Secret Love

photogrid_1474073575792edit

Title                 : Secret Love

Inspired by      : Little Mix – Secret Love Song

Cast                 : SHINee Jonghyun

Genre              : Drama, Sad

Length             : One Shoot

Beta Reader    : Tytae Djamal

Written by       : Ayin Perdana

 

We both have to hide on the outside where I can’t be yours and you can’t be mine

Prolog

Why can’t I hold you in the street?
Why can’t I kiss you on the dance floor?
I wish that it could be like that
Why can’t it be like that? ‘Cause I’m yours
Why can’t I say that I’m in love?
I wanna shout it from the rooftops
I wish that it could be like that
Why can’t it be like that? ‘Cause I’m yours

Secret Love Song
Little Mix – Get Weird (2015)

 

 

How’s your day, hun?”.

Tanya suara yang ceria namun maskulin, kalimat tadi selalu dilontarkan oleh lelaki itu ketika ia bertemu dengan wanita yang sudah tidak asing lagi baginya di backstage.

Berambut coklat dengan potongan hasil karya hair stylist professional, dengan garis wajah yang tegas dan merona, tubuh tegap berotot yang tersembunyi dibalik pakaian dengan style seorang bintang Korea. Semua itu lebih dari cukup untuk membuat seseorang berjalan menambrak tiang lampu di jalan bila sekilas melihatnya. Lelaki itu adalah Kim Jonghyun, ia merupakan lead vocalist dari sebuah boy group ternama asal Korea Selatan, SHINee.

Hi.. What an amazing concert and performance, Jjong”.

Wanita berwajah cantik dan berbadan mungil itu adalah seorang penyanyi solo yang begitu populer –tentu saja—dan memiliki suara emas, bernama Jeong Yeona. Ia tersenyum manis menyambut Jonghyun yang baru saja menyelesaikan konsernya yang bertajuk SHINee World V Concert in Seoul bersama member SHINee yang lainnya. Jonghyun mendekatinya yang duduk di salah satu sofa panjang yang ada di dalam ruang ganti di backstage , Jonghyun duduk disampingnya,  kemudian memberi sebuah kecupan hangat di pipi penyanyi cantik itu.

Yeona baru saja ingin menjawab pertanyaannya ketika Jonghyun melingkarkan lengannya yang kuat di sekeliling bahu Yeona yang mungil “Well, you ask ‘bout my day? So so”. Yeona meraih rambut Jonghyun yang sedikit berantakan karena efek dari gerakan dance yang dilakukannya ketika perform kemudian merapikannya. “Yah, lumayan melelahkan. Aku ada pemotretan di pagi sampai siang hari, sorenya aku menjadi bintang tamu di salah satu acara variety show selama satu jam dan langsung disambung latihan untuk comeback album solo terbaruku. Lalu malamnya aku langsung pergi ke sini untuk melihat penampilanmu”.

Jonghyun tersenyum menatap Yeona, ia meraih tangan Yeona dan mengecupnya hangat, “I love you, Jeong Yeona”.

I love you too, my dearest Kim Jonghyun”. Yeona tersenyum, menatap Jonghyun dengan penuh arti sembari mengeratkan tautan jemarinya. Jonghyun membalas tatapan Yeona dengan senyum hangatnya yang khas itu, kemudian mencondongkan badannya pada Yeona lalu menutup matanya. Yeona langsung dapat merasakan kasih sayang Jonghyun yang begitu tulus untuknya lewat ciuman hangat itu, lumatan bibir hangat dan lembut yang diberikan Jonghyun lewat ciuman itu membuat kalimat yang baru saja dikatakan Jonghyun kembali terngiang dalam benak seorang Yeona.

I love you, Jeong Yeona.

Ya, Yeona dan Jonghyun adalah sepasang kekasih. Tentu saja mereka saling mencintai, sama seperti pasangan kekasih lainnya. Hanya saja, mereka menjalani hubungan ini tidak sama seperti halnya yang di jalani pasangan diluar sana.

I wish that we could say it loud, out there. Say that we’re in love”. Yeona mengucapkannya dengan lirih saat Jonghyun melepaskan ciuman hangat itu dan beralih mengecup keningnya.

Jonghyun menangkup wajah Yeona dengan kedua tangannya, dan membiarkan hidung mereka bersentuhan. “Believe me, I want to. I really wanna say that I love you so much out loud, out there.. but we just can’t”. Ia mengecup ringan hidung Yeona lalu melanjutkan, “dan kau tahu alasannya bukan?”.

Tentu saja ia tahu persis alasan itu, “Yeah.. because we’re public figure. Karena kita adalah seorang idola yang bahkan berada dibawah naungan management yang sama, kita bukan orang biasa”. Yeona hanya mendesah kemudian menyandarkan kepalanya yang mulai terasa pening ke pundak Jonghyun. Yeona menghirup aroma maskulin tubuh Jonghyun –campuran aroma laut yang segar dan aroma kopi panas di pagi hari yang membuat terjaga—yang selalu berhasil menenangkannya. Oh, tentu saja Yeona tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati rengkuhan Jonghyun yang hangat dan begitu menenangkan itu, karena hanya pada saat seperti ini, di belakang panggung ini, ia dan Jonghyun tidak perlu menyembunyikan perasaan saling mencintai yang terjalin di antara mereka berdua. Ya, seperti itulah mereka menjalin hubungan, hubungan sembunyi – sembunyi. Selain karena memang dari tuntutan agensi mereka yang melarang hubungan cinta mereka diketahui publik, juga agar para penggemar Jonghyun yang masih meneriakkan namanya di luar sana, dan juga penggemar Yeona yang tak kalah banyak tidak perlu merasa sedih ataupun kecewa, begitulah kehidupan Pop Star Korea. Karena alasan itulah, mereka merelakan diri dan membiarkan perasaan mereka tersakiti. Pasangan mana yang tidak merasa hatinya perih jika harus menjalani hubungan diam – diam seperti ini? Di luar sana mereka bertingkah seakan mereka hanyalah kerabat dekat karena mereka merupakan idola yang berada di bawah naungan agensi yang sama, padahal kenyataannya mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.

