Cotton Candy [Minho Ver.]

PhotoGrid_1472726005505

Title                 : Cotton Candy [Minho Ver.]

Inspired By     : Raspberry Field’s Song

Cast                 : SHINee Minho

Genre              : Fluff

Length             : Ficlet

Beta Reader    : Tytae Djamal

Writen By       : Ayin Perdana

 

Sometime, skinship can make feel better

 

“Terlalu malas belajar dan berlatih”.

Aku hanya menundukkan kepala ketika mendengar Minho Seonsaengnim mulai menceramahiku, lagi. Memang sih, aku mengaku aku memang malas.. Well, terlalu malas. Manusia mana yang semangat untuk mempelajari hitungan akar, pangkat dan logaritma yang menjelimet seperti itu?—kecuali guru termuda sejagat yang satu ini. Mana mungkin dia yang notabanenya hanya dua tahun lebih tua dariku bisa menjadi seorang guru Matematika terbaik Korea Selatan dan bahkan sekarang sedang dipromosikan menjadi wakil kepala sekolah di sekolahku—Alih – alih membuka bukunya untuk belajar, menyentuhnya saja sudah membuatku pening.

Sebenarnya aku bukanlah siswa yang bodoh atau siswa yang suka membuat onar, bahkan setelah duduk di kelas 2, ketika banyak siswa mulai nakal, aku tetap menjadi siswa yang tidak banyak tingkah dan sangat menghargai guru-guruku dan perlu diketahui bahwa aku malas bukan karena aku membenci pelajaran ini, tapi ini semua karena.. karena dia. Ya, DIA! Sang guru inilah penyebabnya, kupikir guru matematika tampan seperti pangeran berkuda putih itu hanya ada didalam serial drama, tapi tidak kusangka ternyata hal itu benar – benar ada. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi kalau setiap kali aku baru memegang buku matematika sialan itu tiba – tiba saja cover bukunya seakan berubah menjadi gambar wajahnya. Hey, apa ada murid Hogwards di sini? Kenapa tiba-tiba ada yang tega sekali menyihir cover buku matematika ini menjadi wajah dia?! Tega sekali membuatku semakin linglung.

Tapi sungguh, aku bukan satu – satunya murid perempuan yang memiliki nilai rendah untuk pelajaran matematika. Believe it or not, hampir semua siswi di kelas 2 Ipa-1 mendapatkan nilai rendah. Lebih tepatnya tiba-tiba mendapatkan nilai rendah, karena seperti aku, sebelumnya mereka hampir selalu mendapatkan nilai sempurna.  And it’s all because of his handsomeness.

You’re first “A” class student. Kau selalu mendapat ranking satu, tapi kenapa selalu nilai matematika-mu saja yang selalu rendah?”. Minho Seonsaengnim melepaskan kacamatanya dan meletakkannya di meja, terlihat jelas bahwa dia benar-benar pusing dengan fenomena ini.  “Aku tahu matematika memang pelajaran yang selalu jadi musuh bebuyutan semua murid, tapi aku yakin dengan kecerdasanmu pasti bisa menaklukkan semua rumusan logaritma ini.. dan kalau ada yang tidak kau mengerti, kau bisa menanyakannya padaku. Rumah kita bersebelahan kan?”.

kalau ada yang tidak kau mengerti, kau bisa menanyakannya padaku.

Brengsek. Kalimat macam apa yang tadi barusan? Sepertinya guru matematika tampan ini tidak peka. Harusnya dia bisa langsung menganalisa kenapa semua murid perempuan yang diajarinya mendapat nilai rendah, atau mungkin dia ini tidak memiliki cermin di kamarnya sehingga dia tidak sadar kalau wajahnya yang seperti tokoh pemuda tampan di komik serial cantik itu adalah penyebab dari semua itu? Dan ya, rumah kami memang bersebelahan. He’s my neighbor and it makes me so damn crazy.

“Maaf Ssaem, aku memang sangat kesulitan untuk memahami pelajaran hitungan”. Tentu saja aku berbohong.

“Tidak perlu cepat – cepat untuk memahaminya”. Minho Seonsaengnim meletakkan kertas laporan hasil belajarku. “Matematika itu memang memerlukan ketelitian dan waktu untuk memahaminya”. Alisnya yang tebal bertaut dengan indah, sialan.

Ssaem, ada satu lagi”.

“Ya?”.

“Aku merasa sangat kesulitan berkonsentrasi saat belajar matematika. Kepalaku rasanya pening waktu membaca rumus logaritma ini”.

