Just a Kiss

hqdefault (1)

Title : Just a Kiss [Love Secret Sequel]
Inspired by : Blingers Group Line Chatroom, Lady Antebellum – Just a Kiss
Cast : SHINee Jonghyun
Genre : Fluff
Length : Drabblet
Written by : Ayin Perdana

Let’s just take it slow..

“Jjong!! Jonghyun’ah!!” Yeona dengan tergesa – gesa menaiki anak tangga di dalam apartment milik kekasihnya, Jonghyun, sambil memanggil nama lelakinya itu beberapa kali. Wajahnya terlihat cemas saat menaiki anak tangga itu. Setelah seminggu yang lalu ia mendengar berita bahwa kekasihnya mengalami kecelakaan di atas panggung SHINee saat konser, Yeona benar – benar merasa kesulitan untuk berkonsentrasi pada project album barunya. Sebenarnya ia ingin segera menemui Jonghyun sesaat setelah ia mendengar berita tidak mengenakkan itu, tapi lantaran jadwalnya yang telah tersusun sudah sangat padat dan tidak bisa di tunda, ia tidak dapat melakukan apapun selain menelpon Jonghyun. Kini setelah satu minggu berlalu, meski ia telah di beri kabar oleh Jonghyun bahwa keadaannya sudah baik – baik saja, ia tetap ingin menemui lelakinya itu. bagaimanapun caranya.

“Jjong!!” Yeona langsung membuka pintu kamar Jonghyun dengan nafas yang masih terengah – engah, ia mengambil nafas sejenak sembari menatap sekeliling kamar dengan secepat kilat lalu melanjutkan “Kau baik – ba..”.

“Hai, sayang..” Jonghyun yang keluar dari kamar mandi dengan keadaan bertelanjang dada menyambut kehadiran Yeona dengan sebuah kedipan mata nakalnya, “lama tak bertemu”.

Yeona mengerjapkan matanya, ia sedikit terkejut saat melihat keadaan kekasihnya yang menurutnya.. “You looks.. fine”, sahutnya sambil menutup pintu kamar Jonghyun.

Jonghyun menyampirkan handuknya di sofa kecil di kamarnya, “Of course” ia menghampiri Yeona yang masih berdiri di dekat pintu, memberi sebuah kecupan kecil di sudut bibir gadis itu yang membuat gadis itu kembali mengerjapkan matanya, lalu melanjutkan perkataannya “memangnya ada yang mengatakan kalau aku sedang sakit?”.

No, I mean.. I just heard from the news a week ago that your..”.

Jonghyun menyela dengan menangkup kedua pipi Yeona lembut, “I’m fully healed now, hunn” ia mengecup ujung hidung Yeona yang kecil, “Apalagi dengan ditambah kau yang ada disini sekarang, dikamarku.. aku bisa merasa lebih sehat karena aku bisa memelukmu..”

Baru saja Jonghyun ingin merengkuh tubuh Yeona sebelum di gagalkan Yeona dengan ia yang segera berlalu dari hadapan Jonghyun kemudian duduk di atas spring bed Jonghyun yang besar, “Sepertinya aku sudah kena tipu oleh Hyeong kesayanganmu yang bernama Lee Jinki itu ya..” Yeona menyipitkan matanya.

“Onew Hyeong? Memangnya apa yang dia lakukan?”.

Yeona mencelos, “dia menelponku!! Dia bilang kalau cidera di kakimu bertambah parah!! Aiissh.. dasar lelaki tua jahil.” Yeona yang merasa lelah setelah seharian beraktivitas langsung menghempaskan tubuhnya ke spring bed yang tadinya ia duduki, sambil menutup matanya ia melanjutkan “aku benar – benar khawatir dengan cidera di kakimu..” Yeona memijat pelipisnya “baru hari ini aku bisa menemuimu, itupun karena aku mendapatkan belas kasihan dari manager eonni.. apa kau tahu aku hampir gil..” Yeona baru saja ingin melanjutkan perkataannya sebelum di kejutkan Jonghyun yang tiba – tiba sudah berada di atas tubuhnya, bertopang dengan kedua tangannya yang begitu berotot itu, Jonghyun mengeluarkan smirk-nya dan membiarkan Yeona memandangi tubuh bagian atasnya yang masih tanpa busana, “Mau apa kau, Jjong?” wajah Yeona terlihat sedikit gugup.

