It is Love, isn’t it? [이게 사랑인거죠?]

PhotoGrid_1430150607036

Title  : It is love, isn’t it? [이게 사랑인거죠?] (Hot Caramel Milktea Sequel)

Inspired By : BESTie Uji’s Song – Love Letter

Main Cast : SHINee Jonghyun as Kim Jonghyun

Jeong Eunji (Original Character)

Genre   : Sweet, Romance

Length  : One Shoot

Created By : Ayin Perdana

Apa yang terjadi jika dua insan manusia yang manis, menyenangkan, sama – sama mencintai musik dan cerita fiksi bersatu? Apa akan menjadi sebuah hubungan yang romantis kah? Manis? Menggemaskan? Unik? Membuat orang – orang disekelilingnya iri dan cemburu? Oh, sepertinya semua itu tadi akan diberikan checklist untuk mendeskripsikannya.

Ya, sama dengan kisah asmara manis yang terjalin diantara dua orang ini misalnya? Semua berawal dari sebuah ketidaksengajaan dan kegemaran yang sama akan banyak hal. Mereka berdua sangat menyukai cerita fiksi dari berbagai genre, mereka juga begitu mencintai musik, dan satu hal yang sangat manis dan mereka berdua juga sangat menyukai itu, Milktea.

Mungkin kalian akan teringat tentang sesuatu ketika mendengar kata Milktea. Ya, sebenarnya ini adalah kisahku, hahaha. Aku, seorang barista sekaligus seorang author fanfic yang bisa dibilang populer. Oh, tentu saja aku tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, tapi memang begitu kenyataannya. Ah, satu lagi, aku sekarang juga menjadi seorang penyiar radio. Senang? Tentu saja, dan yang lebih membuatku senang, aku siaran di channel radio yang sama dengan si gadis imut itu. Baiklah, basa basi tidak perlu kuperpanjang. Kisah ini mengungkap bagaimana kami pada akhirnya bisa menjadi Milktea Lovers Couple.

“Jjong’ah~! Annyeong~”.

Dia Onew Hyeong, vocalist home band di kedai tempatku bekerja sebagai seorang barista. Ya, bisa dibilang dia adalah teman terdekatku. Dia sudah seperti Hyeong yang cerewet bagiku.

“Oh, Onew Hyeong. Annyeong~. Habis mengantar Yujin kuliah?”. Sahutku sembari mengelap gelas dan mulai menuangkan Greentea Milkshake with Wave Cream and Choco Chip.

“Oh maja. Adikku itu selalu senang jika membuatku repot”.

“Dia itu perempuan Hyeong, wajar saja jika seorang adik perempuan manja dengan Oppanya. Aku juga memiliki adik perempuan dan aku sangat mencintainya. Aku tidak pernah merasa direpotkan ketika dia memintaku mengantarkannya ke suatu tempat”.

“Itu karena kau memang seorang pecinta wanita”.

Aku terkekeh pelan “Dia adikku Hyeong..”.

“Arasseo~. Geunde Jjong, kau terlihat semakin bersinar sekarang. Pangeran barista yang bersinar. Hahahaha~!:.

Aku tertawa geli, kemudian memberi isyarat pada Minho untuk datang ke meja bartender dan mengantar segelas Greentea Milkshake with Wave Cream and Choco Chips. “Minho’ya, antarkan ini ke meja nomor tujuh”.

“Ne, Hyeong. Dan ini surat cinta dari para siswa centil di meja ujung sana, hahahaha”.

Aku baru saja ingin mengambil surat itu sebelum pada akhirnya surat itu malah jatuh ke tangan Onew Hyeong yang otomatis langsung membuatnya ”Aigoo~~ kau lihat kan, Jjong. Tidak salah aku menyebutmu pangeran barista yang bersinar”.

Aku tertawa hambar, “Di surat itu mereka menyebutku tampan lagi?”.

Onew Hyeong mendecak, “Ck, mereka bahkan meninggalkan nomor ponsel mereka disini. Lengkap dengan user id akun sns mereka”. Onew Hyeong kembali menutup surat itu dan meletakkannya. “Ah matta, bagaimana dengan si gadis imut-mu itu?”.

“Dia baik – baik saja tentu saja. Dia hari ini tidak bisa datang kemari karena ada meeting di kantornya”.

“Omoo~~, kau bahkan sangat tahu jadwalnya sehari – hari. Daebak. Hahaha. Lalu?”.

