I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 8

love_prison-wide

Title : I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 8

Inspired By : SHINee. SHINee’s Song “One” (하나) & SHINee’s Song “Quasimodo” (화살)

Cast :

Taemin SHINee as Lee Taemin

Onew SHINee as Lee Jinki

Minho SHINee as Choi Minho

Jonghyun SHINee as Kim Jonghyun

Key SHINee as Kim Kiboom

Seo Eun Hee (Original Character)

Lee Hyo Rin (Original Character)

Han Ga Eul (Original Character)

Kim Min Soo (Original Character)

Genre : Romantic

Length : Chaptered

Rating : PG-17

Created By: Ayin Perdana

______________________________________________________________________

I Just Love You Part. 7 Review:

“Aigoo~ kenapa namja ini? Ya! Choi Minho! Kenapa kau senyum – senyum sendiri seperti itu?! Michyosseo?! Ayo cepat bersihkan badanmu setelah itu baru kita pergi ke toko kaset”.

“Aku.. sepertinya aku sedang mulai menyukai seorang yeoja”.

“Mwo? Mworago? Apa kau jangan – jangan sedang jatuh cinta? Aigoo.. yeoja itu pasti sangat hebat karena bisa membuatmu membukakan hatimu yang selama ini kau tutup untuk semua yeoja yang ada di belahan bumi”.

“Na do molla. Geunde, sepertinya aku menyukai yeoja itu”.

***

Pagi yang sangat cerah, Taemin bersama dengan Min Soo telah berada di gedung SM Entertainment bersiap – siap latihan menari untuk acara Music Bank 2bulan lagi.

“Kalian berdua akan membawakan dance tango di Acara Music Bank 2bulan lagi. Apa kalian sudah saling berkenalan satu sama lain?”. Ucap manager Taemin yang duduk di kursi kerja dalam ruangannya.

“Jangankan saling berkenalan, yeoja ini bahkan sudah menginap dirumahku tadi malam”. Taemin mengatakannya dengan memasang wajah sedikit cemberut sambil menunjuk Min Soo yang berdiri di sampingnya.

“Mwo?! Ya! Lee Taemin, museun soriya~~?! Pagi – pagi kau sudah mengajakku bergurau, yang benar saja”. Manager membelalakkan matanya pada Taemin.

“Aku sedang tidak bergurau manager hyung~~ yeoja ini tiba – tiba muncul di rumahku mencari – cari Jinki Hyung, alhasil Jinki Hyung membiarkannya untuk tinggal dirumah kami”. Taemin mulai merengek seperti anak kecil di depan managernya.

“O, jinjjaro?”. Manager Taemin lalu memindahkan pandangannya pada Min Soo “Min Soo Ssi, kau sudah kenal ya dengan Jinki?”. Suara manager Taemin itu tiba – tiba berubah saat berbicara pada Min Soo, terdengar sedikit genit “mungkin”.

“Hyung~~ kau ini sangat berbeda ya kalau sudah berbicara pada yeoja, manis sekali”. Taemin menyindir managernya.

“Oh? Ne, Jinki Oppa adalah sunbae ku waktu dia mengikuti summer class di kampusku di Los Angeles”. Min Soo menjawab datar.

“Geunde, hyung.. aku harap dengan dipasangkannya kami ini tidak akan menimbulkan skandal apapun. Terlebih kami ini tinggal di atap yang sama”. Taemin menekankan pada managernya.

“Algesseo. Kau tenang saja dan latihan lah. Aku akan menjamin tidak akan ada berita miring tentang kalian berdua”.

Taemin dan Min Soo akhirnya meninggalkan manager hyung diruangannya dan berpindah menuju studio tari yang masih terletak di dalam gedung SM Entertainment untuk latihan duet dance pertama mereka.

“Kau gugup?”. Taemin bertanya pada Min Soo yang sibuk memasang heelsnya.

“Ani, santai saja”. Jawab Min Soo singkat sambil mengaitkan tali heelsnya.

