Some Sweet Summer Moment in Seoul (서울에서 약간 달콤한 여름의 순간)

SSSIS Cover

Title : Some Sweet Summer Moment in Seoul (서울에서 약간 달콤한 여름의 순간)

Inspired By : SHINee.

Cast :

Jonghyun SHINee as Jonghyun SHINee.

Reika (Original Character).

SHINee Member.

Genre : Sweet.

Length : One Shoot.

Rating : General (G).

Created By : Ayin Perdana.

_____________________________________________________________________________

Yeoreobun annyeong~ ^^
Well, I’m back with my new short FF which is a sequel to the previous story titled “You Guys are Too Hard To Reach (Based on True Story)”. Actually my short FF “You Guys are Too Hard to Reach” have a 2 sequel, the first sequel is “The Beautiful Gift of God” and the second is this one, hahahaha! 😀

Well, hope u guys enjoy and happy reading ^^

Reika P.O.V

“Reikaaaaaaaaaaa~~!!! Sayang~!!! Ada surat niih, pengirimnya dari Seoul National University~”. Seruan dari Eomma samar – samar terdengar di telinga, tatkala aku masih berada di perbatasan antara realita dan dunia mimpi. Dan saat aku mendengar Seoul National University disebutkan, aku langsung membuka mataku, menyibak selimut begitu saja dan melompat dari tempat tidurku yang empuk.

“Iya maaaah~!!!! Reika turun~!!!”. Dengan cepat aku menuruni anak tangga, lalu berlari kearah Eomma yang masih berdiri di ambang pintu sambil memeriksa surat – surat yang dikirimkan ke rumahku di Senin pagi.

“Mana suratnya mah..? Mana..? Mamah sudah buka?”. Aku langsung meraih seluruh surat yang ada di tangan Eomma, lalu memberantakkannya begitu saja di atas meja tamu untuk mencari surat yang sangat ku tunggu itu.

“Ya belum lah sayang, itu suratnya yang amplop putih paling gede di paling bawah”. Tanpa menoleh kearah Eomma, aku langsung meraih surat dengan amplop putih paling besar itu. “Memangnya kamu ada hubungan apa sama universitas itu Rei? Kamu pengen pindah kuliah kesana?”.

“Aniyo, geunde..”. Karena fokusku yang terbagi untuk membuka surat itu, tanpa sengaja aku menjawab pertanyaan Eomma dengan bahasa Korea yang sudah pasti membuatnya..

“Ya ampuun~, bisa pakai bahasa manusia gak sayang jawabnya? Mamah kan gak ngerti~”. Keluhnya namun tak kuhiraukan, membuat Eomma reflek menepuk perlahan bahuku. “Hooy~, nona~”.

“Oh~! Ah, Ne~. Sorry, maksudnya.. iya”. Sahutku spontan seraya memalingkan pandanganku. “Itu.. Reika iseng – iseng mendaftarkan buat ikut summer class di sana mah, nah.. ini tuh surat konfirmasinya”.

“Ooooh~, I see”. Sekilas kulihat Eomma menganggukkan kepalanya yang kubalas dengan senyum singkat kemudian kembali ke fokus awalku untuk membaca isi surat itu.

“Wow~, I got it”. Aku tertegun ketika membaca surat konfirmasi yang kuterima pagi itu. Dengan perasaan yang sangat bahagia, tidak percaya, dan sangat bersyukur menjadi satu. Aku mendapat kesempatan untuk mengikuti summer class selama 3 bulan di Seoul National University.

“Apa katanya? Kamu bisa ikutan summer class-nya Rei?”. Tanya Eomma yang langsung mengambil posisi duduk disampingku.

“Ehm~”. Aku hanya berdehem menjawab pertanyaan Eomma, tatapanku masih tidak lepas dari surat yang ada di tanganku.

“Itu summer class-nya berapa lama Rei?”. Tanya Appa yang keluar dari kamar sembari memakai jam tangan untuk bersiap pergi kerja. Ya, Appa memang selalu berangkat kerja pagi – pagi sekali dikarenakan pekerjaannya sebagai seorang Direktur Utama sebuah Bank Swasta. Baginya disiplin adalah nomor satu.

“3 bulan, pah. Kelasnya akan dimulai Pertengahan Juni mendatang sampai pertengahan Agustus”. Sahutku seadanya seraya memasukkan kembali surat itu ke dalam amplop.

“Oh, ya sudah. Lalu kuliah kamu disini gimana? Bolos, gitu?”. Tanya Appa-ku dengan raut wajah yang sangat santai.

“Hahahaha, yang benar saja aku bolos. Gak lah pah, kuliah Rei kebetulan sedang libur panjang. Karena ada mahasiswa baru, jadi semua jadwal konsul dan sebagainya mundur”. Sahutku berdiri seraya berjalan untuk menaiki anak tangga untuk kembali ke kamarku.

“Owalah~. Dasar anak jaman sekarang, ada waktu dikit pemanfataannya pol – polan. Ya sudah, memang rezeki kamu bisa menginjakkan kaki ke Korea, berangkat aja. Tiket, visa, dan lain – lain.. eerr, pakai tabungan kamu sendiri, kan?”. Sontak aku langsung menghentikan langkah kakiku menaiki anak tangga mendengar kalimat yang di ucapkan Appa dengan nada yang.. bisa kutakan sedikit jahil.

“Hah? Papah~, tadi tuh.. seriusan..?”. Tanyaku yang langsung memalingkan badan.

“Hhhmm.. gimana kalau papah jawab pakai style kamu ‘you think?’ hahahaha”. Sahut Appa sembari melirik sekilas kearah Eomma yang sudah cekikikan melihat aksi jahil Appa terhadapku.

“Papah~”.

“Iya iya iya~, pokoknya tugas kamu cuman packing dan persiapkan kondisi fisik kamu untuk stay selama 3 bulan disana. Ingat itu musim panas lho Rei, jadi ya bawa aja tuh kayak si sunblock, body lotion, dan apa lah itu”. Papar Appa yang mengambil tas laptopnya yang terletak di atas kursi di ruang tamu. “Papah berangkat dulu, semuanya”.

“Iya pah~!!! Hati – hati”. Sahutku dengan Eomma bersamaan.

***

Malam itu, sehari sebelum aku berangkat menuju Korea. Aku duduk terpaku menatap laptop putihku yang menyala, aku sedang membuka blog pribadiku. Ada banyak comment disana yang ditujukan untuk fanfiction – fanfiction yang ku tulis. Ya, semua fanfiction yang ku tulis selalu dengan main cast para member SHINee, karena memang hanya SHINee boyband yang aku ikuti perkembangannya.

Perhatianku kini beralih pada jendela internet yang ada di sebelah jendela alamat blog pribadi ku. “Ah, rupanya sudah terbuka” ucapku pelan seraya mengarahkan kursorku kesana. Aku membuka blog official SHINee, entahlah.. tapi aku seperti ingin menuliskan sesuatu di blog itu.

“Reeeiiiiii~, ayo tidur~!!! Udah jam sebelas loh, besok pesawat kamu tuh berangkatnya pagi – pagi buta~. Kamu masih online? Wifi nya masih nyala nih~”. Suara Appa dari lantai bawah seketika mengalihkan sebagian fokusku yang sedang asik menuliskan pesanku di blog SHINee.

“Iya pah~, bentar lagi Rei tidur. Iya, Rei lagi ngirim pesan. Biar nanti Rei aja yang matikan Wifi-nya~”. Sahutku sembari menyelesaikan untuk menulis pesan di blog itu.

“Ya udah, jangan lupa nanti Wifi-nya dimatikan~”.

“Okay~”.

“Rei~, ingat yah. Disana kamu hati – hati, jaga diri baik – baik. Terus makan juga harus teratur, jangan keasyikan berkutat sama pelajaran disana sampai kamu lupa makan”. Di pagi yang masih sangat gelap, bahkan matahari belum ingin menampakkan sosoknya yang hangat itu aku, Eomma dan Appa sudah tiba di Airport. Akhirnya, keinginanku untuk melangkahkan kaki ke negeri gingseng itu akan dimulai dari hari ini.

“Rei~, seriusan kamu pengen bawa gitar ini? Apa gak rempong ini nak, lagian ngapain kamu bawa – bawa gitar segala? Memangnya kamu pengen kerja part time jadi pengamen disana gitu?”. Tanya Appa di sela – sela obrolanku dengan Eomma.

“Iya pah, serius. Gitar itu buat teman dikala suntuk aja, hehehehe”. Sahutku seadanya seraya menyandang ransel dan gitarku, sementara koperku sudah masuk dalam bagasi pesawat saat aku check in tiket.

“Kalau papah jadi kamu, mending papah beli gitar aja lagi yang baru begitu nyampe situ. Biarin deh ngeluarin duit dikit, daripada ribet”. Celetuk Appa yang membuatku dan Eomma terkekeh.

“Itu kan papah, hahahahaha~”.

30 Menit kemudian

“Perhatian – perhatian. Penumpang pesawat udara Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 727 tujuan Jakarta, di persilahkan untuk masuk ke ruang tunggu, terima kasih”.

“O~! Mah, pah, aku udah disuruh ke ruang tunggu tuh. Kalau gitu aku masuk dulu yah”. Ucapku yang baru saja menghabiskan secangkir susu panas yang ku pesan di café airport.

“Hati – hati ya Rei, sayang~”. Sahut Eomma yang langsung memelukku begitu aku berdiri dan kemudian berjalan keluar café.

“Rei, paspor jangan di taruh di sembarang tempat ya. Ingat harus jaga diri, telepon papah langsung kalau ada apa – apa. Oh ya, selama di Seoul nanti kamu gak sendiri, soalnya begitu kamu sampai di Jakarta, Abang Kendy bakal ikut penerbangan yang sama dengan kamu kesana. Dia sengaja papah utus buat ikut berangkat ke Korea buat jaga kamu selama disitu, soalnya abang Kendy-mu tuh kan pernah tinggal di Korea selama 1 tahun karena pekerjaannya”. Papar Appa panjang lebar dan membuatku tersenyum hangat.

“Makasih banyak papah~, Reika pasti kangen papah”. Sahutku yang langsung memeluk Appa-ku.

