I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 7

love_prison-wide

Title : I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 7

Inspired By : SHINee. SHINee’s Song “One” (하나) & SHINee’s Song “Quasimodo” (화살)

Cast :

Taemin SHINee as Lee Taemin

Onew SHINee as Lee Jinki

Minho SHINee as Choi Minho

Jonghyun SHINee as Kim Jonghyun

Key SHINee as Kim Kiboom

Seo Eun Hee (Original Character)

Lee Hyo Rin (Original Character)

Han Ga Eul (Original Character)

Kim Min Soo (Original Character)

Genre : Romantic

Length : Chaptered

Rating : PG-17

Created By: Ayin Perdana

______________________________________________________________________

I Just Love You Part. 6 Review:

“Min Soo, apa yang akan kau lakukan di Seoul?”.

“Na? Ah~ aku mengikuti casting yang di adakan SM Entertaiment di L.A, dan aku diterima menjadi trainee”.

“Oh, jinjja?”.

“Ne, katanya aku akan di trainee disini dan akan memulai debutku 2 bulan lagi didampingi dengan dancer terkenal Korea Lee Taemin”.

“Uhuk uhuuuk!!”. Taemin tersedak karena terkejut, begitupula dengan Jinki yang juga terkejut dan tidak jadi menyuap makanannya.

“Mworago? Kau akan dipasangkan denganku?”. Ulang Taemin lagi setelah meminum segelas air putih yang ada di samping piring makannya.

 

“Di pasangkan denganmu apanya~ aku kan tadi bilang dengan Lee Taemin~”. Sejenak Min Soo terhenti bicara dan kemudian langsung menyadari apa yang baru saja dikatakan Taemin. “Ommo, kau adalah Lee Taemin yang dimaksudkan pihak SM itu ya?”. Mata Min Soo terbelalak menatap Taemin.

 

“Ne, geuge naya~”. Ucap Taemin menunjuk dirinya sendiri.

 

“Mianhae, aku terlambat menyadarinya”. Min Soo terlihat malu.

 

“Gwaenchanha. Geunde, apa basic mu di tari?”. Ucap Taemin tersenyum kecil dan mulai bisa menerima kehadiran Min Soo.

 

“Ballet. Tapi juga bisa dance tango, kata pihak SM aku akan memulai debutku di acara Music Bank 2 bulan lagi. Dan debutku itu dimulai dengan aku dance tango bersamamu”. Terang Min Soo yang kemudian meneguk minumannya.

 

“Aaa~~ jadi kau yang akan menjadi pasanganku di Music Bank nanti. Aku ingat managerku juga ada mengatakan hal ini sebelumnya padaku, tapi waktu itu aku belum tahu kalau orang yang dimaksud adalah kau. Karena managerku hanya mengatakan bahwa aku akan berduet dengan orang yang lulus casting SM di Amerika”. Ucap Taemin yang sudah menyelesaikan makannya, sedangkan Jinki hanya mendengarkan perbincangan mereka sambil menyantap buah mangga yang menjadi hidangan penutup malam itu.

 

“Kalian berdua harus bisa bekerja sama dengan baik, jangan ada rasa canggung saat latihan maupun nanti sudah berada di atas pentas, jadi professional saja”. Jinki member nasehat kepada mereka.

 

“Ne, hyung~ arasseo. Seperti apapun jenis tarian yang aku lakukan dan secantik apapun pasanganku, aku akan tetap mencintai yeoja chinguku Eun Hee Noona”. Taemin mengatakannya sambil tersenyum.

 

“Eun Hee..” Min Soo tiba – tiba teringat bahwa Eun Hee adalah yeoja yang disukai Jinki, ia pun langsung melihat ke arah Jinki seperti member isyarat ingin mengkonfirmasi hal tersebut.

 

“Eun Hee adalah kekasih Taemin”. Ucap Jinki singkat yang hanya sekilas membalas pandangan Min Soo menandakan ia memahami maksud pandangan Min Soo.