“Apa kau benar – benar akan latihan dengan memakai heels?”. Taemin menunjuk – nunjuk heels yang dikenakan Min Soo dengan telunjuk kanannya.

“Ne, majayo, pada saat tampil nanti aku kan harus memakai Heels jadi saat latihan sudah harus memakainya agar nanti terbiasa dan memperkecil kemungkinan aku untuk terpeleset karena sudah terbiasa”. Jelas Min Soo.

“O~~”. Taemin menganggukkan kepalanya menandakan ia telah mengerti maksud Min Soo.

Mereka pun mulai berlatih di bantu oleh pelatih dance professional. Mereka berlatih sangat serius untuk penampilan duet pertama mereka di Music Bank Nanti. Min Soo yang memang ahli dance tango dengan cepat dapat menguasai gerakan yang diberikan oleh pengarah gaya, tidak terkecuali Taemin yang juga dapat mengimbangi gerakan Min Soo dengan mulus.

“Baik, sekarang waktunya istirahat”. Pengarah gaya lalu mematikan alunan musik yang diputar untuk mereka latihan.

“Eh? Sudah istirahat, cepat sekali”. Taemin menoleh ke kiri dan kanan mencari jam dinding.

“Ya~, ini sudah jam makan siang, tahu?! Aku sudah lapar~”. Rengek Min Soo.

“Ya~, kenapa kau jadi marah begitu~?? Kau jangan banyak makan ya, nanti aku keberatan untuk menggendongmu. Di dance tango ini banyak gerakan yang menuntutku harus mengangkatmu bahkan dengan satu tangan~”. Taemin ikut merengek.

“Itu kan masalahmu, weee!”. Min Soo meledek Taemin jahil.

“Ya! Neo!”. Taemin berteriak dan membuat pelatih dan pengarah gaya tercengang dengan mulut terbuka.

“Aigoo~ tadi pada saat latihan mereka benar – benar terlihat seperti pasangan, romantic sekali. Kenapa pada saat tidak latihan mereka seperti anak kecil yang selalu bermusuhan”. Gumam pelatih dance Taemin pada pengarah gaya dance tango yang berdiri disampingnya yang hanya cekikikan.

“Taemin’a~”. Taemin langsung memalingkan wajahnya mengarah ke asal suara yang memanggil namanya. Ekspresi wajahnya yang semula kusut langsung berubah menjadi begitu sumringah dengan senyumnya yang mengembang.

“Chagiya~~”. Taemin langsung mendekati yeoja yang tak lain adalah Eun Hee. “Bogosipda Noona”. Taemin langsung menarik yeoja itu masuk ke dalam pelukannya dan memberikan kecupan hangat di keningnya.

“Na do bogosipeo, Taemin’a”. Eun Hee tersenyum mengelus lembut pipi Taemin. “Nuguseyo, Taemin’a?”. Tatapan Eun Hee mengarah pada Min Soo yang berdiri di belakang Taemin yang sedang menyeka keringatnya dengan handuk kecil berwarna kuning.

“Ah, Ne. Dia itu Min Soo, Kim Min Soo. Dia adalah pasangan duetku untuk dance tango di acara Music Bank 2bulan lagi noona”. Terang Taemin sambil mengembangkan senyum manisnya untuk Eun Hee.

“Ah, geure?”. Eun Hee tersenyum kecil.

“Min Soo’ya, kesini sebentar. Kenalkan ini yeoja chingu ku Eun Hee Noona”.

“Oh, annyeonghaseyo Eonni”. Min Soo tersenyum dan membungkukkan badannya pada Eun Hee.

“Ne, annyeonghaseyo”. Balas Eun Hee ramah dan juga menundukkan kepalanya.

“Mannaso Bangawoyo Eonni. Benar kata Taemin, Eonnin neomu yeppeo”. Puji Min Soo yang ingin mengakrabkan dirinya pada Eun Hee.

“Neo do yeppeo Min Soo’ya”. Eun Hee memberikan senyuman.

“Gomawo Eonni”. Min Soo membalas senyuman Eun Hee. “Taemin’a, apa hari ini Jinki oppa ada jadwal syuting?”.

