Love Sick

large

Title : Love Sick
Cast : SHINee Onew
Genre : Fluff
Length : Drabblet (599 words)
Beta Reader : Tytae Djamal
Writen by : Ayin Perdana

 

I’m love sick..

“Astaga yang benar saja”, aku hanya dapat menggelengkan kepala saat melihatnya yang masih belum beranjak—sampai sekarang—dari tempat tidurnya. “Meski kau sedang sakit bukan berarti kau di perbolehkan untuk bermalas – malasan di atas tempat tidur, Lee Jinki”. Aku menarik selimutnya ke ujung tempat tidur.

Aku mendesah kuat saat ia menarik lagi selimutnya yang tadi ku buka. Aku baru saja ingin menarik tangannya untuk membuat tubuhnya bergerak—lebih baik lagi kalau sampai bisa membuatnya bangun, setidaknya duduk—sebelum perhatianku teralih pada obat flu-nya yang masih belum di minumnya yang terletak di atas nakas. Astaga dia bahkan tidak minum obat sejak tadi malam! Alih – alih disentuh, bergerak beberapa inci pun tidak. Kapsul itu masih terletak dengan rapi diatas sebuah piring kecil.

“Kenapa kau tidak meminum obatnya?”, aku menyipitkan mata memandang kearahnya yang saat itu membuka matanya dengan enggan.

Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Aku hanya sakit flu.. sayang, bukan sakit jantung, kanker, atau penyakit mematikan lainnya”, ia menguap lalu melanjutkan perkataannya “flu tidak akan membuatku mati”.

“Ya. Memang tidak membuatmu mati, tapi membuatmu malas. Ayo cepat bangun~!”. Aku baru saja hampir berhasil membuatnya untuk duduk ketika menarik tangannya sebelum di gagalkan dengan ia yang tiba – tiba melingkarkan kedua tangannya ke pinggangku dan menarik tubuhku sampai terbaring disampingnya, secepat kilat ia langsung membenamkanku ke dalam pelukannya. Oke, aku merasa menjadi manusia bertubuh paling kecil di dunia ketika terperangkap dalam pelukannya, “kurasa kau bisa membuatku tidak terlihat—lebih tepatnya menjadi manusia tak kasat mata—hanya dengan memelukku begini, Jinki”.

Sorry for being too big, sweetheart”, aku hanya tersenyum geli mendengar pengakuannya yang kurasa lucu. Bisa kurasakan suhu tubuhnya yang masih agak demam, membuatku kembali menghela nafas.

Aku menepuk pelan punggungnya, “Kau harus minum obat, sayang”.

“Mm..” bisa kurasakan ia menganggukkan kepalanya.

“Kau juga harus mengumpulkan tenagamu kembali, badanmu benar – benar terlihat lemas. Istirahat kalau tidak di iringi dengan minum obat juga bukan langkah penyembuhan yang tepat, kau dengar?”.

Bisa kurasakan ia seperti sedang tertawa kecil saat mendengar ocehanku, sesaat kemudian ia mengeratkan pelukannya, “Karena itulah sekarang aku memelukmu, aku bisa mengisi ulang tenagaku”.

“Jinki, jangan bercanda”, aku berusaha melepaskan pelukannya tapi sepertinya tenagaku kalah kuat dengannya. Kenapa pria ini kuat sekali? “Kalau sakit jangan mengajak orang lain”, aku menepuk pelan punggungnya kemudian melanjutkan, “kau bisa membuatku tertular, kau tahu?”.

Ia mengelus puncak kepalaku, “Aku tidak bercanda, sayang”, ia mencium puncak kepalaku sebelum melanjutkan perkataannya, “Aku benar – benar merasa jauh lebih baik ketika memelukmu seperti ini.. lagipula kalau nanti aku cepat sembuh, itu artinya aku harus kembali bekerja dan profesiku sebagai seorang idola menuntutku harus bersedia memiliki jadwal padat—saking padatnya bahkan untuk bernafas saja sulit—aku akan jarang bisa bermalas-malasan sambil memelukmu seperti ini lagi kalau aku bekerja nanti”.

Aku mendongak untuk menatapnya, “Hey, tapi kau harus tetap mencari uang untuk menafkahiku, Lee Jinki!!”, aku mencubit perutnya dengan gemas, aku mendengar ia meringis tapi itu tak lantas membuatnya melepaskanku dari perangkapnya.

Ia menggoyang-goyangkan badanku dalam pelukannya, “Aduh! Kau ini istri yang cerewet sekali” sahutnya seraya memberengut lalu melanjutkan, “Iya, aku tahu. Aku pasti akan kembali bekerja. Jonghyun juga pasti tidak akan segan – segan membunuhku kalau aku mengambil cuti terlalu lama.. tapi tunggulah sebentar lagi, meskipun nanti flu-ku sudah sembuh tapi aku tidak yakin penyakitku yang satunya akan ikut sembuh juga”.

Aku mengerutkan kening tidak mengerti, “Maksudnya? Tunggu, penyakit lain? Jin, aku benar – benar..”.

“Sssttt..” ia menyela lalu melanjutkan, “kau ini cerewet sekali. I’m love sick”.
Aku membelalakkan mata, “Hah?!”. Astaga sepertinya otaknya juga sedang tidak beres, apa-apan itu tadi? ‘I’m Love Sick’.

“Makanya aku bilang tunggu..”, ia kembali mengeratkan pelukannya lalu melanjutkan, “tunggu sampai penyakit rinduku sembuh dulu”.

END.

4 thoughts on “Love Sick

  1. SSSSSSSSWWWWWEEEEETTTTTT!!!!!!😍😍😍😍😍😍😍😍

    waduh, aku kira tadi kata-kata “aku punya penyakit lain” itu penyakit yang bisa bikin mati, ternyata…. penyakit rindu😶😶😶😶

    wuah, ayin eonni bener2 bisa buat orang “jantungan” gara2 baca ff ini
    ekwkkwkwk😄😄

    fluff, manis… ngalahin gula
    eonni, bikinkan karakternya jjong dong eonni😳😳

    just one word :SWEET FF💕💕💕

  2. .demi apa ini sweet bgt,rsa.a pngen bgt aq digtuin 😍😍😍
    .daebak daebak daebak eon
    .yg jonghyun.a donq eon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s