“Sama mamah gak kangen nih?”. Celetuk Eomma yang berdiri disamping Appa.

“Pasti kangen juga Mah~, pasti”. Sahutku yang langsung memeluknya.

Well, I’m gonna go right now. See you 3 Months later, guys~!!!”. Seruku melambaikan tangan dan kemudian berlari kecil untuk masuk ke ruang tunggu.

“Topinya di pake yang bener Rei~, hati – hati ya sayang~!!!”. Balas Eomma mengingatkanku yang kubalas dengan anggukan.

***

Jonghyun P.O.V

“Jonghyunie Hyeong~!!! Apa tidak ada lagi hal lain yang bisa Hyeong lakukan selain memelototi laptop seperti itu”. Lagi – lagi suara cemprengnya yang lumayan berisik itu mengganggu duniaku.

“Aku tidak memelototinya, Key~ asal kau tahu. Aku sedang membaca blog official kita”. Sahutku santai tanpa melihat kearahnya.

“Aigoo~, dasar maniak internet. Apa tidak bisa untuk sehari saja kau bertingkah seperti manusia normal?”. Sahutnya dengan nada cuek, sekilas kulihat ia berbicara padaku sambil bercermin membetulkan style rambutnya.

“Mwoya~? Na do saraminde~, memangnya kau pikir aku ini benar – benar sudah berubah menjadi seonggok zombie? Hahaha”. Sahutku asal seraya menjulurkan lidahku usil.

“Eeiish~, jinjja”. Responnya singkat.

“Geunde, apa yang membuat Hyeong jadi sangat tertarik untuk selalu melihat perkembangan di blog kita itu, Hyeong?”. Tanya Minho begitu ia selesai dengan urusannya di telepon.

“Shawol, tentu saja. Mereka yang selalu setia mendukung kita mulai kita masih belum apa – apa hingga sekarang menjadi apa – apa. Kita harus berlaku dengan sangat baik pada mereka semua bukan, kalau tidak ada mereka kita semua tidak mungkin begini”. Sahutku santai seraya tersenyum.

“Hanya itu kah?”. Sambung Taemin yang tadinya asik bermain games di smartphone nya.

“Memangnya harus ada yang lain lagi?”. Sahutku balik bertanya.

“Reika~. Yang dimaksud Taemin itu Reika, Jjong”. Sahut Onew Hyeong yang saat itu telah selesai di make up.

“Reika? Jamsiman, maksud Onew Hyeong.. Reika yeoja Indonesia itu? Shawol Indonesia yang mengirimkan video slide pada saat kita mengadakan perayaan 5tahun debut kita?”. Tanya Minho yang langsung menyambar begitu saja.

“Ne, maja”. Balas Onew Hyeong seadanya. “Sepertinya uri dinno kita satu – satunya ini lumayan sering bertegur sapa dengan eorin yeoja itu melalui blog”.

“Benarkah itu Hyeong?”. Selidik Minho padaku yang masih asyik membalas satu persatu pesan dari shawol. “Apa jangan – jangan Hyeong tertarik padanya? Ya~, Hyeong~, yang benar saja. Biasnya yang nomor 1 itu adalah aku Hyeong, hahahaha”.

“Bisa dibilang begitu. Ne, bisa dibilang aku memang sedikit tertarik mengenai gadis itu”. Jawabku santai sembari melihat kearah mereka satu persatu.

“MWO?! JINJJA?!”. Sahut mereka bersamaan dengan mata terbelalak seraya langsung dengan cepat mengambil posisi duduk mengelilingiku.

“Ya~, kalian ini kenapa? Tertarik bukan berarti lalu aku akan mengajaknya menjadi teman kencanku bukan? Tertarik itu bukan berarti aku jatuh cinta atau apapun itu sebutannya”. Sahutku lagi untuk merespon keterkejutan mereka.

“Eiissh ~, ada – ada saja Jonghyunie Hyeong ini”. Celetuk Minho.

“Memangnya apa yang lain dari sosok Reika itu? Sehingga eorin yeoja itu bisa menarik perhatianmu sampai seperti ini?”. Tanya Onew Hyeong yang aku rasa juga mulai tertarik dengan Reika. Ya, karena akhir – akhir ini Onew Hyeong sering bertanya padaku apakah ada komentar atau pesan yang dikirimkan Reika saat aku tengah membuka blog.

“Hhhmm, dia tidak seperti yeoja – yeoja kebanyakan Hyeong. Dia itu sangat santai, aku bahkan seperti bisa merasakan bahwa seandainya suatu saat nanti dia akan bertemu dengan kita reaksinya tidak akan histeris seperti orang – orang biasanya”. Paparku tersenyum kecil.

“Maksudmu?”. Tanya Onew Hyeong mengerutkan samar keningnya.

“Bagaimana mengatakannya ya? Geuge, begini. Kurasa dia berbeda, dia memiliki sifat pertemanan pada orang lain dengan baik. Aku yakin jika suatu saat kita bertemu dengannya, bukanlah sebuah teriakan yang kita dapatkan”. Sahutku tidak menyelesaikan perkataan.

“Geuraeso, mwol?”. Tanya Key.

“Senyuman hangat. Sebuah senyuman hangat dan manis dari seorang yeodongsaeng lah yang akan kita dapatkan”. Jawabku tersenyum menatapnya sekilas kemudian kembali menatap kearah laptop dan mengecek komentar – komentar yang sudah tenggelam jauh kebawah.

“Omo~!”. Seketika jari telunjuk kananku berhenti menekan tombol page down laptopku begitu mataku membaca sebuah komentar yang dikirimkan oleh.. ya, bisa dibilang oleh orang saat ini sedang menjadi topik utama obrolan kami berlima.

“Wae wae wae??? Apa itu komentar darinya? Dari Reika? Apa katanya Hyeong~??? Marhaebwa~ ppalli, aku sangat penasaran Hyeong~!”. Seru Minho yang langsung mencondongkan tubuhnya kearah laptop.

“Ne, ini memang darinya. Dia bilang dia akan mengikuti summer class selama 3 bulan di sini, maksudku lebih tepatrnya di Seoul National University. Dan dia bilang, dia berharap dalam 3 bulan itu dia bisa bertemu langsung dengan kita meski hanya beberapa jam”. Ucapku yang membaca seluruh isi komentar yang dikirimnya tanpa mengedipkan mata sekalipun.

“Jinjja~?! Jjong, kapan dia menulis komentar di blog kita itu?”. Respon Onew Hyeong cepat.

“2 hari yang lalu Hyeong”. Jawabku seadanya yang masih terpaku melihat kearah laptop, entahlah bahkan aku sendiri seakan tidak percaya dengan apa yang saat ini aku baca.

“2 hari yang lalu? Itu berarti..”. Ucap Key mengangkat sedikit kepalanya.

“Dia sudah ada disini. Dia sudah ada di Seoul~!”. Seru Minho dan Onew Hyeong bersamaan menyambung kalimat Key.

“Daebak~!”. Tukas Taemin singkat.

Reika P.O.V

Aku duduk santai di beranda apartemen abang sepupuku yang bernama Kendy sambil memetik senar gitarku. Malam itu kulihat wajah langit Seoul sangat cantik dengan taburan bintang. “Langit Seoul, akhirnya aku bisa menatapnya langsung melalui mataku” gumamku sembari tersenyum kecil.

“Gak tidur dek? Besok kan hari pertama summer class”. Kata Abang Kendy yang menepuk pelan bahuku seraya duduk disampingku. “Nih, diminum coklat panasnya”.

“Ah, makasih bang”. Sahutku menerima segelas coklat panas darinya. “Tau deh, bang. Rasanya sayang banget kalau tidur sekarang, langit Seoul malam ini indah sekali”. Gumamku tersenyum kecil yang kemudian menyeruput segelas coklat panas tadi.

“Ciyee~, adek abang yang sekarang kesampaian pengen ke Seoul. Hehehe”. Goda abangku sembari mengusap puncak kepalaku. “Geureom~, ige Seouliyeyo, dongsaeng’ah”.

“Ne, majayo”. Sahutku tersenyum memandangi langit malam Seoul yang sangat cantik dimataku.

“Kamu kan sudah satu minggu berada di Seoul, geuraeseo.. nan Seoureul eotteohke saenggakhe dongsaeng’ah?”. Tanyanya seraya kembali mengusap kepalaku.

“Areumdawo”. Jawabku singkat sambil masih menatap langit. “Finally, I can be here”.

“Nikmati waktu kamu selama 3 bulan disini, dek. Tapi kamu kalau habis pulang kuliah pengen kemana – mana tuh mesti bilang dulu sama abang, okay?”.

“Ne~, arasseoyo Oppa. Hahahaha”.

***

3 Minggu Kemudian

Jonghyun P.O.V

“Hyeong~!!! Ini sudah 3 minggu sejak kedatangan yeoja itu kemari~. Apa kita tidak bisa memenuhi harapannya yang ingin bertemu dengan kita? Ini pasti akan menjadi moment yang tidak akan dilupakannya seumur hidup Hyeong~. Mumpung jadwal kita masih belum padat”. Seruan Minho di pagi ini memecah keheningan dorm SHINee. Ia nampak beberapa kali mondar – mandir di ruang santai dorm sambil memikirkan sebuah cara. Sebenarnya tidak hanya dia yang berpikir, tapi semua member SHINee termasuk aku sedang memikirkan bagaimana cara yang aman untuk menemui eorin yeoja dari Indonesia itu.

“Bagaimana kalau kita temui saja dia di kampus tempatnya mengikuti summer class, dia mengikuti summer class di Seoul National University geureohji?”. Saran Taemin yang akhirnya membuatku angkat bicara.

“Bahaya, Taemin’ah. Itu sama saja dengan membunuhnya secara perlahan – lahan. Kalau kita menyambanginya ke kampus, dia pasti akan menjadi incaran mahasiswi – mahasiswi disana. Hidupnya tidak akan tenang, bukannya menjadi ketujan tapi malah menjadi bencana alam baginya”. Sahutku bertopang dagu sambil terus berpikir keras.

“Ne, maja. Apa yang dikatakan Jjong itu benar, akan sangat berbahaya untuknya”. Sambung Onew Hyeong yang duduk disampingku.

