Inspiration [Last Part]

upxguju

Title : Inspiration Last Part (Cotton Candy Jonghyun Ver. Sequel)
Cast : SHINee Jonghyun
Genre : Romance for Adult
Rating : NC-17
Length : vignette 1622 words
Writen by : Ayin Perdana

 

I give my all to feel his body..

AM 08.00

Telingaku menangkap kicauan burung yang merdu saat mataku yang masih tertutup mulai menangkap seberkas cahaya yang menggelitik dan membuatku membuka kedua mataku dengan enggan. Pandanganku perlahan mengarah ke fentilasi jendela, asal seberkas cahaya matahari yang tadi membelai mataku. Pandanganku beralih pada sebuah sebuah jam kecil yang terletak di atas nakas kecil di samping tempat tidur, “it’s 08.00am” gumamku.

Aku baru saja ingin beranjak dari tempat tidur sebelum ku urungkan ketika aku menyadari ada tangan kekar masih memeluk tubuhku dari belakang. Aku tersenyum tipis sambil mengelus lembut pergelangan tangan itu kemudian membalikkan badan dengan begitu perlahan agar tak membangunkan sang pemilik tangan kekar itu. Usahaku tak sia – sia, lelaki pemilik tangan kekar yang tengah memelukku ini tidak terbangun. Dengan tanganku yang bebas, aku mulai menyusuri wajah tampan lelaki yang terlelap itu dengan lembut.

“Kau benar – benar keterlaluan Kim Jonghyun, berani – beraninya kau menjadi lelaki setampan ini tanpa meminta izin lebih dulu” gumamku tersenyum, aku menarik perlahan kepalanya lalu menyandarkannya ke dadaku sembari merapatkan selimut yang menutupi tubuhnya—lebih tepatnya tubuh polos—dan tubuhku kemudian kembali bergumam, “and congratulation boy, finally you got me and succeeded to make me feel your body”.

Jemariku menjelujur lembut rambutnya yang kini berwarna light brown itu setelah merapatkan selimut tebal yang menutupi tubuh kami sambil sesekali bersenandung. Menatap wajah tampannya yang begitu tenang, ‘begitu damaikah tidur lelaki ini?’ gumamku dalam hati. Ketika ia memejamkan mata seperti saat ini, garis wajah yang sempurna, rahang yang tegas, bibir yang tebal, dengan jarak sedekat ini semuanya terlihat begitu jelas dimataku. Haruskah aku bersyukur sekarang ketika takdir mempersatukanku dengan dia yang begitu sempurna untukku, the one who give me the warmest first night of making love?

 

Flashback [the first night]

 

SHIT!!”. Aku melemparkan tasku dengan asal ke lantai saat aku telah sampai di rumah sang pangeran mesum dan masuk ke kamar mewahnya ini. “Konser solo macam apa yang tadi barusan?! Bagaimana bisa dia melakukan striptease di depan jutaan pasang mata wanita yang meneriaki namanya, bahkan aku—kekasihnya—ibu dan noona-nya juga menonton disana. What a KING OF PERV!!!”.

Hey, hunn..”.

Jangtungku nyaris copot saat tiba – tiba ada sepasang tangan kekar telah melingkari pinggangku. “Ya tuhan!! Jjong?! Kau membuatku kaget” aku memalingkan wajahku, “sejak kapan kau tiba?”.

Ia tersenyum lebar, “sejak kau masuk ke kamarku, membuang tas-mu asal ke lantai dan marah – marah sambil menyumpahiku dengan sebutan.. eemm.. what did you say? King of Perv?” kemudian ia terkekeh. “Are you jealous, hunn? Apa kau marah karena para dancer wanita itu menyentuh beberapa bagian tubuhku yang aku tahu itu adalah bagian – bagian favoritmu ketika kita bermain”.

Eh brengsek.

“Cih, memang kenyataannya begitu bukan?”. Aku mengambil tasku yang masih tergelak di lantai kemudian meletakkannya di atas meja rias, lalu kembali menatapnya yang masih terkekeh, “Seriously, Jjong. The concert was really… sensual. Aku bahkan merasa seperti sedang menonton pertunjukan tari striptease, kau tahu??” .

“Dan ah, benar”. Aku melangkahkan kakiku mendekatinya, “The VCR, sepertinya kau benar – benar menikmati ketika tangan model blasteran-mu itu menyentuh lekuk tubuhmu yang seksi itu, dan koreografi-mu untuk lagu moon, menyenangkan sekali ya menjadi seorang Kim Jonghyun, digerayangi oleh empat wanita cantik dan..”.

Aku sempat berhenti bernafas sesaat sebelum tubuhku—entah kapan—tiba – tiba telah terbaring di atas tempat tidurnya dan ia yang telah mengunci kedua tanganku dengan cengkramannya yang kuat di kedua sisi kepalaku.

