Love’s Way (사랑의 길)

Love's Way - Poster

Title: Love’s Way (사랑의 길)

Inspired By: SHINee. SHINee’s Song – Love’s Way

Cast:

Jonghyun SHINee as Jonghyun SHINee.

Choi Seung Heui (Original Character).

Kim Yoon Seo (Original Character).

SHINee member.

Other Cast.

Genre: Sweet, Romantic

Length: One Shoot

Rating: PG-17

Created By: Ayin Perdana

______________________________________________________________________

Prolog

Bagiku ini adalah kisah cinta yang paling berbeda dari kisah cinta yang pernah ku dengar. Ya, kisah cintaku memang teramat unik.

‘Aku bukannya berniat untuk menyakitimu, aku hanya terlalu takut untuk kehilangan dirimu yang teramat berharga bagiku’.

‘Ya, mungkin terdengar egois memang. Aku benci melihatmu dekat dengan namja lain selain diriku, tapi itu semua karena aku sangat mencintaimu, membutuhkanmu. Bagaikan seorang yang  kecanduan, seperti itulah gambaran aku membutuhkan dirimu’.

‘Intinya.. Kau itu milikku. Hanya milikku’.

Jonghyun P.O.V

Aku berjalan memasuki lobby Universitas Konkuk, sebuah universitas terkenal di Seoul. Ya, setelah selesai dari Konser Japan Arena Tour dan kembali ke Seoul pikiranku langsung tertuju kemari. Aku ingin menemui dia yang sangat aku rindukan.

“Omo~! Kyyaaaaaak~~!!! Jeogi SHINee Jonghyun ida~!!! Jonghyun ida Jonghyun~~!!!”.

Setiap kali selalu seperti ini, aigoo. Aku tidak bisa berbuat apa – apa selain menundukkan badanku dan memberikan seulas senyuman tipis pada mereka. ‘Aku mohon jangan meneriakiku begitu, aku kemari hanya ingin menjemput yeoja chinguku’ ucapku dalam hati.

“Cagiya~”. Aku langsung menghampiri sosok manis yang menyita pandangan mataku, akhirnya aku bertemu dengannya. “Jeongmal bogosipheoseo cagi”. Aku langsung mencium kening seraya memeluknya.

“Ne cagi~, na do bogosipheoso”. Sahutnya membalas pelukanku. Suaranya terdengar manja, aku sangat merindukan suara ini.

“Aku ingin mengajakmu kencan cagi, eottae? Kau ada kelas lagi setelah ini? Aku mohon hari ini kau bolos saja, ne? Aku sudah tidak menahan rasa rinduku lebih lama”.

Ia tertawa kecil mendengar rengekanku yang terdengar seperti rengekan anak kecil. “Aigoo aigoo~, namjaku ini jeongmal. Aku sudah tidak ada kelas Jjong, geuraeseo..”.

“Geuraeseo neon naekeoya jigeum geureohji? Artinya sekarang kau milikku, hahaha”. Aku mengembangkan tawa seraya mengelus rambutnya. “Kaja”.

Aku merangkul bahunya sambil berjalan menyusuri taman kampusnya menuju kearah lobby, dan yah.. lagi – lagi kemesraanku dengannya menjadi bahan tontonan, tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya. Aku pikir adalah wajar aku berjalan berdua dengannya seperti ini, karena dia kekasihku dan dia adalah milikku.

“Seung Heui’ya~!”.

Langkah kami terhenti ketika mendengar sebuah suara yang memanggil nama yeojaku. Dan suara itu.. suara namja.

“O~, Yeong Jae Oppa”. Seung Heui lantas langsung membalikkan tubuhnya kearah asal suara dan memberikan senyuman manisnya. Dan itu membuatku jengkel, ‘haruskah kau memberikan senyuman semanis itu untuknya? Memang dia siapamu?’ pikirku dalam hati.

“Cagiya, yeogi jeokeuman gidaryeo, ne?”. Pintanya padaku sembari tersenyum dan mengelus ringan pipiku, aku hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan dan senyuman tipis.

Aku menunggunya tanpa melepas pandanganku padanya yang sedang berbicara di seberang sana dengan namja yang tidak ku kenal itu. ‘Cih, apa yang kalian bicarakan sampai harus saling berbagi tawa seperti itu?! Geunde siapa namja itu, berani – beraninya dia sok akrab dengan Seung Hee’ gumamku jengkel.

“Mian membuatmu menunggu cagi”. Selang beberapa menit kemudian Seung Heui kembali menghampiriku yang sedari tadi berdiri tepat di tengah taman kampus. Selama itu aku tidak pernah melepaskan pandangan tajamku, bahkan aku sampai tidak memperdulikan berapa banyak yeoja yang memandangi dan mengambil gambarku dengan ponsel mereka.

