I Love You [너를 사랑해] – Onew Ver.

PhotoGrid_1433728142372

Title :

I Love You [너를 사랑해] – Onew Ver.

Inspired By :

Gemini – If [OST. Birth of Beauty Part.5]

Cast :

SHINee Onew & Original Cast.

Genre :

Romance

Length :

One Shoot

Rating :

PG-15

-너 없이 무엇도 아닌나..-

I’m nothing without you..

Prolog

Penyesalan selalu datang di akhir cerita, begitu pula dengan yang terjadi padaku saat ini.

Ya, mungkin ini adalah penyesalan terbesar yang ku alami selama aku hidup. Dengan begitu mudahnya aku membiarkan diriku kehilanganmu.

Tapi, ketika satu kesempatan datang padaku. Kesempatan yang dapat merubah rasa penyesalan menjadi kebahagian untukku. Ya, kebahagiaan untukku, kedengarannya egois memang, tapi tidak peduli lagi akan hal itu. Meskipun itu mengharuskanku untuk menjadi pengganggu ikatan hubungan orang, aku akan melakukannya.

Setidaknya, meskipun aku gagal setelah ini, aku sempat mengatakan bahwa aku mencintaimu.

Onew, begitu kerap ia disapa. Vocalist utama SHINee boy group papan atas asal Korea Selatan itu menatap kosong langit malam kota Seoul yang bertaburkan bintang nan indah dari balik jendela mobil van berwarna hitam yang membawanya bersama member SHINee lainnya ke dorm mereka untuk beristirahat sebelum kembali di sibukkan dengan jadwal mereka yang super padat.

Langit di malam itu memang sangat cantik, namun itu tidak lantas membuat Onew tersenyum— meski sedikit saja— ketika memandangnya, berbanding terbalik dengan member lainnya yang antusias memandang hamparan bintang sambil sesekali berkicau satu sama lain.

“Sepertinya ada yang sedang sendu disini, dan dia telah memasang raut wajah itu sejak perform kita berakhir”. Key, celetukan ringannya akhirnya dapat memecah lamunan Onew, membuat Onew mengangkat kedua alisnya sekilas lalu menatap para member yang sudah dari tadi menatapnya lebih dulu.

“Aku baik – baik saja, dongsaeng-deul— adik – adik”.

“Oh~, sudahlah Hyeong. Sekarang ini kita sedang tidak berada dalam drama, melainkan dunia nyata. Kalau memang sedang ada masalah, sudah seharusnya Hyeong menceritakannya pada kami. Ku pikir kita bukanlah sekumpulan orang yang baru kenal kemarin sore sehingga tidak bisa mempercayai satu sama lain, bukan?”.

Onew tersenyum samar, “Tentu saja aku percaya, Key. Aku percaya pada kalian semua”.

“Lalu kenapa sejak tadi Hyeong diam saja? Terus terang, saat Hyeong seperti itu, Hyeong benar – benar terlihat seperti seonggok zombie”. Sahut Minho asal yang di sambut tawa renyah dari Taemin, dan kekehan dari Key dan Jonghyun.

“Ya Tuhan, sekarang aku benar – benar merasa sedang berada dalam drama web singkat dengan genre komedi-romantis”. Sahut Taemin sambil terkekeh disusul oleh tiga lainnya.

Onew hanya tersenyum tipis menanggapinya, tanpa menyadari Jonghyun mengamatinya dengan seksama.

~***~

“Biar ku tebak, Hyeong. Pasti ini semua tentang Hyejin, kan?”.

Onew kembali tersadar dari lamunannya ketika ia sudah berada di dorm dan duduk sendirian di beranda. “Ah, jjong’ah. Kau belum tidur rupanya”. Onew tersenyum pada Jonghyun, lalu menyuruhnya duduk di kursi yang kosong.

“Aku tahu kau menyukainya, Hyeong”.

“Aku tidak menyukainya, Jjong”.

“Baiklah, kau tidak menyukainya. Tapi kau mencintainya, benar kan?”.

“Jjong.. kau tidak tahu..”.

“Aku tahu, Hyeong. Aku bisa melihat semuanya. Perlu kau ingat, adikku juga teman baik Hyejin. Dia selalu bercerita padaku bagaimana sikapmu saat bersama dengan Hyejin. Dia bilang ‘Onew Oppa terlihat menjadi dirinya sendiri ketika bersama Hyejin. Menjadi dua kali lebih hangat dan terbuka’. Itu yang paling sering dia katakan padaku”.