“Jjong, apa yang kau..”

“Sekarang kau sudah tahu perasaanku, bukan?” ia menyela, aku hanya diam sambil mengerutkan kening bingung sebelum ia melanjutkan, “konser itu adalah gambaran jelas perasaanku untukmu. Perasaan betapa inginnya aku disentuh dan menyentuhmu, betapa inginnya aku memilikimu dengan utuh, betapa inginnya aku menjadikanmu seseorang yang harus kulindungi”.

Aku menelan ludah, “Jjong, aku..”.

“Akan kuberi kau dua pilihan” ia kembali menyela, sesaat kemudian ia mengeluarkan smirk keparatnya lalu melanjutkan “kau yang menyerangku lebih dulu, atau kau mempasrahkan semua kendali permainan berada di tanganku?”.

“A.. apa?”.

Ia menatapku lekat – lekat, sorot matanya benar – benar membuat jantungku yang malang ini berdetak sangat cepat dan membuat darahku mengalir begitu deras di dalam tubuhku. Bahkan sekarang aku merasa tubuhku tidak bisa bergerak sedikitpun ketika ia mulai melepaskan tuxedo dan kemeja yang menutupi tubuh kekarnya itu di depan mataku hingga aku dapat melihat tubuh kekar, dada bidang dan abs seksi keparatnya itu dengan jarak sedekat ini.

Shit! Apa-apaan ini, dia menurunkan tali bahu dress yang aku kenakan sembari terus menatapku dengan smirk keparatnya, “Bisakah aku artikan diam-mu ini sebagai persetujuan?”. Ia baru saja ingin menyerang bibirku sebelum akhirnya aku berhasil mengambil alih posisinya, yeah.. woman on top.

Aku mengeluarkan senyuman licikku, “Hey, don’t under estimate me.. my pervy. Kau tahu aku bukanlah seorang wanita mau dikalahkan begitu saja bukan?”. Aku memainkan jari telunjuk kananku naik turun—aku sangat ingin tertawa lepas saat melihatnya terkejut ketika tangan kiriku berhasil melepas ikat pinggang dan kancing serta zipper celana panjangnya yang ketat—di abs indahnya itu. Aku baru saja ingin melancarkan my first naughty hand untuk menerobos ke dalam celananya sebelum ia yang lebih dulu—lagi—merebut posisi awalnya, “but sorry, my naughty.. the lead is on me”.

Cih, aku benci saat aku yang hampir memenangkan permainan ini pada akhirnya harus kalah—well, aku selalu kalah—darinya. Begitu ia berhasil mendapatkan posisinya semula, ia langsung membungkam bibirku dengan sebuah ciuman panas. Sialan, lagi-lagi lidah nakalnya membelai langit – langit bibirku dan tentu saja perlakuan nakalnya ini membuatku lumpuh total. Dia benar – benar tahu aku sangat menyukai ciuman yang diberikannya untukku, ciuman berasa manis seperti daun mint, aroma maskulin alami dari tubuhnya saat bercumbu membuatku benar – benar kelihangan kendali.

And yeah, he’s the leader of it. Lidah nakalnya yang membelai langit – langitku pada akhirnya membuatku mengikuti permainannya, membuatku juga menelusupkan lidahku terus dan terus ke dalam sisi mulutnya yang aku yakin ia tidak pernah menyangka aku akan melakukan ini. Aku bisa merasakan ia begitu menikmati permainan nakal ini, karena sekarang aku mulai merasakan naughty hand-nya yang menyingsingkan bawahan dress-ku hingga memperlihatkan pangkal pahaku dengan begitu jelas. Ia memainkan jarinya disana dan mulai mengelus perutku hingga membuat ribuan kupu – kupu diperutku berkepak naik hingga memenuhi rongga dadaku, menghasilkan gelenyar gairah yang mampu membakar tubuhku.

Eh brengsek! Berani – beraninya dia mengarahkan jemari nakalnya menelusup masuk melewati celana dalam sutra tipisku dan menyentuh area lembap milikku yang sudah basah, membuatku mengerang di tengah perang lumatan bibir dan belitan lidahnya. Sialan, aku pasti sudah ketahuan sekarang. Dan ya, seperti prediksiku. Ia melepaskan diri, seringai licik dan smirk keparatnya itu memenuhi ekspresi wajahnya sekarang.

“Sialan kau! Ternyata kau selama ini menipuku ya, my cotton candy. Ternyata kau juga menginginkanku sebesar aku menginginkanmu, dasar curang”, setelah ia mengeluarkan senyuman liciknya, ia langsung melepaskan dress-ku dengan satu hentakkan dan tidak perlu waktu lama untuknya melepaskan pengait bra-ku. Ia kembali menindihku, kejantanannya menekan paha dalam kananku dan membuatku kembali merintih dan melenguh, sialan.