“Eung”. Anggukku dengan wajah datar. “Geureom jigeum kaja”. Tanpa membuang waktu dan menghindari kemungkinan adanya namja lain yang akan memanggilnya lagi, akupun langsung merangkul bahunya dan membawanya pergi.

Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan sedang. Suasana dalam mobilku saat ini sangat hening. Ya, hari ini tidak seperti biasanya. Aku sedang tidak bersemangat mengajak Seung Heui berbicara.

“Uri eodiga cagiya?”. Tanyanya padaku seraya memecah keheningan.

“Molla”. Sahutku singkat, ia hanya mendengus pelan mendengar jawabanku.

“Geu namjaga nugunga? Siapa namja tadi?”. Lanjutku.

“Namja nugu? Ah, maksudmu Yeong Jae Oppa?”.

“Cih, kau bahkan memanggilnya Oppa”. Sahutku jengkel.

Seketika Seung Heui langsung terkekeh pelan mendengar celetukanku. “Dia itu sunbaeku~ naeui namja”. Sahutnya mengelus pipiku namun tak kurespon. Aku tetap menatap lurus kearah depan jalan dan membuatnya kembali menghela nafasnya.

“Jjong~, kau marah?”.

“Ani”. Jawabku singkat, sekilas aku melihat kearahnya kemudian kembali menyantap makanan yang aku pesan.

“Jjong.. Ayolah cagi, jangan kekanak – kanakan seperti ini jebal”. Sahutnya yang akhirnya membuatku menengadah dan menatapnya datar.

“Aku tidak marah…. cagi, arasseo?”.

Sesaat kemudian Seung Heui meletakkan supit yang dipegangnya dan kulihat dari wajahnya seperti tidak berselera makan.

“Wae? Kenapa berhenti makan cagi? Bukankah itu adalah menu favoritmu”. Tanyaku sembari menunjuk kearah makanannya, namun hanya sebuah gelengan kepala pelan yang kudapat dari jawabannya.

Aku lalu mengambil sepotong daging yang ada di piring makannya dengan supit ditanganku dan kemudian mengarahkan ke mulutnya.

“Buka mulutmu cagi”. Ia menatapku heran dan lantas langsung kubalas dengan senyuman. “Aaaa~”.

Akhirnya ia mau membuka mulutnya dan menerima suapanku. “Yeoja yang pintar”.

“Kau sudah tidak marah Jjong?”. Tanyanya agak ragu.

“Dari awal aku memang tidak marah padamu, cagi~. Nan geunyang.. aku hanya benci melihatmu dekat dengan namja lain selain diriku”. Jawabku jujur seraya menundukkan kepala. Aku hanya mendengar ia terkekeh pelan dan aku tahu ia sedang menatapku saat ini sebelum kemudian ia melanjutkan makannya.

***

“CUT!!! Oke, perfect! Syuting MV hari ini selesai yeoreobun~! Kerja bagus SHINee deul!”.

Aba – aba dari sutradara itu menandakan bahwa syuting untuk MV terbaru kami selesai. Aku dan member SHINee lainnya langsung bertepuk tangan mengucap terima kasih dan membungkukkan badan pada kru MV di studio.

“Untunglah waktunya tidak molor dari yang dijadwalkan”. Gumamku pada member SHINee saat kami mengganti pakaian di ruang ganti.

“Memangnya kenapa Hyeong?”. Tanya Minho yang tiba paling akhir sembari menutup pintu.

“Aku ingin menemui Seung Heui di apartemennya”. Sahutku seraya langsung memasang kaosku dan mengemas beberapa barang ke dalam tasku. “Geureom, meonjeo ka”.

“Ne Jjong, josimhae”. Sahut Onew Hyeong seraya melambaikan tangannya.

Aku melintasi mobil sedan putihku di atas jalan raya Seoul yang tidak terlalu padat di malam ini. Aku tersenyum – senyum sendiri di perjalanan menuju apartemen Seung Heui, “Aigoo, kenapa yeoja ini selalu membuatku seperti orang gila? Bahkan dengan hanya membayangkannya di pikiranku saja sudah bisa membuatku berdebar – debar” gumamku.

Kini aku telah berdiri tepat di depan pintu apartemen yeoja cantikku. Dengan perasaan hatiku yang senang, aku menekan dengan yakin kombinasi angka pintu apartemennya.

