Hot Caramel Milktea, Please.. [핫 카라멜 밀크티, 주세요..] Part.1

PhotoGrid_1424766543174 Well, inspired by my favorite drink.. Milktea 😀 this is my 33rd fanfic guys ^^

Hope you guys enjoy and please leave your comments here, thank you ^^

Title                 : Hot Caramel Milktea, please [핫 카라멜 밀크티, 주세요] Part.1

Inspired by      : SHINee’s Song “Your Name”

Cast                 : SHINee Jonghyun and other cast

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : G

Created by      : Ayin Perdana

Hot Caramel Milktea, juseyo”

Itulah minuman yang dipesannya setiap kali ia mendapat pertanyaan “Chamomile atau milktea?” ketika mengunjungi kedai Seoul Tea & Coffe, tempatku bekerja. Ya, hampir setiap pagi ia kemari untuk menikmati secangkir karamel milktea hangat sebelum ia memulai aktifitasnya sehari – hari.

Ya, sebagai seorang namja aku tidak ingin menjadi namja yang munafik. Aku akui dia manis, dan cantik. Oh tentu saja sebagai seorang barista, waktuku terlalu sibuk untuk bisa memerhatikan setiap pengunjung wanita cantik yang datang kemari. Tapi, untuknya? Untuknya berbeda. Kenapa? Karena percaya atau tidak, dia adalah yeoja yang selama ini menjadi teman ngobrolku di blog tempat para author berkumpul. Ya, aku adalah barista dari pagi hingga petang dan pada malam harinya aku akan bertransformasi menjadi seorang author fanfic di dunia maya. Dan, yeah.. bisa dikatakan aku sedikit tertarik dengan cerita yang ditulisnya, menurutku menarik dan sangat bagus. Ehm, baiklah, aku akan mengaku, aku suka padanya.

Ah, mungkin kalian bertanya – tanya bagaimana bisa aku sampai tahu bahwa gadis manis penikmat hot milktea itu adalah dia sedangkan dia tidak mengetahuiku. Ya, semua ini karena segelas Hot Milktea.

Flashback

Hari ini aku sedang day off, rasanya aku ingin bersantai di taman atau sekedar berjalan – jalan di pinggir sungai Han sebelum rencanaku itu batal demi hukum sesaat setelah sebuah chat dari aplikasi chatting berbunyi.

_Onew

Hey Jjong~! Hari ini day off-mu kan? Pagi ini langit begitu cerah, bagaimana kalau aku traktir kau minum di café?

 

Jonghyun90

Astaga, apakah hari-hariku tidak bisa tanpa tempat bernama ‘café’? terus terang aku sudah sangat kenyang kalau harus bertemu muka dengan tempat bernama ‘café’ lagi, kecuali kalau hyung lupa dengan pekerjaanku sebagai barista.

 

_Onew

Hehehehe.. mian adikku. Tapi, anggap saja kalau aku memang sedang lupa dengan profesimu sebagai barista dan hanya mengingat statusmu sebagai author fanfic terkenal di Seoul.kekeke

Aku tunggu di café tempat kita biasa bertemu, kau tidak keberatan kan?

 

Jonghyun90

Hhhh.. aku pikir jika aku berkata keberatan juga sia-sia. Hyung pasti tetap akan menyuruhku datang bukan? Aku kesana sebentar lagi, Gidaryo.

 

_Onew

Okay~ aku akan membaca setiap detil cerita terbarumu dengan seksama.

Astaga, orang ini benar – benar. Boleh jadi kubilang si kutu buku ini adalah penggemar berat fanfic karya ‘Jjongie_’ — nama pena-ku sebagai seorang author. Dia selalu menghantuiku hampir di setiap malam karena sangat ingin menjadi pembaca pertama cerita terbaruku bahkan sebelum fanfic-ku di upload ke dalam blog. Oh, tentu saja pekerjaan orang ini bukan hanya sebagai seorang pembaca fanfic. Dia adalah vocalist home band di café tempatku bekerja, dia hanya bekerja pada malam hari, itulah sebabnya di pagi hari hingga petang ia bebas melakukan apapun yang ia mau.