“Kau datang sendiri kesini?”. Jongyun membelai lembut puncak kepala Yeona.

Yeona melepas pelukannya dan menganggukkan kepala, “Ya, aku diantar dengan mobil agensi”.

Let me drive you to your house then. Aku masih ingin menghabiskan sisa malam ini bersamamu”.

Yeona memasang raut wajah yang meledek, “Kau ingin mengantarkanku pulang, atau ingin memamerkan Lamborghini Huracan-mu yang baru itu?”.

Both, I guess”. Sahut Jonghyun terkekeh, Yeona hanya merespon dengan menyentil ringan hidung Jonghyun. “Dan juga.. aku ingin kau menjadi satu – satunya orang yang kuberikan tumpangan di mobil baruku”.

Yeona menghela nafas kemudian mengusap rambut Jonghyun yang sudah berganti warna dengan warna coklat gelap, warna favorit Yeona. “Di luar sana ada banyak fansmu, Jjong. Apa yang akan mereka pikirkan nantinya jika..”.

“Kita bisa betemu di tempat biasa, sweetheart” Jonghyun langsung menyela “Minta mobil agensi untuk mengantarmu kesana, dan kupastikan aku yang sampai disana lebih dulu. Dari sana aku akan mengantarmu pulang, please?” pintanya dengan wajah memohon. Pahatan wajah Jonghyun memang maskulin, namun dengan mimik seperti itu, ia selalu berhasil membuat Yeona geli dan meleleh disaat yang sama.

Yeona menghela nafas sembari menatapnya, raut wajah Jonghyun terlihat dengan sangat jelas bahwa ia mengharapkan satu kata ‘iya’ akan terlontar dari bibir Yeona. Yeona menghembuskan nafas, mengangkat alis lalu mengangguk. “Baiklah, aku akan menemuimu disana”.

Senyum Jonghyun mengembang begitu Yeona memenuhi keinginannya, ia kembali mencondongkan tubuhnya pada Yeona kemudian mengecup bibir Yeona. “Thanks, sweetheart”.

~***~

Suasana hening menyelimuti Jonghyun dan Yeona saat mereka dalam perjalanan menuju apartment pribadi Yeona. Sesekali Jonghyun bersenandung merdu sembari sesekali melihat kearah Yeona yang duduk di kursi penumpang  disampingnya. Yeona sendiri memilih untuk menikmati hamparan cahaya lampu jalan dan lampu – lampu dari gedung tinggi yang mereka lewati dari balik kaca mobil Lamborghini Huracan putih milik Jonghyun. Sesekali Yeona menutup matanya, menghirup oksigen dengan cukup banyak kemudian menghembuskannya. Ia tidak percaya bahwa ia telah menjalani hubungan diam – diam ini selama kurang lebih empat tahun bersama Jonghyun. Bahagia, tentu saja. Ia benar – benar merasa beruntung memiliki kekasih sebaik dan sesempurna Jonghyun—meskipun di luar sana, diantara semua wanita yang menggilai Jonghyun, masih ada yang menganggap bahwa Jonghyun bukanlah idola yang patut diperhitungkan karena masih banyak memiliki kekurangan, bagi Yeona seorang Kim Jonghyun adalah lelaki sempurna yang pernah dimilikinya—tapi disisi lain ia tidak dapat terus – menerus membohongi dirinya sendiri bahwa hatinya merasakan perasaan yang begitu menyakitkan karena harus menjalani jalinan kasih seperti ini. Terlebih ketika air matanya jatuh mengalir membasahi pipinya saat ia melihat beberapa pasang kekasih di sepinggiran jalan yang dilewatinya dengan jonghyun. Jauh dalam lubuk hatinya ia begitu ingin menjadi pasangan kekasih yang dapat bebas saling merangkul satu sama lain sambil berjalan di trotoar seperti itu tanpa harus merasa takut akan adanya Paparazzi yang senantiasa mengikuti kemana ia dan Jonghyun melangkah. Saat Yeona sadar akan air matanya yang berjatuhan dengan sendirinya, ia langsung mengusapnya dengan kedua tangannya dan berharap Jonghyun tidak melihatnya yang sedang menangis dalam diam itu.

Jonghyun membantu Yeona melepaskan sit belt ketika mereka telah sampai di baseman apartment Yeona. Yeona kembali menghembuskan nafas dengan panjang setelah Jonghyun kembali menautkan jemari mereka.

“Ada apa, Yeona’yah?”.

Yeona mengerjap – ngerjapkan matanya dan mengalihkan pandangannya dari tangan mereka yang masih bertautan kepada Jonghyun. “Ya? Oh, tidak. Aku.. tidak apa – apa. Aku baik – baik saja. Aku tidak terlihat seperti sedang sakit kan?”.

Jonghyun menggelengkan kepala, “bukan itu yang kutanyakan, sayang” ia menyentuh wajah Yeona yang sedikit basah itu dengan ibu jarinya, “Tapi air mata yang diam-diam membasahi wajah cantik-mu ini yang kutanyakan”.

Yeona tidak dapat berkata apapun saat itu, ia hanya dapat menundukkan kepalanya dan mengeratkan tautan jarinya yang masih berada di genggaman Jonghyun.