“Cleek~”. Aku membuka pintu apartemennya perlahan dan menampakkan kepalaku masuk lebih dahulu, “Dimana dia? Apa dikamarnya?” pikirku. Akupun perlahan masuk dan menutup kembali pintunya. Setelah berjalan perlahan melewati ruang tamu, tampak kudengar ada lagu yang diputar. Itu laguku, dan arah suara itu berasal dari kamarnya. Aku langsung mengembangkan senyumanku begitu sosoknya yang manis itu telah tertangkap oleh mataku. Benar saja, dia memang berada di kamarnya dan sedang memutar laguku di laptopnya. Dia terlihat berbaring sambil menutup matanya dan tersenyum kecil mendengarkan laguku yang di putarnya, dia terlihat sangat manis. “Ya tuhan, yeoja ini membuatku gila” batinku.

“Sedang melamunkan diriku, cagi?”.

Seung Heui P.O.V

“Sedang melamunkan diriku, cagi?”.

Aku terkejut mendengar suara yang tidak asing di telingaku, membuatku langsung membuka kedua mataku dan dengan cepat melihat kearah sumber suara itu berasal. Jonghyun, ternyata dia. Jonghyun terlihat bersandar di samping pintu sambil tersenyum, senyum yang mampu membuatku nyaman.

“Omo~! Jjong~, kau mengagetkanku, aigoo! Geunde, neo.. eotteokhe?”. Tanyaku yang langsung mengubah posisi menjadi duduk.

“Aku tahu kombinasi angka pintu apartemenmu cagi.. kalau kau lupa, hehe”. Sahutnya seraya berjalan mengarah padaku dan langsung menghempaskan tubuhnya ke kasurku dan mengambil posisi duduk disampingku.

“Aaah~, ne benar juga. Aku sampai lupa aigoo”. Ucapku menepuk kening perlahan.

“Hahahaha~, aigoo yeojaku ini begitu lucu”. Sahutnya langsung mengecup kilat pipiku. “Cagi~, aku sangat lelah. Syuting MV hari ini membuatku gila”. Katanya lagi dengan manja seraya merebahkan kepalanya ke pahaku.

“Eiissh.. Sudah tahu lelah kemana masih kemari naeui namja? Hehe”. Kubelai lembut rambutnya, ia terlihat terpejam menikmati belaianku, sangat tampan.

“Bogosipheo cagi~”. Gumamnya pelan seraya tersenyum dan mengelus lembut pipiku.

“Na do cagi~”. Sahutku membalas senyumannya.

“Tidak bertemu denganmu selama sebulan ini membuatku benar – benar menjadi gila dan nyaris menjelma menjadi seonggok zombie, Seung Heui’ya”. Katanya dengan nada kekanak – kanakan dan membuatku terkekeh.

“Kau pikir aku tidak?”. Aku mengelus lembut wajah tampannya dan tiba – tiba ia langsung menangkap tanganku dan dikecupnya lembut.

“Ah ne, kau tahu cagi? Para member SHINee itu menyebalkan sekali”. Ucapnya mengawal cerita.

“Ehm? Wae wae wae?”.

“Mereka bilang aku sangat cerewet. Bisa – bisanya mereka mengatakan kalau aku selalu mengeluh merindukanmu dan itu membuat mereka stress mendengar ocehanku. Padahal aku hanya ingin mengutarakan perasaanku saja”. Sungutnya sambil kembali memejamkan matanya.

“Hahahahaha~! Kau itu memang sangat cerewet cagi, namja paling cerewet yang pernah kumiliki. Pantas saja mereka terganggu jika kau selalu berceloteh seperti itu”. Sahutku asal dan seketika ia mengerucutkan bibirnya sangat lucu. Entah setan apa yang sedang merasukiku saat melihatnya mengerucutkan bibirnya seperti itu, membuatku sangat gemas dan langsung mengecup bibir manisnya itu dengan cepat.

Jonghyun P.O.V

“Cup~”.

Aku seketika terkejut saat merasakan ada satu sentuhan kecil yang terkesan cepat terasa di bibirku. Ahahahaha! Entah setan apa yang merasukinya hingga ia bisa menciumku tiba – tiba begitu, membuatku gemas. Tidak biasanya ia menciumku tiba – tiba begini, aku jadi terpikir untuk menggodanya.

“Omo~, aigoo cagi~ kalau kau mau.. sini aku bisa memberimu lebih dari sekedar kecupan menggemaskan tadi”. Aku memasang wajah jahilku yang sering dia bilang dengan wajah yadong, hahaha! Lucu sekali ketika ia jadi gugup begini.

“Jjong~~, jauhkan pikiran yadongmu itu atau aku akan membuatmu mati~!”. Pekiknya sambil memukul wajahku dengan guling yang ada di sebelahnya, hahahaha! Sangat imut dan lucu ketika ia seperti ini.

“Wae~? Aku tahu kau sebenarnya meninginkannya, geureohji cagiya?”. Godaku sembari melepas dengan perlahan kaos yang menutupi tubuhku dan memperlihatkan dada bidang serta absku yang sukses membuatnya meneguk air liur, kemudian menangkap tubuh mungilnya seraya merebahkannya dan menguncinya dengan tubuhku. Hahahaha! Dia benar – benar menggoda dimataku.