“Maaf, tapi aku bukan penikmat kopi”.

Jawaban itu sukses membungkam mulut kasir yang ada di hadapan pengunjung yang antri di depanku. Aku hanya menahan senyum ketika sang kasir hanya dapat merespon ‘ah’ pelan. Lagipula memang sepertinya kasir café hari ini sangat cerewet, sudah jelas – jelas gadis ini memesan Hot Caramel Milktea tapi malah ditawari Frozen Cappuccino Blended darimana hubungannya?

“Ghamsahamnida”.

Gadis itu memasukkan kembalian ke dalam dompet panjangnya yang berwarna merah maroon sebelum menunggu di dekat tempat pengambilan pesanan. Aku baru saja ingin membuka mulutku ketika kasir yang sama langsung menawariku Caramel Macchiato dan Greentea Blended. Ketika aku menjawab bahwa aku ingin Hot Original Milktea, ia masih saja bertanya padaku apakah aku ingin minuman yang lain sebelum akhirnya kuhentikan ia dengan member card dan selembar uang dari Onew Hyung ke depan wajahnya.

Astaga, aku rasa pekerja di shift pagi hari ini sok tahu dan berantakan. Aku mendapatkan pesananku Hot Original Milktea dengan gelas bertuliskan Eunji-Ssi sementara gadis yang berdiri di depanku tadi mendapatkan Hot Caramel Milktea bernama Jonghyun-Ssi. Kacau, tentu saja. Dan semua itu berakhir dengan aku dan gadis itu saling tersenyum canggung sebelum kami berpisah. Ia keluar dari café sementara aku menghampiri meja Onew hyung.

“O, sejak kapan nama-mu berubah menjadi feminim begitu, ‘Eunji-Ssi’?”. Ucap Onew hyung menatap heran nama yang tertulis di gelas dan mengangkat kedua alisnya.

Aku tertawa hambar sambil melirik kearah konter pengambilan pesanan. “Orang – orang itu yang mengganti namaku dengan gadis yang tadi”.

“Gadis? Gadis yang mana?”.

“Yang tadi baru saja keluar, gadis imut bersweater coklat muda yang rambut berponi berwarna simple dark brown dan digulung lucu ke atas. Yang…” Aku seketika bungkam ketika Onew hyung mengerutkan dahinya. “Ah matta. Ini fanfic-nya. Lalu fanfic one shoot yang kuberikan dua hari lalu bagaimana?”.

“Gwaenchanha”. Ia membenarkan kacatamanya. “Toh pembacamu rata – rata juga dewasa muda. Aku pikir tidak terlalu mengerikan untuk menguploadnya”.

“Geunde, Hyung… aku rasa cerita ini akan menimbulkan pro kontra, apa hyung tidak berpikir begitu?”.

Onew Hyung menghela nafas kemudian mengangkat kedua alisnya. “Astaga, itu hanya sebuah fanfic Jjong. Aku yakin para Little Freaks-nya Key akan sangat antusias membayangkan biasnya ternyata seorang vampir tampan di cerita fanfic-mu, mereka pasti dengan suka rela membentangkan leher mereka untuk di gigit. Ttajadwelkeoya, aratji?”.

Ya, semua akan baik – baik saja karena para Little Freaks yang mengunjungi blog-ku selalu memenuhi kolom komentar memintaku untuk membuat fanfic genre fantasi tapi romantis. Aku hanya tidak yakin dengan kata romantis-nya, apa iya manusia berpacaran dengan seorang vampir itu romantis? Aku malah berpikir itu mengerikan.

“Ah ne, katanya kau bilang kau ingin cerita sesuatu, siapa nama pena-nya, ehm.. Voldemort?”.