Jonghyun menyipitkan matanya, ia memainkan jemari kanannya di lengan kiri Yeona “Apa aku masih harus mengajarimu tentang apa yang akan kulakukan ketika gadisku berada dikamarku dan berbaring di tempat tidurku.. hhmm?”.

Yeona memutar bola matanya, “sepertinya aku harus pulang sekarang.. kau juga harus istirahat bukan? Jangan lupa pakai pakaianmu sebelum tidur, Jjong”. Yeona yang mengerahkan sisa tenaganya untuk bangkit dari tempat tidur dengan mudah di gagalkan oleh Jonghyun yang sigap menangkap tubuh mungil Yeona dan kembali membuatnya terbaring diatas tempat tidur, membuat Yeona terkejut apalagi ketika Jonghyun—yang masih dalam keadaan topless—langsung berbaring disampingnya sambil memeluknya dengan erat.

“Jjong~ aku harus pu..”.

“Kau tidur di rumahku saja malam ini, temani aku..” Jonghyun mengeratkan pelukannya dan membenamkan kepala Yeona ke dadanya yang bidang, “Onew Hyeong sudah mengirimkanmu kesini untuk menemaniku tidur”.

“Hah?!” Yeona mencubit abs Jonghyun dengan gemas hingga membuat Jonghyun meringis, “kau bukan lagi anak balita yang harus ditemani tidur, sayang. Aku harus pulang sekarang, besok pagi aku ada jadwal photoshoot untuk sampul sebuah majalah”.

Yeona mengambil kesempatan untuk melepaskan diri ketika Jonghyun melonggarkan pelukannya, tapi baru saja ia ingin membangunkan diri lagi – lagi ia digagalkan oleh Jonghyun yang sekarang sudah kembali berada di atas tubuh Yeona dan mencengkram kedua lengan Yeona. Jonghyun menatap Yeona lekat – lekat kemudian kembali mengeluarkan smirk andalannya yang membuat Yeona sedikit bergidik, “Tidak ada yang gratis di dunia ini, sayang.. termasuk untuk keluar dari kamarku. Setidaknya kau harus memberiku sesuatu sebelum kau keluar..” Jonghyun mendekatkan bibirnya ke daun telinga Yeona, kemudian berbisik dengan nada seduktif, “Kau tahu dengan istilah ‘tidak mudah melepaskan diri dari kandang singa’ bukan?”.

Tidak lama setelah berbisik dengan nada seduktif, Jonghyun langsung mencium bibir Yeona. Ia melumat bibir Yeona dengan lembut, membuat Yeona terhanyut dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Jonghyun, hingga salah satu tangannya turun menyusuri lekuk tubuh Jonghyun. Yeona bisa merasakan lekukan abs perut Jonghyun di jemarinya, ia tidak bermaksud untuk menghentikan permainan bibir Jonghyun di bibirnya seandainya ia tidak merasakan salah satu tangan Jonghyun bergerak dan mulai ingin mencoba untuk nakal dengan melepas ikatan belt mantal Yeona, membuatnya terkejut hingga reflek menangkap tangan Jonghyun yang hampir saja akan menyusup ke dalam pakaiannya dan melepaskan lumatan bibir Jonghyun.

Jjong, don’t” Yeona menampakkan raut wajah yang sedikit tegang dan takut, membuat Jonghyun menampakkan rasa bersalah di raut wajah tampannya.

Jonghyun dengan raut wajah yang bersalah itu langsung membelai lembut rambut Yeona, “maafkan aku, sayang. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu takut..” Jonghyun mengecup pipi kiri Yeona “maafkan aku”.