Onew memalingkan wajahnya menghadap Jonghyun, “Dan kau percaya akan itu? Maksudku— tentu saja kau percaya dengan adikmu— kau yakin aku benar – benar lebih menjadi diriku sendiri ketika bersamanya?”.

“Tentu saja aku percaya dan sangat yakin, karena aku sendiri sudah pernah melihatnya. Sudahlah Hyeong, sampai kapan kau akan terus menyembunyikannya? Lebih baik kau sampaikan padanya, katakan kalau kau mencintainya sudah sejak lama. Sebelum semua terlambat”.

Onew tersenyum samar, membuat Jonghyun terus meraba apa arti dari senyuman Onew barusan. Oh tentu saja, Jonghyun tahu itu bukanlah senyum kebahagiaan. Melainkan..

“Aku memang sudah terlambat, Jjong. Dia telah menjadi milik orang lain”.

“Apa? Apa maksudnya menjadi milik orang lain? Tidak, maksudku— dia bukan seorang wanita yang sudah menikah, kan?— dia bahkan tidak lebih tua dari adikku, Hyeong. Yoonsu—adikku tidak pernah bilang kalau Hyejin memiliki pasangan, dan juga..”.

“Tidak, tentu saja dia belum menikah”.

“Lalu? Kenapa kau jadi bisa berkata sudah terlambat? Maksudku— apa yang menjadi penghalang untukmu mengutarakan perasaanmu padanya? Kalian berdua sudah sangat dekat dari dulu, dia bahkan sudah tidak merasa segan lagi untuk bermanja padamu. Baiklah, akan aku katakan, sikapnya denganmu dan dengan kami berbeda Hyeong. Saat denganmu, dia seperti menyiratkan ada rasa nyaman pada dirinya. Dan percaya atau tidak, saat aku tanyakan pada Yoonsu, dia bilang kalau Hyejin sebenarnya juga memiliki perasaan khusus untukmu”.

“Benarkah? Tapi dia sudah bertunangan sekarang, Jjong. Aku melihat pria itu berdua dengan Hyejin di sebuah café, dia menyematkan sebuah cincin ke jari manis Hyejin. Aku memang tidak kenal dengan pria itu, tapi sepertinya pria itu adalah teman masa kecil Hyejin yang tinggal di luar negeri dan kembali untuk Hyejin. Kembali untuk mendapatkan hati Hyejin”.

“Lalu?”.

“Lalu, apa?”.

“Apalagi, kau membiarkannya begitu saja?”.

“Apa maksudmu, Jjong?”.

“Hyeong, dia baru bertunangan. Tidak, itu tidak bisa disebut pertunangan. Kau bahkan belum memastikannya, kan? Kau harus memastikannya dulu, Hyeong”.

Onew mengangkat kedua bahunya, “Entahlah, yang ku lihat Hyejin tersenyum kala itu”.

“Oh Tuhan~, senyum memiliki berjuta makna, Hyeong. Dan kita tidak bisa menyimpulkannya hanya dengan sekali melihat”.

“Bagaimana kalau memang kenyataannya mereka bertunangan?”.

“Kalau aku jadi kau, aku akan merebutnya. Aku tidak peduli meski itu harus membuatku menjadi orang ketiga”.

“Jjong..”.

“Aku hanya tidak ingin kau merasa penyesalan terpedih yang aku alami, Hyeong. Karena sifat pengecutku yang tidak bisa melawan ketika aku di paksa agensi untuk berkencan dengan wanita lain, padahal sebenarnya aku sudah memiliki seseorang yang sangat aku cintai. Aku berpikir ia akan mampu bertahan, namun pada akhirnya ia merasa sangat sakit dan kemudian meninggalkanku!”.

“Jjong..”.

“Lakukan apapun, Hyeong. Lakukan apa saja yang kau bisa untuk mendapatkannya”.

1 Month Later

“Hey, coba kau lihat itu. Aku pikir sepertinya dia memang sudah berubah menjadi seonggok zombie sekarang”.

“Sudahlah Key, mungkin Onew Hyeong sedang ada masalah pribadi dan belum siap untuk membaginya dengan kita”. Minho, merespon Key yang pagi itu sudah mulai memecah keheningan di ruang makan dorm mereka setelah melihat Onew yang lagi – lagi merenung di beranda.

