Hello.. How you doin’? [안녕.. 어떻게 지내?]

PhotoGrid_1429978502021

Hello my beloved readers.. ^^ well, this is the newest fanfic created by me and inspired by Line Drama – Nick & Mar. Yes that’s right~! it’s so shoooooort story ㅋㅋㅋ hope you guys like it ^^

Title  : Hello, How you doin’?

Inspired By : SHINee, Drama Line – Nic & Mar

Cast  : SHINee Jonghyun

Genre  : Romance

Length  : One Shoot

Created By : Ayin Perdana

Kedai teh di seberang jalan itu bukanlah sebuah kedai teh mahal, bukan pula satu – satunya kedai teh di dunia karena kedai itu memiliki banyak cabang di setiap penjuru kota Seoul. Kedai teh itu selalu ramai dengan pengunjung, ramai dengan para pelajar muda yang hobi bersantai sambil memainkan gadget mereka dan check in lokasi di sosial media. Populer, iya, tapi tidak spesial. Namun ada seorang namja muda tampan bernama Kim Jonghyun yang senantiasa melihat ke arah kedai itu dari balkon apartmentnya yang berada tepat di seberang kedai itu, setiap pagi sembari menyesap segelas teh panas yang manis

“Aku selalu saja bertanya – tanya apa yang membuat Jonghyun Oppa selalu menatap kearah kedai teh itu di setiap pagi. Bahkan Oppa melihatnya sambil tersenyum semanis itu”.

“Oh,,  Ah~ kau sayang, adik Oppa yang cantik ini sudah bangun? Mau teh? Minum ini”. Jonghyun langsung memberikan cangkir tehnya pada Yoonseo, adik perempuannya, kemudian memberi kecupan pagi di keningnya.

Yoonseo menyesap teh yang diberikan Jonghyun, “Aigoo.. Oppa, andaikan aku bukan adikmu mungkin aku sudah jatuh cinta denganmu karena selalu di perlakukan seperti seorang putri”, ia lalu tertawa. “Tapi, Oppa belum menjawab pertanyaanku barusan”.

“Kau sangat cantik, selalu membuat Oppa ingin memperlakukanmu seperti seorang putri”, ujar Jonghyun sembari membenarkan anak poni Yoonseo. “Dan untuk kedai itu.. kedai itu sangat spesial” kata Jonghyun tersenyum.

Ya, bagi Jonghyun kedai teh itu spesial.

Karena disana adalah kali pertama Jonghyun bertemu dengan sang pemilik senyuman secerah matahari itu, sehingga baginya tempat itu spesial, sangat spesial sampai membuatnya bersyukur karena memiliki apartment yang berada tepat di seberang kedai itu. Sang pemilik senyuman secerah matahari itu adalah hoobae-nya di sekolah dulu. Diawali dari pertemuan tidak sengaja ketika sedang mengantri di kedai itu, itulah yang membuat Jonghyun tahu bahwa ia memiliki seorang hoobae yang begitu menyenangkan dan manis. Satu kali pertemuan menjadi dua, dua menjadi tiga, hingga akhirnya membuat mereka rekat satu sama lain seperti perangko yang merekat rapat pada amplop.

Aneh memang, entah bagaimana evolusi hubungan sepasang manusia ini. Bagaimana caranya individu yang semula tidak saling kenal, dapat berubah menjadi sangat mengenal satu sama lain. Mulai dari sebagai seonbae hoobae, menjadi teman, berkembang menjadi sahabat, lalu terus naik menjadi status yang lebih, namun kemudian berakhir dengan turun drastis menjadi tidak ada hubungan— sama sekali. Ya, sudah terbilang lama Jonghyun tidak bertemu dengan sang pemilik senyuman secerah matahari itu. Lama sekali.

Mereka sudah tidak memiliki apapun memang, tapi itu tidak lantas membuat Jonghyun berhenti memikirkannya.

Karena Jonghyun masih sangat yakin, senyuman secerah matahari itu akan terbit kembali. Senyuman itu kembali mungkin bukan karena ia rindu untuk menyinari hari – hari Jonghyun, tapi mungkin rindu karena sudah lama tidak menikmati segelas Choco Milktea yang membuatnya datang kembali ke kedai itu. Karena Jonghyun masih sangat yakin, bahwa suatu saat nanti, tidak perduli apakah itu satu tahun lagi, sepuluh tahun lagi, bahkan satu abad lagi, ia dapat melihat senyuman secerah matahari itu lagi ditempat yang sama, ditempat dimana ia pertama kali menemukan senyuman matahari itu. Sungguh, Jonghyun hanya rindu untuk melihatnya lagi, tiga detik. Tidak muluk – muluk, hanya selama tiga detik.