Yeona dengan cepat menggelengkan kepalanya, “No, no.. I mean.. It doesn’t mean I won’t it” Yeona membelai wajah tampan Jonghyun, “Believe me hunn, I want to. I just.. I’m not ready yet. Let’s just take it slow, okay?”.

“Hhmm mm..” Jonghyun tersenyum hangat sambil menganggukkan kepala, ia mengecup kening Yeona “aku tidak akan pernah memaksamu untuk itu..” Jonghyun meraih tangan Yeona yang tadi mencengkram tangannya kemudian mengecupnya hangat “Just a kiss, hunn.. is it okay? Just a kiss before you go”.

Yeona tersenyum dan mengangguk. Jonghyun membalas senyumannya kemudian kembali mencium dan melumat bibir Yeona, Jonghyun melepaskan semua rasa rindunya kepada Yeona lewat ciuman itu. Setelah beberapa menit Jonghyun melepaskan ciumannya, “Aku sangat merindukanmu, Jeong Yeona”.

“I miss You too..”.

Jonghyun kini berbaring di samping Yeona, kemudian mendekap Yeona kembali ke pelukannya, “Entah sudah yang ke berapa ribu kalinya aku mengatakan ini, tapi aku benar – benar ingin mengatakannya lagi padamu.. menikahlah denganku, Yeona”.

Yeona tersenyum sambil menutup matanya ketika ia mendengar Jonghyun melamarnya—lagi—untuk ke sekian ribu kalinya. Oh, tentu saja Yeona sangat senang, ia tidak pernah bosan untuk mendengarkan kalimat sakral itu langsung dari Jonghyun. Yeona membuka matanya perlahan kemudian memberikan sebuah kecupan di dada bidang Jonghyun, kemudian menegakkan separuh badannya ke atas Jonghyun, “Percayalah Jonghyun, aku bukan wanita bodoh yang akan menolak lamaran darimu..” ia mengecup kilat bibir Jonghyun sebelum ia benar – benar bangkit dari tempat tidur kemudian mengambil tasnya dan bersiap untuk pulang, “tapi kau tahu sangat sulit untuk kita menikah sekarang, kan? Itu masih sangat beresiko untuk karir SHINee dan karir seorang Jeong Yeona”.

“Sebenarnya itu bukan hal sulit untukku” sahut Jonghyun santai, ia menyusul Yeona yang sudah berjalan hampir mendekati pintu kemudian memeluk Yeona dari belakang. Ia mengelus perut Yeona dengan salah satu tangannya kemudian ia mendekatkan bibirnya ke daun telinga Yeona kemudian berbisik “Aku hanya harus membuatmu hamil saja”.

“Hah?!”. Yeona langsung melepaskan diri dari pelukan Jonghyun kemudian langsung memalingkan tubuhnya menghadap Jonghyun.

“Aku benar kan?” ucap Jonghyun santai sambil tertawa memperlihatkan sederet gigi putihnya yang rapi, “kalau kau mengandung anakku dan kabar itu meluas di media, maka seluruh penduduk Korea pasti akan menyuruhku untuk menikahimu dengan segera”.

Yeona membelakkan matanya, “Apa?! Ya tuhan~~!!! Dasar kau Kim Jonghyun!! Obat apa yang konsumsi sampai otakmu bisa jadi segila ini?! Dasar pangeran mes.. Emmpphh”.

End.

Advertisements

2 thoughts on “Just a Kiss

  1. .kyaaaaaa………..meleleh aku kak yin 😍😍😍
    .aku gak bsa bayamgin klu jdy yeona pas liat jjong toplesss wkwkwk bisa kekuranfan oxygen klu aq kak 😂😂😂

  2. i need oxygen, eonni😳😳😳
    ngebayangin jjong topless gitu didepanku………haduh …
    eonni, ff fluffnya ngena banget😆😆
    gomawo eonni udah bikin merinding😊😊💕💕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s