“Di sepanjang jalan kita kemari kau diam saja, dan tidak lama setelah itu kau tiba – tiba menangis” ucap Jonghyun lagi mencoba mengangkat dagu Yeona perlahan agar matanya saling bertatapan dengan mata Yeona, kemudian melanjutkan “ceritakan saja semuanya padaku, apa yang sedang mengganjal dalam hatimu”.

Ceritakan saja semuanya padaku.

Oh, demi apapun sesungguhnya Yeona sangat ingin meluapkan segala yang menumpuk dalam hatinya saat itu juga. Ia sangat ingin mengatakannya, bahkan meneriakkannya; bahwa ia benar – benar sudah hampir kehabisan kekuatan untuk menjalani hubungan cinta seperti ini. Tapi apakah setelah ia meluapkan segalanya, semua itu akan berubah sesuai dengan keinginannya. Alih – alih berubah sesuai apa yang di inginkannya, yang ada malah akan memperburuk keadaan dan menambah beban untuk Jonghyun. Tidak, Yeona tidak akan sanggup melihat Jonghyun menyandang beban ini sendirian. Ia begitu memahami bagaimana menjadi seorang Kim Jonghyun yang begitu di puja oleh jutaan penggemarnya, karena ia juga merasakan hal yang sama saat ia berada di atas panggung. Rasa cintanya pada Jonghyun terlalu besar hingga mampu membuat Yeona untuk tetap diam, sampai sekarang dan mungkin selamanya. Tapi tetap saja, ia tetap seorang wanita yang memiliki kekuatan yang begitu terbatas.

“Aku.. aku hanya..” Yeona kembali mendesah keras, “I just can’t believe that.. why can’t I hold you, why can’t you kiss me whenever and wherever we are. I just can’t stand that we both have to hide from the outside, where I can’t be yours and you can’t be mine ”, kali ini ia benar – benar sudah tidak sanggup lagi untuk berpura – pura kuat. Dan untuk ke sekian kalinya air matanya kembali menetes. Segera setelah ia mengatakan itu ia langsung menyesalinya terlebih saat ia melihat Jonghyun yang terdiam saat mendengarkan kata demi kata yang terlontar dari bibir kecilnya yang manis. Ia meraih tangan jonghyun yang saat itu mengusap air matanya dengan tangannya yang bebas kemudian menggenggamnya erat.

“Maafkan aku.. Jjong. Tidak seharusnya aku berkata seperti itu”.

Jonghyun menggelengkan kepalanya, “Tidak, Yeona. Kau tidak seharusnya meminta maaf padaku” Jonghyun mengecup dahi Yeona dan membenamkan separuh wajahnya di rambut Yeona yang wangi dan halus sebelum ia melanjutkan perkataannya, “Seharusnya aku yang meminta maaf padamu karena tidak memiliki kekuatan untuk mengungkapkan hubungan ini ke publik. Kalau aku memilih untuk egois, aku sudah pasti akan mengungkap hubungan ini tanpa ragu karena aku berani untuk mengakuinya. Sangat berani”. Jonghyun menguatkan genggamannya di tangan Yeona kemudian melanjutkan, “Tapi jika aku melakukan itu, itu sama saja dengan menyakitimu. Aku tidak mungkin mampu untuk  menghancurkan hidup dan karirmu”.

Jonghyun menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kemudi dengan tangannya yang masih menggenggam hangat tangan Yeona. Ia menghembuskan nafas sesaat, kemudian kembali bicara. “Sesungguhnya yang minta agar hubungan ini dirahasiakan bukanlah agensi, tapi aku”.

~***~

Yeona menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya yang besar dan hangat setelah ia selesai membersihkan makeup di wajahnya dan mamakai pakaian tidur yang nyaman. Kepalanya kembali berdenyut saat ia teringat perkataan Jonghyun ketika ia masih berada di dalam mobil Jonghyun.

 

Flashback

“Sesungguhnya yang minta agar hubungan ini dirahasiakan bukanlah agensi, tapi aku”.

“Apa?”. Kening Yeona berkerut tidak mengerti, “Apa maksudnya? Tidak, tapi bukannya agensi sendiri yang memanggil kita berdua kalau..”.

“Itu semua atas saran dariku, Yeona..”. Jonghyun menutup matanya, tangannya yang bebas memijat – mijat pelipisnya yang dirasanya pening, “Sebenarnya sebelum agensi memanggil kita berdua, mereka lebih dulu memanggilku.. agensi begitu bersemangat saat mengetahui kita menjalin hubungan serius. Agensi menginginkan agar hubungan kita di ekspos untuk menciptakan skandal baru untukmu agar namamu semakin memuncak, karena kita menjalin hubungan ketika kau baru tiga bulan debut sebagai penyanyi solo. Agensi beranggapan kalau hubungan ini di kuak ke publik, berita itu dapat menjadi jalan pintas untuk mengangkat popularitasmu”.

Yeona terdiam mendengar apa yang baru saja di paparkan Jonghyun, jantungnya tiba – tiba terasa panas dan telinganya menjadi sangat sakit. Ia benar – benar tidak habis pikir agensi tempat ia dan Jonghyun bernaung memiliki pikiran picik seperti itu. Ia baru saja ingin membuka mulutnya sebelum ia urungkan niatnya saat ia melihat Jonghyun yang seakan masih ingin melanjutkan perkataannya. Ia lebih memilih untuk mendengarkan cerita Jonghyun yang ia rasa masih belum selesai.

