I Love You [너를 사랑해] – Jonghyun Ver.

PhotoGrid_1433480723067

Title :

I Love You [너를 사랑해] – Jonghyun Ver.

Inspired By :

SHINee – 이별의 길 (Farewell My Love), SHINee – View

Cast :

SHINee Jonghyun & Original Cast.

Genre :

Romance

Length :

One Shoot

Rating :

NC-19

-이 세상 그 누구보다.. 널 사랑하겠어 –

More than anyone in this world.. I will love you

Prolog

Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menganggap bahwa kita berpisah.

Aku tidak akan pernah menganggap bahwa kita sudah tidak ada hubungan apa – apa.

Karena bagiku berpisah bukan hanya sekedar mengucapkan ‘selamat tinggal’ atau ‘kita putus saja’ dan semua akan berakhir sesuai dengan keinginan. Tidak, sama sekali bukan seperti itu.

Dengarkan aku baik – baik, suatu saat nanti, aku akan membuktikan bahwa kau memang ditakdirkan untuk menjadi milikku. Aku pasti bisa menjadikanmu milikku lagi.

Karena aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini.

7 years ago

I got it. I passed”.

Gadis itu mengangkat kedua alisnya sambil sesekali tersenyum puas saat ia membaca surat yang dikirim oleh salah satu universitas perfilman ternama di Paris. Ya, gadis itu memang mencoba peruntungannya dengan mengirimkan essay ke universitas perfilman ternama itu. Ia sangat berambisi menjadi seorang sutradara terkenal jebolan universitas perfilman bergengsi di Paris, dan ia berhasil. Ia menjadi salah satu mahasiswa kehormatan yang lulus seleksi masuk universitas.

“Kau lulus, Injeong’ah?”.

Ia menolehkan kepalanya ke asal suara, “Oh, kau Hyejin” sapanya. “Ya, aku lulus. Ini menakjubkan sekali bukan?”.

“Tentu saja, selamat untukmu kawan”. Balasnya tersenyum sembari menepuk pundak Injeong. “Lalu, bagaimana dengannya?”.

“Maksudmu, Jonghyun?”.

“Menurutmu siapa lagi yang aku tanyakan? Tentu saja tentang kekasih sexy-mu itu”.

Eunjeong tertawa pelan, kemudian meraih ponselnya yang terletak di atas meja. Ia memandangi photonya berdua dengan Jonghyun yang dijadikannya sebagai wallpaper sambil tersenyum penuh arti.

“Entahlah, aku juga masih bingung”.

Hyejin mencondongkan badan, menatap serius wajah Eunjeong yang duduk disebelahnya, “Kau tidak sedang bernegosiasi dengan diri sendiri kan? Maksudku— kau sedang tidak berpikir antara pergi ke Paris atau..”.

~***~

“Jonghyun, kita putus saja”.

“Apa?”.

Jonghyun seketika tersedak saat ia sedang meminum jus yang tadi di pesannya. Well, siapa yang tidak terkejut jika kekasih meminta putus saat tengah berkencan. Terlebih lagi hari itu sangat spesial bagi Jonghyun.

“Jagi, aku tahu sekarang ini bulan april”. Jonghyun segera mengambil tissue dan mengeap bibirnya, “Tapi hari ini adalah hari ulang tahunku, tanggal delapan. April mop sudah lewat tujuh hari lalu”. Jonghyun tersenyum geli.

“Aku sedang tidak bercanda, Jjong. Lebih baik kita putus saja”.

Jonghyun terdiam. Ia mencoba membaca dengan seksama tatapan mata kekasihnya, ia memang sedang tidak bercanda.

“Apa maksudmu berkata begitu padaku? Tidak, maksudku— kesalahan apa yang telah aku lakukan padamu, sayang?”.

“Kau tidak ada salah apa – apa, sayang. Sungguh, tapi..”.

“Lalu kenapa kau meminta putus dariku?”. Jonghyun langsung menyela, ia menatap tajam ke arah kekasihnya.

Eunjeong menarik nafas sesaat, ia mengeluarkan sebuah amplop besar berisikan surat dan booklet dari dalam tasnya, kemudian menyerahkannya pada Jonghyun.

“Kau lulus? Ini adalah berita yang sangat baik, jagi”. Jonghyun tersenyum sekilas sebelum ia akhirnya menyadari sesuatu, “Apa karena ini kau ingin memutuskanku?”.

“Kupikir ini yang terbaik untuk kita Jjong, kita..”.