“Kalau kita jemput saja dia secara diam – diam, eottae? Saat ia keluar dari kampus, langsung saja salah satu dari kita menariknya masuk ke mobil. Setelah semua keadaan aman baru kita akan mengajaknya berkenalan di dalam mobil”. Saran Key itu otomatis membuat kami berempat terbelalak dan langsung memalingkan wajah untuk menatapnya.

“Ya~! Neo michyeosseo?! Itu sama saja dengan tindak criminal Key, itu sama dengan menculiknya. Dan aku yakin 100% dia pasti akan berteriak, itu 10 kali lebih berbahaya. Pabo”. Sambarku menjitak ringan kepalanya.

“Ayya~! Apheo~!!”. Ringisnya. “Geureom eotteohke~??!! Saran Hyeong sendiri apa?”.

“Biar aku yang lebih dulu menemuinya. Sebelumnya aku akan membuat jadi pertemuan dulu dengan gadis itu”. Sahutku menjawab pertanyaan Key.

“Caranya bagaimana Hyeong?”. Tanya Minho yang mulai mengambil posisi duduk di sebelah Taemin.

“Kalau kau ingin membuat janji, itu berarti kau harus menghubunginya Jjong”. Tukas Onew Hyeong. “Bagaimana cara kau menghubunginya?”.

“Jangan bilang kalau Hyeong memiliki nomor ponselnya”. Sahut Key cuek.

“Anya~, mana mungkin aku punya nomor ponselnya, kau ini jeongmal. Bagaimana lagi, aku akan mencoba menghubunginya dengan mengirim pesan ke blog-nya. Setahuku, dia mengirim komentar atau pesan ke blog kita selalu di akhir pekan. Geuraeseo, aku akan mengirimkan pesan ke blog-nya 2 hari sebelum itu. Eottae?”. Saranku lalu melihat kearah mereka secara bergantian.

“Hhhmm.. bagaimana Hyeong akan menemuinya? Seluruh penduduk Korea tahu siapa Kim Jonghyun. Maksudku, Hyeong harus bisa menyembunyikan rambut blonde-mu dan membuat wajah Hyeong tidak terlihat”. Sahut Key yang dibalas dengan anggukan kepala oleh member SHINee lainnya.

“Ne, dangyeonhaji. Aku sudah memikirkan itu, kalian tenang saja”.

Reika P.O.V

“Hhuuuuffft~!”. Aku menghempaskan tubuhku ke kursi belajarku sembari menghembuskan nafas panjang untuk menghilangkan rasa penat yang seharian ini menajalar di seluruh badanku. Perhatianku lalu beralih pada laptop putihku yang terbuka di hadapanku, akupun menekan tombol power untuk menyalakannya. Aku ingin memposting beberapa photo yang kuambil di beberapa tempat indah di Seoul yang sudah ku kunjungi selama 3 minggu terakhir di blog pribadiku.

“O, ada pesan. Dari siapa ini?”. Pandanganku kini terpusat pada notifikasi blog yang muncul dari pojok kanan atas tampilan blog-ku, dengan santai aku mengarahkan kursor untuk membuka pesan itu dan seketika mataku terbelalak ketika membaca pengirim pesan itu.

“Eh? Jonghyun SHINee?”. Gumamku pelan seraya mulai membaca pesan yang dikirimkannya.

“Reika’ya~, annyeong~! Jonghyun Oppa inde, hehehe. Kau pasti sudah tahu kalau ini Oppa bukan? Jeongmal mianhae, baru bisa membalas komentarmu 3 minggu setelah kau mengirimkannya. Hey hey, bukan karena sibuk geunde.. kau tahu kan bagaimana rasanya menghadapi 3 bocah hyperactive dan 1 namja tua ketika mereka heboh, Oppa benar – benar mau gila karena tingkah laku mereka. Hahahaha! Ah ne, kau pasti sekarang sudah berada di Seoul geureohji? Ehhmm.. sebenarnya kami berlima memikirkan bagaimana cara agar bisa bertemu denganmu agar tidak harus membahayakan nyawamu (Aigoo, kalimatku berlebihan sekali, haha). Geuraeseo, intinya saja.. kau.. bersedia bertemu dengan kami..? Ehm, kami berlima tidak akan secara langsung menemuimu ke kampus. Kami tidak ingin kau mati konyol karena menjadi buronan mahasiswi disana gara-gara kehadiran kami yang ingin mencarimu, biar Oppa sendirian terlebih dulu menemuimu. Kau boleh menentukan tempatnya dimanapun kau suka. Geureom, Reika.. begitu kau membaca pesan ini Oppa mohon kau langsung membalasnya, ne? Jebal.. Oppa sudah men-setting di smartphone Oppa agar hanya notifikasi dari kau yang masuk. Balas, ne? Annyeong~ ^^”.

Aku hanya bisa terdiam saat selesai membaca semua isi pesan yang dikirimkan oleh seorang Jonghyun SHINee. Ya, memang ini bukan yang pertama kali aku mendapat pesan darinya. Boleh di bilang aku lumayan sering bertegur sapa dengannya melalui blog, meski tidak semua pesan atau komentarku yang bisa ia balas.

‘Eodi? Kenapa harus aku yang menentukan tempatnya? Hhhh’. Gumamku sambil menggaruk kepala bingung. ‘Kalau di tempat itu.. eottae? Apa tidak berbahaya untuknya datang kesana?’. Gumamku lagi. ‘Geurae, aku pilih disana saja’.

***

Pagi itu pandanganku tidak pernah lepas untuk melihat kearah ponsel yang ada di genggamanku, aku sedang menunggu sebuah pesan balasan. Ya, pesan balasan dari Reika. Untuk pertama kalinya dalam sepanjang perjalanan hidup aku merasa sangat gugup saat sekedar menunggu sebuah pesan balasan.

“Santai saja, Jjong. Kau bilang biasanya dia memeriksa blog di setiap akhir pekan geureohji? Akhir pekan itu masih besok Jjong~”. Onew Hyeong yang ternyata sedari tadi memerhatikan gerak – gerikku pada saat latihan dance di studio akhirnya buka suara.

“Ne, maja Hyeong. Hyeong bahkan latihan untuk gerakan baru dance kita tanpa melepas ponsel itu dari genggaman, aigoo~”. Sahut Key ikut mengomentari tapi tidak aku respon.

“Dddrrrrt~~!!!”. Tiba – tiba ponselku bergetar, dan pada saat aku baca notifikasi yang muncul di touchscreen ponselku ternyata itu adalah pesan balasan dari Reika.

“O~!!! Watta watta watta~!!! Dia membalas pesan yang kukirimkan kemarin~!!!”. Seruku yang langsung mendapat respon cepat dari ke empat member SHINee lainnya yang saat itu langsung menghambur mengerumungiku.

“Jinjja??? Eodi eodi eodi??? Apa katanya Hyeong~??!!!”. Tanya Minho yang langsung mengambil posisi tepat di sebelahku.

“Aigoo~, aku juga ikut gugup”. Sahut Taemin yang merayap – merayap di lantai mendatangiku.

“Ne Jonghyunie Oppa, annyeong. Oppa, jujur saja pesan yang Oppa kirimkan benar – benar membuatku seketika terdiam seperti patung, Oppa.. ani maksudku kalian semua mengajakku untuk saling bertemu?Membuatku sempat berpikir bahwa tadinya aku sedang bermimpi, hahahaha! Sepertinya kalimat itu terlalu berlebihan untukku. Geureom, jika Oppa tidak sibuk.. besok pagi sekitar jam pukul 10.00 aku akan ada di taman sungai Han – Yeouido. Ne, aku suka datang kesana di setiap akhir pekan untuk sekedar duduk santai sambil bermain dengan gitar kesayanganku. Geunde, jika Oppa tidak bisa kesana gwaenchanha. Tidak usah dipaksakan, karena meski besok itu kita tidak bisa bertemu aku memang akan tetap berada disana. Geureom, untuk tawaran kalian bertemu  jeongmal gomawoyo”.

“Temui dia. Kau wajib menemuinya, Hyeong~!!!! Tidak perduli besok itu Hyeong ada jadwal atau tidak, atau kalau perlu batalkan saja jadwal Hyeong. Saat ini eorin yeoja itu lebih penting daripada segudang jadwal kita yang menakutkan itu~!!!”. Key langsung menyambar begitu aku selesai membacakan pesan dari Reika. Ya, adalah sebuah kebodohan jika aku tidak menemuinya, aku pasti menemui gadis itu.

“Dangyeonhaji~, tidak perlu kau beritahu aku memang akan menemuinya akhir pekan itu Key”. Sahutku seraya tersenyum dan mengacak rambutnya.

“Bagaimana tampak seorang Reika Noona itu ya Hyeong? Aku benar – benar penasaran, apa saat melihatku nanti ia akan menganggapku masih seperti seorang bocah kecil seperti fans – fans yang lain? Aigoo~, aku jadi tambah penasaran”. Lanjut Taemin sambil menggoyang – goyangkan kakinya menepuk lantai.

“Dia sangat manis Taemin’ah”. Jawabku singkat sembari mengusap puncak kepalanya.

“O~, Hyeong pernah melihatnya dimana?”. Tanya Minho dengan tampang polos yang membuatku terkekeh.

“Dari photo yang di uploadnya ke blog pribadinya, hahahaha~!”.

“Eomeo~, kau bahkan sudah pernah mengunjungi blog pribadinya, Jjong”. Respon Onew Hyeong sambil melahap sebungkus keripik kentang yang ada di tangannya.

“Geureom, kalau begitu aku harus mempersiapkan semuanya. Aku harus menyamar dengan sangat baik agar kedatanganku kesana tidak diketahui oleh netizen, dan agar bisa membuat eorin yeoja itu aman tentu saja”.

