Sad Song [Key Ver.] (Extended Version – feat. Tytae Djamal) Last Version of Sad Song Story

PhotoGrid_1471657708964edit

Title                 : Sad Song

Inspired By     : SHINee – Quasimodo

Ariana Grande feat. Nathan Sykes – Almost Is Never Enough

Cast                 : SHINee Key

Genre              : Sad, Drama

Length             : Vignette

Writen By       : Ayin Perdana feat. Tytae Djamal

Beta Reader    : Tytae Djamal

 

사랑해 입술 끝에 맴돌던 아픈 고백 모두 끝내 눈물에 흘러
I love you, in the end, this painful confession that lingers at the edge of my lips slides down in tears

Malam itu hujan turun dengan derasnya, membuat titik – titik air membasahi sepanjang jalan kota London, termasuk membasahi sekujur tubuh seorang pemuda dengan sebuah buket mawar merah segar digengamannya. Sepasang matanya yg indah nampak menerawang begitu jauh ke tempat yang tidak terjangkau. Raut wajahnya begitu indah, bahkan ketika air hujan membuat rambutnya basah dan bibirnya pucat.

Kim Kibum, adalah nama dari pemuda itu. Ia membiarkan hujan yang turun dengan deras kala itu membasahi tubuhnya yang kurus dan tegap, membiarkan dirinya mengigil. Tetesan hujan yang dingin mengalir melewati alisnya yg tebal, membuat matanya yg teduh menjadi perih, namun dia tidak peduli. Baginya rasa dingin masih tidak sebanding dengan kesedihan dan penyesalan yang ia rasakan saat ini. Orang – orang yang berjalan di trotoar bisa saja terbingung – bingung melihat Kibum berdiam diri mematung di bawah hujan tanpa payung atau rain coat, tapi mereka terlalu sibuk dengan diri mereka yang berusaha menerjang hujan tanpa harus membuat tubuh mereka basah. Lantas sekelebat kesibukan orang – orang yang lalu lalang itu hanya menjadi sebuah lagu yang menyedihkan, yang membuat dirinya semakin merasa bahwa ia sekarang hanyalah seorang diri.

“Maafkan aku.. maafkan ketidakpekaanku.. jika saja aku tahu bahwa sedari dulu kau menginginkanku, seperti halnya aku yang sebenarnya juga sangat menginginkanmu..  Aku tahu aku memang lelaki bodoh. Aku benar – benar menyesal”, Kibum merutuki dirinya sendiri dibawah air hujan sambil terisak. Ya, tentu saja ia menangis kala itu, namun air matanya yg terus merembes melewati dagunya yg tegas, disamarkan oleh tetesan hujan lebat.

Terlihat dari kejauhan ada seorang anak lelaki sekitar 5 – 6 tahun bersama orang tuanya duduk di dalam sebuah kedai tepat di seberang jalan, dari balik dinding kaca kedai anak itu melihat dengan wajah yang bingung dan penasaran ke arah Kibum. Anak itu bertanya – tanya dalam kepalanya, ‘Apa yang sedang dilakukan kakak itu di seberang sana? Mengapa ia membiarkan dirinya dibasahi hujan sementara orang lain masing – masing terlihat berusaha melindungi diri dari guruyan air hujan, dan untuk apa se-bouquet bunga yang ada di genggamannya itu?’. Ya, setiap satu tahun sekali di malam hari musim hujan Kibum pasti kembali ke jalan itu, berdiri tepat di samping tiang lampu berdesain klasik yang kokoh itu, hanya untuk melepaskan rindunya pada seseorang. Seseorang yang hampir saja menjadi kekasihnya, jika maut tidak mengambilnya dari Kibum tepat empat tahun silam.

Flashback

4 years ago

“Oh, Bum?!”

“Sepertinya kau benar – benar tidak menyangka dengan kedatanganku, bisa kutebak dari ekspresi wajahmu, hahaha”.

Come on Bum, it’s not funny at all.. Kan sudah aku bilang aku baik – baik saja untuk pulang sendiri dari tempat kerja”.

It’s raining outside, girl. Bagaimana bisa kau berkata baik – baik saja saat hujan deras begini?”.

“Tapi tempat kerjaku jauh dari tempat kerjamu, Bum. I won’t make you..”.

“Aku tahu kau gadis yang kuat. But right now, I’m here.. just to make sure that you go home safelyThat’s what friends are for.. right? Sudahlah, ayo kuantar pulang”.