“Hahahahaha!!! Kenapa wajahmu sangat tegang begitu cagi?”. Ucapku yang langsung tertawa lepas dan membaringkan tubuhku di sampingnya.

“Eiisshh~, dasar kau Jjong! Menyebalkan~!”. Sungutnya yang langsung kembali duduk dan memalingkan wajahnya dari tatapanku, benar – benar manis.

“Hahahahaha!!! Aku hanya kepanasan saja cagi, AC di kamarmu ini rusak.. nauei yeoja. Sudah saatnya di service~”. Ucapku yang juga mengambil posisi duduk di hadapannya dan langsung meletakkan tatapan mataku padanya.  Dia terlihat kelabakan kita tatapan kami saling bertemu dan segera mengalihkan perhatiannya kearah lain.

“O, ne ne ne. AC dikamarku memang sedang rusak, katanya besok petugas service AC nya akan kemari”. Jelasnya seraya melirik kearahku sekilas yang sedari tadi masih tersenyum memandanginya.

“Mwo?! Wae?! Kenapa melihatku sambil tersenyum tidak jelas begitu?!”. Sungutnya.

“Ani, geunyang.. kau terlihat sangat cantik, manis dan lucu kalau malu begitu cagi”. Sahutku tersenyum.

“Mworago?! Ani, untuk apa malu?! Eeiissh~”. Sanggahnya.

“Aigoo~, melelahkan sekali”. Aku merebahkan tubuhku perlahan disampingnya. “Ya~, cagiya.. kau tidak ingin memberikan minum untuk namjamu yang tampan ini?”. Tanyaku manja yang mulai setengah sadar lalu memejamkan mataku karena mengantuk.

Seung Heui P.O.V

“Ya~, cagiya.. kau tidak ingin memberikan minum untuk namjamu yang tampan ini?”.

“Cih, untuk apa?? Bukannya kau datang sendiri kemari, aku tidak ada menyuruhmu datang jadi untuk apa aku memberikanmu minum??”. Sahutku dengan sewot yang masih menghindari tatapannya yang kini berbaring disampingku.

Lama aku tidak mendengar respon darinya, biasanya selalu ada saja jawabannya untuk aku sedang sewot seperti ini. Ternyata ia telah jatuh tertidur dengan pulas saat aku menolehkan pandanganku padanya yang terbaring disampingku. Aku tersenyum melihatnya tertidur, lalu ikut mengambil posisi tidur disampingnya dan mendekatinya dengan perlahan.

“Naeui jal saenggin namja, kau terlihat seperti bayi yang sangat manis ketika sedang tidur seperti ini”. Gumamku. “Geunde.. kau akan berubah menjadi namja yang yadong dan selalu saja menggodaku saat kau terjaga, hehehe”. Aku terkekeh pelan sembari membelai poninya dan menyibakkannya. Aku mengusap keringat yang keluar dari keningnya perlahan dengan tanganku agar ia tidak terbangun, terus terang melihatnya berkeringat seperti ini membuatnya terlihat sangat sexy, hahahaha! “Sepetinya aku sudah mulai tertular virus yadongnya” gumamku dalam hati.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Hembusan nafasnya yang halus menerpa lembut wajahku.

”Kau tampan Kim Jonghyun, sangat tampan. Saranghae”. Gumamku pelan seraya memberikan kecupan kecil di hidungnya lalu ikut tidur.

***

Jonghyun P.O.V

“Aaakkhh~!!! Kenapa teleponku tidak diangkat??!!! Dimana dia??”.

Aku kembali memutuskan telepon itu dengan jengkel, sekarang aku sedang berada dalam mobilku yang kutaruh di halaman parkir kampusnya Seung Heui. Ya, awalnya aku ingin membuat sebuah kejutan untuknya dengan datang tanpa memberitahunya. Tapi setelah hampir 30 menit aku menyusuri kampusnya, aku tidak mendapati sosoknya disana. Dan karena tidak nyaman dengan tatapan – tatapan para yeoja di kampusnya yang menyadari kehadiranku, akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke mobil dan meneleponnya.

Perhatianku lalu teralih pada sebuah gedung perpustakaan besar yang tak jauh dari dari kampus Seung Heui.

“Eiissh~! Jinjja pabo’ya, kenapa tidak terpikirkan olehku dari tadi? Seung Heui pasti sedang belajar di perpustakaan” gumamku sembari menepuk perlahan keningku. Aku baru ingat beberapa waktu lalu Seung Heui bercerita padaku bahwa ia ada ujian.