“Aku sangat marah saat itu, aku tidak pernah mengira petinggi di agensi memiliki pikiran konyol seperti itu..” Jonghyun membuka matanya sambil menghela nafas, “yang membuatku semakin marah adalah ketika mereka berpikiran bahwa kau yang sengaja mendekatiku untuk mendongkrak popularitasmu. Karena akulah yang mengejarmu sejak kau masih menjadi seorang Trainee, aku jadi benar – benar marah besar dan tidak terima kalau ada orang lain berpikiran buruk tentang wanita yang kucintai. Dari situlah aku berpikiran jika aku mengungkapkan hubungan ini, aku takut kalau pernggemarmu yang sangat mendukung dan menyayangimu berbalik menjadi membencimu. Karena itulah aku meminta—lebih tepatnya mengancam—agensi untuk jangan pernah berani mencoba menguak apapun tentang hubungan kita, aku tidak ingin kau di hujat orang. Tapi aku tidak pernah berpikir bahwa semua ini tetap akan menyakiti perasaanmu, semua itu aku lakukan karena aku ingin melindungimu dan karena aku sangat mencintaimu.. sesederhana itu. Maafkan aku, Yeona’yah”.

Yeona tersenyum samar, ia menarik wajah Jonghyun untuk menatapnya. Ia membelai lembut wajah jonghyun, lalu memberi kecupan di sudut bibir Jonghyun. “Kau tidak perlu meminta maaf padaku, sayang” Yeona menempelkan keningnya ke kening Jonghyun lalu melanjutkan, “aku hanya memohon padamu untuk tetap disampingku.. dan jangan pernah berhenti untuk mencintaiku”.

Jonghyun menggelengkan kepalanya dengan cepat, kemudian langsung mendekap Yeona ke dalam pelukannya. “Kau tidak perlu memohon padaku untuk itu, jika kau memintaku untuk berhenti mencintaimu itu sama saja dengan memintaku untuk mati”.

Flashback end

 

Yeona menghela nafas, kepalanya semakin pening saat ia mengingat semua yang diceritakan Jonghyun padanya.  Ia benar – benar tidak bisa membayangkan bagaimana nasib hidup dan karirnya jika saja Jonghyun tidak melindunginya dari rencana busuk agensinya. Tapi Yeona tidak ingin mati konyol hanya karena memikirkan semua itu, ia tidak boleh membuat matanya berkantung di esok hari gara – gara tidak tidur semalaman. Saat ini yang Yeona butuhkan adalah mengistirahatkan pikirannya yang lelah, lebih baik ia mengumpulkan tenaga untuk persiapan konser solo-nya yang akan di adakan tiga hari lagi yang bertepatan dengan jadwal comeback nya sebagai penyanyi solo. Yeona langsung menarik selimutnya yang tebal kemudian membenamkan tubuhnya yang mungil itu dibalik selimut.

~***~

“Astaga Yeona, jadi kau ke sini—ini bahkan masih terlalu pagi untuk bertamu ke rumah orang—hanya untuk mengatakan kalau kau ingin membawakan salah satu lagu ciptaanmu yang tak ada dalam album terbaru nanti di konser solo? Kau kan bisa mengatakannya lewat telepon, kau tahu persis aku tidak keberatan berbicara penting lewat telepon, bukan?” manager Yeona terkaget – kaget ketika Yeona menyambanginya ke apartment-nya, sepagi itu. Ya, Yeona tahu bahwa dia bisa saja berbicara lewat telepon, tapi tidak untuk hal sepenting ini. Seakan tidak ingin menyiakan waktu emasnya—sedetikpun tidak—untuk mengatakan apa yang tiba-tiba terlintas di benaknya sesaat setelah ia terbangun ketika matahari belum nampak. Oh, Yeona bahkan tidak bisa meyakinkan dirinya sendiri apakah ia benar – benar tertidur tadi malam, kepalanya benar – benar terasa pusing malam itu dan perlu usaha yang sangat luar biasa untuk membuat matanya berhasil terpejam.

“Bukan hanya itu”, Yeona langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu apartment manager-nya itu tanpa disuruh. Ia melepaskan kacamata dan masker yang menutupi wajahnya lalu meletakkannya di atas meja, “Aku ingin memastikan bahwa eonni benar – benar akan membantuku untuk itu. Karena konser-nya tinggal tiga hari lagi dan tidak memungkinkan untuk menambahkan jumlah lagu yang kunyanyikan dengan tiba – tiba begini, tapi aku benar – benar ingin menyanyikan lagu ini.. meski hanya sekali”.

Manager Yeona mengangguk – anggukan kepalanya ketika ia kembali dari dapur membawa dua gelas air putih, menandakan bahwa ia tetap memasang telinganya lebar – lebar untuk mendengarkan Yeona dengan seksama. Ia menyerahkan  satu gelas pada Yeona kemudian duduk sambil menyesap air dalam gelas yang dipegangnya.

“Seharusnya kau tidak perlu ragu untuk hal itu” manager Yeona menaruh gelasnya di meja, “aku akan melakukan apapun untuk memastikan kau dapat menyanyikan lagu itu di konser solo-mu nanti. Petinggi agensi kita yang gila itu masih teman dekat ayahku—dan ayahku adalah pemilik saham terbesar di agensi—dan kalau perlu aku akan menghalalkan segala cara agar ia tidak dapat menolak permintaanmu. Kalau boleh tahu di segment mana kau ingin menyanyikannya?”.

Yeona mengangkat kedua alisnya, “Ending part, I guess. Karena ini hanya satu buah lagu, dan sebenarnya lagu ini sudah lama aku buat.. hanya saja aku tidak pernah memberikan demo-nya kepada agensi”. Yeona mengambil nafas sesaat, kemudian melanjutkan “Aku benar – benar ingin menyanyikan lagu ini, karena lagu ini benar – benar mengambarkan perasaanku, dan juga karena..” Yeona tidak menyelesaikan kalimatnya, ia terdiam sesaat kemudian menggigit bibir bawahnya sendiri, membuat manager-nya mengerutkan kening.

“Karena.. apa?”. Manager­ Yeona tidak bisa menahan rasa penasarannya, ia langsung bertanya sesaat setelah ia membenarkan letak kacamata yang dikenakannya.