“Mana aku tahu, kau tanyakan saja langsung padanya. Wae? Hoksi~~”. Taemin menatap Min Soo curiga.

“Hoksi mwol?”. Min Soo memberikan tatapan menantang pada Taemin.

“Neo Jinki Hyung johahae?”. Taemin langsung menebak.

“Eh? Mworago?”. Min Soo setengah terkejut dengan tebakan Taemin.

“Jadi benar kan? Kau menyukai Jinki Hyung~~”. Taemin kembali menginterogasi Min Soo.

“Bukan urusanmu kan?”. Min Soo langsung memasang wajah cuek.

“Taemin’a, jangan seperti itu dengannya”. Eun Hee mencoba mengingatkan Taemin. “Min Soo, kau ingin pergi makan siang? Mau makan siang bersama?”. Eun Hee menawari Min Soo untuk makan bersamanya dan Taemin.

“Mwo?! Noona, aku tidak mau dia menjadi pengganggu makan siang kita. Aku hanya ingin makan berdua denganmu~”. Rengek Taemin Manja.

“Ya~~ apa kau pikir aku mau makan denganmu? Aku ingin mengajak Jinki oppa saja, aku akan menelponnya”. Min Soo langsung mengangkat tasnya yang masih tergeletak di lantai dan pergi begitu saja melewati Taemin tanpa menatapnya.

‘Aigoo~ yeoja itu. Sepertinya dia benar – benar menyukai Jinki Hyung.

Taemin dan Eun Hee makan siang di café dekat gedung SM. Mereka sengaja makan di café itu karena Taemin harus segera kembali menyambung latihan dance tangonya bersama Min Soo dan Eun Hee juga harus pergi ke lokasi syuting iklan produk kosmetik Etude House.

“Taemin’a”. Eun Hee meraih tangan kiri taemin yang memegangi gelas. “Ne, chagi? Ada apa?”. Taemin tersenyum dan membalas genggaman tangan Eun Hee.

“Min Soo itu.. cantik ya”. Eun Hee menatap dalam mata Taemin.

“Eh? Apa maksudmu chagi? Kenapa kau tiba – tiba berkata begitu?”.

“Dia itu cantik, muda, dan dia adalah pasangan duet menarimu. Dan aku tahu gerakan dance tango itu seperti apa”. Ucap Eun Hee terdengar datar.

“Noona, kau cemburu?”. Taemin mengangkat dagu Eun Hee dengan lembut sehingga kepalanya yang menunduk bertemu dengan wajahnya. “Jangan khawatir chagi, orang yang aku lihat sebagai wanita hanya kau”. Taemin mengecup lembut tangan Eun Hee yang masih menggenggam tangan kirinya.

“Aku percaya padamu Taemin, tapi entah kenapa aku merasa tidak akan sanggup jika melihatmu nanti berdansa dengannya”.

“Yang aku lakukan dengannya hanya menari. Mengenai ekspresi wajahku, tatapan mataku, dan sentuhanku yang aku berikan padanya murni hanya menirukan apa yang diarahkan oleh pengarah gaya”. Taemin meyakinkan Eun Hee dan mengelus pipinya lembut.

“Aku takut kehilanganmu Taemin’a”. Eun Hee menatap mata Taemin begitu dalam. “Sepertinya akal pikiranku sedang mengalami kesulitan mengontrol rasa sukaku terhadapmu”.

“Kau tidak akan kehilanganku Noona. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian”. Taemin mengecup kening Eun Hee. “Saranghae”. “Na do saranghae”. Eun Hee tersenyum pada Taemin.

“Jinki Oppa~~ Yeogi!”. Min Soo melambai – lambaikan tangannya pada Jinki yang baru datang di restaurant yang dimaksudkan Min Soo saat menelponnya untuk mengajaknya makan siang.

“Kau menunggu lama?”. Ucap Jinki tersenyum dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Min Soo. “Ani oppa”. Min Soo membalas senyuman Jinki dengan begitu ceria.