“Putus tidak ada yang baik, sayang”.

“Paris sangat jauh, Jjong. Meski kita mencoba untuk bertahan, akan sangat sulit. Aku akan disibukkan dengan segudang kegiatan kuliahku dan tugas – tugasku, dan kau sudah akan dipastikan memiliki jadwal begitu padat bersama member boy group-mu yang sebentar lagi akan debut. SHINee, pasti akan menjadi boy group papan atas di Korea, begitu juga denganmu. Kau pasti akan menjadi leader vocalist terbaik, banyak yang nantinya ingin bekerja sama denganmu dalam membuat lagu karena kemampuanmu menulis lagu yang begitu luar biasa. Ini adalah mimpi kita bukan? Dan kau tahu kalau..”.

“Aku tahu”. Lagi – lagi Jonghyun menyela. Ia menatap dalam – dalam gadisnya, kemudian meraih tangannya “Aku tidak akan menghalangimu untuk mengejar mimpimu, sayang. Tapi ada satu hal, dan kurasa kau perlu untuk selalu mengingatnya. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menganggap bahwa kita berpisah. Aku tidak akan pernah menganggap bahwa kita sudah tidak ada hubungan apa – apa”.

“Jjong..”

“Karena bagiku,” Jonghyun menggenggam tangan gadis itu sedikit lebih erat. “Berpisah bukan hanya sekedar mengucapkan ‘selamat tinggal’ atau ‘kita putus saja’ dan semua akan berakhir sesuai dengan keinginan. Tidak, sama sekali bukan seperti itu”.

Jonghyun diam sejenak, masih menggenggam tangan kekasihnya. Sama halnya dengan Injeong, ia tetap diam dan enggan untuk melepaskan tangannya dari genggaman Jonghyun. Di dalam hatinya Injeong berteriak, ia bersumpah sesungguhnya ia tidak ingin putus dengan Jonghyun. Tentu saja karena ia sangat mencintai Jonghyun, tapi ia juga sangat ingin meraih mimpinya selama ini.

“Bagiku, berpisah adalah sebuah kebekuan hati, dan itu sangat sakit. Layaknya bagaimana hal – hal seketika berubah saat kau memulai cinta, putuspun juga sama seperti itu. Sekarang dengarkan aku baik – baik, suatu saat nanti, aku akan membuktikan bahwa kau memang ditakdirkan untuk menjadi milikku. Aku pasti bisa menjadikanmu milikku lagi”.

Injeong menghela nafas, perlahan ia melepaskan tangannya dari genggaman Jonghyun dan kini berganti jadi ia yang menggenggam tangan Jonghyun.

“Bagaimana kalau kenyataannya nanti aku tidak kembali? Bagaimana kalau kenyataannya aku tidak akan pernah meninggalkan Paris?”.

Jonghyun masih diam sejenak dan menatap mata kekasihnya lekat – lekat, “Aku yang akan mencarimu. Aku akan menemukanmu, karena aku mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini”.

~***~

7 years later

“Selamat kepada SHINee~!!!”. Stage M! Countdown langsung menjadi lebih meriah ketika pembawa acara mengumumkan kemenangan untuk chart mingguan yang lagi – lagi diraih SHINee. Tak terasa boy group yang namanya melambung tidak hanya di Korea namun juga begitu terkenal di Jepang dan beberapa negara Eropa itu telah melakukan debutnya selama tujuh tahun. Seperti yang telah di prediksikan, SHINee benar – benar menjadi salah satu boy group papan atas yang sangat dibanggakan oleh negeri gingseng itu. Tidak hanya itu, salah satu membernya yang multi talenta, tak lain adalah Jonghyun juga berhasil meraih mimpinya untuk menjadi seorang komposer dan penulis lagu. Ia bahkan telah berhasil mengeluarkan mini album solo pertamanya dan meledak di pasar industri musik.

“Tidak terasa sudah tujuh tahun berlalu, pasti itu yang ada dipikiranmu sekarang ini Jjong. Kalau aku tidak keliru”.

“Onew Hyeong, selamat pagi”. Sapa Jonghyun tersenyum sambil menikmati secangkir teh panas di beranda dorm mereka. “Ya, benar. Tidak terasa sudah tujuh tahun kita berjuang bersama SHINee”.

“Sebagai leader, aku bersumpah akan melindungi SHINee dan kalian selamanya. Terutama kau, karena kau adalah leader vocalist terbaik yang kumiliki. Maksudku— yang dimiliki SHINee”.