Aku memasuki perpustakaan yang besar itu, berkeliling mencari sosok seorang yeoja yang sangat aku rindukan itu. Saat sedang asik berkeliling sembari melihat ke sekitar, langkahku terhenti saat aku melihat sebuah pemandangan yang membuatku.. panas.

“CHOI SEUNG HEUI!”. Aku memanggil namanya dengan setengah berteriak, dan itu praktis membuat beberapa orang yang sedang belajar disana langsung melihat kearahku, tak terkecuali Seung Heui dan.. namja sialan itu.

“Jigeum kaja!”. Pekikku yang langsung menarik tangan Seung Heui.

“Jjong.. kau kenapa berteriak seperti itu?! Aku sedang belajar dengan..”.

“Kau sedang belajar atau kau sebenarnya sedang selingkuh dengan namja kampungan ini?!”. Pekikku yang menatap Seung Heui tajam, membuatnya terlihat takut saat menerima tatapanku.

“Mworago? Jjong~, museun soriya? Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?!”. Pekiknya membalasku dan berusaha melepaskan tangannya yang ku cengkram dengan kuat.

“Jonghyun Ssi, mianhae. Geunde, ini tidak seperti yang..”.

“Aku tidak ada urusan dengan bocah ingusan sepertimu. Jangan ikut campur!”. Sahutku menatap namja itu sinis dan berlalu dengan menarik Seung Heui setengah paksa lalu membawanya keluar.

“BRRAAAAAAAK”. Aku meninju salah satu meja yang cukup besar di ruang tengah dorm SHINee hingga meja itu rusak, aku melampiaskan emosiku yang meledak karena kejadian di perpustakaan tadi.

“Kyyaak~!! Jjong~, hajima.. jebal Jjong..”. Seuing Heui seketika langsung memelas sembari terisak melihat perlakuanku barusan.

“Sudah kubilang aku sangat tidak suka melihatmu dekat dengan namja itu!!!”. Bentakku kasar.

“Kami hanya belajar bersama Jjong.. tidak lebih”. Sahutnya lemah.

“Kalau memang hanya sekedar belajar bersama lalu kenapa kau sampai tidak bisa mengangkat telepon dariku?! Geurigo untuk apa tangan nakal namja itu menyentuh rambutmu hah??!! Aku tidak sebodoh itu CHOI SEUNG HEUI~!!! Aaakkhhh~!!!”. Pekikku dengan sangat keras dan meraih sebuah vas di atas buffet lalu menghempaskannya.

“Jjong~!!! Ya~!!! Ara, sekarang terserah kau saja Jjong~!!! Kau sudah gila!!!”. Sahutnya menangis hebat dan langsung berlari keluar dorm dan meninggalkanku sendiri.

“AAKKKHH~!!! Sialan!!!”.

Seung Heui P.O.V

“BRAKK!”.

Aku menutup pintu kamarku kasar, lalu menyandarkan tubuhku dibalik pintu kamarku dengan nafasku yang masih terengal – engal.

“Kim Jonghyun pabo!!!! Pabo’ya! Jeongmal pabo’ya!!!”. Ku usap kedua mataku yang entah sudah berapa lama meneteskan airmata sejak masih berada di dorm SHINee.

“Cih, cengeng sekali hanya karena Jonghyun membentakku, aku malah menangis seperti orang bodoh begini. Lemah sekali kau Choi Seung Heui!”. Pekikku meneriakki diriku sendiri.

Aku lalu menghempaskan tubuhku di atas kasur, kupikir lebih baik aku tidur daripada harus menangisi hal konyol seperti itu.

***

Author P.O.V

Jonghyun sesekali melihat kearah layar touchscreen ponselnya, sangat ingin rasanya ia menelepon Seung Heui tapi ia masih ragu.

“Telpon saja dia, Oppa~”. Yoon Seo yang sedari tadi melihat kegelisahaan Oppanya itu langsung menghampiri untuk duduk disebelahnya.

“Oh, Yoon Seo’a.. cagiya”. Jonghyun meraih wajah yeodongsaengnya itu seraya mengecup lembut keningnya. “Apa Oppa salah jika Oppa cemburu padanya?”. Jonghyun menghela nafas panjang.

“Aniyo, kau tidak salah Hyeong”. Sambar Minho yang baru saja keluar dari kamar dan kemudian berjalan kearah dapur lalu mengambil sebotol air di kulkas.

“Ne, maja. Oppa berhak cemburu padanya, geunyeoneun Oppaeui yeoja geureohji?”. Sambung Yoon Seo dengan seulas senyuman dan mengelus rambut Jonghyun lalu mengecup pipinya. “Hanya saja cara penyampaian Oppa yang salah”.

“Kemarin itu kau memang terlihat sangat emosional Jjong. Tidak seharusnya kau sampai meninju meja hingga rusak dan memecahkan vas, itu hanya membuatnya merasa takut denganmu”. Onew yang sedari tadi duduk di depan meja komputer disamping ruang tengah pun lalu ikut ambil bicara.

