.. aku mohon, kau benar – benar harus menerimanya”.

Azka mengerutkan samar keningnya, “Paket? Kau mengirimiku paket? Apa itu?”.

“Kau akan tahu nanti saat paketnya tiba, sayang. Menurut jadwal pagi hari ini seharusnya sudah datang”.

Azka mengangkat bahu, “Well, mungkin saja. Baiklah, aku harus siap – siap sekarang. Dan kau harus tidur, sayang”.

“Baiklah! Penulis Azka Lee” sahut Jinki sambil terkekeh, “sampai nanti”.

~***~

Azka bergegas mengambil kunci mobilnya yang ada di buffet ruang tamu apartmentnya kemudian berjalan menuju pintu. Ia memiliki rapat dengan CEO dan sutradara hari ini, dan sebagai penulis naskah profesional Azka tidak ingin terlambat. Ia baru saja ingin membuka pintu sebelum terhenti karena bell apartment nya berbunyi tepat saat ia sampai di depan pintu. Ia melihat ke layar digital untuk melihat siapa yang datang ke apartmentnya di waktu yang sangat tidak tepat seperti ini.

“Ya? Ada yang bisa di bantu?”.

“Ini benar kediaman nona Azka Lee?”.

Azka mengangguk sedikit cepat sambil keluar dari pintu, “Ya, itu aku sendiri”.

“Ah ya, ini ada paket dari Paris untuk anda nona”.

“Paket? Baiklah, terima kasih”.

Setelah kurir yang mengantarkan paket itu pergi, Azka dengan cepat membuka kotak berukuran sedang ditangannya sambil mengerutkan kening karena bingung. Sesaat setelah ia membuka paket itu dan melihat isinya, Azka langsung membelalakkan kedua matanya dan berseru, “ini.. tiket pesawat Korea – Paris. Oh tuhan.. Lee Jinki!! Dasar manusia Gluten free chocolate strawberry parfait! Kau ini benar – benar ker.. eh, ada surat. Surat apalagi ini?”.

Halo sayang ^^ aku tahu kau pasti menyumpah saat membuka hadiah dariku ini. (kumohon jangan menyumpahiku penulis Azka Lee >.<) Kumohon biarkan aku egois sekali saja, aku tidak peduli jadwal-mu membuat naskah terganggu atau tidak, tapi setahuku penulis memiliki asisten yang disebut ‘asisten penulis’ bukan? (kurasa sudah saatnya ia bekerja lebih keras untuk mengembangkan potensinya ^^) biarkan dia menggantikan posisimu sementara kekeke. Datanglah ke Paris akhir tahun ini, dan lewati malam tahun baru bersamaku disini.. di taman menara Eiffel, di sini. Di Paris. Hubungi aku sejak kau masih berada di bandara Incheon. Kau sedang apa? ^^

Lee Jinki

 

END

Advertisements

11 thoughts on “Gluten Free-Chocolate Strawberry Parfait

  1. OH MY GOD!!!! MAS JINKIII!!!! Huuaaaaa unnie jadi kangen sama mas dubu 😥 sweet banget unn ff nya :’) sukaaaaaaaa..

    lagi unn lagi lagiiii

  2. KA AYIN!!! TIBA TIBA BANGET YA TUHAAAAN!!!! T^T

    kan aku jadinya kangen sama suamikuu. tanggung jawab kak T^T
    ceritanya jadi chef~~~ huuaaaaa ini ceritanya bagus banget T^T suka sama makna “Kau sedang apa” nya itu loh kaaaaak. bisa – bisanya nyambungin ke “Aku rindu padamu” ka ayin ah bikin cerita kebangetan manisnya 😦

    suka masa kak. lagi kak 😦

    keep writing ya kaaaak.. bagus cerita ka ayin tuuuh. luv you~~

  3. SHIT!

    Manis 😦

    SHIT!

    Kangen Onyu 😦

    sekian dan terima kasih.

    ceritanya bagus unn, manis banget. bikin baper, bikin rindu, alah.

  4. Ini bakalan sedih kalo cewenya bener2 ga bisa pergi karna jadwal ga bisa di cancel, trus jinki kecewa trus mereka kaya sibuk sama jadwal masing ga bisa ketemu akhirnya putus tengah jalan. Bukan krna ga cocok tp karna jarak.. Gw nangis nih lah 😦

    • Meeeei wkwkwkwk gua baru cek blog xD
      Kayaknya tujuan gua gagal yak, padahal gua pikir ending si onyu nekat kirim tiket itu akan lucu hahahaha

      Kalo memang di lanjutin (di bikin macam part) bener2 jd kayak drama sedih, gua jd keinget meteor garden season 2 masa, yg hwa che lei sama si zing itu wkwkwkwk tp singkat cerita di imajinasi gua si ceweknya terbang ke Paris kok mei, happy ending kok BHAHAHAHAK thank you for your special comment meeei 💕💕💕💕💕

  5. How I say this ? Kinda makes me sad remembering about jinki but also overly sweet. Like we knew how Jinki as well. Ka ayin.. Ini manis sekali. Can’t even tell you more. Aaaaaaaakkkkk..

  6. ya gimana ya kakyin ya:( azka gatahan bacanya rasanya lsg diabetes gt:( bertambah lah rindu sama kangmas jinki. mana castnya azka pula emang KAKYIN DABEESTTTT💚 terimakasih banyak jg sudah bersedia membuat ff atas nama azka, sayang kakyin❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s