Pagi ini aku menyusuri jalan taman di samping sungai Han sambil menikmati keindahan sungai Han yang terhampar begitu luas, sudah sangat lama aku tidak berjalan santai seperti ini tanpa harus takut akan ada netizen yang mengetahuiku. Ya, menurutku penyamaranku saat ini sudah sempurna. Aku mengenakan kemeja berwarna biru ke abu-abuan, topi bundar dari sulaman rotan, celana jeans ketat berwarna hitam, dan untuk alas kaki aku menggunakan sneakers sampai menutupi mata kakiku dengan sol yang agak tinggi. Ya, sebagai namja aku masih tidak ingin terlihat pendek dimatanya. Sesuai dengan pesan yang di kirimkan Reika kemarin ia akan berada disini sekitar pukul 10.00, tapi aku sudah berada disini dari 1 jam yang lalu. Entahlah, aku tidak ingin menjadi namja yang tidak tepat waktu untuknya.

Langkahku kemudian terhenti tatkala mataku menemukan sosok eorin yeoja yang menurutku.. manis. Yeoja itu nampak terlihat duduk dengan santai di salah satu kursi yang ada ditaman itu sambil menatap kearah sungai Han dan “memainkan gitar”.

“Apa yeoja itu adalah dia?” pikirku dalam hati. Dengan perlahan aku melangkahkan kakiku untuk berjalan kearahnya namun beberapa saat kemudian langkahku terhenti saat aku melihatnya akan melakukan sesuatu, “Sepertinya.. dia ingin, menyanyi?”.

(Please play this audio, then after that you can continue to read this fanfic ^^)

“Neomu yeppeo~. Jarhaesseo~”. Spontan aku langsung memujinya sambil bertepuk tangan dan tersenyum begitu ia menyelesaikan lagu yang dinyanyikannya, dan ia meresponku dengan langsung terkejut dan berdiri.

“Eomeo~! Nu.. nuguseyo?”.

“Eomeo~! Nu.. nuguseyo?”.

Sosoknya yang lumayan tinggi, berwajah manis, rambut panjang sedada, memakai topi bundar lucu berwarna hitam, kaos santai berwarna merah, celana jeans yang lumayan membentuk kakinya yang jenjang yang berhiaskan boots hitam sampai diatas mata kakinya itu menatapku dengan tatapan yang menampakkan bahwa ia sedikit takut dengan kedatanganku yang terkesan tiba – tiba. Ya, wajar saja ia memberi respon seperti itu, karena dari awal ia tidak menyadari bahwa aku sudah berdiri tidak jauh darinya yang duduk saat masih bernyanyi.

“Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu”. Sahutku tersenyum hangat dan mencoba berjalan perlahan mendekatinya. “Sepertinya penyamaranku sudah sempurna, bahkan kau saja tidak bisa mengenaliku.. Reika Ssi”.

“Ne? Geunde.. jamsimanyo, Oppa nuguseyo?”. Tanyanya bingung dan sedikit melangkah mundur saat aku mulai dekat padanya.

“Jangan takut begitu, aku bukan seorang nappeun namja”. Jawabku lagi dengan tersenyum yang dibalasnya dengan sebuah kerutan samar di keningnya.

“Kau akan segera mengenaliku Reika, aku akan memberitahumu melalui suaraku”. Sahutku yang kini sudah berdiri tepat disampingnya.

“Ne? Mworagoyo?”. Tanyanya menatapku bingung.

“Boleh aku meminjam gitarmu? Aku akan menyanyikan satu lagu ciptaanku sendiri”. Ucapku santai seraya tersenyum dan perlahan menyodorkan tanganku untuk memintanya menyerahkan gitar yang masih dipegangnya. Ia yang nampak sudah tidak terlalu takut padaku pun akhirnya menyerahkan gitarnya lalu mengikutiku untuk duduk di kursi yang ada di dekat kami.

“Aku harap setelah ini kau akan mengenaliku, Reika”. Ucapku tersenyum hangat dan mulai memetik senar gitarnya yang sudah ter steam indah.

(Please play this audio, then after that you can continue to read this fanfic ^^)

Aku kembali menatapnya seraya tersenyum sumringah sesaat seletah menyanyikan penggalan dari lirik lagu SHINee yang aku ciptakan sendiri. Kulihat dia yang awalnya masih menatapku dengan tatapan yang agak takut sedikit demi sedikit berubah menjadi sangat santai dan pada akhirnya ia memberikan senyuman kecilnya padaku.

“Eottae? Kau masih takut dengan.. Oppa?”, Tanyaku tersenyum.

“Jong.. Jonghyunie.. Oppa? Jonghyunie Oppa?”. Tanyanya meyakinkan.

“Ne, maja. Ige Jonghyunie Oppa yeyo~”. Sahutku dengan ceria. “Aigoo~, bangapta Reika’ya~!!!”. Aku mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan.

“Ne~, mannaseo bangawoyo Jonghyunie Oppa~”. Sahutnya menyambut uluran tanganku dengan sangat bersahabat. “Aigoo~, aku tidak mengenali Oppa dari awal. Apa tadi aku terlihat sangat pabo? Aigoo~”. Keluhnya yang terlihat begitu lucu dimataku dan membuatku langsung terkekeh dan tanganku reflek mencubit ringan pipinya.

“Hahahaha~, gwiyeowo”. Sahutku memperlihatkan gigiku yang tersusun rapi. “Gwaenchanha, kau belum lama tinggal di Seoul geureohji? Wajar saja kalau kau masih merasa was – was bertemu dengan orang yang belum kau kenal”.

“Geunde~, Reika’ya..”.

“Ne, Oppa?”.

“Kau tidak ingin berteriak saat bertemu dengan Oppa? Kalau kau memang ingin berteriak, gwaenchanha. Oppa akan mengizinkannya, hahahaha!”. Ucapku berkata asal agar aku bisa dengan cepat mengakrabkan diri, dan agar ia tidak merasa canggung padaku.

“Mwo? Ahahahahaha~!!! Geuge, jega wae geureya haneundeyo? Oppa ada – ada saja”. Balasnya yang juga tertawa geli. “Lagipula apa harus mengekspresikan perasaan kita saat bertemu seorang idol dengan sebuah teriakan?”. Gumamnya tersenyum manis.

“Ne, maja. Kau benar, kita tidak harus berteriak sampai suara serak pada saat melihat idola kita”. Sahutku tersenyum menatapnya. “Geunde Reika, tidak usah terlalu formal begitu, santai saja dengan Oppa-mu ini arattji?”. Sahutku ramah seraya tersenyum.

Oppa-ku?”. Tanyanya memiringkan kepala.

“Ne, anggap saja sekarang Oppa adalah Oppa-mu. Jadi kapanpun kau akan kembali kemari, kau bisa menghubungi Oppa tanpa harus merasa canggung”. Sahutku santai yang dibalasnya hanya dengan beberapa kali kerjapan mata.

“Hey, bahkan Oppa dan 3 bocah geurigo 1 namja tua itu sudah menyusun rencana untuk membawamu pergi berkeliling untuk menikmati indahnya negeri gingseng ini. Anggap saja ini adalah jasa travel limited edition SHINee yang hanya di berikan secara gratis untuk satu orang yang beruntung, hehehe”. Sahutku lagi seraya tersenyum.

“Namja tua? Maksud Oppa, Onew Oppa?”. Tanyanya dengan nada santai sambil terkekeh kecil.

“Ne, memangnya siapa lagi yang tua diantara kami berlima? Hahahaha”. Balasku seraya tertawa bersamaan dengannya.  “Geunde, kembali ke awal tadi.. suaramu memang bagus Reika. Oppa merasa sangat beruntung bisa mendengarkanmu bernyanyi seperti tadi”. Ucapku tersenyum seraya menepuk bahunya perlahan.

“Jinjja? Gomawo Oppa”. Balasnya tersenyum.

“Geureom, kau sudah menikmati achim siksa-mu belum?”. Tanyaku sembari memasukkan gitarnya kedalam tas gitar yang terletak disampingku.

“Ajik. Oppa neun?”. Jawabnya singkat.

“Oppa do ajik anmeogeo. Geureom, gatchi meogeo, eottae? Oppa tahu dimana tempat kedai pancake yang lezat”. Tawarku seraya tersenyum dengan memperlihatkan sederet gigiku yang rapi padanya.

“Ne? Apa tidak apa – apa? Aku dengan Oppa, sarapan bersama? Aku khawatir kalau nanti Oppa akan jadi buruan netizen kalau..”.

“Kokjeong hajima~, apa kau tidak sadar kita sudah seperti anak kembar? Hahaha! Bahkan kita memakai topi dengan bentuk yang hampir serupa, bedanya hanya topi Oppa ini terbuat dari anyaman rotan. Orang – orang akan mengira kalau Oppa ini memang Oppa-mu”. Aku memotong ucapannya seraya mengedipkan sebelah mataku. “Geureom, kaja~!!!”. Tanpa ragu aku menarik tangannya sembari mengangkat gitarnya di tanganku yang bebas.

“Jamsimanyo Oppa, apa tidak apa – apa kalau Oppa yang membawa gitarku itu? Biar aku saja Oppa”. Sahutnya polos ketika melihatku membawakan gitarnya.

“Gwaenchanha Reika agashi~, Oppa do namja inde~. Oppa tidak ingin terlihat seperti nappeun namja kalau membiarkanmu yang notabanenya adalah seorang eorin yeoja membawa gitar besar ini sendirian sementara Oppa adalah seorang namja dan Oppa berjalan bersamamu”. Paparku tersenyum sambil terus berjalan tanpa melepaskan tangannya, dan ia membalasku dengan sebuah senyuman kecil yang kuartikan sebagai persetujuan.

“Geureom Reika agashi, kita sudah bisa pergi makan? Perut Oppa sudah konser~”. Ucapku dengan nada manja.

“Hehehehe, ne Oppa”. Sahutnya tersenyum.

“Silakan naik tuan putri”. Ucapku ceria saat membukakan pintu mobil untuknya.

“Whaa, jeongmal gomapseumnida~”. Sahutnya tersenyum seraya menundukkan setengah badannya.

“Cheonmane~”. Balasku mengedipkan mata. “Percaya atau tidak tapi kau adalah shawol yeoja pertama yang berhasil menumpang di mobil Oppa. hahaha!”. Sahutku asal dan dibalasnya dengan terkekeh kecil.

Dalam perjalan menuju kedai pancake kulihat ia nampak memandang keluar jendela sambil sesekali tersenyum kecil, “gadis ini lumayan manis juga” gumamku dalam hati.

“Reika..”.