“Mungkin kau harus merubah pola belajarmu. Minum teh hijau hangat sambil kau belajar, karena teh hijau bisa membuat pikiran rileks, dan jangan tidur terlalu larut karena bisa mengurangi konsentrasi di pagi harinya”. Wajahnya penuh simpatik. Persis seperti guru-guru yang siap sedia membantu siswanya, namun dengan ukiran wajah seperti itu? ini sudah keterlaluan, sebentar lagi rasanya aku ingin pingsan saja.

“Tapi aku jadi kesulitan berkonsentrasi bukan karena pola belajarku yang salah, Ssaem”.

“Lalu?”.

“Karena Ssaem”, ada suasana hening yang cukup lama sebelum akhirnya aku berani untuk melanjutkan. “Ssaem, Ssaem juga harus membantuku supaya bisa berkonsentrasi saat belajar terlebih ketika belajar langsung dengan Ssaem. Wajah tampan Ssaem penyebabnya”.

Holy hell. Sepertinya rahangku jatuh ke lantai. Demi apapun aku benar – benar tidak tahu harus menaruh mukaku dimana kalau harus bertemu dengan Minho Seonsaengnim lagi—dia adalah wali kelasku, sekaligus TETANGGAKU—dan tentu saja aku pasti bertemu lagi dengannya, setiap hari. Aku segera menyambar laporan hasil belajarku di mejanya kemudian kabur sampai hampir saja menabrak pintu ruangannya yang masih tertutup rapat.

Damn it, sepertinya dia memang sudah merusak cara kerja otakku. Bagaimana mungkin tadi aku bisa bicara seperti itu tanpa memikirkan bagaimana nasibku selama liburan semester ini. Bahkan liburan sekolah aku masih bertemu dengan dia, iisshh jikalau aku adalah anak seorang milyuner rasanya aku ingin merengek saja ke Appa dan Eomma untuk membeli rumah baru dan minta pindah sekolah.

Aku menyeret langkahku dengan lemas, rasanya mau meleleh saja dan mengalir ke dalam selokan. Walaupun sudah memasuki awal musim panas, namun yang kupikirkan hanyalah meringkuk di kamarku selama liburan, tidak ada gunanya main keluar dan berpapasan dengan Minho Seonsaengnim, itu sama saja memintaku untuk mati.

Ketika aku sudah menekan tombol bel di depan pagar rumahku dan Eomma membukakan pagarnya untukku, aku bingung kenapa Eomma seperti sedang melihat ke arah lain tepatnya ke belakangku dan tersenyum setelah tadi aku berikan laporan hasil belajarku padanya. Akupun membalikkan badan untuk menjawab rasa penasaranku. Astaga! Minho Seonsaengnim lewat.

Annyeonghasimnikka eomeoni”.

Okay. I’m dead, now.

Annyeonghaseyo Minho’ya..”. Eomma menepuk pelan pundakku sambil tersenyum. “Anak ini, nilai matematikanya akan sangat sulit untuk naik kalau tidak dihukum dengan diberikan setumpuk PR darimu, kau harus sedikit menyentuh otak bocah ini agar bisa pandai matematika seperti kau, Minho’ya”.

What?! Mom, hello~~. Astaga, angin apa yang mengenai Eomma-ku jadi dia bisa berkata sekreatif itu. Kejadian di sekolah sebelum pulang tadi saja—karena kebodohanku sendiri—rasanya sudah menjatuhkan harga diriku. Ditambah dengan yang ini lagi! lalu setelah ini apa lagi?!

“Dia hanya perlu meningkatkan konsentrasinya, aku pasti akan membantunya untuk itu”. Seluruh tubuhku kaku ketika Minho Seonsaengnim mengusap kepala dan mencubit ringan pipiku. “Dia siswi yang sangat cerdas. Aku akan memberi les privat selama liburan semester ini”.

Eh? Apa katanya? Les privat? Sepertinya dia benar – benar ingin membunuhku.

Minho Seonsaengnim segera membukukkan badan pada Eomma setelah memberiku sebatang coklat besar dengan gambar kacang almond di bungkusnya, dia pikir aku ini masih bocah kelas satu sekolah dasar yang harus diberikan coklat agar bisa semangat lagi?? Kubuka bungkus luar coklat itu dengan jengkel sambil merutukinya dalam hati. Heh kau! Wajah komik, aku ini bukan bocah-

Eh? Tulisan apa ini?

 

Tumbuhkan dulu semangat belajarmu.