“Ya Tuhan, kurasa orang lain saja tidak akan seperti itu jika mereka sedang depresi”. Key mengerlingkan matanya. “Apa kau merasa baik – baik saja jika kakak tertua di rumah ini berubah menjadi patung seperti itu. Oh, biar kuberi tahu padamu Minho, dia bahkan hanya mengeluarkan tidak lebih dari sepuluh kalimat dalam sehari. Dan kau tahu kalimat apa itu, ‘ne, aku mengerti’ dan ‘Tidak, aku baik – baik saja’. Aku semakin mencium ada yang sedang tidak beres di dalam kepala yang besar itu”.

Minho menghela nafas, tentu saja ia bosan mendengar ocehan Key yang dirasakannya terkesan sangat cerewet, “Hey, daripada kau cerewet di pagi – pagi yang cerah seperti ini, lebih baik kau memasakkan sarapan untukku saja”, Key hanya meresponnya dengan berdecak dan memasang wajah masam.

~***~

“Hyeong, masalah tidak akan selesai kalau kau terus diam seperti itu. Aku mohon jangan..”.

“Pernikahannya tinggal dua bulan lagi, Jjong. Aku sudah tidak memiliki harapan”.

Jonghyun menghela nafasnya agak kasar, emosi? Tentu saja iya, Jonghyun benar – benar hampir kehabisan akal untuk membuat kakaknya itu untuk bergerak.

“Hyeong, aku minta maaf jika aku terlalu ikut campur”. Jonghyun memalingkan tubuh Onew menghadapnya, “Tapi kurasa aku harus mengatakannya padamu, sekarang. Semuanya”.

Onew mengerutkan keningnya samar, ia benar – benar bingung dengan apa yang baru saja Jonghyun katakan. “Hyejin tidak mencintai tunangannya, Hyeong. Dia itu mencintaimu, hanya mencintaimu. Kim Hyejin mencintai Lee Jinki”.

“Apa? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti. Maksudku— jika dia memang mencintaiku, tidak mungkin sekarang ini dia mau menerima lamaran pria itu”.

“Ya, tentu saja kau tidak mengerti, karena kau terlalu bodoh”.

“Jjong~!”.

“Dengarkan aku, Hyeong. Hyejinsedari dulu hanya mencintaimu, dia menerima lamaran pria itu karena dia merasa sudah tidak memiliki harapan untuk menjadi bagian dari hatimu. Kau sudah terlalu lama membuatnya menunggu, Hyeong!”, Jonghyun menatap lurus – lurus ke mata Onew, ia menghela nafas sejenak kemudian melanjutkan, “Aku tahu mungkin usulku ini tidak bagus, atau bahkan bisa disebut gila. Tapi aku bersumpah kalau aku jadi kau, aku tidak akan segan – segan untuk melakukannya. Mereka itu masih bertunangan Hyeong, segalanya masih bisa berubah tergantung bagaimana cara kita membuatnya berubah sesuai dengan apa yang kita inginkan”.

“Intinya?”. Onew menyela.

“Intinya, berlarilah padanya. Beritahu dia kalau kau selama ini hanya mencintainya, beritahu dia kalau kau membutuhkannya, menginginkannya setiap hari, beritahu semua perasaanmu padanya Hyeong. Tidak usah pedulikan tentang status omong kosong itu”.

‘Segalanya masih bisa berubah tergantung bagaimana cara kita membuatnya berubah’.

Kalimat Jonghyun itu praktis membuat tekad Onew kuat. Setelah ia meminta Jonghyun untuk menanyakan pada adiknya dimana Hyejin, tanpa ragu ia langsung membawa dirinya untuk menemui gadis itu. Ya, ia sudah mantap untuk melakukan hal tergila atau mungkin terjahat semasa hidupnya.

Kini ia telah sampai di sebuah taman yang dipadati orang – orang yang ingin bersantai dan berkencan manis dengan pasangan – pasangannya. Tanpa waktu lama mata tajamnya berhasil mendapatkan apa yang ia cari, Hyejin. Ia melihat gadis itu tengah berjalan santai dengan seorang pria yang tidak lain adalah tunangannya.