Tapi bukan alam semesta namanya jika tidak bekerja dengan sangat menakjubkan, bukan takdir namanya jika tidak ajaib.

Di suatu pagi saat Jonghyun ingin berangkat bekerja, menikmati hari – harinya sebagai seorang penulis lagu, komposer, penyanyi dan penyiar radio. Ia hanya perlu berdiri di seberang jalan kedai teh itu untuk menunggu mobil agensi menjemputnya. Ditangannya sudah ada segelas Hot Greentea yang asapnya masih mengepul. Kepalanya sesekali menengok ke arah kiri jalan untuk melihat apakah mobil agensinya sudah datang dan tak lama kemudian mobil sedan milik agensinya yang ditunggunya pun tiba lalu berhenti tepat di depan Jonghyun.

Supir yang mengemudikan mobil membukakan pintu untuk Jonghyun yang telah siap untuk masuk.

Tapi itulah ajaibnya sebuah takdir dan uniknya sebuah rasa yang bernama rindu. Entah malaikat apa yang berbisik ke daun telinga Jonghyun hingga membuatnya menengadah sebelum masuk ke dalam mobil. Pandangannya tertuju lurus mengarah ke kedai teh itu, dan disanalah keajaiban takdir, kekuatan rasa rindu, dan kespektakuleran alam semesta di pertontonkan.

Tepat di depan kedai teh yang berdesign elegan itu, dengan topi rajut berwarna krem dan mantel berwarna senada yang sudah sangat dikenali Jonghyun, lengkap dengan sebuah gelas yang isinya sudah dapat ditebak Jonghyun dengan mudah yaitu Hot Choco Milktea, sang pemilik senyuman secerah matahari itu berdiri. Ia terlihat dalam keadaan yang baik dan begitu sehat, raut wajah yang begitu baik sambil meniup permukaan gelas yang mengepulkan asap hangat, menghangatkan musim dingin hari itu.

Ajaibnya, gadis itu juga kemudian menengadah dan melihat ke keramaian. Kemudian sepasang mata teduh milik Jonghyun bertemu dengan sepasang bola mata dark choco brown itu.

Tidak ada sebuah aksi yang dramatis. Tentu saja, kehidupan yang sebenarnya tidak seperti kehidupan yang tergambar dalam drama. Keduanya hanya saling memberikan senyuman terbaiknya. Sang pemilik senyuman secerah matahari itu memberikan senyuman yang sudah sangat dirindukan Jonghyun. Senyuman mereka berdua menyiratkan sebuah sapaan hangat di kala pagi. Senyuman yang seperti mengakatan ‘Hai, lama tidak bertemu. Kau baik – baik saja bukan?’. Mereka berdua kemudian saling mengangkat gelas teh ditangan mereka, memberikan semacam isyarat untuk toast.

Sang pemilik senyuman secerah matahari itu kemudian menundukkan kepala, kemudian memberikan senyuman indah itu lagi, bahkan sampai memperlihatkan susunan gigi putih dan ratanya, lalu melambaikan tangan sebelum ia berbalik untuk melangkah pergi.

Bersamaan dengan itu, Jonghyun kemudian menurunkan badannya dan masuk ke dalam mobil. Tersenyum, gembira, dan bersyukur, itu yang dirasakan Jonghyun saat menyambut pagi hari di musim dingin namun terasa begitu hangat.

Jonghyun duduk dalam diam, menyematkan earphone ke telinga kemudian memutar playlist lagu di smartphonenya. Ia kemudian melihat arlojinya. 15 detik, ternyata ia telah melihat senyuman secerah matahari itu selama 15 detik, itu sudah lebih dari cukup. Ya, setidaknya Jonghyun dapat memastikan bahwa ia masih dalam keadaan baik, sehat, dan senyuman secerah matahari itu masih ada pada gadis itu. Jonghyun kemudian tersenyum kembali lalu membuka akun sns-nya dan menulis kicauan disana.

‘Terima kasih untuk 15 detik yang hangat di awal membuka pagi hari ini’.

END

Advertisements

2 thoughts on “Hello.. How you doin’? [안녕.. 어떻게 지내?]

  1. cieeeeeeeeeeeeeeeeee

    adenya nyempil nih >•<

    sweet eh, terimakasih sudah menyuguhkan ff yang manis untuk hari ini~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s