Inspiration [Cotton Candy Jonghyun Ver. Sequel]

upxguju

Title : Inspiration (Cotton Candy Jonghyun Ver. Sequel)
Cast : SHINee Jonghyun
Genre : Fluff
Rating : NC-17
Length : drabblet 1.029 words
Beta reader : Tytae Djamal
Writen by : Ayin Perdana

Why he can’t stop being naughty and perv?

 

Oh dear..” aku hanya bisa menggelengkan kepala ketika masuk ke kamar mewahnya yang sangat rapi, tapi tidak dengan tempat tidurnya. Astaga kenapa pria ini pemalas sekali sih? Alih – alih merapikannya, ia hanya membiarkan selimutnya tergumpal di ujung tempat tidur dan bantal guling yang terletak tidak beraturan di atas tempat tidurnya.

“Hhhh.. apa susahnya sih merapikan tempat tidur ini?” aku bergumam kesal sambil merapikan tempat tidurnya, “ia bahkan lebih memilih untuk mandi ketimbang merapikan tempat tidurnya sendiri” ucapku lagi saat indera pendengaranku menangkap suara gemericik air dari kamar mandi yang ada di dalam kamarnya yang begitu luas ini.

Aku baru saja ingin melipat selimutnya sebelum telingaku menangkap suara sebuah pintu yang dibuka. “Seharusnya kau merapikan tempat tidurmu dulu sebelum kau mandi, Jjong. Apa susahnya sih merapikan tempat tidur?” aku langsung mengomelinya saat ia keluar dari kamar mandi yang sudah bisa kupastikan ia keluar dengan bertelanjang dada.

Ku dengar ia terkekeh, “aku lebih suka kalau kekasihku yang melakukannya untukku, sayang”.

“Cih” aku mendecak kesal kemudian membalikkan badanku untuk menghadapnya. Aku baru ingin melanjutkan perkataanku sebelum dikejutkan saat mataku menangkap punggungnya yang kekar itu—oh dear, any girl will completely insane not to love his body—telah dihiasi dengan tattoo.

Keningku memberengut, “You got a tatto?” ucapku sambil masih melihat kearah punggungnya yang lebar itu, tattoo itu bertuliskan kata Inspiration.

You like it, hunn?”. Sahutnya santai sambil mengelap rambutnya yang basah dengan handuk sambil menghadap ke cermin meja rias.

Aku mengangkat bahu, “Kau juga sudah tidak bisa menghapusnya lagi meski aku bilang tidak suka, bukan?” aku kembali ke kegiatan awalku melipat selimut lalu melanjutkan “But.. Inspiration? What does it mean?”.

Ia mengangkat kepalanya lalu menatapku, “It means you.” ia mengedipkan matanya yang kubalas dengan memutar bola mataku, kudengar ia terkekeh. “Ini bukan tattoo permanen, sayang.. ini hanya untuk kepentingan konser solo-ku yang akan di adakan awal Desember nanti. Setelah itu aku akan menghapusnya, jangan khawatir” ia meminum segelas air dari atas nakas disamping meja rias.

“Mau kau hapus atau tidak juga tidak ada hubungannya denganku” sahutku cuek.

Jantungku nyaris lepas saat ia—entah sejak kapan—tiba – tiba sudah memelukku dari belakang, “aku tahu kau hanya suka menikmati tubuhku yang polos tanpa ukiran tattoo kan, sayang?”.

Hah?! apa maksudnya? Apa maksud dari kata ‘menikmati’ yang barusan dikatakannya tadi? Sedetik kemudian aku mulai merasakan tangan kanannya bergerak dan menyusup ke balik kaos ketat yang kukenakan, ia mulai melancarkan naughty hand keparatnya itu dengan mengelus perutku dan bibir tebalnya yang lembut itu mulai menciumi leherku, membuat sensasi rasa geli dan membuat bulu kuduk berdiri.

Jjong, please.. don’t” aku berusaha melepaskan diri dari pelukannya meskipun aku tahu usahaku ini sia – sia, tenagaku tidak sebanding dengan otot lengannya yang kekar itu. “Jjong, sebaiknya kau pakai bajumu sekarang..”.

Ia berbisik dengan nada seduktif, “Should I wear my shirt right now? Bukannya kau sangat suka menghirup aroma tubuhku yang baru selesai mandi, ehm?”.

Eh brengsek.

“Hah?!”.

Ia membalikkan badanku dan membuat mataku melihat dengan jelas bagian tubuh depannya yang berhiaskan dengan pahatan dada bidang dan abs keparatnya yang sempurna. Ia mengangkat daguku dengan ujung jari telunjuknya agar mata kami bertemu. Cih tatapan menghanyutkan itu lagi, sialan.

“Mungkin kau lupa tapi kau sendiri yang mengatakannya saat kau mabuk, sayang. Kau bilang kalau kau sangat menyukai aroma maskulin tubuhku, terlebih saat aku baru selesai mandi. Jadi kupikir, dengan keadaan shirtless seperti ini aku bisa membantumu untuk menikmati aroma tubuhku lebih banyak, bukan?”.