Aku menggangguk. “Kira – kira sudah seminggu ini kami saling mengirim email, Voldemort sering mengirimiku cerita untuk sekedar meminta saran atau meminta bantuanku menjadi beta reader-nya. Asal kau tahu hyung, nama penanya memang sedikit mengerikan— bagaimana tidak, Voldemort adalah penyihir paling mengerikan dalam cerita fenomenal Harry Potter bukan? Tapi fanfic yang ia tulis selalu bergenre romansa dan sangat manis. Dia juga sangat menyenangkan, kami tidak pernah kehabisan bahan untuk mengobrol di email”.

“Geuraesseo— jadi, kau sudah mengenalnya sejauh itu?”.

“Tidak jauh – jauh sekali sih” aku melepas snapback hitamku. “Aku hanya sebatas tahu kalau ia bekerja di sebuah perusahaan Entertainment terbesar di Korea sebagai seorang composer untuk boygroup terkenal dan menjadi DJ Radio pada malam hari. Dari apa yang kudengar saat ia siaran, sepertinya ia memang gadis yang manis, cerdas, dan cukup terbuka”.

“Wow, you know her well.. Jjong. So well. Ah, memangnya nama aslinya siapa?”.

“Tidak cukup banyak hyung, aku hanya menyimpulkan sedikit dari apa yang kutahu dan kudengar. Ya memang aku merasa begitu nyaman saat berbicara dengan Eunji, tapi aku pikir itu karena dia adalah seorang DJ Radio”.

“Aah.. jadi namanya Eunji. Oh, benar juga. Aku jadi teringat dengan pianis baru kami namanya juga Eunji”.

‘Eunji’? Aku terdiam, melirik nama di gelasku sebentar sebelum menatap lawan bicaraku. “Sebentar, Hyung bilang namanya Eunji. Voldemort itu Eunji dan gadis tadi namanya juga Eunji”.

“Yup benar, nama pianis baru band-ku namanya Eunji. Percaya atau tidak tetapi anak tetangga baruku namanya juga Eunji. Astaga aku kira aku bisa menemukan sekarung Eunji di sekitarku”.

Aku mengangkat bahu. “Yeah, kupikir nama Eunji itu pasaran”.

Kubuka smartphoneku sebelum menyerahkannya pada Onew Hyung agar ia dapat dengan leluasa membaca deretan obrolan kami di email. Kupikir terlalu banyak untukku merangkum semuanya. Lumayan bukan, ketika ia sibuk membaca deretan emailku dengan Eunji aku bisa mulai membalas komentar – komentar yang menumpuk di blog-ku, dan untunglah aku membawa laptopku hari ini. Biasanya aku sangat malas membawa laptop ketika aku keluar rumah, dan setelah Onew Hyung selesai membaca aku akan lanjut bercerita tentang Eunji.

“Ahahahahaha~!!! Gwiyeopta. Si Eunji-Eunji ini lucu sekali. Dia bilang kalau dia tidak bisa berteman dengan kopi dan jatuh cinta dengan Hot Milktea. Dia juga bilang kalau ia sangat suka dengan Hot Caramel Milktea milik kedai Seoul Tea & Coffee. Hey, bukankah kedai itu tempatmu bekerja?”.

Gerakan tanganku yang terampil mengetik di laptop terhenti. Hah, apa? Apa obrolan kami sudah sampai sejauh itu? Memangnya apa yang kami bahas tadi malam sampai bicara minuman favorit?

“Jinjja? Apa iya? Kenapa aku tidak tahu?”.