“Hhhh.. Ne, maja. Aku memang terlalu emosi kemarin”. Jonghyun menyahuti Onew sembari menghela nafas panjang, lalu kembali menatap Yoon Seo yang duduk disampingnya seraya tersenyum. “Oppa rasa Oppa harus menemuinya, geureohji cagiya?”.

“Eung~”. Angguk Yoon Seo manis. “Oppaku adalah seorang namja yang penuh dengan kasih sayang dan kelembutan, yang kemarin itu bukan Oppaku. Geuraeseo.. Oppa harus kembali menjadi Oppa yang seperti semula dan meminta maaf padanya”.

Jonghyun pada akhirnya segera meraih kunci mobilnya dan langsung melesat pergi menemui Seung Heui.

Jonghyun P.O.V

“Ting tong~”.

“Ting tong~”.

“Ting tong~”.

Aku menekan bel apartemen Seung Heui berkali – kali, dengan tidak sabar dan dibalut dengan perasaan gelisah aku menunggu pintu yang ada dihadapanku ini terbuka.

“Clek~”. Suara pintu yang terbuka itu langsung menyita perhatianku, dengan cepat aku langsung menengadahkan kepalaku yang tadi tertunduk.

“Omo~! Jjong?”. Pekiknya kaget begitu melihatku yang berdiri didepan pintu, aku mengulaskan senyuman hangat untuknya. “Cantiknya yeojaku” gumamku dalam hati.

“Boleh aku masuk?”. Tanyaku.

“O, ne ne ne. Dangyeonhaji”. Sahutnya sedikit bingung dan membiarkanku masuk.

Ia berjalan melaluiku menuju ke dapur tanpa menatapku, membuatku merasa sedikit tidak nyaman.

“Hhhmm.. wangi. Kau sedang membuat kue, cagiya?”. Tanyaku yang mengikutinya ke dapur, kulihat dapurnya memang nampak sedikit berantakan dengan tepung.

“Ne”.

“Kue apa yang kau buat cagi?”. Tanyaku lagi.

“Brownies”. Jawabnya singkat dan kembali melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda, ia terlihat sedikit menghindariku. Aku juga bisa melihat ia sepertinya takut, bahkan untuk sekedar menatap mataku.

Aku perlahan mendekat kearahnya, lalu memberanikan diriku untuk memeluknya dari belakang.

“Mianhae~. Jeongmal mianhae cagiya~. Mianhae..”. Bisikku tepat ditelinganya, tapi ia sama sekali tidak meresponku. Dengan perlahan aku mencoba membalikkan tubuhnya untuk berhadapan denganku. Saat berbalik kepalanya menunduk, ia masih tidak berani melihatku.

“Lihat aku cagi..”. Pintaku pelan sambil memegang wajahnya agar menatapku lalu aku menempelkan keningku ke keningnya.

“Nan musowo, Jjong.. aku sangat takut”. Lirihnya. “Aku sangat takut saat mengingat perlakuanmu kemarin, untuk pertama kalinya kau membentakku sampai seperti itu. Aku seperti tidak mengenalimu Jjong, seorang Kim Jonghyun yang merupakan namja chinguku adalah seorang namja yang sangat hangat, penuh kasih sayang dan juga sangat lembut. Geunde oje..”.

“Mianhae cagi.. Nega jal mothaesseo, aku telah membentakmu kemarin”. Potongku.

“Aku bukannya berniat untuk menyakitimu, aku hanya terlalu takut untuk kehilangan dirimu yang teramat berharga bagiku”. Aku mengusap lembut kedua pipinya yang sedikit basah oleh airmata.

“Ya, mungkin terdengar egois memang. Aku benci melihatmu dekat dengan namja lain selain diriku, tapi itu semua karena aku sangat mencintaimu, membutuhkanmu. Bagaikan seorang yang  kecanduan, seperti itulah gambaran aku membutuhkan dirimu. Geurigo.. karena kau adalah milikku Seung Heui’ya, hanya milikku”.

Ia menatap mataku dalam, matanya kembali mengeluarkan airmata tapi sekarang ia sudah mulai bisa mengembangan senyuman tipisnya untukku. Kedua tangannya mencengkram kuat kedua sisi kemejaku, yang kuartikan sebagai permintaanya agar aku membenamkannya kedalam pelukanku.

“Mianhae cagiya. Maaf sudah membuatmu takut”. Ucapku lembut seraya mengeratkan pelukanku. “Aku tidak akan melakukannya lagi, yaksuk”.

Perlahan ia melepaskan pelukanku, lalu menatap dalam mataku.

“Kalau begitu.. boleh aku meminta sebuah permintaan, Jjong?”.

