Criteria

taejong

Title : Criteria (Adorable Couple)
Inspired by : JjongTaeng Couple, Reason by Zaky
Cast : SHINee Jonghyun & SNSD Taeyeon
Genre : Fluff
Length : Ficlet
Written by : Ayin Perdana

“Brengsek! Kenapa baru sekarang menjengukku kemari?! Dokter macam apa kau Kim Jonghyun!!!”

Jonghyun hanya dapat menghela nafasnya saat mendapat semburan dari kekasihnya yang di bawa ke unit gawat darurat tengah malam ini. Kekasihnya yang melototinya saat ini sedang duduk di tepi ranjang, sebelah pelipisnya di tutupi kain kasa dan satu lagi ada di bagian lengan kanan, sedangkan pergelangan kaki kirinya di bebat dengan perban.

“Turunkan sedikit suaramu, Kim Taeyeon” tegur Jonghyun perlahan sambil membenarkan perban di pergelangan kaki Taeyeon yang dilihatnya masih longgar. “Kita sedang berada di rumah sakit, sayang. Bukan di jalan raya” Jonghyun tersenyum kecil menatap Taeyeon sebelum melanjutkan, “Sekarang ceritakan padaku, apalagi yang telah kau lakukan?”.

“Kakakmu!!! Jinki, si polisi keparat itu—“

“Ssstt.. pelan – pelan..”.

“Kakakmu, si Jinki dan para anak buahnya yang idiot itu menemukan kami saat kami sedang balapan! Kenapa kau membiarkannya patroli di daerah kekuasaanku? Apa kau sengaja?!”. Ujar gadisnya yang mengenakan jaket kulit hitam, rok sebatas paha yang seduktif, dan, yang membuat sedikit nyentrik, sepatu keds yang ia kekanakan. Tapi Jonghyun ingat, Taeyeon pernah bercerita padanya sepatu berhak tinggi hanya akan membuat terlambat menekan pedal rem, jadi sepatu keds hadiah darinya itu selalu dikenakan si gadis pada tengah malam.

“Kau lupa kita baru saja candlelight dinner di restoran Eropa favoritmu?”.

Serangan Jonghyun yang begitu tenang itu berhasil membungkam Taeyeon. Tanpa sadar, gadis mungil itu merapatkan jaket kulitnya yang berwarna hitam, menutupi atasan hitam formal dari satin nan lembut yang belum sempat dilepasnya sepulang dari kencan romantis mereka.

Jonghyun mengarahkan telunjuknya ke pinggiran wajah Taeyeon, menyisikan helaian rambut sebahu Taeyeon ke belakang telinga, kemudian membelai jajaran tindik gadisnya itu. “Kupikir aku sudah melakukan hal benar dengan mengantarkanmu pulang ke rumahmu, Tae. Kalau tau begini seharusnya aku menitipkanmu pada ibuku supaya kau tidak bisa kemana – mana lagi. Terus terang aku kecewa ternyata kau malah kembali ke jalanan”.

“Jjong~~ kau tidak akan mengerti situasinya” Taeyeon mengerang frustasi, “Malam ini adalah final taruhan antara aku dengan Taemin. Dia benar – benar sudah keterlaluan, mana bisa aku membiarkannya mengambil gelarku. Oh, kau juga harus tau kalau..”.

“Dan juga”, Jonghyun menyela “seharusnya kau bilang padaku kalau malam ini kau ingin balapan liar dijalan. Aku bisa meminta Jinki Hyung untuk tidak memerintahkan anak buahnya patroli di lokasi itu” ucap Jonghyun sambil mengusap lembut pipi Taeyeon.

“Aku tidak ingat!! Aku tidak ingat kalau hari ini tanggal empat belas dan aku juga tidak kepikiran kalau..” Taeyeon langsung menyipitkan matanya ketika melihat alis Jonghyun yang terangkat dan senyum geli yang tersungging di bibir dokter tampan itu. “Baiklah, aku mengaku. Hari ini aku terlalu antusias karena kau mengajakku kencan malam ini di sela – sela jadwal operasimu yang padat, puas?!”.