_Voldemort_

To: Jjongie_90

Eung, aku tidak pernah bisa berteman dengan minuman yang bernama kopi karena kopi bisa membuatku tidak tidur bahkan sampai dua hari dan itu membuat mataku berkantung. Mataku sudah sangat kecil, jika bekantung maka pas lah aku menjadi manusia tak bermata. Ke ke ke

Aku suka menulis dan siaran ditemani milktea hangat. Ah, Hot Caramel Milktea di kedai Seoul Tea & Coffee benar – benar sangat enak. Aku bahkan selalu menjadi pengunjungnya di setiap pagi meskipun arahnya memutar dengan kantorku. Kecuali jika aku sedang benar – benar sibuk, aku akan membeli Hot Caramel Milktea di café yang dekat dengan kantorku di Gangnam.

Dan aku pikir wajar jika ada perempuan yang bukan penikmat kopi, ke ke ke

From : Voldemort@rocketmail.net

To : realjjongie_90@rocketmail.net

Maaf, tapi aku bukan penikmat kopi.

Hot Caramel Milktea.

Tunggu, aku juga sekarang sedang berada di Gangnam. Gadis yang tadi bernama Eunji, kan? Dan yang ia pesan adalah Hot Caramel Milktea. Astaga, apa iya? Jadi, si gadis imut tadi?

“Onew Hyung”.

“Wae?”.

“Eunji di gelasku ini sepertinya adalah Voldemort”.

Flasback End

Ya, Milktea. Semua karena segelas milktea hangat, aku harap hari ini ia akan datang kemari. Sudah tiga hari aku belum melihatnya. Entahlah, aku tidak tahu ini berlebihan atau tidak tapi aku rasa sekarang jika di hari – hariku aku tidak melihatnya, seperti ada sesuatu yang… salah. Onew Hyung bilang itu adalah sebuah penyakit manis yang bernama rindu, astaga lucu.

“Tiing~!”. Lonceng di meja bar yang berbunyi mengalihkan perhatianku yang sedang asik menyeduh kopi dengan posisi membelakangi meja bar. Jika ada yang membunyikan lonceng itu berarti ada pelanggan yang lebih memilih untuk take away ketimbang duduk disini. Aku sebagai barista dengan sigap langsung membalikkan badan, hingga..

“Ne, ada yang bisa di bantu… Omo?!”.

“Hot Caramel Milktea, juseyo. Take away”.

“Gadis imut..? Ups!”.

To be continued

Advertisements

8 thoughts on “Hot Caramel Milktea, Please.. [핫 카라멜 밀크티, 주세요..] Part.1

  1. Nah loh nah loh si abang jonghyun~~

    Keceplosan kan kan :3
    aah, kalo aq yg jd tuh cw pasti udah aq sosor ajj th cium si abang barista ganteng.

    Keren eon~~~ >..<

  2. Hahahaha~! akang Jong2 kyut bgt deh >.<

    Kalau ada barista se ganteng Jonghyun aku bela2in dateng terus noh ke ntuh cafe, bosen bosen dah th jojong liat aku terus yg dateng 😛

    Keren fanfic nya eonni, partnya jangan banyak2 yah eon. Wkwkwkwk ntar mereka berdua jadian gk eon? Mending disuruh jadian sama aku ajj eon si jonghyun nya *eh? *ditabok blingers*

    • Hihihi..
      jonghyun emang cute >.<

      Eonni juga kalo ada barista ganteng kayak jonghyun pasti eonni jadi pelanggan setia yang sampe bisa dapet member cardnya kkkk xD

      Gk banyak kok paling 100 part wkwkwkwk *pis ^^v
      Heeem~~ jadian gk yah??? 😀

  3. Waaa~~ papa onew :*

    Jonghyun jd barista disini~~ waaaa bayanginnya pasti guanteeeeng bangeeeeeetzzzzz >.<

    Btw milktea th enak yah eonni? minuman favoritnya jamong juga milktea, kok bisa samaan sama eonni gt yah eon? Ciyee jodoh nih kayaknya kkkk 😀

  4. Wow nice ff 🙂

    suka sama alur ceritanya, gak garing, terus segar juga (es teh kali seger wkwkwk)

    Lanjutin thor, mantap ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s