Onew melangkahkan kakinya mendekati gadis itu, sampai pada jarak yang sudah begitu dekat tanpa ragu ia menarik tangan gadis itu, membuat tubuhnya seketika berpaling kearahnya, kemudian dengan mantap ia langsung mencium gadis itu. Ya, menautkan bibirnya tanpa ragu di depan tunangan gadis itu.

Sedetik kemudian Onew merasakan tubuhnya di dorong oleh sebuah kekuatan yang lumayan besar, kemudian di lanjutkan dengan sebuah tamparan keras yang mendarat mulus ke wajahnya. Membuatnya langsung tersungkur ke tanah.

“Apa yang kau lakukan dengan tunanganku?! Apa kau gila?!”.

Onew hanya meresponnya dengan tersenyum sinis, ia menghapus sedikit luka di sudut bibirnya kemudian berdiri.

Onew Oppa?! Kau.. kenapa..”.

“Memang benar, sepertinya aku memang sudah gila”. Ucap Onew sembari menyeringai.

“Oppa..”.

“Tapi, aku bersedia meski harus menjadi gila untuk merubah rasa penyesalan menjadi kebahagiaan untukku”. Onew menghapus debu yang menempel di kemejanya, “Ya, kebahagiaan untukku, kedengarannya egois memang, tapi aku tidak peduli lagi akan hal itu. Meskipun itu mengharuskan aku untuk menjadi pengganggu ikatan hubungan orang, aku akan melakukannya”.

Onew menarik nafas sejenak, lalu menghembuskannya kembali dan langsung berkata, “Aku mencintaimu, Hyejin”.

Gadis itu tercengang, tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Tentu saja ia tidak marah ketika mendengar Onew mengatakan hal itu kepadanya, ia hanya takut. Takut kalau saat ini ia sedang dalam mimpi buruk”.

“Perasaan ini sudah sangat lama, Hyejin. Aku benar – benar mencintaimu, hanya saja aku tidak pernah memiliki kekuatan untuk mengatakannya. Jika saja kau benar – benar melihat kedalam hatiku, kau akan mendapatkan namamu tertulis penuh disana. Aku akui aku memang bodoh, sangat bodoh. Aku tidak pernah menyadari betapa berharganya saat kita menghabiskan waktu bersama, aku juga tidak menyadari kalau sebenarnya kau juga menungguku, aku tidak menyadari kalau selama ini aku telah menyakitimu karena membuatmu menunggu terlalu lama”.

Gadis itu masih terdiam, membiarkan butiran – butiran kristal mulai menghiasi wajahnya.

“Mungkin selama ini kau tidak tahu, saat kita tidak bertemu aku selalu membaca pesan – pesan lamamu untuk melepas rinduku. Aku membacanya berulang kali, aku tidak pernah merasa bosan untuk membacanya. Bibirku tidak pernah berhenti mengulas senyuman saat membacanya. Kenapa? Karena aku mencintaimu, aku membutuhkan sebagai kekuatanku untuk tersenyum, untuk merasa bahagia, hanya saja aku tidak pernah mengatakannya. Mungkin karena aku yang terbiasa kau pasti akan selalu di sampingku, sehingga aku tidak pernah merasa takut akan kehilanganmu. Tapi ternyata aku salah, tidak mengatakannya malah membuatku dengan mudah kehilanganmu. Aku mencintaimu, Hyejin’ah. Aku mencintaimu. Itulah yang ingin kukatakan padamu. Setidaknya, meskipun aku gagal setelah ini, aku sempat mengakatan bahwa aku mencintaimu”.

~***~

Onew duduk di pinggir taman sungai Han malam itu sembari menghela nafas, membiarkan luka tamparan di sudutnya mongering begitu saja dan menahan rasa nyeri yang diberikan luka itu. Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi yang di dudukinya, membuat wajahnya menatap langit lalu menutup matanya. Di dalam kepalanya sedang berkecamuk, ia benar – benar tidak tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini.

Telinganya kemudian mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya, membuatnya perlahan membuka kembali kedua matanya dan mengarahkan kepalanya untuk melihat kearah asal suara.

Ia langsung tercengang dengan apa yang dilihatnya, “Hyejin. Kau.. bagaimana bisa kau ada disini?”.

“Aku disini..”. Gadis itu tersenyum, kemudian melanjutkan perkataannya, “Karena aku ingin bersama dengan orang yang kucintai”.