Jonghyun tersenyum lebar, “Sangat puas”. Jonghyun menyentil ujung hidung Taeyeon, “Lalu..? sampai sekarang kau belum menceritakan detail kejadian balapan liar yang membuatmu sampai mendapat luka lecet hampir di sekujur tubuhmu ini nona manis”.

“Aku yakin pasti pria tua bernama Jinki itu sudah menceritakannya juga padamu kan? Aku sedang berada di jalanan ketika mobil-mobil polisi itu mendadak mengejarku. Benar-benar mendadak! Aku tidak bisa berpikir apa-apa, karena kupikir salah satu dari mereka adalah Jinki Oppa dan dia tidak akan menangkapku. Kemudian ada seorang nenek—entah itu manusia atau hantu—mendadak menyeberang jalan dan aku hilang keseimbangan. Selanjutnya kau bisa menyimpulkan sendiri dengan melihat kondisiku sekarang”. Taeyeon mengangkat bahu dengan malas.

“Tae, sejujurnya sampai sekarang aku masih tidak paham,” Jonghyun melepas satu kancing kemeja di balik jas dokternya karena merasa gerah, “kenapa kau masih suka dengan dunia balapan liar, padahal kau tahu hobimu itu hanya akan membuatmu berakhir seperti ini.”

Taeyeon menunduk memandangi kedua kakinya sendiri yang berayun-ayun di tepian ranjang. Ia sedikit meringis saat menatap perban di pergelangan kaki. “Kau sudah tahu alasannya.”

“Tidak, aku tidak tahu. Lebih tepatnya, aku tidak mengerti.”

“Sudahlah, lupakan saja. Yang lebih penting, kau akan membawaku pulang atau membiarkanku membusuk di sini?” tanya Taeyeon sambil menjauhkan tangan Jonghyun yang sedari tadi memainkan jemarinya di pipi Taeyeon.

“Mereka tidak akan membiarkanmu membusuk sayang, percayalah. Tanyakan saja pada penjaga kamar mayat, mekera rekan sejawatku.” Sahut Jonghyun usil sambil mengedipkan mata.

“Astaga, kau lucu sekali.” Taeyeon memutar bola mata. “Cepat bayar biayanya dan antar aku pulang, kumohon. Aku bisa mati kebosanan di sini.”

“Kau tidak akan berada di sini seandainya tadi kau tidak balapan, Tae,” Jonghyun meletakkan kedua tangannya di tepi badan Taeyeon, lalu membantunya berdiri. Ia mengernyit saat Taeyeon mendesis kesakitan. “Kau tidak bilang kakimu terluka separah ini! Aku pikir luka di balik perban itu hanya luka lecet biasa, jadi kau terkilir? Tidak hanya luka lecet?” Jonghyun mulai mengomel, memperlihatkan sifat seorang dokter cerewet dari dirinya sambil meletakkan kembali Taeyeon ke ranjang.

“Jangan salahkan aku, salahkan trotoar di depan pintu UGD itu. Aku keluar dari mobil dan tersandung tepian trotoar,” dengus Taeyeon. “Sakit sekali. Trotoar sialan.”

“Lalu apa ini?” Jonghyun masih mengomel sambil mengangkat lengan jaket Taeyeon perlahan. “Oh Tuhan~! Jadi kau juga mendapat luka lecet yang sangat besar ini di sini dan menutupinya begitu saja? Apa kau tau akibatnya kalau luka ini tambah parah? Kau memiliki kekasih seorang dokter, Kim Taeyeon Ssi.”

Taeyeon memberengut, membiarkan Jonghyun menginspeksi tiap jengkal tubuhnya dari luka lecet yang diterimanya akibat tabrakan dengan tong sampah dan wajah hitam pekat aspal beberapa jam lalu.

“Kalau tahu begini, aku benar – benar akan menitipkanmu pada ibu dan meminta Jinki hyung untuk memborgolmu agar tidak bisa bergerak kemana – mana sampai aku pulang,” omel Jonghyun tanpa henti. “Apa pentingnya sih mengebut di jalan dibandingkan keselamatanmu?”