Kim Kibum berjalan beriringan dengan gadis itu dibawah naungan sebuah payung besar yang melindungi mereka dari hujan deras yang saat itu mengguyuri sepanjang jalan kota yang sama, London, aahh, begitu banyak kenangan di jalan kota ini bagi Kibum. Dengan reflek Kibum merangkul bahu gadis itu selama mereka berjalan menuju halte bus yang masih jauh karena berada di ujung jalan di pusat kota. Oh, tentu saja Kibum bukan tipikal pria playboy yang dengan mudah merangkul bahu gadis sesukanya, ia melakukannya hanya untuk memastikan bahwa gadis itu benar – benar tak terkena hujan. Saat halte yang mereka tuju mulai terlihat, Kibum perlahan mengalihkan tangannya dari bahu gadis itu kemudian beralih menautkan kelima jarinya ke jemari gadis itu dan menggiringnya untuk menyeberang jalan agar bisa segera berteduh di halte sambil menunggu bus datang. Sembari menyeberangi jalan, Kibum seperti mengambil nafas dalam – dalam kemudian menghembuskannya. Ia merilik sekilas kearah gadis yang ada di sampingnya, kemudian ia menganggukkan samar kepalanya dan mulai mengatakan sesuatu.

“Hmm.. Sebenarnya ada hal lain yang membuatku menjemputmu hari ini. I want to tell you somethin’”.

Really?— maksudku, sepenting itukah— jadi membuatmu sampai menjemputku di hujan begini?”.

Kind of. Maksudku— aku tidak tahu ini akan menjadi penting untukmu atau tidak— bagiku, iya. Ini penting.It’s about my feeling”.

Huh?”.

“Aku mohon, meski kau tidak menyukai ini nanti.. tolong jangan membenciku”.

SorryWhat do you mean, BumDon’t make it so confusing”.

“Itu.. Aku..”.

Saat mereka masih berada di tengah jalan, tiba – tiba saja ada sebuah cahaya yang menyilaukan mengarah pada mereka berdua yang membuat mereka menyipitkan mata kemudian langsung terbelalak ketika melihat ke arah asal cahaya itu. Ya, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan nampak tidak terkontrol mengarah tepat kearah mereka. Saat mobil itu makin dekat, entah angin apa yang membuat gadis itu langsung melepaskan tautan tangan Kibum, kemudian mendorong tubuh Kibum hingga jatuh tersungkur dan tergeser ke bahu jalan, kemudian punggungnya terhempas ke tiang lampu berdiri kokoh tak jauh dari halte. Terdengar dencitan seperti suara rem yang injak paksa beriringan dengan suara yang mirip seperti sebuah mobil menabrak sesuatu saat Kibum menarik tubuhnya berusaha untuk berdiri dan menahan rasa nyeri di punggungnya, dan sesaat kemudian ia langsung tercengang ketika ia melihat tubuh teman gadisnya yang telah lemas dan masih tergeletak di jalan. Tanpa berpikir panjang Kibum langsung berlari kearah gadis itu, melupakan rasa nyeri yang mengigit di punggungnya dan langsung menopang kepala gadis itu dengan perlahan dan menyandarkannya ke pangkuannya. Gadis itu terlihat begitu lemah karena darah yang mengalir keluar dari pelipis kanan dan hidungnya. Matanya menatap ke wajah Kibum dengan sayu, bibirnya bergetar seperti ingin mengatakan sesuatu. Kibum terlihat sangat panik, ia berusaha menahan darah yang tidak berhenti keluar dengan mantel yang dilepasnya. Tangannya yang lain gemetar membelai lembut wajah pucat gadis itu.

“Kau gadis yang kuat.. kumohon bertahanlah..”.

Bum.. I don’t have much time..”.

No! Please..!! Please hold on.. Aku tahu kau gadis yang kuat..”

Gadis itu berjuang mengangkat sebelah tangannya, dengan tenaga yang tersisa ia menyentuh lembut wajah tampan Kibum yang saat ini di penuhi dengan kecemasan dan kepanikan. Orang-orang yg berkerumun tidak dihiraukan Kibum, walaupun beberapa berteriak untuk memanggil ambulans, namun Kibum fokus kepada gadis itu, karena dia seperti ingin mengatakan sesuatu.

Bum.. I want you to know something”, gadis itu berusaha mengirup nafas dengan terengal – engal kemudian melanjutkan, “I.. I.. I love you, Bum.. always”. Gadis itu langsung menutup kedua matanya dan menghembuskan nafas setelah ia menyelesaikan kalimatnya dengan sisa kekuatan terakhirnya. Kibum menggoyang – goyangkan tubuh dan menepuk wajah gadis itu dengan perlahan, memanggil – manggilnya namun tak ada respon apapun yang didapatkan Kibum. Ya, ia meninggal di atas pangkuan Kim Kibum.

Flashback end

Tangis Kibum pecah saat ia kembali teringat akan kejadian memilukan itu. Ia benar – benar tidak mengira bahwa gadis itu akan meninggalkannya secepat itu, bahkan sebelum ia sempat mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya pada gadis itu.