“Ne?”. Sahutnya memalingkan kepala untuk menatapku.

“Seoul’e daehae eotteohke saenggakhae? Apa pendapatmu tentang Seoul?”. Tanyaku untuk memecah keheningan di mobil.

“Ehhm.. Areumdapgo”. Jawabnya singkat seraya tersenyum. “Aku suka kota ini, nyaman dan bersih”.

“Jinjja? Baguslah kalau kau nyaman berada disini. Oh ne! Ngomong – ngomong bahasa Korea mu sangat bagus Reika’ya, Oppa bahkan sempat lupa bahwa kau adalah orang Indonesia, hahaha!”. Sahutku menatapnya sekilas kemudian kembali fokus untuk mengemudi.

“Gomawoyo~ Oppa. Sepertinya daritadi Oppa selalu membagi pujian untukku, hehehe! Baiklah, aku ingin skor kita seimbang, Oppa hari ini sangat tampan”. Celetuknya sembari memperlihatkan tampangnya yang lucu, membuatku seketika langsung tertawa lepas.

“Tenang saja dongsaeng’ah~, untuk sarapan ini Oppa yang akan mentraktirmu. Hahahaha!”. Balasku seraya mencubit pipinya usil.

“Aigoo~, ternyata seorang Jonghyun SHINee benar – benar menyukai skinship, haha!”. Sahutnya memiringkan kepala dan menjulurkan sedikit lidah.

“Hahahahaha~! Dangyeonhaji~”.

“Eottae? Masisseo?”. Tanyaku saat kami sedang menikmati sarapan dengan menu pancake manis lengkap dengan saus caramel.

“Ne. Jinjja masitta. Oppa jeongmal gomawo~”. Sahutnya sambil menikmati pancake dihadapannya.

“Setelah ini kau ingin kemana Reika?”. Tanyaku seraya menyeruput secangkir kopi yang ku pesan.

“Biasanya aku langsung pulang, aku belum terlalu hafal dengan jalan di Seoul. Geuraeseo aku belum terlalu berani untuk jalan – jalan sendirian, kalau aku nekat nanti Sachon Oppa ku akan marah”. Tukasnya sambil mengelap mulutnya dengan tissue.

“O, jadi kau tinggal disini dengan kakak sepupumu?”. Tanyaku lagi.

“Ne, kebetulan Sachon Oppa ku pernah tinggal di Seoul selama 1 tahun karena pekerjaannya. Jadi Appa-ku memintanya menemaniku selama aku mengikuti summer class disini”.

“Aa~, arasseo. Geureom, hari apa kau ada jadwal kosong? Rasanya akan menarik kalau kita berenam bertamasya bersama, geureohji?”. Seketika ia menghentikan aktivitasnya menyantap sarapan begitu mendengar tawaranku, ia langsung mengangkat wajahnya menatapku dan langsung kubalas dengan senyum hangat. “Eottae? Kau.. bersedia, kan? Ini pasti akan menarik Reika”.

“Ani, geuge.. apa kalian tidak sibuk? Tidak usah Oppa, gwaenchanha. Aku tidak ingin memadatkan jadwal kalian”. Tolaknya halus sambil melambaikan tangannya.

“Kau sama sekali tidak merepotkan kami, kami senang bisa menemuimu”. Sahutku tersenyum. “Mereka berempat itu sangat penasaran denganmu Reika, terutama Minho dan Taemin. Si tiang listrik Minho itu bahkan dengan penuh percaya diri berkata bahwa dia yang akan paling cepat akrab denganmu, mengingat kau pernah bilang kalau anak itu adalah bias utamamu”.

“Hahaha, jinjja? Sebenarnya aku daritadi berpikir, apakah pantas untuk yeoja biasa sepertiku bertemu dengan kalian”. Gumamnya menundukkan kepala dan tersenyum kecil.

“Dangyeonhaji~, kenapa kau harus berpikir begitu? Kami semua senang dengan karakter eorin yeoja sepertimu Reika”. Jawabku seraya tersenyum manis. “Bahkan Taemin berkata dengan Oppa kalau ia ingin menunjukkan keahliannya memainkan piano padamu”.

“O, jinjja? Geureom, aku merasa sangat tersanjung. Jeongmal gomawo”. Sahutnya tersenyum. “Ehhm.. Jadwal summer class itu dari hari selasa hingga jum’at, geuraeseo aku libur di hari senin, sabtu dan minggu”.

“Geurae? Arasseo, besok pagi kami berlima akan menjemputmu. Dan Oppa ingin tidak ada penolakan dengan alasan apapun, arattji? Sekarang habiskan pancake-mu, setelah itu Oppa akan mengantarmu pulang”. Sahutku ceria dan dibalasnya dengan senyuman.

***

Jonghyun P.O.V

“Na wasseo~”. Aku menutup pintu dorm sesaat aku masuk dan melepaskan sepatuku. Aku baru saja kembali dari menemui Reika.

“O~! Jonghyunie Hyeong wasseo~!!! Hyeong~~~~!!! Minho Hyeong~!!! Onew Hyeong~!!! Key Hyeong~!!! Ppalli ppalli palli~!!!”. Teriakan Taemin itu lantas langsung membuat 3 namja lainnya langsung menggerumbungiku yang baru saja duduk di ruang tengah.

“Ya Tuhan kalian ini kenapa? Sepenasaran itukah kalian untuk mendengarkan ceritaku anak – anak?”. Responku usil sambil terkekeh.

“Eottae eottae???”.

“Bagaimana tampaknya dia Hyeong???”.

“Apa dia histeris saat Hyeong menemuinya?”.

“Apa saja yang kalian bicarakan saat bertemu Jjong???”.

Taemin, Minho, Key dan Onew Hyeong langsung menghujaniku dengan pertanyaan, sangat jelas sekali bahwa mereka sangat menunggu – menunggu ceritaku. Kelakuan mereka berempat itu lantas membuatku langsung terkekeh.

“Hahahaha~! Arasseo arasseo, aku akan bercerita. Dia manis dan merupakan anak yang baik, dan seperti yang pernah aku katakan.. dia itu berbeda”. Sahutku.

“Berbeda bagaimana maksudmu Hyeong? Ya~, kalau bercerita jangan setengah – setengah Hyeong~”. Timpal Key tak sabar.

“Kau lihat saja video yang kuambil saat aku melihatnya di taman sungai Han. Kalian akan tahu apa maksudku”. Aku menyerahkan smartphone-ku pada Onew Hyeong yang saat itu berjarak paling dekat denganku, dan sesaat setelah aku menyerahkannya mereka semua langsung menghambur untuk menonton video yang ku maksudkan.

“Eottae? Menurut kalian dia berbeda tidak?”. Tanyaku selang beberapa menit ketika mereka tengah menonton video Reika yang ku rekam diam – diam.

“Yeppeo”. Respon mereka bersamaan dengan pandangan yang tetap tertuju pada video itu.

“Geurae, kali ini aku 100% yakin dengan apa yang diucapkan Jonghyunie Hyeong”. Sahut Taemin yang kulihat wajahnya nampak antusias.

“Geuraeseo, kalian bersedia besok untuk menjadi tour guide pribadinya? Aku bilang kalau besok kita akan menjemputnya untuk mengajaknya berkeliling di Seoul”. Sahutku sumringah sambil memperlihatkan sederet gigiku yang rapi.

“Dangyeonhaji~. Aku sangat ingin bertemu dengannya Hyeong, aku tidak ingin menjadi namja pabo karena menolak kesempatan bagus ini”. Sahut Minho cepat yang langsung membuatku terkekeh geli.

“Ne, maja. Tentu saja kami mau”. Sahut Onew Hyeong yang di lengkapi dengan anggukan kepala dari Key yang langsung ku balas dengan senyuman.

“Arasseo. Kalau begitu besok kita berlima akan menjemput sang gadis dan membawanya menikmati musim panas yang tidak terlupakan di Seoul”.

Author P.O.V

“Joheun Achim~~!!! Annyeonghaseyo, bitnaneun SHINee imnida~!!! Hahahaha!”. Di minggu pagi musim panas Seoul yang cerah, Reika di buat terkejut akan kehadiran lima namja tampan yang merupakan idolanya yaitu SHINee. Ya, setelah pertemuan pertama Reika dengan Jonghyun sabtu kemarin di taman sungai Han, secara tidak langsung membawa Reika dapat bercengkrama lebih dekat dengan idolanya itu.

“Eomeo~! Ahahaha! Kalian mengejutkanku, geunde.. Jonghyun Oppa bilang kita akan pergi jam 11 bukan? Sekarang ini baru jam 9 pagi, dan terus terang aku belum mandi”. Sambut Reika yang terkejut saat membukakan pintu apartemen sepupunya seraya mempersilahkan kelima namja tampan itu masuk. “Geureom, ayo masuk dulu. Maaf rumah seadanya”.

“Ya~, ini bahkan 1000 kali lebih rapi daripada dorm kami”. Ceteluk Key yang langsung merespon Reika dengan cepat. “Aku yakin Reika, kalau kau berkunjung ke dorm kami dalam 5 menit kau sudah minta diantarkan pulang”. Sambung Key dengan nadanya yang cuek namun masih diselingi dengan tawa untuk mengakrabkan diri dengan Reika.

“Jinjja? Key Oppa bisa saja”. Sahut Reika santai sambil terkekeh. “Oppa~, ada.. ehm.. bagaimana aku mengatakannya ya?” gumam Reika sambil menggarukkan kepala. “Geuge, SHINee membeodeul wasseo~”.

“Mwo? SHINee~?! Jinjja~?!”. Sahut kakak sepupu Reika yang sedikit berteriak dari kamarnya dan langsung keluar menuju ruang tamu. “Aigoo~, ternyata Reika benar – benar tidak berbohong saat bercerita di makan malam kemarin”. Mata kakak sepupu laki – laki Reika langsung terbelalak dan mulutnya terbuka begitu melihat boyband besar di negeri gingseng itu tengah duduk dengan santai di ruang tamunya yang lumayan besar itu.