I want you, my cotton candy”, bisiknya lembut di ikuti dengan jari telunjuk kanannya yang membelai wajahku. Sepertinya memang sudah saatnya aku mengaku kalah darinya, aku mengangguk sebelum mengatakan “then I’m yours, my pervy”.

So tonight is our first night.. lewat deruan nafas yang kian dalam bibir kami beradu, menyisakan keheningan. Aku melingkarkan kedua tanganku di lehernya, dan setia membalas ciuman panas seorang Kim Jonghyun. Aku mempasrahkan semua kendali permainan di tangannya dengan tidak memberontak ketika ia mulai melucuti semua pakaian dalamku dan pakaiannya sendiri, membiarkannya mencecap dan bereksplorasi di setiap inci tubuhku. And he’s a sex god, ia benar – benar bisa membuatku menikmati cumbuannya di tubuhku, membuatku menikmati aroma maskulin tubuhnya yang sempurna dan mendekap tubuh kekarnya yang sekarang dibasahi oleh keringat saat tubuhku dan tubuhnya bersatu.

Saat tubuhnya yang masih bergetar ia melepaskan pelukannya dan menghentikan permainan sejenak, membuatku memberengut. “What? Really?! Oh gosh, Jjong come on! Kenapa kau menghentikan permainan ini tiba – tiba?!”.

Alih – alih melanjutkan permainan, ia malah menatapku dengan smirk keparatnya, dan segera setelah tersenyum licik ia berbisik, “Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku, sayang. Suatu hal yang hanya kaulah—satu-satunya wanita dimuka bumi—yang bisa melakukan ini padaku. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa hanya kau wanita yang kuinginkan di dunia ini..”.

Aku kembali mengerutkan kening, “Oh come on Jjong, just say it. Apapun itu katakan sekarang” sahutku tanpa berpikir lagi.

Ia menatapku lekat – lekat, “Aku ingin malam ini kita benar-benar bermain, sayang… aku ingin kau mengikatku”.

 

Flashback End

 

Well, mungkin aku harus cepat – cepat menarik kalimatku yang mengatakan bahwa tadi malam adalah ‘the warmest first night’ karena pada kenyataannya tadi malam adalah ‘the hottest first night’ yang aku rasakan. Aku tersipu lagi ketika mengingat permainan gilanya yang memintaku untuk mengikatnya, cih. Ternyata ia benar – benar bukan lelaki cute yang sering terlihat di layar kaca.

Aku mulai memaikan jemariku di wajahnya yang terlihat sangat tenang itu, melewati alisnya yang lebat, hidungnya yang kecil hingga sampai ke bibirnya yang tebal berwarna merah muda yang sangat menggoda itu. Sialan, bahkan ia bisa membuatku tergoda saat ia tertidur pulas seperti ini. Aku baru saja ingin mengecup bibirnya sebelum ia yang tiba – tiba—entah sejak kapan ia sudah bangun—menciumku lebih dulu.

Good morning my lady..”.

Aku yang terkejut menerima ciumannya langsung mengerjapkan mataku, “Oh? Kau.. sudah bangun rupanya..”. Ia meraih kepalaku lalu membenamkannya ke dadanya yang bidang, “Oh.. come on cotton candy, kau tidak perlu pura – pura lagi dan mempertahankan gengsimu sekarang.. toh kau nyatanya juga sangat menginginkanku bukan?”, eh sialan. Ia mengecup keningku sebelum kembali membenamkanku ke pelukannya lalu melanjutkan, “From now on, you’re mine.. dan aku akan melakukan apapun agar kau tidak akan pernah lari dariku”.

Aku mengerutkan kening bingung, “Hah?”.

“Yeah.. apapun itu, seperti.. membuatmu mengandung anakku misalnya? Itu berarti kita tidak mungkin melakukan permainan ini sekali saja, bukan..?”.

Aku langsung mendorongnya dan melepaskan diriku dari pelukannya, “What?!! Jjong..!! kau it.. emmpphhh”. Eh brengsek! Lagi – lagi ia membungkam bibirku se-enaknya. Ia melepaskan ciuman itu sebelum menatapku nakal lalu melanjutkan perkataannya, “Should we play the game—again—right now, my inspiration?”.

END.

Advertisements

4 thoughts on “Inspiration [Last Part]

  1. What the??????
    Ayin eonni, this fiction its too HOT!!
    Annyeong eonni….
    Makasih udah bikin pagi ini tubuh tegang semua😄😄😄😄😄

  2. waduh….
    hujan2 mbaca ff kayak gini itu rasanya…. tegang semua, eonni
    wkwkwkwkkw😅😅😅
    well done!!!you make my body is frezz😄😄😄
    keep writting, keep created fresh fiction😄😄💕💕

  3. well done, eonni
    you make my body frozen after read this fiction😄😄
    keep writting, keep created fresh fiction, eonni😘😘😘💖💖

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s