Seketika senyum berkembang di wajah keduanya, terlebih dengan Onew. Perasaan resah, marah, emosi yang berkecamuk seketika sirna saat telinganya dengan jelas mendengar ucapan gadis pujaannya itu. Tanpa ragu Onew melangkahkan kakinya dengan cepat kearah gadis itu lalu memeluknya erat. Saat gadis itu telah berada dalam pelukannya, saat itulah Onew yakin bahwa semua akan baik – baik saja. Ia tidak peduli apa yang terjadi antara gadis itu dengan tunangannya sampai gadis itu akhirnya bisa berada di hadapannya sekarang, di pelukannya. Yang ia yakini sekarang hanyalah gadis itu akhirnya menjadi miliknya untuk selamanya.

Onew mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kantung celananya, kemudian membuka perlahan kotak itu di hadapan gadis itu. Sebuah cincin platina bermata batu sapphire kecil berwarna biru berdesign sederhana namun indah, lantas membuat gadis terjekut, membuatnya melebarkan mata dan menutup mulutnya.

“Aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas dariku lagi, Hyejin. Sekarang dengarkan aku baik – baik, karena aku tidak akan mengulang untuk meminta”. Onew berlutut di hadapan gadis itu, mendongakkan kepalanya dan tersenyum, “Will you merry me?”.

Gadis itu meneteskan air mata ke pipinya, kemudian dengan tersenyum manis iya berkata “Yes, I do”.

Epilog

“Kapan kau mempersiapkan semua ini? Maksudku— bagaimana caranya cincin ini kau dapatkan dalam waktu kurang dari satu hari? Kau bahkan baru saja memutuskan pertunangan orang”.

“Hahaha! Sepertinya hari ini aku benar – benar menjadi orang jahat.. sudah lama aku membeli cincin ini”.

“Apa?”.

“Eheum. Sebenarnya waktu itu aku juga ingin melamarmu, aku berniat ingin langsung melamarmu tanpa harus memintamu berpacaran denganku. Tapi sepertinya aku kalah cepat dengan pria itu, aku melihatnya menyematkan cincin lebih dulu ke jari manismu, dan itu membuatku kehilangan harapan. Baiklah, lebih tepatnya membuatku marah”.

“Jadi waktu itu kau..”.

“Ya, aku datang ke café itu juga waktu itu. Aku meminta Jonghyun menanyakan pada adiknya ada dimana kau saat itu, aku bermaksud untuk memberikanmu kejutan. Tapi ternyata malah aku yang mendapat kejutan pahit.. Tapi tidak masalah, at least..”.

“Sekarang kau sudah menjadi milikku”.

“Saranghae, Hyejin’ah”.

END

Advertisements

5 thoughts on “I Love You [너를 사랑해] – Onew Ver.

  1. YES I DOOOOOOOOOOOOOOOOO ❤ ❤

    himuung ulun xD

    yeeee wedding wedding. datang kena ka lah. ulun undang wkwkkwkwkw

  2. Uwaaaaaa onew version >.<

    Baru baca eon, kereeen. (Pertama kali yg aQ periksa rating'x, ternyata PG-15. Onew oppa amaaan wkwkwkwk)

    Masih keinget yg versi'x Jjong oppa bikin gemeteran pas bacanya (tp jd bikin pengen ngulang bacanya terus eon wkwkwkkwk) *yadong virus* #plaaaak

    Kayaknya ini ceritanya bakalan confession semua yah eon? Udah 3versi yg keluar, masing2 pada ngelamar cwe smw. Aq mw donk eon sama taetem *ngarep

  3. What? Udah end aja gitu? ._.

    Tofu oppa kissing’x cmn sekali dan itu pun kena jotos pula, (aku pikir bakalan kayak hyunie oppa gitu, agresif2 wkwkwkwk) >.<

    Kayak'x ayin unni takut di tabot MVP deh yee, wkwkwkwk
    ceritanya manis uuuuunnnnnn.. tp kurang Hot~~ wkwkwk. Tp bener jg sih, si tofu gk cocok di jadiin agresif2, mukanya gk yadong kayak hyunie oppa wkwkwkwkwk #di tabok blingers

  4. Kyaaaaaaaaaaak >..<

    (Awalnya aQ takut kalo yg versi jinki bakalan naugthy ky jjojong, kekekekeke)

    Keeep writting eon :**** tinggal nunggu 2 versi lagi kkyyaaaaaak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s