“Annyeong Kendy Hyeong~. Reika sudah bercerita tentang Hyeong padaku”. Sapa Jonghyun dengan ramah yang seraya menundukkan kepalanya dan tersenyum di ikuti dengan member SHINee lainnya. “Geurigo Hyeong, Reika itu eorin yeoja yang baik. Geuraeseo aku rasa dia tidak mungkin berbohong dengan Hyeong, hahaha!”. Sambung Jonghyun merespon keterkejutan Kendy.

“Ah, geuge.. ahahahaha! Ne maja maja”. Respon Kendy sedikit terbata yang kemudian di ikuti dengan tawa dari mereka semua yang terngah berkumpul di dalam ruang tamu yang besar itu.

“Geunde.. aku belum mandi, SHINee deul? Jonghyunie Oppa marhaesseo, uri..”.

“Gwaenchanha Reika, kami akan menunggumu untuk berdandan sampai kau cantik dan siap untuk berkencan dengan kami”. Goda Minho spontan yang langsung mendapat respon dari member SHINee yang lain.

“Ya~, Choi Minho~, mworago haneun geoya?! Eiissh, gombal sekali kau begitu melihat seorang eorin yeoja”. Cetus Key menjitak ringan kepala Minho.

“Ya, Choi Minho. Jangan macam – macam dengan anak gadis orang atau kau akan mati”. Ancam Jonghyun yang langsung membelalakkan matanya menatap Minho sedang Onew hanya menyenggol tangan Minho untuk menegur.

“O~! Ada piano, Eeerrr.. Reika Noona, apa Noona mau melihatku bermain piano untukmu? Ayo kita bermain~”. Seru Taemin dengan polosnya.

“Aigoo~, Taemin’a~, dongsaeng’a.. jangan mempermalukan Hyeongdeul-mu dirumah orang~”. Seru mereka berempat yang membuat Reika dan Kendy hanya terkekeh melihat kekonyolan di depan mereka.

“Ehm, Reika Ssi.. sebaiknya kau mandi sekarang sebelum anak kecil ini mempersulit keadaan”. Sahut Onew menampakkan Onew Sangtae-nya yang langsung membuat Reika tertawa geli.

“Hahahaha~! Arasseoyo. Geureom, jeokeuman gidaryeo~”.

Satu jam kemudian, Reika sudah siap untuk pergi bersama dengan SHINee. Dengan mini dress selututnya yang santai berwarna hijau cerah, rambut sedada yang dibiarkannya terurai, dan sepasang sepatu flat berwarna senada dengan dress yang ia kenakan nampak penampilannya terlihat segar untuk menikmati musim panas di Seoul.

“Haesseoyo. Uri jigeum kaja?”. Ucap Reika yang kembali mendatangi para member SHINee yang menunggunya di ruang tamu ditemani oleh Kendy, kakak sepupunya.

“Eomeo~, gwiyeopta”. Gumam Minho yang membuat Reika menjadi sedikit kikuk.

“O, ne~. Gamsahamnida~”. Sahut Reika sekenanya.

“Minho’ya, kalau kau sampai membuatnya merasa tidak betah maka aku tidak akan segan – segan melemparmu ke pinggir jalan”. Ancam Jonghyun sembari berdiri dan diikuti oleh member lain, ucapan Jonghyun itu kembali membuat Reika dan kakak sepupunya terkekeh.

“Dek, idola kamu ini ternyata heboh ya. hihii”. Bisik kakak sepupunya itu yang dib alas Reika dengan tertawa kecil.

“Geureom Kendy Hyeong, kami meminta izin untuk membawa Reika jalan – jalan”. Ucap Onew selaku member tertua di SHINee meminta izin. “Kami akan menjaganya dengan baik”.

“Ne ne ne, josimhaseyo~”. Sahut Kendy ramah seraya mengantarkan mereka ke pintu.

Author V.O.P

Lima namja tampan dan satu eorin yeoja asal Indonesia itu nampak gembira menikmati tamasya mereka mengelilingi Seoul. Mereka juga nampak mengambil photo bersama untuk kenang – kenangan mereka selama bertamasya bersama mengelilingi Lotte World yang merupakan taman bermain indoor terbesar dan termegah di dunia yang tercatat dalam Guinness Book of World Record. Lotte World ini bertempat di jantung kota Seoul, dan sangat banyak turis dari berbagai negara bertandang kesana.

Mereka benar – benar memanfaatkan waktu kebersamaan mereka dengan mencoba seluruh wahana bermain yang ada di taman bermain indoor 4 lantai itu. Mereka juga berjalan – jalan mengelilingi di taman bermain outdoor bernama Magic Island yang ada di depan Lotte World. Di kelilingi oleh danau Seokchonhosu, Magic Island merupakan sebuah pulau buatan yang dihubungkan dengan jalur monorel. Mereka juga bermain disekitaran Magic Castle yang berdiri megah di pulau buatan itu. Mereka juga tidak melewatkan dua wahana favorit yang ada disana yaitu Gryo Drop yang merupakan sebuah wahana dimana para pengunjung bisa merasakan sensasi menarik saat terjun bebas dari ketinggian 70 meter dan Gryo Swing yang merupakan wahana dimana para pengunjung dapat merasakan sensasi unik berada di dalam tornado.

Setelah puas bermain di Lotte World, mereka kemudian beralih untuk mengunjungi lima istana yang ada di Seoul. Istana pertama yang mereka kunjungi adalah istana Gyeongbokgong yang merupakan istana terbesar dan tertua di Seoul yang berdiri sejak tahun 1395. Berlanjut ke istana kedua yang mereka kunjungi yaitu istana Changdeokgung yang merupakan istana kedua yang bangun setelah istana Gyeongbokgong. Reika nampak begitu tertarik dengan arsitektur istana ini, beberapa kali ia terlihat mengambil gambar istana itu melalui kamera DSLR yang dibawanya.

“Oppa~, kapan istana ini dibangun?”. Tanya Reika santai sambil melihat – lihat ke sekeliling istana.

“Jamsimanyo Noona~, geuge.. Noona bertanya dengan Oppa yang mana? Ada 4 orang Oppa disini, hehehe”. Sahut Taemin dengan tampangnya yang begitu menggemaskan dan membuat semua yang mendengarnya tertawa.

“Ahahahaha~, aigoo ne ne. Noona bertanya dengan siapa saja dari mereka yang bisa menjawab pertanyaan tadi”. Balas Reika tertawa.

“Biar Key Oppa saja yang menjawabkannya untukmu Reika”. Respon Key yang memajukan langkahnya mendekati Reika, Minho yang melihat itu pun langsung menyambar.

“Ya ya ya~! Kenapa harus kau Kibeom?! Biar Minho Oppa saja, ne? Istana ini dibangun pada tahun 1405. Kau tahu, istana ini terdaftar sebagai bagunan paling bersejarah dalam UNESCO World Heritage karena merupakan istana utama dan salah satu istana yang paling terpelihara dari dinasti Joseon. Geurigo..”.

“Jamsiman~! Minho’ya~, sejak kapan kau berubah jadi ahli sejarah begitu?”. Potong Jonghyun yang sedari tadi membuka mulutnya saat Minho memberi penejalasan tentang istana pada Reika.

“Hoksi~, kau tadi sengaja membrowsing dulu sebelum kita sampai kemari?”. Timpal Key memberikan tatapan yang menginterogasi dan membuat yang lain terkekeh sedangkan Minho hanya bisa menundukkan kepalanya malu.

“Hehehe.. Gwaenchanha, lagipula aku senang mendengar paparan dari Minho Oppa tadi. Oppa mau melanjutkannya untukku?”. Pinta Reika tersenyum pada Minho yang langsung disambutnya dengan senyum sumringah.

“Dangyeonghaji..”. Minho pun kembali menjelaskan semua yang diketahuinya tentang sejarah istana yang mereka kunjungi. Onew pun terkadang ikut membantu untuk sejarah – sejarah 3 istana lainnya seperti Changgyeonggung, Deoksugung, dan Gyeonghuigung.

Setelah menikmati wisata sejarah Korea mereka lalu mengajak Reika untuk melakukan hal yang sangat disukai para yeoja di dunia yaitu shopping. Mulai dari ke Insa-dong, dongdaemun, hingga di malam hari mereka berkeliling di Myeong-dong untuk berbelanja beberapa aksesoris unik yang terdapat disana, bahkan Key dengan ide cemerlangnya sempat menarik Reika untuk masuk ke salah satu toko kosmetik terkenal disana yaitu Etude House. Hingga pada saat Jonghyun tanpa sengaja melihat langit malam Seoul yang berhiaskan hamparan bintang yang indah saat mereka tengah berjalan di sekitar  Myeong-dong, dengan spontan Jonghyun langsung membawa mereka untuk beralih dari sana menuju Namsan Tower. Ya, salah satu tempat romantis Korea dan merupakan tempat yang memang akan selalu diingat oleh oleh namja romantis seperti Jonghyun.

“Reika, kau tidak keberatan bukan kalau acara shopping-mu Oppa potong untuk pergi ke Namsan Tower? Oppa ingin menunjukkan wajah Seoul pada saat malam hari untukmu, kau pasti akan sangat suka Reika”. Ucap Jonghyun dengan senyum hangat pada saat mereka tengah dalam perjalanan. Tanpa sengaja perlahan tangan kiri Jonghyun mengusap kepala Reika yang kebetulan saat itu duduk tepat disamping kirinya.

“Ne Oppa, dangyeonhaji. Lagipula aku memang belum sempat kesana, aku sering melihat tempat itu di drama – drama yang kulihat di tivi. Dan aku lihat tempat itu memang sangat cantik juga romantis, aku selalu berharap suatu saat bisa menginjakkan kakiku kesana dengan orang yang kusuka lalu menggantungkan gembok di pagar cinta yang ada dipuncak menara itu”. Sahut Reika tersenyum sambil melihat keluar jendela.

“Geureom, kau akan melakukan semua yang kau inginkan itu malam ini Reika. Kau ingin datang kesana dengan orang yang kau suka, dan kami berlima termasuk orang yang suka geureohji? Hahahaha”. Ucap Jonghyun yang membuat semua tertawa lepas tak terkecuali Reika.

“Areumdawo~”. Reika nampak tertegun ketika memandang wajah cantik Seoul di malam hari dari atas menara Namsan bersama dengan member SHINee. Reika tidak bisa menyembunyikan kekaguman dari wajahnya ketika melihat pemandangan yang begitu memanjakan matanya itu.