“Karena Jonghyun yang memberikan arrangement lagu ini padaku..” Yeona kembali diam, ia mencoba mengumpulkan tenaganya untuk bicara lebih lanjut, dan kemudian mulai lagi saat dirasanya ia sudah memiliki tenaga yang cukup. “Ia hanya memberikan music arrangement, tanpa lirik. Ia memberikannya sebagai hadiah ulang tahun untukku ketika itu, dan karena kurasa music arrangement-nya sangat cantik akupun membuatkan lirik untuk music arrangement itu. Tapi aku tidak pernah mempublikasikannya karena.. karena aku..”.

“Aku mengerti”. Manager Yeona menyela, ia memberikan tatapan simpatik pada Yeona. “Tidak perlu kau lanjutkan, aku mengerti. Tenang saja, aku akan melakukan apapun dan memastikan kau dapat menyanyikan lagu itu di konsermu nanti”.

Senyum Yeona seketika mengembang, membuat kulit wajahnya semakin cantik merona “Terima kasih, eonni”.

Yeona baru saja selesai latihan vocal dengan home band agensinya yang akan mengiringinya menyanyi di konser solonya tiga hari lagi. Ia meminum sebotol air yang sudah di sediakan staff untuknya lalu meraih ponselnya yang ada di dalam tas. Ia menekan nomor kontak yang telah di simpannya di menu panggilan cepat, nama Jonghyun segera muncul di layar ponselnya.

Yeona langsung mengerjapkan matanya saat Jonghyun langsung mengangkat teleponnya di dering pertama. “Ya, sayang? Kau sudah selesai latihan? Kau ingin makan siang? Atau.. Kau ingin bertemu denganku?”.

Yeona tidak dapat menahan senyuman yang mengembang di wajahnya, ia sangat menyukai cara Jonghyun yang selalu menanyainya dengan pertanyaan bertubi – tubi seperti itu ketika ia menelepon Jonghyun, bahkan sebelum ia sempat mengatakan ‘Halo’.

“Aku selalu ingin bertemu denganmu, Jjong. Setiap hari.. bahkan setiap detik”. Sahut Yeona, masih dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

“Kalau begitu berbaliklah kearah belakang”.

Yeona mengerutkan kening tidak mengerti tapi tetap menuruti perkataan Jonghyun untuk membalikkan badannya kearah belakang, dan matanya lantas terbelalak seketika disusul dengan senyumnya yang mengembang di wajahnya begitu ia melihat sosok Jonghyun yang ternyata sudah berdiri tepat di belakangnya. “Astaga, Jjong?!”.

Jonghyun langsung membenamkan tubuh Yeona yang mungil itu ke pelukannya, “Aku tahu kau pasti merindukanku, karena aku juga sangat merindukanmu sampai membuatku hampir senewen, kau tahu?”.

Yeona tergelak kemudian melepaskan pelukan hangat jonghyun “Kau juga disini rupanya”.

Jonghyun mengangguk, “Sekitar dua jam lalu Aku dan para member ada meeting dengan manager hyeong dan staff konser untuk membahas konser kami di Jepang bulan depan”.

“Ah begitu”, Yeona menganggukkan kepalanya tanda mengerti, tapi sesaat kemudian ia melihat – lihat ke belakang Jonghyun seperti mencari sesuatu, “Tapi, mana Key Oppa, Minho Oppa, Onew Oppa, dan Taemin? Aku tidak melihat mereka”.

Jonghyun memutar bola matanya, “satu orang tua dan tiga orang bocah gila itu meninggalkanku begitu saja saat aku bilang kalau aku ingin menunggumu disini. Kau tahu, Onew Hyeong bahkan berkata seperti ini ‘Maaf Jonghyun-ku sayang, tapi kami lebih memilih memanjakan perut kami yang sudah sangat lapar daripada menemanimu menunggu Yeona disini. Terlebih lagi perutku sudah sangat merindukan ayam.. lagipula kami pasti akan langsung menjadi seonggok yang tidak berguna kalau kau sudah bertemu dengan Yeona nanti.. aku sangat, sangat, sangat yakin kau pasti akan langsung melupakan keberadaan kami disekitarmu ketika kau sudah bertemu dengan kekasih tercinta-mu itu. jadi, titip salam saja. Okay?’ seperti itu”, Jonghyun meniru gaya bicara Onew lengkap dengan gaya sangtae khas Onew itu.

Yeona tertawa lepas melihat Jonghyun yang terlihat begitu jengkel dengan tingkah konyol Onew, “Kuharap tadi kau tidak lama menungguku.. aku harus latihan dua kali lebih keras, konser solo dan jadwal comeback tinggal tiga hari lagi”.

Jonghyun tersenyum menatap Yeona kemudian mengelus pipinya, “Aku bahkan rela melewati empat musim hanya untuk menunggumu.. dan kau tahu itu, bukan?”.

Yeona hanya tersenyum. Ia berjengkit, memberi isyarat pada Jonghyun untuk menundukkan kepalanya dan membiarkan bibir mereka bersentuhan. Jonghyun tersenyum setelah menerima morning kiss dari Yeona, “Harusnya kau memberikan morning kiss ini saat aku masih tidur” ucap Jonghyun yang kemudian terkekeh.

Yeona mencubit ringan lengan Jonghyun, “Kau dan para member SHINee akan datang ke konserku kan?”.

“Tentu saja”. Jonghyun menyapu anak poni Yeona dengan jemarinya, “Kibum dan Taemin bahkan telah menyiapkan bouquet bunga spesial untuk di kirimkan ke konsermu nanti karena mereka berdua akan berhalangan hadir hari itu. Kibum harus menyelesaikan syuting dramanya dan Taemin harus pergi ke Jepang untuk promosi single Jepang terbarunya”.