“Aku selalu mendapatkan uang dari sana, dan aku selalu menang balapan.”

“Yang segera habis untuk perawatan dirimu sendiri.” Jonghyun menjentik hidung gadisnya itu. “Ah, untuk perawatan motor raksasa kesayanganmu itu juga.”

“Itu bukan raksasa tapi motor sport bodoh!”

“Aku hanya bicara tentang kenyataannya, Tae.”

“Well well, dokter tampan, rapi, dan pintar sepertimu mana bisa mengerti,” ujar Taeyeon sebal, lagi-lagi mengayunkan kakinya di udara. “Yang kau tahu hanya konsekuensi dari balapan. Kau tidak akan pernah tahu sensasinya.”

“Aku rasa aku tidak perlu harus melakukan riset tentang itu—kau sudah menjadi representasi yang bagus.”

“Kau harus lihat Sara Price.”

“Tae, dia itu pembalap Motocross. Kau street racer. Perbedaannya terlalu besar,” Jonghyun mendesah. “Aku akan mengurus administrasinya, kau tunggu saja di sini. Aku akan kembali untuk menjemputmu dan kali ini kau benar – benar akan kupulangkan ke rumah ibu.”

Jonghyun sudah hendak berjalan menuju arah pintu ketika Taeyeon menggumamkan sesuatu yang sayup sayup tertangkap oleh telinga Jonghyun. Ketika Jonghyun mendapati ekspresi keruh di wajah gadis tercintanya, ia kembali menghampiri Taeyeon dan memandangi kedua mata kecil Taeyeon yang enggan membalas tatapannya, “Kau bilang apa tadi sayang?”

No, nothing.” Taeyeon semakin menundukkan kepalanya. Gadis yang tidak pandai berbohong, pikir Jonghyun.

“Kau kesal karena omelanku kan?” Jonghyun meraih kedua tangan Taeyeon lalu melanjutkan,  “apa kau sedang mencoba berkata betapa menyebalkan punya pacar seperti Kim Jonghyun?”

Something like that, but…”

But what?”

“Oh gosh Jjong, come on!” pekik Taeyeon. “Aku heran kenapa kau belum mengerti juga alasanku tetap jadi pembalap sampai sekarang?!”

Jonghyun mengangkat kedua alis kebingungan, “Tae, aku memang tidak tahu—atau tidak ingat, atau mungkin kau pernah menceritakan alasannya padaku saat aku sedang konsentrasi membuat materi untuk presentasi rapat besar para dokter bedah.”

“Tidak! Malah kebalikannya,” balas Taeyeon. “Kaulah yang mengatakannya padaku. You are the one!

“Hah?”

“Jadi kau benar – benar lupa ya. Kau lupa pernah bilang padaku kalau pembalap wanita itu sangat seksi?” Wajah Taeyeon mendadak merah padam. “Oh, sialan. Kenapa aku harus mengatakan ini sih?”

Kebingungan yang sempat menyelimuti Jonghyun terangkat. Dokter tampan itu tersenyum lebar dan, dengan berhati-hati agar tidak menyentuh luka Taeyeon, Jonghyun sedikit memajukan badan untuk mengecup bibir kekasihnya.

So, it’s because of me.. hunn?” bisiknya di hadapan Taeyeon yang masih membeku karena ciuman tanpa aba-aba dari Jonghyun. “Aku senang kau melakukannya untukku, tapi.. sekarang kriteria seksi bagiku sudah berubah.”

Mata Taeyeon mengerjap. Jonghyun mengeluarkan kotak dari saku jasnya dan membukanya di hadapan Taeyeon.

“Sekarang menurutku istri dokter yang sangat seksi.”

Taeyeon menggigit bibir, yang segera pecah menjadi senyum lebar ketika Jonghyun menyematkan cincin platina itu ke jari manisnya, “Oh Tuhan, aku tidak menyangka akan melamarmu di UGD. Gara – gara kau merengek minta di antar pulang saat makan malam tadi, akhirnya aku mengurungkan niatku untuk melamarmu disana. Ini benar – benar bukan aku, tidak romantis sama sekali melamar gadis yang dicintai di sebuah ruang UGD rumah sakit yang berbau obat medis seperti ini”.