“Dangyeonhaji cagiya..”. Sahutku mengelus kedua pipinya.

“Cium aku”.

Tanpa ragu aku langsung mengabulkan permintaannya. Dengan perlahan aku mendekatkan wajahku padanya, hingga akhirnya ujung hidung kami bersentuhan dan aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang lembut membelaiku. Aku memejamkan mataku, membiarkan bibirku bersentuhan lembut dengan bibirnya.

Ia membalas ciumanku dengan sangat hangat dan lembut. Ia melingkarkan kedua tangannya dileherku, jemarinya mulai meremas rambutku kasar dan ia mulai melumat lembut bibirku. Ya, seperti itulah caranya membuat hatinya yakin atas permintaan maafku, dengan menciumku sampai ia puas, membuatnya memilikiku sepenuhnya. Akupun membalas ciuman hangatnya itu dengan lembut.

Lama setelah itu ia melepaskan ciumannya, kedua tangannya memegang kedua pipiku dan ia menempelkan keningnya ke keningku.

“Saranghae Seung Heui’ya. Jeongmal saranghae”. Aku kembali mengecup bibirnya ringan kemudian mengulaskan senyuman.

“Na do saranghae Jjong”.

***

“Cagiya~~~~~~ aku ingin ice cream, oh? Belikan aku ice cream”.

Hari ini aku mengajaknya berkencan, berjalan – jalan santai di Seokchonho Sugongwon menikmati musim semi yang menyapa Seoul saat itu. Seung Heui terlihat begitu cantik dengan terusan selutut berwarna hijau muda yang dikenakannya dan rambut ikal sebahunya yang dibiarkan terurai. Dan hari ini, dia benar – benar sangat manja padaku, aku suka itu. Hahaha!

“Aigoo~, cagiya. Hari ini kau sangat manja sekali padaku. Pertama kau memintaku membelikanmu marsmellow, lalu popcorn, dan barusan kau baru saja menghabiskan cotton candy. Sekarang kau ingin ice cream? Kau tidak takut gemuk cagiya?”. Aku mencubit pipinya dengan gemas.

“Ani, hehehe. Kalau memang nanti aku gemuk, kau akan meninggalkanku?”. Tanyanya spontan dan langsung kujawab dengan gelengan kepala.

“Bagaimana bisa aku meninggalkanmu cagi~, kalau hidup tanpa ada kau disisiku saja tidak aku tidak bisa”. Sahutku merangkul bahunya. “Arasseo, kita pergi ke kedai ice cream”.

“Jinjja?”

“Eung. Geureom kaja~!”

Kami telah sampai di sebuah kedai ice cream favoritku dan Seung Heui, kami sangat suka tempat ini karena tempatnya nyaman dan lumayan jauh dari kota.

Tringgg

“annyeonghaseyo~!!” teriakku dan Seung Heui begitu memasuki kedai itu.

“Ne~! Eoseo Oseyo~. Whaaa~, Jonghyun’ah.. Seung Heui’ya~. Oraen Maniyeyo”. Sapa ahjumma pada kami

“Ne,ahjumma. Jaljinaesseoyo? Sudah lama kami tidak kemari”. Sahut Seung Heui seraya tersenyum.

“Ne, jaljinaesseo. Kalian kenapa baru sekarang berkunjung?”.

Aku menarik bangku di dekat jendela dengan Seung Heui lalu melirik ke arahku. “Ahjumma seperti tidak tahu saja siapa Jonghyun, hehehe”.

“Aaa~. Ne ne, maja. Jonghyun adalah member boyband SHINee yang sangat sibuk, geureohji??”. Sahut Ahjumma menatap dan menepuk pelan bahuku.

“Hahaha~! Ne ahjumma, begitulah”. Jawabku seraya tersenyum.

“Ehm.. Ahjumma, aku ingin Ice cream rasa..”.

“Arayo Seung Heui’ya. Ice cream mocca untuk Jonghyun dan vanilla untukmu. Arasseo, chamkkanman gidarijuseyo, ne?”. Potongnya cepat seraya berlalu untuk mengambil pesanan Seung Heui.

“Hehehe~. Ahjumma masih ingat pesanan kita Jjong”. Gumam Seung Heui sembari terkekeh pelan.

Aku memandanginya yang sedang melihat keluar jendela. Neomu yeppeoseo, aku beruntung memilikinya. Aku bersumpah akan mempertahankan gadisku ini. Ya, mengingat betapa sulitnya aku berusaha agar bisa mendapatkannya. Dia dulunya sangat dingin padaku, tapi aku selalu berusaha mendekatinya tidak peduli sedingin apapun sikapnya padaku. Dan pada akhirnya aku mendapatkannya.