Jonghyun dan Onew tertawa renyah bersama kemudian kembali menikmati teh panas mereka. “Ah, benar juga. Aku punya hadiah untukmu, Jjong”.

“Hadiah? Apa itu Hyeong?”.

Onew tersenyum, ia memiringkan kepalanya untuk memberikan kode pada Jonghyun agar memalingkan wajahnya ke ruang tamu.

“Oppa~, lama tidak bertemu”.

“Yoonsu! Hey, sayang”. Wajah Jonghyun langsung terlihat lebih cerah dan sumringah begitu melihat adik perempuannya mengunjunginya ke dorm. Jonghyun tidak berpikir lama untuk langsung melangkahkan kakinya kea rah adiknya itu dan langsung mendekapnya erat. “Apa kau tahu Oppa sangat merindukanmu—adikku? Penulis novel terkenal Korea”.

Jonghyun melepaskan pelukannya, kemudian member kecupan di kening adiknya.

“Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian untuk berkencan di dorm ini. Silakan lepaskan semua rasa rindu kalian sepuasnya”. Jonghyun langsung tertawa,, “Terima kasih Onew Hyeong”.

Jonghyun lalu mengajak adiknya untuk duduk di sofa ruang tamu, “Oppa dengar novelmu akan segera di filmkan ke layar lebar”.

Yoonsu mengangguk saat ia sedang menyeruput secangkir teh yang tadi diberikan Jonghyun “Yup. Tentu saja Oppa sudah mendengarnya, karena Minho Oppa yang menjadi tokoh utama prianya. Aku tidak menyangka meskipun aku seorang novelis, hidupku tidak pernah jauh dari SHINee”. Ucapnya sembari tertawa dan membuat Jonghyun ikut terkekeh.

“Tentu saja. Namun meskipun bukan Minho yang jadi tokoh utama prianya, Oppa tidak mungkin tidak mendengar berita besar itu. menurut berita yang beredar film ini akan di sutradari oleh sutradara kondang dari Paris”.

“Ya, Oppa benar lagi. sutradara itu bernama Lizzy”.

“Nama yang unik. Biar Oppa tebak, ia pasti sangat cantik dengan mata berwarna biru dan rambut pajang ikal berwarna pirang”.

“Oppa pasti akan sangat terkejut jika Oppa tahu siapa Lizzy”, Yoonsu meletakkan cangkir tehnya ke atas meja, kemudian menatap kakaknya dengan tersenyum lalu meraih tangan Jonghyun ke genggamannya, “Ia telah kembali, Oppa”.

“Apa maksudmu, sayang?”.

“Lizzy itu adalah Injeong”.

Jonghyun langsung terdiam, bibirnya sedikit terbuka, ia ingin bicara tapi tak ada satu katapun yang mampu dikeluarkannya saat itu. Yoonsu mengambil sebuah kotak kecil dari dalam tasnya, kemudian menyerahkannya pada Jonghyun dan menyuruh Jonghyun untuk membukanya.

“Ini.. cincin pernikahan ibu”.

Yoonsu tersenyum dan mengangguk “Oppa pernah bersumpah akan membuatnya menjadi milik Oppa lagi kan? Jadikan ia milikmu, buat ia tidak akan meninggalkan Oppa lagi”.

~***~

‘Sekarang ia pasti sudah ada di apartmentnya, ia menaiki pewasat dari Paris tadi malam. Semuanya memang sudah berlalu selama tujuh tahun, tapi sepertinya dia juga sama sepertimu. Dia masih sendiri sampai saat ini. Sekarang semua tergantung Oppa’.

Kalimat Yoonsu yang terus terekam jelas di kepala Jonghyun membuatnya mantap membawa dirinya menuju apartment tempat orang yang begitu dirindukannya berada.

Kini Jonghyun telah berdiri di depan sebuah pintu berwarna coklat kehitaman. Di pintu itu terpampang angka ‘948’ yang berarti ia telah benar berdiri di depan pintu apartment nomor ‘48’ di lantai ‘9’. Tentu saja, Jonghyun merasakan debaran yang sangat hebat di dadanya, ada perasaan yang berkecamuk dari dalam hatinya. Perasaan antara rindu yang begitu meluap – luap untuk segera memeluk dan mencumbu kekasihnya yang begitu dirindukannya selama ini, dan juga rasa gugup untuk meminta sang wanita untuk bersedia menjadi miliknya kembali, selamanya.