 

“Wae? Kau kenal juga dengan Eun Hee Noona?”. Tanya Taemin merespon ekspresi Min Soo yang bisa dikatakan “sedikit” terkejut.

 

“O, anya.. aku hanya tahu begitu – begitu saja. Dia itu seorang model terkenal Korea kan? Dia cantik sekali”. Min Soo mencoba mengalihkan perhatian Taemin.

 

“Geurom. Menurutku dia memang yang paling cantik dari semua yeoja yang ada di dunia ini”. Ucap Taemin yang kembali tersenyum. Taemin memang selalu bersemangat jika berbicara mengenai yeoja chingunya itu. Mendengar itu Min Soo dan dan Jinki hanya diam dan kembali menyantap hidangan penutup mereka.

 

***

 

Ga Eul sedang bersantai dikamarnya yang lumayan besar dan sangat girly setelah les privat piano dan terlihat sedang asyik menggonta ganti channel TV. Ga Eul mencoba mencari – cari acara di salah satu stasiun TV yang menurutnya menarik untuk di tonton.

 

“Mwoya ige~~ kenapa acara TV hari ini tidak ada yang menarik~? Membosankan”. Keluh Ga Eul yang duduk dengan santai di atas tempat tidurnya yang empuk sambil memeluk boneka sapi kesayangannya.

 

“Omo?! Geu sarami~~ Minho Oppa?!”. Mata Ga Eul langsung terbelalak ketika pilihannya terhenti di channel TV Sport. Ia melihat pertandingan sepak bola persahabatan antara timnas Korea Selatan vs timnas Jepang. Ia sangat takjub dengan apa yang ia lihat dengan matanya, ia juga tidak pernah berpikir bahwa namja bertubuh sempurna dengan wajah tampan yang menolongnya saat ingin terjatuh di taman waktu lalu adalah Minho, anggota timnas Korea Selatan.

 

“Goooooooooaaaaaaaaal..!!!!! Minho mencetak goal ke enam untuk Korea saudara – saudara!!!”. Suara sang pengamat pertandingan terdengar begitu membahana di iringi dengan sorakan para pendukung timnas Korea Selatan yang menonton langsung di arena pertandingan.

 

“Priiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt..!!!!”. Wasit meniup peluitnya pertanda pertandingan telah usai dan timnas Korea Selatan berhasil mengalahkan timnas Jepang dengan skor 6-3.

“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..!!!! Kita menaaaaaaaaang..!!!”. Teriak Minho pada anggota timnas Korea Selatan lainnya sambil melompat kegirangan.

 

“Daebak~ Minho oppa bermain dengan sangat keren”. Ga Eul terkagum – kagum setelah melihat permainan Minho yang begitu memanjakan mata penikmatnya. “Kira – kira apakah aku masih bisa bertemu dengan Minho oppa lagi? Ahh.. tidak mungkin ku rasa, dia itu kan pesepak bola terkenal dan pasti memiliki jadwal latihan dan pertandingan yang sangat padat sekali”. Ga Eul berbicara pada dirinya sendiri.

 

Ga Eul lalu bangkit dari tempat tidurnya dan membuka tasnya yang ada di atas meja belajarnya. Dia lalu melihat – lihat ke dalam tasnya, di keluarkannya satu per satu barang yang ada di dalam tasnya sampai habis.

 

“Omo?! Mana dompetku? Kenapa jadi tiba – tiba tidak ada?”. Ga Eul mulai merasa cemas dan mencari – cari disekitar meja belajarnya berharap dompetnya terjatuh tidak jauh dari meja belajarnya itu.

 

“O, Eopseo~~ Eottohge~~?”. Ga Eul mengeluh saat mengetahui dompetnya sudah tidak ada. Ga Eul lalu mulai mengingat – ingat dimana terakhir kali ia meletakkan dompetnya namun sia – sia. Ia tidak bisa mengingat dengan baik dimana terakhir kali ia meletakkan dompetnya.