Yeona mengangguk, “Baiklah”. Yeona kemudian langsung menggandeng lengan Jonghyun, “Hey, aku lapar dan aku berencana ingin memasak lasagna. Kau bersedia menemaniku kan, tuan Kim Lamborghini Jonghyun?”.

Jonghyun tertawa lepas, “Aku tidak pernah bisa menolak permintaanmu, nona Jeong Diva Yeona”.

~***~

The Day of Concert

 

Konser solo Yeona berjalan dengan begitu meriah. Bisa terdengar dengan begitu jelas riuh suara ribuan penggemar Yeona yang meneriakkan nama Yeona di sepanjang konser. Lagu – lagu baru Yeona mendapat sambutan yang baik dari para penggemar dan para penikmat musik lainnya, itu semua dapat dilihat dari urutan chart album di situs – situs musik online yang menunjukkan bahwa album baru Yeona langsung meraih peringkat pertama dalam penjualan album digital online terbanyak tepat setelah satu menit albumnya dirilis.

Diantara ribuan penggemar yang menghadiri konser solo Yeona, terlihat ada tiga orang lelaki tampan yang juga sempat berhasil menarik perhatian,. Ya, tiga member SHINee Onew, Jonghyun, dan Minho juga turut menjadi penonton yang ikut menikmati uphoria konser solo Yeona malam itu. Tiga lelaki itu terlihat begitu asyik menikmati setiap penampilan Yeona yang memperdengarkan suaranya yang begitu memukau, terutama Jonghyun. Jonghyun tidak pernah mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari Yeona, bahkan tingkah lucu Onew dan Minho di sampingnya yang menirukan gaya seorang fanboy tak lantas mampu mengalihkan perhatian Jonghyun yang fokus melihat setiap perfomance Yeona. Jonghyun begitu terpesona dengan penampilan Yeona, terlihat jelas dari senyuman manis khas miliknya yang tidak pernah luntur untuk menghiasi raut wajahnya yang indah itu

“Apa kalian semua menikmati konsernya~??”. Yeona kembali menyapa penggemar setelah ia selesai menyanyikan list lagu terakhir di konsernya malam itu. Teriakan histeris dari penggemar yang memenuhi Olympic Gymnastics Arena di kota Seoul itu terdengar begitu kencang. Senyum puas terlihat jelas di wajah cantik Yeona saat ia mendengar histeria para penggemar yang tidak pernah berhenti meneriakkan namanya disepanjang konser malam itu.

“Aku benar – benar berterima kasih kepada kalian semua yang selalu memberikan cinta dan dukungan tanpa henti untukku.. Aku berjanji akan terus bekerja lebih keras untuk memberikan yang terbaik dan membalas semua cinta kalian selalu kudapatkan tanpa henti”.

Yeona mengambil sebotol air yang sudah diletakkan crew di ujung depan panggung lalu meminumnya, kemudian setelah menaruh kembali botol air itu ia mengambil posisi berdiri di belakang standing mic yang telah disiapkan crew konser disela interaksi Yeona dan penggemar tadi. Ia meletakkan mic di genggamannya ke standing mic itu kemudian kembali melanjutkan berbicara dengan fansnya.

“Sebelum konser ini benar – benar berakhir, aku ingin menyanyikan sebuah lagu yang tidak terdapat dalam albumku” Yeona tersenyum, sedetik kemudian teriakan histeris dari penggemarnya kembali terdengar.

“Lagu ini sebenarnya sudah lama, aku sendiri yang menulis liriknya..” Yeona mengatur nafas sejenak kemudian melanjutkan, “Aku mendapatkan arrangement lagu ini dari seseorang..”. Yeona tidak meneruskan perkataannya dan membuat teriakan dari penggemarnya kembali menggema, Yeona hanya merespon dengan mengembangkan senyum manisnya.

“Lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih. Tentang ketika pasangan kekasih ini terpaksa harus menyembunyikan hubungan cinta mereka di depan semua orang.. dan harus merelakan perasaan mereka tersakiti karena tidak bisa menuangkan rasa kasih sayang mereka dengan bebas. Semoga kalian menyukainya, so this is Secret Love Song, hope you guys enjoy”.

 Please Kindly Play This Audio before to Continue to Read the Story:

Lyric

We keep behind closed doors
Every time I see you, I die a little more
Stolen moments that we steal as the curtain falls
It’ll never be enough
As you drive me to my house
I can’t stop these silent tears from rolling down
You and I both have to hide on the outside
Where I can’t be yours and you can’t be mine

But I know this, we got a love that is homeless

Why can’t I hold you in the street?
Why can’t I kiss you on the dance floor?
I wish that it could be like that
Why can’t it be like that? ‘Cause I’m yours
Why can’t I say that I’m in love?
I wanna shout it from the rooftops
I wish that it could be like that
Why can’t it be like that? ‘Cause I’m yours

It’s obvious you’re meant for me
Every piece of you, it just fits perfectly
Every second, every thought, I’m in so deep
But I’ll never show it on my face

But we know this, we got a love that is hopeless

Why can’t you hold me in the street?
Why can’t I kiss you on the dance floor?
I wish that it could be like that
Why can’t we be like that? ‘Cause I’m yours
Why can’t I say that I’m in love?
I wanna shout it from the rooftops
I wish that it could be like that
Why can’t we be like that? ‘Cause I’m yours

I don’t wanna live love this way
I don’t wanna hide us away
I wonder if it ever will change
I’m living for that day, someday
When you hold me in the street
And you kiss me on the dance floor
I wish that we could be like that
Why can’t we be like that? ‘Cause I’m yours, I’m yours

Why can’t you hold me in the street?
Why can’t I kiss you on the dance floor?
I wish that it could be like that
Why can’t it be like that? ‘Cause I’m yours
Why can’t I say that I’m in love?
I wanna shout it from the rooftops
I wish that it could be like that
Why can’t we be like that? ‘Cause I’m yours

Why can’t we be like that?
Wish we could be like that

“Hei, Jjong.. sekarang aku mengerti kenapa kau bisa jatuh cinta padanya, suara Yeona benar – benar luar biasa. Pantas saja kau dulu pernah berkata dia adalah calon Diva Korea Se.. eh? Kemana dia?”.