Sesaat kemudian kegiatanku memandangnya terganggu dengan datangnya pesanan kami.

“Kamsahamnida Ahjumma”. Ucapku tersenyum dan memberikan semangkuk ice cream rasa vanilla pada Seung Heui.

“Ne, manhi mogoyo”. Sahut Ahjumma tersenyum.

Aku mengambil ice cream rasa mocca pesananku lalu memakannya dengan perlahan.

“Jjong aku ingin mencoba punyamu..”. Ucap Seung Heui dengan nada manjanya dan mengerucutkan bibirnya manja padaku. Aku menyendokkan ice creamku lalu menyuapinya.

“Ehmm.. Kau juga mau mencoba punyaku? Igeo cagiya. Aaaa..”. Tawarnya yang juga menyuapiku ice cream miliknya.

“Gomawo cagi”. Kataku seraya mengelus lembut puncak kepalanya.

Epilog

“Seung Heui’ya.. Choi Seung Heui..”. Aku menatap dalam sosoknya yang cantik itu.

“Ne. .?”. Sahutnya yang tersenyum menegakkan kepala.     

“Jebal nal ttonaji marayo.. Jangan tinggalkan aku, aku mohon…”. Aku mengatakannya dengan spontan. Ya, kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku.

“Mworago? Kenapa kau berkata seperti itu cagi?”. Ia menatapku bingung dengan matanya yang indah itu.

“Katakan kau tidak akan meninggalkanku”. Ulangku padanya.

Dangyeonhaji~. Aku tidak akan akan meninggalkanmu naeui jalsaenggin namja. Geunde wae geureohke marhaesseo?”. Ia tersenyum manis, mencondongkan badannya mendekat padaku dan meraih tanganku yang terdiam diatas meja.

“Molla. Nan geunyang..”.

“Geunyang mwol cagiya..?”.

“Nan neol ilgo duryeowo. Aku takut kehilanganmu..”. Ku genggam erat tangannya yang menyentuh lembut jemariku.

“Aigoo~ cagiya. Hehe! Namjaku ini ada – ada saja. Dangyeonhaji, aku tidak akan meninggalkan kekasihku yang tam..”.

“Tam.. apa, cagi? Maksudmu tampan, geureohji? Hahaha!”. Godaku padanya seraya mengedipkan mata.

“Aigoo~, mworago haneun geoya~? Nuga ireohke marhaesseo? Eeissh.. ini rasakan. Hahahaa!!!”. Dengan senyumannya yang jahil, ia membalas menggodaku dengan menempelkan secolek ice cream ke hidungku.

“Omo! Ya! Cagiya~, mwohaneun geoya?! Kenapa kau menempelkan ice cream-mu ke hidungku??!! Eeisshh~. Kau harus tanggung jawab cagi. Bersihkan, ppalli~!”. Aku mencondongkan badanku kearahnya seraya mengerucutkan bibir.

“Ara ara.. Dekatkan wajahmu cagi”.

“Untuk apa kau mengambil tissue itu?”.

“Untuk apa mwol? Bukannya tadi kau menyuruhku membersihkan hidungmu, memangnya untuk apa lagi?”. Pertanyaannya yang begitu polos seperti ini, mungkin inilah salah satu alasanku mencintainya dengan sangat. Ya, kepolosannya membuat pandanganku selalu terfokus hanya pada dirinya saja.

“Maja.. Geunde, aku tidak memintamu membersihkannya dengan tissue geureohji?”.

“Eh? Mworago? Ani, geureom eotteohke..”. Ia menggaruk kepalanya bingung.

“Bersihkan dengan mulutmu cagi~”. Sahutku menggodanya.

“MWO??!! YA!! NEO MWOYA??!! Neo michyeosseo Kim Jonghyun~!!! Aigoo~, kau ini benar – benar namja berotak yadong!! Ini~! Bersihkan sendiri! Uurgh!”. Matanya membelalak, dan ia langsung meremas selehai tissue ditangannya dan melemparkannya tepat ke hidungku. Benar – benar sangat menggemaskan.

“Hahahahaha~!!! Kenapa langsung sewot begitu, sampai – sampai melempariku dengan selehai tissue yang tak bedosa ini, hahaha! Aigoo~ Naeui yeoja jinjja gwiyeopda, hehehe”. Ku cubit gemas pipinya yang sangat cantik itu.

“Aiya~! Apheo. Kenapa malah mencubit pipiku~”.

“Saranghae Choi Seung Heui..”. Aku menempelkan sendok ke bibirku lalu menempelkannya ke bibir tipis Seung Heui. “Jeongmal saranghanda”.

Wajahnya memerah, ia tersenyum dengan sangat manis, lalu mengecup sendok yang kutempelkan ke bibirnya. “Muach. Na do saranghae Kim Jonghyun”.

END.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s