“Pelayan~”. Jinki memanggilkan pelayan restaurant untuk memberikan mereka menu. “Kau mau pesan apa Eun Hee?”. Jinki bertanya sambil melihat ke buku menu tanpa menyadari ia salah memanggil nama Min Soo menjadi Eun Hee.

“Eun Hee?”. Suara Min Soo tiba – tiba berubah lirih.

“O, ani.. mianhae Min Soo’ya, aku..”

“Aku tidak lapar oppa, aku pergi duluan”. Min Soo langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar restaurant. Ia sangat emosi sampai ia tidak kuasa menahan air matanya.

“Min Soo’ya~! Min Soo’ya~! Tunggu! Jangan Lari”. Jinki mengejar Min Soo sampai keluar restaurant dan akhirnya ia bisa mengejar Min Soo yang tidak kuat berlari cepat karena ia menangis. “Min Soo’ya.. maafkan aku. Tadi aku tidak ada maksud salah menyebutkan namamu”. Jinki meraih tangan kanan Min Soo dan membalikkan badan Min Soo mengarah padanya.

“Oppa~ apa sebesar itukah cinta Oppa terhadap Eun Hee Eonni?! Sebesar itukah sehingga membuat Oppa menjadi orang bodoh seperti ini?! Sebesar itukah sehingga hanya ada bayangan Eun Hee Eonni yang ada di mata Oppa?!”. Min Soo tidak dapat menahan amarahnya dan itu membuat air matanya mengalir lebih deras.

“Aku.. aku..”.

“Oppa, neo jeongmal pabo’ya”. Min Soo menatap Jinki penuh amarah. “Oppa, kalau Oppa memang menyukai Eun Hee Eonni kenapa Oppa tidak menyatakan perasaan Oppa padanya?! Kenapa Oppa membiarkan Taemin yang mendapatkan hati Eun Hee Eonni?! Kenapa Oppa memilih untuk menyiksa batin Oppa~?”. Min Soo sudah kehabisan tenaga untuk mengeluarkan amarahnya.

“Karena Taemin itu adikku dan aku sangat mencintainya”. Sahut Jinki tegas. “Semenjak ayah dan ibu kami meninggal, hanya Taemin satu – satunya yang aku punya. Taemin yang dapat membuatku bersemangat untuk bekerja keras agar dapat mempertahankan hidup kami hingga sampai sekarang ini. Karena itu akan egois jadinya jika aku mementingkan perasaanku sendiri dibandingkan perasaannya. Aku bahagia jika Taemin adikku satu – satunya bahagia. Aku hanya perlu waktu untukku benar – benar bisa melupakan Eun Hee dan melihatnya hanya sebagai kekasih adikku, bukan melihatnya sebagai orang yang aku cintai”. Jinki memegangi kedua pundak Min Soo dan mengusap air mata Min Soo dengan ibu jarinya.

“Oppa, nan oppa reul saranghae~”. Min Soo mengutarakan perasaanya dengan lirih.

“Min Soo’ya..”.

“Nan jinjja saranghaeyo Oppa. Aku sudah mencintai Oppa saat Oppa masih berada di Los Angeles, sudah lama aku ingin mengutarakannya tapi setiap kali mendengar Oppa bercerita tentang Eun Hee Eonni aku selalu mengurungkan niatku. Tapi kali ini aku tidak akan menahannya lagi, aku benar – benar mencintai Oppa”. Min Soo menatap mata Jinki dalam, sedang Jinki tidak dapat berkata sepatah katapun.

“Aku harap Oppa bisa pelan – pelan melihatku sebagai yeoja, yeoja yang dengan tulus mencintaimu dan bersedia menunggumu sampai kapanpun”. Min Soo melepaskan tangan Jinki yang memegangi pundaknya dan berpaling pergi meninggalkan Jinki yang masih berdiri kaku melihat badan belakang Min Soo yang lama – lama mulai tak tampak dari penglihatannya.

“Min Soo~ jeongmal Miananta”. Jinki berkata lirih.

