SNS

PhotoGrid_1472726749428edit

Title                 : SNS

Inspired by      : Blingers’s Group Line Chat

Cast                 : SHINee Jonghyun

Genre              : Fluff

Length             : Drabble (1015words)

Beta Reader    : Tytae Djamal

Written by       : Ayin Perdana

 

I no longer have such interest in SNS

“Jjong”.

Lagi, ia terlalu fokus dengan ponselnya dan mengabaikan semua yang sudah kukatakan padanya panjang lebar. Aku mengangkat alisku lalu mencoba kembali mengalihkan perhatiannya, “Kim Jonghyun-Ssi”.

Ia tersentak lalu mengalihkan pandangannya dan—akhirnya—menatapku. “Oh,? Ya?”.

Nah, lihat itu. wajah blank, ciri-ciri manusia yang  terpapar radiasi SNS. sesuai prediksiku kan? Dia tidak mendengarkanku,  sama sekali.

Ia terkekeh, memperlihatkan sederet gigi putihnya yang rapi.  “Maaf” ia menjauhkan ponsel tercintanya itu dari tangannya kemudian kembali menatapku dengan senyum mengembang lalu melanjutkan, “tadi aku sedang membaca timeline akun sns-ku. Kau bilang apa tadi?”.

SNS. Ya, lelaki yang berwajah ceria dengan struktur tulang wajah seperti dewa dan bertubuh sempurna ini—well, tidak berlebihan aku menyebut kata sempurna disini karena ia memiliki lengan yang begitu berotot , dada bidang, bahu lebar dan abs keparatnya itu, semua berpadu sempurna dibalik t-shirt-nya itu—meski tidak terlalu tinggi, adalah penggila SNS.

“Oh astaga” desahku keras. “Lupakan saja, Jjong. Demi Tuhan, seandainya aku ini kekasihmu aku pasti sudah meminta putus dan meninggalkanmu sendirian disini”.

Ia hanya tersenyum lebar dan mencoba menggodaku, “Kenyataannya kau masih duduk manis disini, dan tidak meninggalkanku”. Satu telunjuknya menarik kebawah kantung matanya, persis seperti siswa sekolahan yang kurang ajar dan menyebalkan.

Aku memutar kedua bola mataku, berusaha memasang wajah sangar “I’m not your girlfriend, boy”.

Of course you’re not, I mean.. not yet”, ia menyesap hot greentea-nya kemudian melanjutkan “Tapi aku bisa menjadikanmu kekasihku. Kau cantik, cerdas, baik, kau hampir memiliki semua ideal type yang dicari oleh para pria, jadi aku tidak memiliki alasan untuk tidak menyukaimu, bukan?”. Ucapnya sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi tea shop vintage ini.

Aku mengangkat alis, bagaimana bisa dia bicara dengan sesantai itu. Oke, sebagai wanita aku tidak ingin munafik, kuakui perkataannya barusan membuat jantungku berdebar dengan sangat kencang. Jauh lebih kencang daripada saat aku hanya memandangnya. Perilakunya padaku pun bisa dibilang masuk kategori baik, oke, kategori manis. Tapi semua hal baik dan manis itu seketika hilang saat ia sedang masuk dalam dunia sns-nya itu. Sangat menjengkelkan. “Tapi kurasa kau lebih tertarik dengan SNS ketimbang dengan wanita. Aku tidak mengira akan mendapatkan teman kencan buta seorang penggila SNS, dan yang lebih mengherankan aku mampu bertahan sudah hampir empat bulan. Aku sangat baik hati bukan?” sahutku memberengut kemudian menghabiskan sisa hot original milktea-ku. Ya, dia memang teman kencan buta-ku. Tapi alih – alih menjalin hubungan serius, kami hanya melanjutkan menjadi teman ngobrol, sampai sekarang.

“Setelah ini kau sibuk tidak?”. Ia melambaikan tangannya ke arah pelayan caffe untuk memberi isyarat bahwa ia telah meninggalkan beberapa lembar uang di atas nampan kecil yang sebelumnya ditinggalkan pelayan itu beserta struk di atas meja.

“Tidak. Aku sudah menyelesaikan semua wedding dress design-klienku dan sudah kuserahkan ke bidang produksi untuk mulai mengerjakannya, memang kenapa?”. Ah, ya. Aku adalah seorang Wedding Dress’s Designer. Dan dia, dia adalah seorang announcer–terkenal, sudah pasti.

“Aku akan mengantarmu pulang, tapi sebelum itu ikut dulu denganku”.

Aku mengerutkan kening tidak mengerti, “Mau kemana?”.

Ia mencondongkan badannya kearahku lalu mengeluarkan senyuman manis keparat itu lagi, astaga kenapa pria ini selalu ceria seperti ini sih? “Nanti kau akan tahu, ayo”.

~***~

“Pantai?”

“Yup. Pantai. Sekarang sudah sore dan kupikir tidak ada salahnya kesini untuk sekedar melihat matahari terbenam”.

Ia mengajakku duduk di sebuah kursi yang ada di pinggir pantai, ia melepaskan jaketnya kemudian menyampirkannya ke bahuku untuk menutupi tubuhku. Astaga, kenapa tiba – tiba jantungku rasanya ingin copot ketika menerima perlakuan manisnya ini? Ini memang bukan kali pertama aku menerima perlakuan manis darinya, tapi kenapa aku selalu merasakan gugup yang berlebihan seperti ini?

