Bodyguard

 

img_20170103_215925

Title : Bodyguard [Special Fiction from Ayin Perdana]
Inspired by : TvN Drama – The K2
Cast : Ji Chang Wook
Genre : Romance
Length : Drabblet (604 Words)
Writen by : Ayin Perdana

 

Why am I fall in love with my bodyguard?

 

Raut wajah Changwook menunjukkan kekhawatiran ketika ia menopang tubuh kurus gadis yang jatuh dan menindih tubuhnya yang kekar. Entah sudah seberapa jauh pria itu menggenggam tangan gadis itu erat – erat untuk membawanya lari sampai ke jalan yang begitu sunyi, kabur dari sebuah pesta pernikahan yang tidak di inginkan gadis itu. Changwook segera memutar tubuhnya dengan cepat, membiarkan punggungnya beradu dengan tanah yang keras saat tubuhnya merosot ke jalan ketika indera pendengarannya menangkap suara sang gadis yang berteriak ketika tubuhnya oleng saat berlari.

“Nona baik – baik saja?”.

Gadis itu mengangguk, ia berusaha untuk mengatur nafasnya yang terengal – engal dalam dekapan Changwook. Bibir tipisnya terbuka perlahan, berusaha membantu hidungnya untuk meraih oksigen setelah sempat lupa untuk bernapas.

“Ma.. maaf. Kakiku terasa sakit dan perih, membuat tubuhku oleng”.

Changwook menggeleng, ia mengusapkan kedua ibu jarinya ke wajah sang nona yang berkeringat dan terkena sedikit debu. “Akulah yang harus minta maaf karena telah membuat kaki nona lecet. Aku bahkan tidak sadar telah membawamu berlari sampai malam begini”.

Gadis itu menggelengkan kepalanya, dengan keadaan masih dalam dekapan Changwook ia menarik tubuhnya untuk duduk dibantu dengan kedua tangan Changwook yang memegangi tubuhnya.

“Kita istirahat saja dulu, Changwook. Kau juga pasti terluka dan kelelahan”.

“Tapi aku masih harus membawamu ke tempat yang a..”.

Ucapannya seketika terhenti ketika jemari lentik sang nona menutup bibirnya. Changwook menghela nafas, ia tidak bisa memungkiri bahwa tubuhnya memang merasa begitu lelah dan sakit terlebih saat punggungnya beradu kekuatan dengan aspal keras tadi. Tapi ia belum bisa merasa tenang sebelum berhasil membawa nona-nya itu bersembunyi ke tempat aman. Ibu tiri sang nona sudah bisa dipastikan telah mengirimkan seluruh pasukan pengawalnya untuk mengejar mereka.

“Istirahatlah, aku berjanji akan langsung membangunkanmu ketika aku merasa tidak aman”. Sang nona berpindah ke samping Changwook, kemudian ia menyandarkan kepala Changwook ke dadanya dan memeluk tubuh kekar pria itu. “Aku juga harus mengistirahatkan kakiku sebelum kau mengajakku berlari lebih jauh lagi untuk menyurusi jalan di Korea Selatan ini”.

Changwook baru saja ingin berbicara sebelum jemari sang nona yang lebih dulu menjelujur rambutnya, membelainya dengan lembut sambil sesekali meniupkan udara hangat ke keningnya. Perlahan kedua matanya terasa berat, tubuh kekarnya yang lelah itu memang menuntut istirahat yang kemudian membuatnya memutuskan untuk tidur sejenak dalam dekapan sang nona, yang perlahan mengayun – ayunkan tubuhnya.

I don’t even believe in myself why I can fall in love with you, my bodyguard”, tubuh Changwook bergerak perlahan menyiratkan tidurnya terasa tidak nyaman ketika sang nona berbicara. Entahlah, ia memang merasa tidurnya terusik karena suara sang nona atau hanya bertingkah seolah tidurnya tidak nyaman. Sang nona mendesis pelan, memeluk sang bodyguard sedikit lebih erat kemudian melanjutkan perkataannya perlahan, “aku tidak tahu bagaimana jadinya jika kau tidak membawaku lari dari ratu jahat itu, Changwook. Aku benar – benar tidak ingin menjalani pernikahan tanpa cinta itu”.

Tak lama setelahnya, hanya helaan nafas yang terdengar dari sang nona di telinga Changwook, nafas sang nona mulai stabil dan dadanya naik turun dengan ritme yang normal. Sang nona telah jatuh tertidur, itulah yang di yakini Changwook saat ini. Ya, sang bodyguard tidak benar – benar tertidur, ia hanya ingin menunggu sang nona cantiknya itu tertidur lelap.

Kedua matanya lalu terbuka. Ia bergerak dengan begitu hati – hati agar sang nona tidak terbangun dari mimpi indahnya, kemudian memindahkan kepala sang nona untuk bersandar di dada bidangnya sebelum ia memeluk tubuh kurus dan membelai lembut rambut sang nona.

“Aku bersumpah untuk melindungimu selama aku hidup di muka bumi ini, nona”. Ia mengecup lembut kening sang nona lalu melanjutkan, “dan semoga mencintaimu—seperti yang kulakukan dari dulu hingga saat ini—bukanlah sebuah kesalahan”.

Because.. a beautiful princess prefers to fall in love with a prince charming rather than a musketeer

END

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s