“Reika, ayo kita pasang enam gembok ini bersama”. Sesaat kemudian Jonghyun berbaur pada mereka dengan membawa enam buah gembok berukuran sedang dikedua tangannya. “Konon jika ada yang memasang gembok ini dan menorehkan nama di atas gembok itu lalu menguncinya, maka cinta mereka akan sekuat gembok yang terpasang disini”. Ucap Jonghyun tersenyum hangat memandang Reika yang juga tersenyum padanya.

“Aigoo~, Jonghyunie Hyeong.. Hyeong memang benar – benar nomor satu untuk urusan romantis seperti ini”. Celetuk Key dengan cuek yang membuat yang lainnya terkekeh.

“Geuge.. SHINee deul~, untuk semua ini.. Jeongmal Gamsahamnida”. Ucap Reika yang tanpa sengaja meneteskan air mata dan langsung dihapusnya dengan jemarinya.

“Hhhmm.. Reika, izinkan Oppa memelukmu”. Tanpa ragu Jonghyun langsung menarik perlahan Reika kedalam pelukannya diikuti dengan member lainnya yang juga saling memeluk keduanya.

“Kami-lah yang seharusnya berterima kasih padamu Reika. Karena kau telah mewakili para shawol untuk menujukkan ketulusan cintanya untuk mencintai kami, geuraeseo adalah suatu keharusan untuk kami berlima membalas cinta kalian semua dengan selalu menjadi yang terbaik dan bersahabat dengan kalian. Kalian setuju denganku bukan, SHINee-deul?”. Ucap Jonghyun sambil mengelus pipi dan mengusap kepala Reika sekaligus memberi senyuman hangatnya. “Geunde, kenapa kau terlahir begitu tinggi untuk ukuran yeoja Reika? Oppa jadi merasa kurang ideal untuk bisa merengkuhmu, hahaha!”.

Jonghyun P.O.V

Seharian ini terasa begitu menyenangkan bagiku. Hari ini aku dikelilingi oleh suara delak tawa dan senyuman hangat dari member SHINee-ku geurigo aku merasa sangat puas karena pada akhirnya dapat membalas kebaikan yang berikan Reika selama ini pada SHINee.

“Reika, tadi Oppa baru saja menelepon ke rumahmu kalau kau malam ini akan pulang sedikit terlambat, neon gwaenchanha?”. Aku mendekatinya yang tengah duduk di kursi kayu kafe langganan kami sementara yang lain sedang asik bermain dengan kembang api. Ia terlihat begitu menikmati indahnya langit Seoul di malam ini.

“Oh, ne Oppa. Gwaenchanha”. Sahutnya tersenyum seraya sedikit menggeser tubuhnya agar aku dapat duduk di sampingnya. “Langit malam Seoul benar – benar cantik, nan jinjja joha”. Ucapnya tersenyum memandang langit. “Geunde, setelah ini kita akan kemana lagi Oppa?”.

“Ke Studio Musik tempat kami biasa latihan vocal untuk lagu – lagu baru”. Sahutku tersenyum menatapnya.

“Eh? Jinjjaro? Geunde.. untuk apa kita datang kesana Oppa?”. Tanya memasang ekspresi bingung.

“Si bocah Taemin itu daritadi merengek dengan Oppa untuk mengajakmu kesana, kau ingatkan ia pernah bilang bahwa ia sangat ingin memperlihatkan kemahirannya bermain piano padamu”. Sahutku terkekeh kecil. “Dia ingin ketika dia bermain piano, kau mau menggiringnya bernyanyi sambil bermain gitar”.

“Jinjja? Whaa.. aku akan sangat merasa terhormat, hehe. Geunde, sayangnya hari ini aku tidak membawa gitarku. Geuraeseo.. eotteohke?”.

“Kokjeonghajima~, tidak hanya kau yang memiliki gitar kesayangan gadis kecil”. Sahutku mengusap kepalanya. “Oppa akan meminjamkan salah satu gitar kesayangan Oppa untukmu, eottae?”.

“Ehhm.. arasseo~”. Ia mengangguk sembari tersenyum, dan kuartikan itu adalah sebuah tanda persetujuan.

“Geureom, uri jigeum kaja~”.

Selang tak beberapa lama kemudian, kami tiba di studio musik tempat kami biasa latihan vocal untuk lagu – lagu baru kami. Ya, tempat ini menjadi saksi bisu kerja keras kami untuk selalu menjadi yang terbaik.

“Uri wasseo~! Eoseo Oseyo Reika~~!!!”. Kami berlima serempak mengucapkan selamat datang untuk Reika yang dibalasnya dengan senyuman dan anggukkan.

“Gomawoyo~”. Sahutnya singkat seraya tersenyum.

“Geureom Reika Noona, ayo cepat ikuti aku. Noona mau bernyanyi untukku kan? Aku akan memainkan pianonya, ne ne ne? Jebaaaal~”. Rengek Taemin pada Reika yang langsung membuat semuanya terkekeh geli.

“Aigoo~, gwiyeowo. Hahahaha! Ne, dangyeonghaji.. tentu saja aku mau, Noona mana yang menolak permintaan seorang Taemin SHINee? Hahahaha”.

“Hahahaha~, Noona bisa saja. Arasseo, let’s go~~!!!”. Taemin pun langsung menarik tangan Reika untuk duduk disampingnya, jemarinya mulai memencet tuts piano dan Reika pun telah siap dengan gitar tadi sudah kuberikan untuknya.

“Ya, Taemin’ah~.. memangnya kau sudah memikirkan lagu apa yang ingin kau mainkan bersama Reika?”. Tanyaku sembari berjalan mendekati mereka.

“Aigoo~, anak ini jeongmal. Aku yakin dia pasti tidak memikirkannya”. Sambar Key dengan cuek yang juga mengikutiku disusul Minho dan Onew.

“Geureom Reika Ssi, bagaimana kau memilih sendiri lagunya? Biar Taemin akan menyesuaikan nadanya untukmu”. Usul Minho yang menopangkan tangannya ke atas badan piano.

“Ah ne maja maja. Ne Noona, Noona boleh memilih sendiri lagunya”. Sambung Taemin antusias.

“Aigoo~, anak ini”. Sahut Onew Hyeong menampakkan wajah Onew Sangtaenya.

“Geureom.. bagaimana kalau lagu ‘Dare You to Move’..? Eottae?”. Tanyanya melihat kearah kami bergantian.

“Ah, lagu itu cantik. Geureom, mainkan lagu itu saja Taemin’ah”. Sahutku santai sembari langsung membrowsing chord lagunya di smartphone-ku. “Igeo, chord lagunya. Kau bisa melihatnya disini”.

“Arasseo, gomawo Hyeong. Cham, Noona.. kita mulai, ne? Hana, dul, set”.

(Please play this audio, then after that you can continue to read this fanfic ^^)

“Aaaaaaaaaaa~~~~~!!! Jarhanta~~~~!!!!! Aaaaaa~~~ aigoo Reika’ya~ Taemin’ah~, kalian sangat keren~!!!!”. Key langsung berseru sedetik setelah Reika dan Taemin menuntaskan duet mereka. Aku, Minho dan Onew Hyeong hanya bisa tersenyum sembari bertepuk tangan karena speechless.

“Nan molla. Aku tidak tahu harus berkata seperti apa, kalian sangat mengagumkan”. Ucap Onew Hyeong yang tidak berhenti bertepuk tangan.

“Sekarang aku sudah benar – benar bisa mengerti kenapa Jonghyunie Hyeong selalu mengatakan kalau kau berbeda Reika”. Sahut Minho yang reflek mengacungkan tangannya untuk melakukan high five dengan Reika dan disambutnya dengan ceria.

“Aigoo~, Reika Noona~!!! Noona membuatku merinding, hahahaha! Jeongmal gamsamnida Noona, Noona neun neomu jjang~!”. Seru Taemin yang langsung antusias dan merangkul bahu Reika.

“Akulah yang seharusnya berterima kasih padamu Taemin’ah, jeongmal gomawo~”. Sahutnya pada Taemin seraya mengusap puncak kepalanya. “Geureom Minho Oppa, Onew Oppa, Key Oppa, geurigo Jonghyunie Oppa jeongmal gomawoyo”. Ucapnya seraya sumringah dan menundukkan kepala.

“Waeyo Reika’ya~?? Kenapa kau malah berterima kasih dengan Oppa? Oppa bahkan tidak berkata apapun tadi, otak Oppa seketika tidak bisa berpikir untuk membuat satu kalimat yang bagus untuk memuji kalian, hahahaha~!”. Sahutku tertawa lepas disusul dengan mereka berlima.

“Ani, geuge.. aku ingin berterima kasih dengan Oppa karena Oppa-lah aku jadi mendapat kenangan musim panas seindah ini. Jeongmal gomawo Oppa~, jeongmal gomawo”. Ucapnya mengulurkan tangan padaku, kulihat kedua matanya mulai berkaca – kaca saat menatapku.

“Oppa tidak mengenal jabatan tangan Reika, yang Oppa tahu hanya sebuah pelukan saja. Kemari yeodongsaengku”. Aku langsung menarik uluran tangannya itu dan membenamkan tubuhnya kepelukanku. Bisa kurasakan saat itu juga airmatanya jatuh, karena aku mendengar sebuah isakan kecil dan ia juga memelukku sedikit lebih erat. “Ya Tuhan, aku merasa seperti sedang berada dalam drama, ada yeoja muda manis yang sedang menangis dalam pelukanku hahahaha!”. Sahutku membuat para member SHINee yang lain tertawa dan juga ikut memeluk Reika.

“Sayangnya kau kurang ideal untuk bisa merengkuhnya Hyeong, hahaha! Biar aku saja yang menggantikanmu untuk memeluknya”. Sahut Minho yang perlahan melepas pelukanku dan langsung membenamkan Reika yang terkekeh kecil ketika mendengar ucapannya ke pelukannya, aku dan yang lain hanya bisa menertawakannya saja.

“Geureom.. sebenarnya aku juga memiliki keinginan”. Ucapku tersenyum.