Ia berdeham kemudian menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Ia mengambil ponselnya dari saku celana kemudian menyerahkannya padaku.

“Untuk apa kau menyerahkan ponselmu padaku?”.

“Bukalah, aku ingin kau melihat isi ponselku”.

Apa? Ada apa ini? Apa jangan – jangan dia beranggapan kalau aku penasaran dengan apa yang ada di dalam ponselnya selama ini, hanya karena aku sering mengejeknya sebagai maniak sns. Aku segera melambaikan kedua tanganku untuk menolak, “Untuk apa aku harus melihat isi ponselmu? Oh, jika kau mengira selama ini aku penasaran tolong sesegeranya buang pikiran itu karena aku tidak..”.

“Buka saja..”. Ia tersenyum saat menyela. Ya, tersenyum hangat. Entah apa karena perasaanku saja yang saat ini sedang berlebihan, tapi senyumannya itu memang terasa.. hangat. Entahlah, rasanya seperti ada ribuan kupu – kupu yang terbang di dalam perutku.

Akupun akhirnya mengambil ponselnya itu darinya, kemudian membuka kunci layarnya lalu mulai melihat – lihat menu ponsel itu. Awalnya aku tidak merasakan ada yang aneh sampai.. Eh kenapa ini? hanya ada menu kontak, kalender, setting, dan beberapa menu lainnya yang memang sudah tersedia di ponsel itu, kenapa ini? kenapa tidak ada akun sns, satupun?

Aku mendongakkan kepalaku untuk memandangnya, “Kenapa tidak ada akun sns satupun didalam sini?”.

Ia tersenyum kemudian menjawab, “Ya, aku sudah menghapus semuanya”. Entah kapan dan bagaimana ia menghapus semuanya.

“Kenapa jadi di hapus? Apa ponselmu sedang rusak? Bukannya ponsel ini baru dibeli dua hari lalu”. Ucapku sambil membolak-balikkan ponsel itu ditanganku.

“Aku sudah tidak tertarik dengan SNS lagi”.

Apa? Apa katanya? Apa tadi aku salah dengar, tapi aku sangat yakin bahwa tadi ia mengatakan aku sudah tidak tertarik dengan SNS lagi. Bukan apa-apa, tapi.. kenapa tiba-tiba ia jadi bicara seperti itu?

Aku mengerutkan keningku karena bingung lalu kembali bertanya, “Kenapa begitu? Maksudku—bukannya tadi siang dia masih sangat asyik bercengkrama dengan akun sns-nya—kenapa jadi tiba – tiba?”.

Ia tersenyum kemudian menatap mataku lekat – lekat, aku mengerutkan keningku karena bingung untuk menerjemahkan maksud dari tatapan itu. Saat aku masih berusaha meraba maksud dari tatapannya itu, tiba – tiba dia menangkup kedua pipiku dengan tangannya yang besar dan mendekatkan wajahnya ke wajahku kemudian menutup matanya. Eh brengsek. Apa – apaan ini? dia… menciumku?! Tubuhku seketika beku ketika merasakan bibirnya yang lembut itu mengusap bibirku. Aneh, harusnya aku langsung mendorong tubuhnya saja kalau memang tidak suka, tapi.. kenapa ini? Kenapa aku diam saja seperti patung begini?

Ia melepaskan ciuman mengejutkan itu, astaga ini bahkan adalah ciuman pertamaku. Ia tersenyum menatapku yang masih diam sebelum ia kembali mengatakan sesuatu yang membuatku ingin pingsan dan jatuh ke pelukannya, “Seingatku aku sudah pernah bilang kalau aku bisa menjadikanmu kekasihku saat kita masih berada di caffe tadi siang. Dan untuk jawaban dari pertanyaanmu itu..” ia masih menangkup wajahku dengan kedua tangannya lalu melanjutkan “Aku sudah tidak tertarik dengan SNS lagi, karena sekarang aku hanya tertarik padamu”.

END

Advertisements

12 thoughts on “SNS

  1. Oke fix fluff kembali 😊
    Si jjong sifatnya terlalu PD ya di sini yin, somplak banar
    Hahaha but sweet. Terkadang memang berpikir sifat jjong disini ky lelaki impian. Sifat somplak blak2an tapi maniiis banar hahaha
    Cerita kereeeen 😉

      • Bhahahahahak xD

        onyu nii lelaki yang selalu didekati lain mendekati fnk ka lah wkwkwk

        Ka, novel karangan Ilana Tan tuh bagus gasan mencari inspirasi ka ae.. cobai ajj baca semua karangan Ilana Tan, bagus2 semuaan. serius ^^

      • semangat buat nulis FF lagi eonni
        aku suka^^.alurnya sedikit keceptan menurutku😅
        tapi, over all aku bener-bener suka ama karakter jjong oppa disini
        bikin yang banyak eon, karakter jjong oppa(tapi jangan sad)
        wkwkwkwkk
        annyeong eonni😊

  2. Oxygen!!! Oxygen!!! Oxygen!!! 😂😂🔫🔫

    Oke Aku ga tau mau ngomong apa, yg pasti ini manisss!!!! ㅠㅠ
    Next ka ayin~~~~ wkwkwk

  3. Wahahah jarang banget ada cowok yg lebih mentingin ceweknya daripada sns. Apalagi jaman sekarang.
    Jonghyun mah gitu, habis dengerin ceweknya ngomel, baru dia sadar. Wkwk

    Nice. Ini sweet banget >< next FF nya ditunggu ya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s