Malam hari ini terasa begitu dingin. Jinki mengenakan sweater rajut berwarna putih yang tebal untuk menghangatkan tubuhnya dan memilih untuk berdiam diri di kamar menatap LCD TV nya. Jinki menggonta ganti channel tv tidak menentu, perasaannya saat itu masih acak – acakan teringat peristiwa tadi siang yang membuatnya sangat syok.

Jinki mulai terpikirkan Min Soo, selama ini ia merasa memang tidak pernah melihat Min Soo sebagai yeoja. Ia juga tidak menyangka Min Soo menyukainya karena perhatian – perhatian yang ia berikan selama ia berada di L.A.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya selama ini Jinki?”. Batin Jinki bertanya – tanya. “Kau memberikan perhatian padanya tapi kau membayangkannya sebagai orang lain yang pada kenyataanya tidak mungkin lagi dapat kau miliki”. Jinki menghela nafasnya. Ia lalu bangkit dari sofa di depan tv di kamarnya dan ingin keluar mencari udara segar untuk menenangkan pikirannya.

“Oh, Taemin. Kau sudah pulang”. Jinki berpapasan dengan Taemin yang baru saja tiba ketika ia menutup pintu kamarnya.

“Ne Hyung, hari ini melelahkan sekali. Si yeoja cerewet itu pasti sekarang langsung tertidur dikamarnya”. Ucap Taemin dengan nada jengkel.

“Maksudmu Min Soo? Bukannya dia belum pulang, aku pikir dia akan pulang bersamamu”.

“Ani. Tadi setelah latihan berakhir dia mengatakan akan pulang sendiri, jadi aku berpisah dengannya tadi di Gedung SM dan aku memutuskan untuk menjemput Eun Hee Noona dan mengantarkan Eun Hee Noona pulang”. Terang Taemin polos.

“Kau yakin dengan yang kau katakan Taemin?”. Jinki mulai menatap Taemin dengan perasaan cemas.

“Aku yakin hyung, kau tidak mencoba menengok ke kamarnya?”.

Jinki langsung berlari menuju kamar Min Soo dan meninggalkan Taemin sendirian yang masih berdiri di depan pintu kamarnya. Tanpa mengetuk pintu Jinki langsung membuka pintu kamar Min Soo dan ia hanya mendapati kamar Min Soo yang kosong. Ia memandangi setiap sudut kamar Min Soo tapi ia memang tidak mendapatkan Min Soo disana.

“Min Soo’ya, apa kau di dalam?”. Jinki mengetuk pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar itu namun tidak ada jawaban. Karena merasa khawatir takut terjadi sesuatu pada Min Soo, Jinki memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi itu tapi ia juga tidak mendapati ada Min Soo disana.

Tatapannya terhenti di jam dinding yang berada di atas tempat tidur Min Soo dan waktu sudah menunjukkan 11.30malam. “Kemana dia?”. Jinki sangat cemas. Ia lalu segera keluar dan berniat mencari Min Soo.

“Hyung, bagaimana? Min Soo neun bange isseo?”. Taemin bertanya Jinki yang berlari. “Anya, Eopseo”. Jawab Jinki singkat yang terburu – buru berlari dan melewati Taemin tanpa berkata apa – apa lagi.

“O, hyung~ eodiga?!”.

To be continued.

I Just Love You Part. 9 Preview:

“Krriiiiiiiiiiiinnggg”.

“Ne, Jonghyun Oppa~”.

“Chagi, kau ini dalam keadaan sudah bangun atau jangan – jangan kau belum tidur karena terlalu asyik menulis novel barumu?”.

“Aku sudah bangun dari tidur Oppa~. Jangan khawatir, tadi malam aku tidur cepat”.

“Baguslah, kau tidak boleh sampai sakit hanya karena novelmu chagi~”. “Ngomong – ngomong, aku baru selesai dari rekaman dan latihan persiapan konserku. Sekarang aku ada di depan pintu rumahmu. Hahahaha”.

“Mwo?!?”.

what’s Jonghyun doing in the middle of the night in Hyorin’s house? Well, find the answer next week! xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s