Aku mengerutkan samar keningku, “Lalu, mwonde?”.

“Apalagi, kenapa sampai sekarang kau belum mengajaknya berkencan?”.

“Kami hampir setiap hari selalu jalan bersama Hyeong. Hampir semua tempat yang bagus dan indah di Seoul sudah pernah kami kunjungi”.

Onew Hyeong melongo begitu mendengarkan ucapanku “Omo, kau ini bodoh atau apa? Maksudku bukan itu~~ aigoo. Hey, kapan kau akan menggantungnya terus?”.

“Intinya?”.

“Intinya kapan kau akan memberikannya status menjadi yeoja chingu-mu? Apalagi yang kau tunggu? Oh, jika kau ingin mengatakan kalau kau masih meragukannya atau merasa kau kurang baik untuknya maka aku tidak akan mau mendengar”.

Aku tersenyum kecil kemudian mengentikan kegiatanku sejenak, “Hyeong tahu kalau sekarang aku sudah terpilih menjadi penyiar radio di channel radio yang sama dengannya bukan?”.

“Oh, ya aku tahu itu. memangnya kenapa?”.

“Aku mohon sempatkan waktumu tengah malam ini untuk mendengarkanku siaran”.

“Huh, aku tidak mau. Semua pendengarmu itu kan yeoja, sedikit – sedikit mereka berteriak ‘kyaak~ jjongie oppa tampan, jjongie oppa tampan’ setiap kali mereka mengirimi sns saat kau siaran”.

Aku mengangkat bahu, “Yah, terserah Hyeong saja kalau begitu. Tapi semua pertanyaan Hyeong akan dapat terjawab disana”.

*^^^^^*

Eunji*^^*

Oppa~~!!! Aku telah sampai di stasiun radio dan aku melihat namamu terpampang di papan pengumuman. Oppa terpilih menjadi penyiar disini! Kyyyaaaaak~!!! >,<   Geunde, kenapa Oppa tidak memberitahuku? L Oppa bahkan sudah satu minggu menjadi penyiar disini. Bagaimana bisa aku tidak tahu~~

Jjong_90       Hehee.. hai gadis imut^^ aku baru saja ingin mengirimimu chat, tapi sepertinya aku keduluan..   Sebenarnya aku ingin itu menjadi surprise untukmu, tapi sepertinya keputusanku kurang tepat karena tidak memberi tahumu. Aku sudah membuatmu sedih ya, Mianhae~ 😉

Eunji*^^*       Benarkah? Hhmmm..   Geureom, Oppa chukhahae~~ ^^ aku senang akhirnya ada announcer tampan di radio ini. Hahahaha~! Aku akan menunggu Oppa siaran, ne ^^

Jjong_90       Kekeke.. kau bisa saja. Kalau begitu kau adalah announcer paling imut disana.   Menungguku? Tidak apa-apa? Aku siaran jam 12malam sampai jam 2dini hari =.=”

Eunji*^^*       Bukankah akan ada pangeran barista tampan yang akan mengantarku pulang? Hahahaha..   Oppa mau mengantarku kan? Aku benar – benar ingin melihat Oppa siaran, pasti tampan >.<

Jjong_90

Aigoo.. apa tidak bisa kau berpura – pura untuk tidak menyukaiku? Hahahahaha.. aku mohon biar aku saja yang menyukaimu, biar aku saja yang mengidolakanmu.

Begini saja, aku akan menjemputmu setelah siaran. Setelah itu kau harus mau ku ajak berkencan baru ku antar pulang. Eottae? ^^

Eunji*^^*

Aku tidak mungkin menolak jika Oppa mengajakku berkencan. Hahahaha.

Arrasseo, joha. Jemput aku ya~^^

Jjong_90

Ne~~ sampai jumpa gadis imut-ku ^^

“Oppa~!”.

“Eunji’ah..”. Setelah sekitar dua puluh menit aku menunggu di lobby gedung tempat aku dan Eunji siaran radio, akhirnya aku bisa menemuinya. “Kau sudah selesai? Mau berangkat sekarang, tidak ada yang tertinggal bukan?”.

Ia merapatkankan mantelnya kemudian memasukkan ponsel ke dalam tas “Eung, kurasa tidak ada Oppa. Kita bisa berangkat sekarang”.

“Ini untukmu”. Sembari tersenyum aku memberikannya segelas minuman favoritnya.