Jonghyun kini telah membulatkan tekad dan telah mengumpulkan seluruh keberaniannya, ia menarik nafas sambil memejamkan mata, lalu menghembuskannya lagi dan membuka matanya kembali. Ia mengarahkan tangannya ke arah tombol bel yang ada di ujung atas pintu di sebelah kanan, kemudian menekannya.

Tak lama pintu itu terbuka, dan tentu saja orang yang membukakan pintu itu langsung terkejut melihat siapa yang telah menekan bel apartmentnya.

“Jonghyun?! Kau.. bagaimana bisa..”.

Jonghyun tidak langsung bicara, tapi malah berlutut di hadapan wanita yang cantik itu, membuatnya semakin bingung dan heran.

“Aku ingin kau tahu selama tujuh tahun terkahir aku tidak pernah sedikitpun melupakanmu, aku juga tidak pernah melupakan bahwa aku pernah bersumpah untuk membuatmu kembali menjadi milikku”.

Jonghyun membuka kotak cincin yang sudah di genggamnya sejak tadi di hadapan kekasihnya, dan sukses membuat raut wajah kekasihnya makin terkejut. “Aku tahu ini begitu tiba – tiba, bahkan terlalu cepat di saat pertemuan pertama kita lagi sejak tujuh tahun. Tapi aku sudah tidak bisa menunggu dan menahannya lagi, aku benar – benar akan membuktikan sumpahku. Menikahlah denganku, Injeong’ah. Please merry me”.

Jonghyun kembali merasakan debaran jantungnya yang sangat hebat, terlebih karena wanita tercinta yang ada di hadapannya itu tidak menjawab permintaannya. Wanita itu masih diam dan perlahan kemudian butiran – butiran kristal air mata jatuh lembut dari kulit wajahnya. Tentu saja ada rasa takut dalam hati Jonghyun, ia takut wanita yang begitu di cintainya melebihi apapun di dunia itu berkata “tidak”.

“Aku benar – benar tidak pernah menyangka akan semua ini, Jjong. Ternyata kau benar – benar menungguku, kau benar – benar menganggap bahwa kita tidak pernah berpisah, tidak pernah menganggap bahwa kita sudah tidak ada hubungan apa – apa. Dan sepertinya.. kau juga telah membuktikan takdir itu nyata”. Wanita itu lalu tersenyum, kemudian mengulurkan tangan kirinya kepada Jonghyun dan berkata “Yes I do”.

Seketika, perasaan kegembiraan meledak dan memenuhi seluruh emosi Jonghyun saat itu, sekarang yang dapat ia rasakan adalah kegembiraan, kebahagiaan yang begitu luar biasa.

Jonghyun tidak membuang waktu lagi, ia langsung memeluk erat kekasihnya itu setelah menyematkan cincin platina bermata sebuah batu merah delima kecil yang begitu anggun nan indah itu.

Jonghyun mengecup lembut bibir kekasihnya yang tidak akan ingin ia lepaskan lagi dari pelukannya, menatap matanya lekat – lekat dengan tatapan penuh luapan rasa rindu kemudian melumat lagi bibir lembutnya.

Mereka tenggelam dalam ciuman yang penuh dengan luapan perasaan rindu, cinta, dan tidak ingin melepaskan satu sama lain lagi. Jonghyun membiarkan langkah kaki kekasihnya itu menuntun mereka berdua masuk ke dalam apartment itu— dengan masih sibuk menautkan bibir mereka dalam – dalam satu sama lain, membiarkan sebelah tangan kekarnya menutup pintu, sementara tangan lainnya memeluk erat kekasihnya yang masih sibuk membalas lumatan – lumatan dari bibir Jonghyun.

Jonghyun melepaskan tautan bibir mereka sejenak, memberikan kesempatan untuk kekasihnya bernafas, lalu menatap matanya lekat – lekat sekali lagi. Jonghyun merasakan jutaan sel di tubuhnya bergerak dengan sangat cepat, sama seperti jutaan rasa rindu yang sedari tadi mendobrak jantungnya. Ia begitu bahagia melihat senyum manis itu akhirnya menjadi miliknya lagi.