Sepertinya aku bisa mematangkan dua butir telur dengan pipiku yang sudah begitu panas sekarang, tubuhku kembali menegang ketika ia mulai berbisik tepat di daun telingaku dan mengatakan “Aku memang sudah terlanjur bangun tapi..” ia kembali menatapku dengan smirk-nya, ibu jarinya mulai mengusap bibirku dan memberikan kesan seduktif di raut wajahnya lalu melanjutkan “I think you forgot to give me a morning kiss, my cotton candy”.

Yeah, he’s the real pervy gentleman. Entah kapan dan bagaimana ia membuat tubuhku sudah berbaring di atas tempat tidurnya dan kedua lenganku yang melingkari lehernya tanpa kusadari. Sial, lagi – lagi ia memberiku sensasi dingin dan lembut bibirnya ketika melumat bibirku, membuat seluruh tubuhku lemas. Terlebih ketika tubuhku kembali merasakan sensasi seperti aliran listrik yang menunjukkan bahwa tubuhku menerima tindakannya.

Aku benar – benar terhanyut sekarang, aku membiarkannya membasahi bibirku dengan salivanya. Kedua tangannya mengunci gerak wajahku agar tak berpindah. Cih sialan, lidah nakalnya mulai mengetuk – ngetuk celah bibirku yang masih tertutup rapat, membuatku membuka sedikit bibirku untuk memberi celah lidahnya untuk masuk.

Shit, seharusnya aku tidak memberi kesempatan untuknya membebaskan lidahnya membelit lidahku kalau ternyata itu dapat membuatku menggelinjang seperti ini. Tapi tidak bisa aku pungkiri, aku sangat menyukai perlakuan nakalnya itu karena aku sendiri juga tidak dapat menahan jemari tangan kananku yang mulai kehilangan kendali meyusup di balik rambutnya dan meremasnya tak karuan, dan jemari tangan kiriku yang beralih turun menelusuri lekuk dada bidang—aku ingin sekali tertawa licik saat kudengar ia mendesis disela lumatan bibir dan belitan lidahnya ketika salah satu jemariku tak sengaja menyentuh nipple mungilnya—dan abs perutnya yang sempurna.

Sepertinya gengsi pria ini terlalu tinggi, alih – alih menyerah dalam permainan panas ini ia justru terus membungkam bibirku tanpa memberiku kesempatan untuk bernafas dan membuatku tidak bisa menahan desahanku. Sentuhan naughty hand-nya yang—lagi-lagi—menyusup dibalik kaos ketat yang kukenakan mulai mengelus perutku dan berhasil menerbangkan ribuan kupu-kupu diperutku.

Nah, apalagi sekarang? Kurasakan ia mulai menghimpitkan tubuhku ke ujung tempat tidur, tubuhnya menegang. Tidak, kami tidak boleh terbawa nafsu sekarang, ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan itu. Sepertinya pria ini tidak akan berhenti melancarkan aksinya kalau bukan aku sendiri yang menghentikannya lebih dulu, karena sekarang aku mulai merasakan naughty hand-nya yang perlahan beralih dari perutku dan berusaha menerobos hot pants yang kukenakan. Dengan seluruh tenaga yang kumiliki, akhirnya aku berhasil melepaskan belitan lidah dan lumatan bibirnya bersamaan dengan tangan kiriku yang mencengkram tangannya yang hendak mencapai daerah kewanitaanku.

Hey my pervy gentleman, I think you just ask me to give you a morning kiss”. Ucapku santai sambil mengeluarkan smirk-ku, “why you can’t stop being naughty and perv?”.

What did you say? Pervy gentleman?” ia terkekeh lalu berbaring disampingku, “I told you right? You’re the one who makes me being naughty and perv”. Ia membenamkan tubuhku dalam pelukannya sebelum aku mengecup ringan dada bidangnya, “Kissing you makes me wanna feel and explore your body, my inspiration”.

END

Advertisements

13 thoughts on “Inspiration [Cotton Candy Jonghyun Ver. Sequel]

  1. AYIN UNNIEE IS BAAAAAACCCCKKKK!!!! OMG AS A WRITER!!!!

    MATI GUE MATIIIIIII!!!! UNNIEE MEREKA ITU LAGI PANAS2NYA TAUUUUKK – kenapa tiba2 di END gitu ajj unn??? Sekalian ajj bikin anak unn BIKIN anaaaaak T^T

    Oh god I think I’m pregnant after read this story T^T ayin unnie emang the best ff writer EVER!!! suka unnn SANGAT SANGAT SANGAT SUKAAAAAA. Panas banget unn.. :’) thank you I lop yu pul

    • Wkwkwkwkwk..

      Sambungannya ada poy tapi tunggu konser beliau di busan selesai wkwkwk. Itu part terakhir (sepertinya) dan penulis menjanjikan adegan ranjang yang sebenar2nya adegan ranjang wkwkwkk

      Tengkayuh sudah mampir :*

  2. pagi-pagi liat ff macam gini,jadi ngebayangin jjong kayak gitu😈😈😈
    EONNI DAEBAK!!!kayaknya jjong di ff sama realita sama, eonni😄😄
    💕💕💕

  3. “aku tahu kau hanya suka menikmati tubuhku yang polos tanpa tatto kan, sayang?!”
    kau tak bermaksud buat membunuh para wanita, jjong?😱😲

    eonni, i can’t say anything for this fiction👏👏

    keep writing, eonni💕💕😊😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s