I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 10

love_prison-wide

Title : I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 10

Inspired By : SHINee. SHINee’s Song “One” (하나) & SHINee’s Song “Quasimodo” (화살)

Cast :

Taemin SHINee as Lee Taemin

Onew SHINee as Lee Jinki

Minho SHINee as Choi Minho

Jonghyun SHINee as Kim Jonghyun

Key SHINee as Kim Kiboom

Seo Eun Hee (Original Character)

Lee Hyo Rin (Original Character)

Han Ga Eul (Original Character)

Kim Min Soo (Original Character)

Genre : Romantic

Length : Chaptered

Rating : PG-17

Created By: Ayin Perdana

_____________________________________________________________________

I Just Love You Part. 9 Review:

“Kira – kira berapa jumlah penonton yang akan menonton konser ini ahjeossi?”.

“Hhmmm, kurang lebih sekitar 10.000 penonton”.

“Whaaa~ banyak sekali”.

“Sasireun, penggemar Jonghyun yang ingin menonton konsernya kali ini melebihi dari 10.000, tapi berhubung kapasitas plenary hall ini hanya bisa memuat 10.000 orang jadi terpaksa penontonnya dibatasi”.

“O, jamkkanman Hyorin’a. Aku ingin mencek perlengkapan konser sebentar, dan juga nanti kau duduk persis di tempat ini ya. Karena dari sini Jonghyun akan mudah untuk menjemputmu naik ke atas panggung”.

“Ye? Naik ke atas panggung?”.

“A, geuge~”. Manager Jonghyun mulai sedikit terbata. “Jonghyun hanya bilang seperti itu padaku. Sudahlah, turuti saja keinginan anak itu, ne?”. Manager Jonghyun pun langsung buru – buru meninggalkan Hyorin.

 

“Apa yang akan Jonghyun oppa lakukan?”. Hyorin terus bertanya – tanya sendiri sambil melihat Jonghyun yang latihan di stage.

 

Konser Jonghyun yang berlangsung selama 2 jam berjalan dengan meriah. Hyorin yang menonton dari kursi penonton pun tidak pernah lepas dari senyuman manisnya. Setelah menyanyikan lagu terakhirnya, Jonghyun berdiri di tengah – tengah panggung memegang microphone dan mulai berbicara.

 

“Terima kasih untuk para blingersku tercinta yang menonton konserku mala mini, aku sangat bahagia karena dapat bertatap muka dengan kalian semua. Tak kusangka kalian sangat banyak sekali, hahahahaha”. Jonghyun mulai mengeluarkan tingkah konyolnya dan membuat penggemarnya ikut tertawa.

 

“Geunde, malam ini tidak hanya menjadi sebuah konser. Malam ini juga akan menjadi malam yang tidak akan pernah aku lupakan bahkan sampai aku mati, karena aku ingin memberikan hadiah terindah untuk kekasihku Lee Hyorin”. Jonghyun membuat semua penggemarnya berteriak, ia pun berjalan dari panggung dan meraih tangan Hyorin lalu membawa Hyorin ke panggung bersamanya. Hyorin yang sebenarnya sangat gugup berusaha tenang dan memasang senyuman manisnya.

 

“Chagiya~ aku memiliki angan – angan, suatu hari aku bisa memberimu sesuatu yang tidak akan pernah hilang dari ingatanmu”. Jonghyun berlutut dan mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku celananya. “Maukah kau menjadi milikku selamanya? Menikahlah denganku Lee Hyorin”.

 

Jonghyun membuka kotak cincin itu dan mengarahkannya pada Hyorin sambil tetap berlutut.

 

Hyorin sangat terkejut sambil tidak dapat mengatakan apapun. Ia merasa sangat bahagia dan merasa menjadi yeoja yang paling beruntung di dunia. Penggemar Jonghyun yang melihat itupun berteriak semakin histeris.

 

“Oppa~”. Mata Hyorin mulai berkaca, ia hanya dapat menganggukkan kepalanya dan itu membuat senyuman manis Jonghyun berkembang diwajahnya. Jonghyun lalu kembali berdiri dan memasangkan cincin itu di jari manis tangan kanan Hyorin lalu mengecup keningnya dengan hangat. Hal itu membuat penggemar Jonghyun tidak berhenti berteriak bahkan ada yang sampai menangis karena saking terharunya.