Jonghyun melingkarkan tangan kekasihnya ke lehernya, kemudian mengangkat tubuh kekasihnya yang mungil itu lalu kembali melumat bibirnya dengan mesra. Jonghyun mencoba melangkahkan kakinya menelusuri ruang utama apartment ini, membiarkan tangan sang kekasih yang berusaha mencari kancing kemejanya dan melepasnya satu per satu. Langkah kaki Jonghyun berhenti saat mereka telah sampai di depan sebuah pintu kamar utama di apartment itu, Jonghyun melepaskan ciuman hangat itu sejenak, menurunkan kekasihnya kemudian meraih gagang pintu dengan sebelah tangannya, sementara tangan lainnya masih terus mendekap tubuh kekasihnya itu. Ia mengangkat lagi tubuh kekasihnya, dan kembali melumat bibir berwarna cherry itu setelah pintu kamar itu terbuka dan memperlihatkan sebuah tempat tidur yang ada di dalam kamar itu.

Jonghyun melumat bibir kekasihnya semakin dalam, membiarkan kakinya membawa mereka masuk ke dalam kamar itu kemudian menutup pintu kamar itu dengan punggungnya yang lebar. Dengan bibir masih saling bertautan, Jonghyun membawa kekasihnya ke atas tempat tidur dan membuat kekasihnya terperangkap dalam pelukan eratnya.

Jonghyun melepaskan tautan bibir mereka, memandang mata kekasihnya lekat – lekat dan tersenyum.

“Pernikahan kita belum di gelar, sayang. Tidak apa kalau kita mencuri start?”.

Jonghyun terkekeh mendengar perkataan kekasihnya yang terkesan lucu baginya, “I want you, babe”.

Then I’m yours”.

Epilog

“Photo album ini bagus sekali, aku buka ya”.

“Eung, buka saja”.

“Ah.. ternyata ini photo apartmentmu di Paris”.

“Ya, aku meminta photographer untuk mengambil gambarnya sebagai rekomendasi set untuk syuting”.

“Ini kamarmu? Hey, kenapa kamarmu penuh dengan poster diriku? Apa..”

“Ya, aku adalah blingers, sayang. Hahaha! Dan aku merasa menjadi blingers paling beruntung karena bisa mendapatkanmu”.

END

Advertisements

13 thoughts on “I Love You [너를 사랑해] – Jonghyun Ver.

  1. KYAAAAA KAKAAAAA NANGGUUUUUUUUUNG

    ADOOOH PATAH HATIIIII ULUN DI TINGGAL KAWIN LAGIIIII WKWKKWKWK

    TADI MINHO, NI AMANG LAGI CCKCKKCKC

    • Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

      Apanya nanggung dink..? Handak di perjelas lagi kh? Kd usah di perjelas pintar ajj toh sudah mearah kemana ya kalo..? Wkwkwkwkwkwkwk

      Harau capslock jebol sidin, wkwkwkwkwk

  2. MATIIIIIIIII!!!! MATI MATI MATIIIIIIIIIIIIII!!!!

    EONNIIIIIIIIII~~~ KENAPA GAK DI PERTEGAS AJA EONN YANG DI KAMAR ITUUUU????

    Aku udah rada2 curiga waktu liat ratingnya NC-19, terus photo Jjongie Oppa di poster mukanya gatel bgt mampuuus T^T

    • Hahahahahaha..

      Sutradara sdh memutuskan adegannya sampai disitu saja. (Takut di tablok blingers katanya) wkwkwkwkwk

      Semua ini gara2 Jonghyun suka sexy2 terus dimana2.. =,=

  3. JAMAH AKU AJA BAAAAAAAAANG~!!!!

    JAMAH AKUUUUUUUUU!!!! AAAA GILA GILA GILAA! ABANG JJOJONG GILAAAAAAAA!!!!

    Ayin unni kepalanya habis kepentok yah eon..? T^T Sekalinya bikin ff NC, main cast nya Jonghyun Oppa dan adegannya WOOOW

  4. Oke, fine. Saya pingsan.

    KAMU NGAPAIN ITU JONGHYUUUUUUUUUUUUN~~~!!!
    NAKAL KAMU NAKAAAAAAAAAAL~~!!! BELOM NIKAHAN AJA UDAH MAIN NYOSOR AJAAAA! AAAKKKHHH~!!!!

    Ayin eonni lagi kesambet kali yah? ._. Ceritanya bagus kok eon, bagus bgt. Cmn pas part yg mau ending itu aja yg bikin panas ._.

  5. Ayin noona kayaknya depresi ringannya kambuh deh guys, coba liat deh th, inspired by nya th SHINee – View. Wkwkwkwkwk

    Ayin noona nyoba genre adult ke dalam ceritanya deh kayaknya.. hahaha
    semangat aja bwt ayin noona xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s