Saat itu aku ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu, sudah sangat lama aku menyukaimu. Hanya saja aku terlalu takut untuk mengungkapkannya.. aku takut kau akan meninggalkanku jika aku mengungkapkan perasaanku. Aku memang bodoh. Sebegitu pengecutnya aku.

Kibum membiarkan buket bunga itu terlepas dari genggamannya, tergeletak di atas trotoar, membiarkan kelopak – kelopak bunganya semakin basah karena di guyuri hujan. Ia seakan sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk menggenggam bouquet bunga itu lebih lama.

Kibum menyumpah, merutuki kebodohan dirinya yang begitu lambat untuk menyatakan perasaannya, membuang waktu mereka yg sangat berharga karena kepengecutannya. ia benar – benar ingin menyalahkan semua ini pada hidup. Andaikan ia diberikan satu kesempatan memiliki sebuah kekuatan, sangat ingin rasanya ia mengubah waktu dalam semalam. Saat ini Kibum benar – benar menyesal karena hanya dapat memberikan status almost lover untuk gadis itu, bahkan sampai akhir hayatnya. Ironic, of course.. because almost is never enough, it will always be like that.

Namun bukan sesal namanya jika tak datang terlambat.

Dan Kibum sadar ia takkan lagi bisa mendapatkan gadis yang sangat dicintainya itu walau ia memberikan seluruh dunia sebagai gantinya. Sekarang gadis itu hanya menjadi memori yang akan sangat sulit dilupakannya, satu orang yang begitu cantik yang memberikan rasa perih yang menyayat  hati tanpa obat penawar bagi seorang Kim Kibum.

END.

6 thoughts on “Sad Song [Key Ver.] (Extended Version – feat. Tytae Djamal) Last Version of Sad Song Story

  1. OMG?! Extended Version??? Versi yang panjangan dikit nih ceritanya?? dan lebih detail?! OMG ceritanya jadi lebih keren unn,,

    memang sih tetap tidak menambah kesedihannya (Ayin unnie fix tidak tega untuk membuat pangeran Kibum sedih yang tingkat malaikat/?) but, it’s more feel like drama web unn. I LOVE IT!!!

    Last version? maksunya?

  2. Wow I’m so surprised when I read the title,, ‘Extended Version’.

    Aku suka detail di sini, ayin unnie memang penuh dengan kejutan,, bahkan sebuah fiction ada extended versionnya. Speechless

    kalau boleh di rangking untuk tingkat kesedihan, yang dapat ranking pertama adalah versi Jonghyun, kedua Onew, terakhir yg ini.

    Semuanya menyedihkan memang.. satu di tinggalkan menikah, yang satu di khianati, yang satu di tinggal mati. tapi entah kenapa sepertinya feel di khianati itu jauh lebih perih dan menyakitkan ketimbang dua cerita lainnya hahahaha! Mungkin kupikir krn ayin unnie berhasil menciptakan tokoh wanita yang super jahat dan super player di versi Jonghyun.

    well, intinya Ayin Unnie is full of mystery and fabulous thing. hahaa
    Keep going unn ^^

  3. Aku baru sempat mengecek wp, ternyata ayin unnie sudah mempublish yang versi Key. aku sudah baca kedua versi utk cerita key, dan bisa aku simpulkan cerita key yg pertama itu sebagai drama web yang beberapa adegannya di potong, sedangkan ini yang tanpai di potong sama sekali/? But I love them both. it’s sad enough unn, tapi aku setuju dengan yang lain, ini tidak sesedih yg versi Jonghyun, suamiku. aaaaah, di cerita versi jjong hatiku bahkan sampai sesak ketika membaca. di khianati bahkan di depan mata itu benar – benar sangat menyakitkan. when you already give all of you to your love one, and at the end you know that your love is just a liar. Itu benar – benar menyedihkan. Hey, ini last version of sad song story? which is means 2 other members will not have it?

  4. “Kibum benar – benar menyesal karena hanya dapat memberikan status almost lover untuk gadis itu”.

    Okay, aku rasa dari seluruh cerita, kalimat ini mungkin adalah salah satu kalimat yang di jadikan ayin unnie sebagai point nya setelah Almost is Never Enough itu. Unn, kalimat itu berhasil bikin dada sesak kurasa, almost lover. bayangkan saja keika kita sebenarnya sudah sangat lama menyukai seseorang, tiba – tiba saja seseorang itu harus menghilang bahkan sebelum kita sempat mengatakan perasaan kita. sebenarnya kalau ditarik kesimpulannya seperti ini cerita ini juga menyakitkan. mungkin jd banyak yang berpendapat kurang menyakitkan karena tidak ada yang di khianati disini.

    but it’s good. I love it unn. every your story is good and I love it. Keep going ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s