 

Konser itu berakhir dengan sangat manis dan romantis seperti yang di inginkan Jonghyun. Para penggemar yang menonton konser memberikan tepuk tangan padanya. Jonghyun dan Hyorin pun mengucapkan terima kasih sambil membungkukkan badannya. Jonghyun juga melambaikan tangannya dan mengucapkan salam perpisahan tanda konser telah usai dan kembali ke backstage bersama Hyorin.

 

“Oppa~ gomawo. Oppa membuatku seperti masuk ke dalam negri dongeng yang penuh dengan kisah cinta yang indah”. Hyorin bersandar di bahu Jonghyun dalam perjalanan pulang dalam mobil.

 

“Aku yang seharusnya berterima kasih padamu. Kau mau menerimaku apa adanya menjadi pasanganmu, malam ini aku yang sangat bahagia chagi~”. Jonghyun mengecup lembut puncak kepala Hyorin dan menggenggam erat tangannya.

 

“Aku juga sangat bahagia karena oppa memilihku. Dan saat ini yang paling aku inginkan adalah memeluk Oppa dan tidak melepaskannya bahkan sampai aku jatuh tertidur. Jadi Oppa tidak boleh jauh – jauh dariku”.

 

“Kau boleh memelukku sampai kau puas chagi~”. Jonghyun merangkul tubuh Hyorin masuk ke dalam pelukannya dan kembali mengecup pucak kepala Hyorin. “Tidurlah chagi, sudah larut. Kalau sudah sampai aku akan menggendongmu ke kamar”. Jonghyun memberikan senyuman hangatnya.

***

Kiboom serius menatap layar laptopnya. Ia sedang membaca chatnya dengan temannya di dunia maya bernama Rachel.

 

“Whaaa.. yeppeuda”. Minho tiba – tiba muncul dan duduk di sebelah Kiboom. “Geu yeojaga ireumi mwoya?”. Minho menunjuk photo avatar yeoja itu.

 

“Rachel”. Kiboom menjawab singkat sambil tetap menatap layar laptopnya. “Dia Blasteran Jerman dan Korea.

 

“Jinjja? Yeppeuda”. Minho mengomentari dan mendekatkan wajahnya ke layar laptop Kiboom.

 

“Kalau kau sampai naksir dengannya aku tidak akan membiarkanmu hidup”. Sahut Kiboom menyingkirkan wajah Minho dari hadapan layar laptopnya.

 

“Ya~ tipeku bukan yeoja blasteran, aku masih menyukai hasil negara sendiri. Hahahaha”.

 

“Geureso, wae?”.

 

“Wae Mwol?”.

 

“Ya~, kenapa kau datang ke kamarku? Pasti ada yang ingin kau bicarakan kan?”. Kiboom mendorong kepala Minho.

 

“Kau ini peramal ya? Daebak~~”. Minho membelalakan matanya yang bulat ke depan wajah Kiboom.

 

“Aku sudah tinggal bersamamu selama 5tahun, dan itu adalah waktu yang sangat cukup untuk memahami dirimu”. Kiboom kembali menatap layar laptopnya.

 

“Kiboom’a~”.

 

“Wae”.

 

Kiboomie~”

 

“Wae~~”

 

“Kim Kiboom~”.

 

Wae~~~ Wae wae wae wae wae!!!”. Kiboom emosi dan mengerutkan keningnya menatap Minho.

 

“Aku, sepertinya mulai menyukai seorang yeoja”. Ekspresi Minho tiba – tiba berubah serius.

 

“And then~?”. Kiboom menuruti logat orang asing.

 

“Ya~ Kiboom’a!”. Minho mendorong ringan tubuh Kiboom.

 

“Mwo~?! Arasseo, kau menyukai seorang yeoja. Lalu masalahnya apa?! Jangan bilang kau minta bantuanku mengajarimu cara mendekatinya. Sirheunde~!!!”. Omel Kiboom seraya menjulurkan lidahnya.