Ia menyambutnya dengan riang, “Uwaaa.. Hot Caramel Milktea. Oppa yang membuatnya kan?”.

“Bukankah kau tidak mau minum kalau bukan aku yang membuatnya. Hahahaha”.

Ia juga membalas dengan terkekeh “Benar juga. Kita berangkat sekarang?”.

“Geureom. Ayo, pegang tanganku. Aku akan mengajakmu berkencan yang manis malam ini”.

Ia terdiam sejenak, perlahan pipi kulihat memerah dan tangannya sedikit ragu untuk meraih tanganku. Aku tersenyum padanya, “Tidak perlu takut, aku ingin melindungimu. Maka dari itu pegang tanganku, dan jangan pernah dilepas selama kita berkencan”.

Ia perlahan meraih tanganku kemudian tersenyum menatapku, “Ne~”.

*^^^^^*

“Eunji’ah..”.

“Ne, Oppa?”.

“Kau pernah bercerita padaku kalau kau menyukai angka tujuh bukan?”.

“Ne, majayo. Wae?”.

Aku merapatkan sedikit kerah mantelnya yang terbuka, kemudian memasangkan syalku ke lehernya “Kau sadar tidak? Hari ini tanggal tujuh, bulan ke tujuh, dan mala mini juga merupakan kencan kita yang ke tujuh”. Ucapku tersenyum.

“Ah~! matta! Ya Tuhan aku hampir tidak menyadarinya kekeke. Kalau begitu aku merasa sangat beruntung karena sedang berkencan dengan Oppa yang tampan, Hahahaha”.

Sejenak kemudian kami tertawa lepas bersamaan, lalu kami kembali hening sebelum akhirnya ia kembali bicara sembari menggoyangkan tangannya di genggamanku. “Geunde.. kita sudah berkencan, tapi..”.

“Tapi?”.

Ia menggelengkan kepala dengan cepat “Ani, hehe. Tidak ada, lupakan saja”.

Aku menghentikan langkahku yang otomatis juga menghentikan langkahnya “Aku mengerti Eunji’ah. Ayo ikut aku”.

“Ne?”.

Aku kemudian membawanya masuk ke sebuah café yang terletak di lantai Sembilan di sebuah gedung di pusat kota Seoul, lalu memilih tempat duduk di samping jendela.

“Ayo duduk disini”. Ucapku menarikkan kursi untuknya.

Ia mengangguk ringan sembari tersenyum kecil “Ne, gomawo”.

“Tunggu sebentar disini, ne. Aku segera kembali”.

“Ah geurae? Ne..”.

Author V.O.P

Eunji duduk dengan santai di sebuah café sambil memainkan ponselnya sementara Jonghyun sedang pergi ke suatu tempat. Eunji menikmati suatu café yang tenang itu sambil sesekali melihat pemandangan jalan raya seoul di balik jendela dari ketinggian lantai Sembilan gedung itu.

Saat Eunji sedang asyik memainkan ponselnya, tiba – tiba sebuah panggilan muncul dan itu dari..

“Yoboseyo.. Jonghyun Oppa?”.

“Eunji’ah, bisa kau melihat keluar dari balik jendela sebentar?”.

“Eh? Keluar?”.

“Eung, kau lihat gedung tinggi di seberang dengan kaca?”.

“Gedung kaca di seberang?”.

“Eung, kau bisa melihatnya?”.

Sesaat setelah Eunji melihat ke arah gedung kaca yang maksudkan oleh Jonghyun, tiba – tiba semua lampu di gedung kaca itu mati namun sesaat kemudian lampu dari lantai delapan belas gedung itu menyala disusul dengan segerombolan orang yang berada di lantai delapan belas itu berlari kecil kearah kaca jendela kemudian mulai menempelkan sticky note disana.

“Omo, apa itu?”.

“Kau melihatnya? Lihatlah”. Ucap Jonghyun lembut dari ujung telepon.

Eunji terus melihat kearah gedung kaca itu. perlahan – lahan lampu dari lantai tujuh belas menyala dan segerombolan orang di lantai itu juga berlari kecil kearah kaca jendela dan ikut menempelkan sticky note, disusul kemudian lantai dibawahnya yang juga melakukan hal yang sama.

Disaat Eunji terus melihat kearah gedung kaca, di café tempat Eunji berada kemudian memutar sebuah lagu romantis dari Steve Martin & Henrik Wikstrom – No Matter How High, membuat Eunji perlahan tersenyum sambil memandang kearah gedung kaca itu.