“Aku membencimu, dokter Kim Jonghyun.”

Jonghyun mengecup kening Taeyeon, “Harusnya kau bilang ‘I do’.”

Gadis itu membenamkan wajah ke dada bidang Jonghyun. “I do, idiot.”

 

END.

Advertisements

8 thoughts on “Criteria

  1. Eh? Brengsek. apa – apaan iniiiiiii??!!! Kok manis banget sih unn ff nya heran gua :’)

    “Sekarang menurutku istri dokter yang sangat seksi.”

    kok gua melayang yak pas baca dialog yang ini,, huhuhuuuuuu kemanisan uunnnnnn
    kangen banget sama fluff nya ayin unnie, seneng banget akhirnya ayin unnie comeback sama fluff nya >< bikin sequel nya unn !!!!

  2. MATIIIIIIIH ><

    aduh meleleh pagi2 gara – gara nemu ff manis semanis gulali ini sialan T^T
    lagi hangat sii emang si JjongTaeng couple ini ya semenjak mereka duet ituu.

    nice fluff author nim, REALLY NICE (Aku bukan fans shinee tapi sekarang ini aku lagi jatuh cinta sama mas Jonghyun :') eh nemu ff ini dan manis mampus)

    • Hai hai haaaaai PD101_Noona ^^
      makasih lo udah mampir dan gak jd silent reader wkwkwkwk
      iya,, lagi hot hot nya JjongTaeng couple ini >.< (aku sii bilangnya petit couple soalnya sama2 kecil wkwkwwkk) aku juga suka banget pas mereka duet, King and Queen of Vocals ^^

      Thank you ya udah suka sama fluff nya hihihi.. Oh, kamu bisa panggil aku Ayin ajj 😉 (Ciyeeee yang jatuh cinta sama mas Jjong,, hati2 loh, mas jjong itu macam candu, bikin kita gak bisa berpaling lagi kalo udah jatuh cinta sama dia hihii)

      sering – sering mampir yaa ^^

  3. Buset.

    ini nih, ayin noona, author anti mainstream.

    yang cowoknya dokter,,
    yang ceweknya street racer,

    kontras banget hahahaha. tapi ceritanya bagus pake BANGET kak. udah lama gak mampir ke blog ini, kangen akhirnya buka. eh, ada 2 fluff baru. Ayin noona comeback gak pernah terduga.

    keep writing kak!!! tulisan kakak bagus, ceritanya selalu segar. Pas mantap!!!

    • Hai wisnuuu ^^
      waah, lama tidak bersua, gimana kuliahnya? (eh? apa jangan2 lu udah lulus yak? wkwkwkwk)

      hihiii.. iya nih, udah lama gak nulis fluff, akhirnya kangen.. jadi nulis dah, hahahaa

      sekarang memang lagi jamannya kontras2 braaai wkwkwwkk terinspirasi dari DOTS, kan tentara ma dokter lumayan kontras juga, hahahaha

      makasii udah mampir ya wis ^^ (sering2 main kesini laaa meski sibuk hihii)
      makasii juga semangat nya, hwaiting juga buat kamu! ^^

  4. O EM JEH!!!

    MANISNYAAAAAAAAAAAA T^T

    PLEASE JANGAN BIKIN GUA NGE SHIP MEREKA LAGI PLEASE

    INI CUTE BANGET ANJIIIIR

    Ayin unnie keren banget dah T^T kan aku nya jadi baper :’)
    ini sweet banget kak, cute, nge gemesin bikin gigit bantal hiks

    di tunggu fluff nya yang baru unn :’) tapi di takar gulanya yah, nanti aku diabetes gara2 manis mulu wkwkwkwk

    • WKWKWKWKWKKWKWKWK

      salahin mereka kenapa jadi cute banget pas waktu di stage smtown waktu ending. kan bikin imajinasi jalan kemana2 xD

      Makasii udah mampir yaa.. Sip si~!!! tunggu ajj terus fluff selanjutnya >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s