~***~

Para penggemar Yeona terlihat begitu hanyut dan menghayati tiap bait lirik lagu yang di nyanyikannya, tak terkecuali tiga member SHINee yang masih setia menonton konser itu, terutama.. Jonghyun. Oh, tentu saja Jonghyun langsung mengenal dengan baik lagu ini, karena ia sendiri yang membuat arrangement lagu itu dan memberikannya pada Yeona sebagai kado ulang tahun. Senyuman yang semula senantiasa menghiasi wajah tampan Jonghyun perlahan menghilang, ia menatap Yeona yang tengah menyanyi dengan tatapan serius. Saat Yeona masih tengah menyanyi, Jonghyun berdiri dari kursinya kemudian pergi tanpa memberi tahu Onew yang duduk tepat disampingnya  yang saat itu ikut terhanyut dengan alunan suara Yeona.

“Hei, Jjong.. sekarang aku mengerti kenapa kau bisa jatuh cinta padanya, suara Yeona benar – benar luar biasa. Pantas saja kau dulu pernah berkata dia adalah calon Diva Korea Se.. eh? Kemana dia?”. Onew langsung kebingungan begitu mendapati kursi yang semula diduduki Jonghyun telah kosong. Ia langsung menyebarkan pandangannya keantara ribuan penonton untuk mencari Jonghyun, ia kemudian menyikut Minho pelan dengan sikunya tanpa melihat kearah Minho  “Hei Minho, kau melihat Jonghyun tidak? Anak itu kemana, Yeona sudah hampir selesai menyanyi tapi ia malah menghilang. Padahal saat masih dalam perjalanan kemari aku sangat ingat ia begitu heboh ingin memberi teriakan paling keras dan tepuk ta..”.

Hyeong”. Minho langsung memotong perkataan Onew tanpa melihat kearah Onew melainkan menatap lurus – lurus ke arah panggung, ia memegang tangan Onew yang ketika itu menyikutnya lalu menunjuk kearah panggung dengan tangannya yang bebas. Sambil ternganga dan mata yang setengah terbelalak ia melanjutkan, “Jonghyunie Hyeong.. dia, ada disana. Dia ada di atas panggung”.

Onew yang masih setengah sadar itu mengalihkan perhatiannya dari kerumunan penonton kepada Minho, “Ya? Di atas panggung, maksudmu diatas panggung diman..” Onew lantas langsung mengikuti arah tangan Minho tanpa sempat menyelesaikan perkataanya, iapun seketika ikut memasang raut wajah yang sama dengan Minho dan tanpa sadar mendesis “Oh Tuhan..”.

Entah kapan dan bagaimana tiba – tiba saja Jonghyun terlihat keluar dari backstage dan sekarang sudah berdiri di ujung panggung, menatap kearah Yeona yang baru saja selesai menyanyikan lagu terakhirnya.

“Jeong Yeona!” Jonghyun setengah berteriak memanggil Yeona yang lantas langsung kaget—tentu saja—dan berbalik menatap kearahnya sambil melebarkan matanya.

“Jjong..?!”. Yeona benar – benar terkejut dan tidak menyangka Jonghyun sudah berdiri diatas panggungnya saat itu, dan menatapnya lurus – lurus.

Jonghyun tidak mengatakan apa – apa setelah itu, ia hanya memberi seulas senyuman tipis kemudian berjalan kearah Yeona. Jonghyun melangkahkan kakinya dengan begitu tenang dan terus mendekati Yeona yang terdiam berdiri di tengah – tengah panggung yang besar itu, saat itu Jonghyun merasa inilah waktu yang tepat untuk mengungkapkan yang sebenarnya kepada semua orang. Dan saat jaraknya sudah dekat dengan Yeona, dengan mantap ia meraih tangan Yeona, menariknya untuk menghapus jarak diantara mereka kemudian melakukan sesuatu yang ia rasa harus dilakukannya. Saat itu juga. Di atas panggung. Di depan tatapan jutaan pasang mata yang tertuju kepada mereka.

Ia mencium Yeona.

~***~

Hyeong.. setelah ini bagaimana?”. Minho yang saat itu masih memasang raut wajah tercengang itu memiringkan tubuhnya kearah Onew kemudian berbisik di tengah teriakan para penggemar Yeona yang begitu histeris ketika melihat Jonghyun yang melumat lembut bibir Yeona di atas panggung ketika itu. “Kita tidak akan bisa keluar dari tempat ini dengan mudah setelah kejadian ini, maksudku—kau tahu kan—pasti sudah banyak media yang mengepung kita diluar sana. Apa yang harus kita katakan untuk semua ini?”.

Onew tidak langsung menjawab Minho, ia menatap lurus kearah Jonghyun yang saat itu masih mencium Yeona. Onew mengangkat alis kemudian tersenyum sambil menganggukkan samar kepalanya lalu menatap Minho “Apalagi, aku akan mengatakan apa yang harus kukatakan”.

“Maksudmu, Hyeong?”.

“Mengatakan yang sebenarnya, tentu saja. Mengatakan bahwa memang benar dua anak yang sedang berciuman itu adalah sepasang kekasih, dan bahwa kita—member SHINee—sudah mengetahui hubungan ini sejak awal”. Sahut Onew santai, lengkap dengan senyum mantap yang tersungging di bibirnya.