Sungguh Eunji benar – benar tidak menyangka, perlahan sticky note yang ditempelkan dengan terampil di jendela itu ternyata menuliskan sebuah kalimat dihiasi sebuah hati yang cantik. Tulisan itu merupakan ‘Eunji’ah, kumohon jadilah kekasihku’. Eunji langsung sumringah, kemudian tersenyum cerah dan tanpa sadar meneteskan air matanya.

Tak lama kemudian Jonghyun kembali ke café menemui Eunji dengan sebuket bunga yang cantik di tangannya. Jonghyun mendekati Eunji tanpa berhenti tersenyum, kemudian menempelkan sticky note berwarna kuning yang bertuliskan kata ‘Ok?’.

“Oppa..”

“Ini bunga untukmu”. Jonghyun menyerahkan bunga itu pada Eunji yang langsung disambut Eunji dengan hangat.

“Maaf, kau tidak mempunyai pilihan selain menerimaku menjadi namja chingumu, di sticker note yang ku tempelkan itu hanya bertuliskan ‘Ok’ hahaha”.

Eunji ikut terkekeh sesaat setelah mencium aroma wangi bunga yang diberikan Jonghyun “Oppa.. jeongmal gomawo..”. Eunji perlahan meraih tangan Jonghyun kemudian menggenggamnya “Tentu saja aku pasti mengatakan ‘Ok’ untukmu”.

Jonghyun membalas senyuman Eunji, lalu perlahan mengusap air mata eunji dengan ibu jarinya. Jonghyun kemudian mencondongkan wajahnya, yang kemudian menutup kedua matanya, lalu mengecup bibir Eunji.

Ia melepaskan ciuman ringan itu, lalu saling menatap dan tersenyum dengan Eunji. “Saranghae, Jeong Eunji”.

Eunji kembali meneteskan air matanya. “Na do saranghae, Kim Jonghyun”.

Epilog

“Oppa”.

“Ne, chagi?”.

“Bagaimana bisa kau memikirkan semua itu tadi?”

“Entahlah, semua mengalir begitu saja dikepalaku. Dan aku benar – benar sangat berterima kasih dengan Yoonseo, adikku. Dia sudah berhasil membuat seluruh teman kantornya bekerja keras malam ini”.

“Jadi gedung di seberang tadi kantor adikmu? Hahaha. Astaga”.

“Geundae.. yang tadi itu, kau suka kan?”.

“Sangat. Tapi kenapa Oppa sampai melakukan semua itu hanya untuk mengungkapkan perasaan Oppa padaku?”.

12.00PM KST

“Phureun bam, Jonghyun imnida. Malam ini, tepat tanggal tujuh, di bulan tujuh. Aku telah mengutarakan perasaanku padanya. Ya, si gadis imut yang sering aku ceritakan pada kalian para pendengar. Kalian bertanya ‘bagaimana caraku mengungkapkannya?’ Ah, mungkin jika sebagian dari kalian berjalan ke pusat kota tadi malam, mungkin kalian melihat sebuah aksi yang menarik dari sebuah gedung tinggi berkaca. Jika kalian ternyata memang melihatnya, apa yang terpikirkan di benak kalian saat itu? Romantis kah? Manis? Atau mungkin berlebihan? Jika memang itu berlebihan, tidak masalah bagiku. Cause it is love, isn’t it?”

END

*The story inspired from this video.. check this out ^^

2 thoughts on “It is Love, isn’t it? [이게 사랑인거죠?]

  1. Omooooooo~~~~

    Jamong~!!!!! Kamu bwt nembak jadi pacar aja sampe kayak gitu >.<

    Huaaaa eonni~~~ kereeeeeen.. itu yg di video true story eon? Aduh, aku jadi pengen nyari namja chingu orang korea beneran 😐

  2. Yoonseo eonni~~~~

    Cuman satu kata, daebak!

    Eonni gara2 liat ntuh video lgsg bikin bikin epep ya elaaah.. keren eon~~ epep eonni beneran bisa bikin aq ngebayangin jjong-D nembak aq, eh?

    Keren eon kereeeeeeeen.. (akhirnya nii epep gk jd gantung wkwkwkwk. Tapi biar di bikin penasaran kayak kemarin tetep seru eon. Berasa kayak drama web. Wkwkwk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s