“Apa itu Hyeong?”. Tanya Key meresponku.

“Bolehkah aku bernyanyi bersama juga dengan yeodongsaengku ini? Reika, kau bersedia bernyanyi dengan Oppa geureohji? Oppa juga memiliki gitar kesayangan sepertimu, hehehehe! Dan yang kau barusan kau pakai itu adalah gitar Oppa yang sudah Oppa miliki sejak masih sekolah dasar”. Sahutku tersenyum sambil menunjuk gitarku yang diletakkannya di samping piano, membuatnya seketika membelalakkan matanya.

“Jinjjayo? Sejak sekolah dasar? Daebak”. Sahutnya tak menyangka. “Gitarnya masih sangat cantik Oppa~”.

“Dangyeonhaji. Dan gitar itu sudah berpindah tangan menjadi milikmu sejak lima detik yang lalu”. Sahutku tersenyum menepuk perlahan bahunya.

“Heh? Oppa~, ani.. geunde..”.

“Oppa tidak ingin mendengar penolakan dengan alasan apapun, arattji? Lagipula, Oppa masih memiliki satu gitar yang juga gitar kesayangan Oppa geuraeseo tidak jadi masalah geureohji? Hahahaha!”. Sahutku memasang tampang jahil yang disusul oleh gelak tawa dari member SHINee lainnya. “Chamsiman~, Oppa ambil dulu gitarnya. Chamsiman chamsiman”.

Aku langsung berlari kecil kesudut ruang studio untuk mengambil gitarku yang sudah kutaruh disana sebelumnya. Setelah aku mengambilnya akupun langsung kembali bercengkrama dengan mereka yang tengah asik ngobrol sambil sesekali Taemin memainkan toots pianonya.

“Cham~!!! Igeo da. Reika’ya, kau belum capek geureohji? Oppa juga ingin bernyanyi denganmu, hehehe”.

“Eomeo Jonghyunie Oppa, apa Oppa tahu saat ini aku berpikir apakah ini hanya mimpi indahku atau bukan, hahaha! Aigoo, kenapa aku jadi tiba – tiba berlebihan begini”. Sahutnya tertawa kecil lalu menggaruk kepalanya malu.

“Ayyaa~! Apheo~!”. Tiba – tiba aku dikejutkan dengan suara Reika yang meringis kesakitan saat aku tengah mengambil dua kursi untukku dan Reika.

“Wae wae wae wae~? Museun iriya~?? Reika gwaenchanha?”. Tanyaku yang langsung menghampiri mereka setelah meletakkan dua kursi yang kuambil.

“Igeo~ Hyeong. Uri maknae jinjja pabo’ya. Dia tiba – tiba saja mencubit pipi Reika tanpa alasan”. Sungut Minho yang langsung menjitak kepala Taemin.

“Aigoo~, Taemin’a~ mwohaneun geoya~?? Eissh~!”. Sahutku menepuk bahunya.

“Dia itu Noona Taemin’ah~!!! Aigoo~”. Sungut Key sedangkan Onew Hyeong hanya tertawa melihat tingkah laku kami berlima.

“Geuman, geuman. Sudahlah lupakan, aku ingin bernyanyi dengan Reika. Aku harap tidak ada yang menggangguku”. Sahutku yang langsung mengambil posisi duduk disusul dengan Reika yang tersenyum duduk di kursi sebelahku yang telah kuambilkan untuknya.

“Eotteon norae Oppa?”. Tanyanya bingung sambil sesekali memetik senar gitar.

“Kau tahu lagu Jonas Brother When Yook Me in The Eyes featuring Vannessa Hudgens?”. Tanyaku tersenyum memalingkan kepala menatapnya.

“Ah, ne. arayo”. Sahutnya singkat seraya mengangguk.

“Geureom, lagu itu saja eottae?”.

“Arasseo, joha”. Sahutnya singkat seraya mengangguk. Tanpa membuang waktu lebih lama aku dan dia langsung mengambil posisi nyaman lalu mulai memetik senar gitar kami.

(Please play this audio, then after that you can continue to read this fanfic ^^ *nb: The song will begin at 00.17 and I’m so sorry if it’s really different with Jonghyun’s Voice. hahaha!).

“Ketika kau melihat Oppa dengan matamu itu, Oppa sudah sangat yakin kalau kau memang Reika yang kami cari”. Aku mengakhiri lagu yang kami nyanyikan dengan memetik ringan senar gitar sembari tersenyum menatapnya.

“Aigoo~, Hyeong~, aku pikir kau tidak perlu sampai harus membuat kalimat akhiran seperti itu. Ya Tuhan, malam ini aku benar – benar merasa sedang berada dalam sebuah drama”. Celetuk Key begitu kami selesai bernyanyi. “Ah ne! Reika’ya, kau benar – benar ajaib. Yang tadi itu sangat bagus Reika”.

“Hehehehe.. gomawo Key Oppa”. Sahut Reika tersenyum.

“Arasseo arasseo~, saatnya mengantar pulang anak gadis ini. Kita sudah menculiknya hampir seharian penuh dongsaeng-deul”. Sahut Onew Hyeong yang langsung berbaur dengan kami.

“Ah ne maja”. Sahutku singkat. Geureom Reika, mungkin setelah ini kita akan susah untuk bertemu seperti ini. Kami harus pulang pergi ke Jepang untuk Arena Tour kami, Oppa harap kau menikmati musim panasmu selama berada di sini Reika. Dan Oppa mohon jangan lupakan sehari yang sangat indah ini, karena kami tidak akan mungkin melupakannya”. Sahutku mendekatinya seraya langsung merangkul bahunya.

“Dangyeonhaji. Aku tidak mungkin melupakan kenangan musim panas ini dengan kalian”. Sahutnya tersenyum seraya menyandarkan kepala dibahuku.

“Ehhem~! Mian mengganggu kemesraan kalian sebagai saudara yang baru saja terbentuk. Geunde, menurut adalah sebuah kesalahan besar jika kita tidak berphoto bersama dengan Reika”. Celetuk Key yang tiba – tiba muncul dengan kamera dan tripod di tangannya. “Geureom~, aku pasang sebentar.. cham! Haesseo! Aku setting selama 10 detik, kalian siap?”.

“Ne~!!!”. Sahut Minho dengan sangat cepat dan membuat kami langsung tertawa.

“Minho Hyeong, kau semangat sekali. Bahkan Hyeong langsung mengambil posisi disamping Reika Noona~ hahaa!”. Ucap Taemin yang melihat Minho langsung duduk disamping Reika.

“Ya~, Minho’ya~! Kalau kau disitu jadi timpang, aku terlihat benar – benar pendek. Eeiissh~!”. Sahutku terkekeh.

“Sudahlah Hyeong, itu tidak penting sekarang. Geureom, ayo ambil posisi dan bersiap smile~~”. Sahut Key yang sudah menekan tombol kamera dan berlari untuk mengambil posisi diantara kami. “Hana~, dul~, set~!”.

“Smile~~!!!”.

“Jepret~!”.

***

2 Bulan Kemudian.

Reika V.O.P

“Reikaaa~~!!!”.

“Mamah~, Papah~!!! Heeeey~!!! I’m home~~!!! Hahahaha”. Aku langsung berlari kecil kearah Appa dan Eomma yang telah menjemputku di Bandara. Kulihat mereka berdua nampak sehat dan segar sembari melambaikan tangan kearahku.

“Gimana selama disana Rei? Seru?”. Tanya Appa setelah aku mencium tangannya.

“Banget. Disana asik pake banget pah”. Sahutku antusias seraya mencium tangan Eomma dan mencium pipinya.

“Untung kamu disana gak iteman Rei, hahaha!”. Ledek Eomma seraya terkekeh kecil. “Eh~, Kendy. Ikut ke sini juga ken?”.

“Iya nii tante, gak tega liat Reika kesininya sendirian. Jadi aku ikutin aja dulu baru lusanya aku balik lagi”. Sahut Abang Kendy yang datang menyusulku keluar setelah selesai dengan urusan bagasinya.

“Tuh Rei, bilang makasih sama abang-mu sudah belum?”. Tegur Appa padaku, yang membuat aku terkekeh.

“Pasti udah donk. Geureohji Oppa? Hahaha~!”. Sahutku mengedipkan mata kearah abang Kendy.

“Nih anak selama di Seoul ajaib banget om, seru. Kapan – kapan kalo aku ada tugas dari kantor ke Korea aku bawa aja ya om si Reika ini, biar gak suntuk”. Ucap abang Kendy mengusap puncak kepalaku.

“Gak masalah, kamu pengen bawa ke afrika sekalian juga gak papa. Kan kamu yang ongkosin”. Sahut Appa jahil membuat kami semua tertawa. “Ngomong – ngomong kenapa nii gitar jadi nambah satu? Kamu beli gitar baru lagi Rei? Terus yang ada ini mau kamu apakan?”.

“Aaah~, ini gak beli kok pah. Ini dikasih, dan gitar ini hanya ada saru di muka bumi”.

Epilog

“Ya~, Jonghyunie Hyeong~!!! Sampai kapan kau ingin menatap ke touchscreen smartphone-mu sambil tersenyum – senyum sendiri begitu?”.

“Sampai kapanpun aku ingin, Key. Hehe”.

“Aigoo~, aku pikir Hyeong mulai menyukai eorin yeoja itu geureohji?”.

“Anya. Dia benar – benar seperti seorang yeodongsaeng. Tidak apa bukan, jika aku memposting photo kita ini ke akun twitterku, dan menulis disana kalau dia adalah yeodongsaengku? Dia akan bahagia  jika memiliki Oppa sepertiku geureohji?”.

“Dangyeonhaji, Jjong. Dangyeonhaji, kau boleh menyayanginya sebagai yeodongsaengmu”.

“Jangan lupa untuk me-mention namanya saat kau memposting photo itu Hyeong, agar ia tahu kalau kita tetap mengingatnya sebagai keluarga baru”.

“Ne, dangyeonhaji. Akan kutulis seperti ini ‘Yeppeun yeodongsaeng Reika, SHINee wa hamkke’”.

END

3 thoughts on “Some Sweet Summer Moment in Seoul (서울에서 약간 달콤한 여름의 순간)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s