“Apa?! Tapi.. tidak, maksudku—ini bukan se-sepele itu—bagaimana dengan petinggi di agensi? Bagaimana..”.

“Aku akan memasang badanku demi melindungi Jonghyun, karena aku adalah kakak tertua”. Onew menyela, ia tersenyum lalu melanjutkan “Aku akan melakukan apapun—kalau perlu mengancam untuk membunuhnya—agar ia tidak mengusik hidup Jonghyun lagi.. dan aku juga akan pastikan bahwa kita, SHINee tetap baik – baik saja setelah kejadian ini, nanti, dan selamanya. Jadi.. tenang saja dan tetaplah untuk saling berpegangan seperti janji kita berlima”.

 

Epilog

Jonghyun melepaskan ciuman hangatnya dari bibir Yeona. Ia masih menutup matanya, menempelkan keningnya di kening Yeona kemudian berbisik I love you so much, Jang Yeona.

Jonghyun lalu menegakkan kepalanya, ia memberi senyuman tipis pada Yeona kemudian menggiringnya untuk menghadap kearah para penggemar yang masih belum berhenti berteriak histeris. Jonghyun meraih tangan Yeona ke genggamannya, kemudian mengambil mic yang masih terpasang di standing mic lalu mencoba untuk bicara.

“Halo, aku SHINee Jonghyun. Pertama, aku ingin minta maaf untuk kejadian yang sangat tidak terduga ini”. Para penggemar yang awalnya berteriak dengan keras seketika menjadi tenang saat Jonghyun memulai perkataannya. Jonghyun menarik nafas sejenak, kemudian melanjutkan “Kedua, aku ingin memberitahuan kebenaran yang selama ini terpaksa kami tutupi dari kalian. Ya, aku dan Yeona adalah sepasang kekasih, dan kami sudah berkencan selama empat tahun terakhir..” terdengar riuh suara dari para penggemar sesaat setelah Jonghyun mengambil jeda sebelum ia melanjutkan kembali, “Kami tidak pernah berniat untuk menyembunyikan apapun, atau bahkan membohongi kalian. Tidak, sama sekali tidak seperti itu. Dan perlu kalian ketahui, yang menginginkan hubungan ini dirahasiakan bukanlah Yeona tapi aku.. Akulah yang membuat hubungan ini dirahasiakan, itu semua kulakukan semata – mata untuk melindungi Yeona, aku hanya tidak ingin ia mendapat begitu banyak komentar buruk karena berkencan denganku tepat tiga bulan setelah ia memulai debutnya sebagai penyanyi solo. Kalian tahu bahwa seorang idola seperti kami sangat sulit untuk menjalin suatu hubungan yang lebih dari sekedar teman, tapi kami tetaplah manusia biasa.. yang juga ingin merasakan bagaimana mencintai dan dicintai seseorang. Tentu saja kami juga sangat mencintai kalian, kalian tidak perlu ragu untuk itu.. tapi, yang perlu diketahui adalah perasaan cinta tidak akan pernah cukup jika di gambarkan hanya lewat sebuah lagu yang kami susun.. kami tetap ingin benar – benar merasakannya, meski hanya sekali. Jadi.. kumohon, setelah ini, dan bahkan di masa depan nanti, tetaplah untuk memberikan cinta dan dukungan tanpa henti untuk Yeona.. dan juga boy group yang begitu aku cintai, SHINee.. dan juga aku mohon untuk menerima dengan baik hubungan antara aku dengan Yeona”.

Jonghyun kembali menatap Yeona yang sejak ia berbicara tadi telah meneteskan air mata dan membiarkannya jatuh membasahi wajah cantiknya. Jonghyun kembali mendekatkan wajahnya pada Yeona dan mengulang apa yang di awal tadi ia lakukan. Ia mencium Yeona, lagi. Di iringi dengan tepuk tangan dan teriakan para penggemar yang menyerukan nama mereka berdua Jonghyun sekali lagi memberikan ciuman hangatnya untuk Yeona. Ciuman yang memberikan ketenangan dan keyakinan untuk hati Yeona bahwa setelah ini, dan nanti, semua akan baik – baik saja.

Jonghyun melepaskan ciumannya, lalu tersenyum menatap wajah Yeona yang begitu cantik bahkan ketika lampu panggung yang gemerlap memantul di matanya yang semakin indah. Jonghyun mengusap sisa air mata yang membasahi wajah Yeona dengan kedua ibu jarinya, tanpa menghilangkan senyumannya Jonghyun menatap lurus – lurus ke mata Yeona lalu berkata “Saranghae, Jeong Yeona”.

Ya.. sekarang  sudah tidak apa – apa, sekarang semuanya baik – baik saja. Sekarang mereka sudah dapat berjalan berdua di pinggir jalan yang ramai dengan berpegangan tangan tanpa harus ada yang mereka takutkan dan mereka sudah tidak perlu menyembunyikan perasaan cinta mereka lagi. Ya, semua sudah baik – baik saja.. sekarang dan selamanya.

 

END.

Advertisements

3 thoughts on “Secret Love

  1. What, , ow ow ow
    Baru baca sekarang yin
    Romance yg apa lah, hihi
    Ceritanya romantis, tp knp ky kd berasa tuh lah. Biasanya cerita2 ayin yg sebelumnya romantis meolah baper, tp mnrut kk ini kd meolah baper, mnrut kk sih yin #maapkan

    Tp entah kenapa kk malah terkagum perkataan onew “Aku akan memasang badanku demi melindungi Jonghyun, karena aku adalah kakak tertua” itu kata2 romantis, wkwkwk
    #maafkan kk gagal fokus 😄😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s