Setelah kau sudah siap, temui aku untuk meningkatkan konsentrasi dan pemahamanmu dengan cara berkencan sambil belajar bersamaku. Jangan salahkan aku kalau nanti kau akan bosan karena pipi chubby-mu jadi korban kecupan manis seperti cotton candy dariku, kekeke

NB: Sometimes skinship can make feel better. *kiss*

-Choi Minho-

 

END

Advertisements

17 thoughts on “Cotton Candy [Minho Ver.]

  1. “Setelah kau sudah siap, temui aku untuk meningkatkan konsentrasi dan pemahamanmu dengan cara berkencan sambil belajar bersamaku.”

    Mati kitaaa, abang minhoooo kda kawa belajar lagi mun sambil kencan tuuh
    Maniiis banar ini
    Cuma lebih tersipu jonghyun semalam pang ding.
    Yang ini murni sweet story 😁😁

    • Yang ini bahkan kdd adegan kissingnya ka,, sadar lah pian wkwkwkwk kiss nya cuman lewat surat kaleng wara wkwkwk.. Kalau yg jonghyun th kan bahkan adegannya rada2, dan di kamar lagi, lakiannya half naked lagi. Wkwkwkwk

  2. “temui aku untuk meningkatkan konsentrasi dan pemahamanmu dengan cara berkencan sambil belajar bersamaku”

    eh, bang minho,, yang ada malah tambah pening baaaaaang kepalanyeeeeee~~~ kencan sama abang tuh juga perlu konsentrasi penuh taaauu (konsentrasi supaya gak nafsu tiba2 pengen kiss terus bhahahahak xD) aduh pagi2 baca beginian, sweet unn,, sukaaaaa >.<

  3. Guru matematika
    .
    .
    .
    Cowo
    .
    .
    .
    beda usia cuman 2tahun lebih tua
    .
    .
    .
    ganteng tingkat akut macam babang Minho
    .
    .
    .
    Pensiun gue jadi murid. PENSIIIUUUUUUUUUN
    (daripada gk naik kelas gara2 nilai gueh anjlok bang,, :’))

    whaaaaaa,,, lama gak ke blog ayin unnie kangen bgt sama ff nya yg cantik2 macam gini >.< ini fluff banget unn,, the real fluff!!!! I love you full unniieeeee!!!!!

  4. gak ada adegan kissingnya nih unn???

    ada sih, tapi….. itu kan lewat surat coklat/? inderect kiss gituh? kagak juga. (Aku pikir d awalnya kalo yg jd cast nya si pangeran kodok ini, adegannya lebih parah dari yg versi jjong wkwkwk xD

    tp tetep suka unn >..<

  5. “rasanya mau meleleh saja dan mengalir ke dalam selokan”

    ngakak pas baca yang ini masa lol xD
    suka unn fluff yang ini >..< sukaaaaaaa

  6. “Sometimes skinship can make feel better” and then… that word *kiss*

    Adaww indirect kiss? Guru lebih muda 2 tahun? Gantengnya naudzubillah macam Minho? Guru matematika lagi? Surga dunia itu namanya 😍

    Aku selalu suka ff mu ayin eonni ><

  7. gakuat ih. ini siapa author nya hahhh?!?!?.. ihhh ngefly asliiiiiiiiiii… bisa bisannya ini manis bangetttt ampe giung… mau banget punya saem kek manusia berpahatkan dewa yunani ituuuu. ah pokonya good job. banyakin ff minho. i’ll always wait for it

    • Hallo flaming fiction ^^
      ini authornya adalah saya sendiri hihihi..

      Hahaha, aku juga kalau punya ssaem kayak dia kayaknya bakal milih pensiun ajj jadi murid (drpd gk pernah konsen belajar dan alhasil gk naik kelas xD)

      Thank you so much ^^ terima kasih juga untuk semangatnya ^^ Okay.. pasti nanti akan ada lagi ff yg cast nya manusia setengah dewa ini, di tunggu ya ^^ I’m glad you like it ^^ and thank you, again ^^

      Oh! terima kasih sudah mampir dan sering2 main kesini ^^

    • Hallo kimsister.. ^^
      Salam kenal juga~
      Hahaha.. Gkpp deh ya gk lulus asalkan ssaem nya setampan Minho..
      Terima kasih sudah mampir ^^
      Yup! Akan ada lagi ff minho lainnya.. Di tunggu ajj yah.. ^^

  8. lebih baik pensiun jadi murid daripada terus dapet nilai jeblok karena minho jadi gurunya😂😂
    eonni!! daebak😘😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s