 

“Ya~, neo paboni? Bukan itu, geunyang.. yeoja itu belum lama aku kenal. Atau mungkin bisa dibilang aku belum mengenalnya sama sekali”. Wajah Minho kembali serius.

 

“Geure? Tidak biasanya kau bisa menyukai yeoja yang bahkan tidak kau kenal. Dengan Hyejin saja kau membutuhkan waktu lama baru kau bisa pacaran dengannya”. Kiboom mulai membalikkan badannya menghadap Minho.

 

“Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja ditaman waktu kita, hyorin dan Jonghyun Hyung bermain beberapa waktu  lalu”.

 

“Eh? Jinjja? Eonje eonje eonje?”. Kiboom mulai tertarik dengan pembicaraannya.

 

“Kau ingat waktu aku pergi membelikan minuman, saat itu aku bertemu dengannya”.

 

“Aaa~~ “. Kiboom menganggukkan kepalanya. “Seperti apa yeoja itu?”.

 

“Yeppeo”. Minho menjawab singkat.

 

“Anya, maksudku apa yang membuat kau menyukainya”.

 

“Aku tidak terlalu yakin juga, tapi aku melihat sepertinya ada sesuatu beban yang lumayan berat pada dirinya”. Minho mengelus – elus dagunya.

 

“Itukah yang membuatmu suka padanya? Menurutku itu bukan rasa suka tapi iba, kasihan, atau semacamnya lah”.

 

“Aku juga masih bingung, tapi entah kenapa aku selalu ingin mencoba mendekatinya”. Minho serius menatap Kiboom.

 

“Hhmmm~ kalau begitu ikuti apa yang hatimu katakan saja”. Ucap Kiboom santai.

 

“A~! lalu bagaimana dengan teman dunia mayamu itu?”. Minho mengalihkan topik pembicaraan. “Dia pasti merasa menjadi yeoja yang sangat beruntung karena bisa menjadi teman chatting seorang model terkenal dari Korea”. Minho mulai menggoda Kiboom.

 

“Apanya, dia bahkan tidak tahu bahwa aku seorang model”. Kiboom kembali menatap layar laptopnya.

 

“Jinjja? Wae wae wae? Kau tidak memberitahukan identitasmu?”.

 

“Aku berpikir, terkadang apa yang kau katakan ada benarnya Minho”. Kiboom menatap laptop sambil bertopang dagu.

 

“Eh? Apa yang sudah aku katakan?”. Tanya Minho menunjuk wajahnya sendiri.

 

“Aku ingin memiliki seorang teman yang menerimaku apa adanya, bukan karena adanya apa”. Kiboom menatap sayu layar laptopnya. “Geunde, aku sangat penasaran dengan anak kecil yang sering dia ceritakan padaku”. Kiboom membuka avatar yeoja itu.

 

“Oh, benar juga. Ada seorang anak laki-laki yang dia peluk di photo itu, siapa dia?”. Minho menunjuk anak laki-laki tampan yang ada di photo.

 

“Na do molla”. Jawab Kiboom singkat. “Ommo!”. Kiboom langsung mendekatkan ke layar laptop untuk memastikan pesan masuk yang dibacanya.

 

“Ada apa?”.

 

“Yeoja ini, dia bilang besok dia akan tiba di Seoul. Dia mau menemuiku katanya”. Kiboom mengarahkan kursor ke pesan itu.

 

“Mwo? Jinjja?”

To be continued

I Just Love You Part. 11 Preview:

“Jeogiyo~ Kim Kiboom inga?”.

“Ne~ geurom neo..”.

“Ne, nan Rachel iyeyo”.

“O, annyeonghaseyo~”.

“Ne annyeonghaseyo”. “John, ayo perkenalkan dirimu dengan Kiboom ahjossi”.

“Annyeonghaseyo ahjossi~ na neun John iyeyo”.

“John annyeong~ aigoo gwiyowo~”.

“Jadi, ahjossi ini temannya eomma?”.

“Ne? Eomma?”.

Hahahahaha~!!! What will Kiboom’s doing??? Does he will hate Rachel..? Or maybe eehmm.. just wait and find the answer next week ^^

annyeong~ 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s