 

“huhuhuuu~~ Eotteohkaji???”. Ga Eul hanya bisa mengeluh karena sekarang dompetnya benar – benar hilang.

 

“Krrriiiinnggg”. Ponsel Ga Eul berbunyi membuatnya mengalihkan pikirannya untuk sementara  pada ponselnya itu.

 

“Yeobeoseyo~”.

 

“Ga Eul’ya, neo jigeum eodiseo?”. Terdengar suara namja yang nampak tidak asing di telinga Ga Eul.

 

“Ne? Geunde, nuguseyo?”.

 

“Nan Minho’ya, Minho~~”. Ternyata namja yang menelpon Ga Eul adalah Minho.

 

“Ne?! Minho Oppa?”.  Ga Eul sontak sangat terkejut karena namja yang barusan tadi ia lihat di TV sedang bertanding sekarang sedang menelponnya. “Ak.. aku sedang ada di rumah oppa,

waeyo?”. Ga Eul bicara dengan agak terbata.

 

“Oh, geure? Kalau begitu aku sebentar lagi akan ke rumahmu”. Minho menjawab Ga Eul dengan santai.

 

“Ne?! Ke rumahku, oppa? Geunde, apa oppa tau rumahku?”. Tanya Ga Eul yang langsung membelalakkan matanya begitu mendengar Minho ingin ke rumahnya.

 

“Ne, ara~. Kalau begitu aku tutup telponnya ya, aku akan segera kesana”.

 

“O, jamkanman..!”

“Tuuuuuuut~~”. Telponnya terlanjur di putus Minho sehingga Ga Eul tidak sempat melanjutkan perkataannya.

 

“Apa sebaiknya aku telpon balik lagi saja?”. Ga Eul memandangi layar touch screen ponselnya. “Ah, tapi pasti nomor yang tadi Minho oppa gunakan adalah nomor managernya”. Ga Eul pun akhirnya mengurungkan niat untuk menelpon balik Minho.

 

Ga Eul duduk di sofa ruang tamu rumahnya yang besar. Ia terlihat berpikir tentang apa yang dikatakan Minho pada saat pembicaraan via telpon.

 

“Minho Oppa ingin ke rumahku? Tahu darimana Minho Oppa kalau rumahku disini? Lalu untuk apa dia ke rumahku?”. Ga Eul bertanya – tanya dalam hatinya tanpa henti.

 

“Ting Tong~”. Bel pintu rumah Ga Eul berbunyi. Sesaat kemudian pelayan nampak berjalan dari arah dalam ke ruang tamu bermaksud membukakan pintu.

 

“Tidak usah, biar aku saja yang membuka pintunya. Mungkin itu adalah temanku yang sedang aku tunggu”. Ucap Ga Eul yang melihat kedatangan pelayan rumahnya di ruang tamu.

 

“Ne, Agassi”. Pelayan itu lalu kembali.

 

Ga Eul membuka pintu dengan perlahan, ia lalu melihat orang yang berdiri tepat di depan pintu rumahnya itu dari kaki ke kepala. Ia pun langsung benar – benar tidak menyangka dengan orang yang datang ke rumahnya itu.

 

“Minho Oppa..”

 

“Annyeonghaseyo, Ga Eul’ya”. Minho memberikan senyum manisnya pada yeoja bertubuh mungil yang ada di hadapannya itu.

 

“Eun.. Ne, annyeonghaseyo Oppa~”. Ga Eul menyapa Minho terbata. “Eoseo Eoseyo”. Ga Eul mempersilahkan Minho masuk dan duduk di sofa ruang tamunya.

 

“Ne, gomawo”. Ucap Minho ramah dan lalu duduk di sofa yang berada tidak jauh dari muka pintu, di susul Ga Eul yang juga duduk di sebelah kanan Minho.

 

“Oppa..”

 

“Ne?”

 

“Oppa, Eotteohge..” Ga Eul sedikit ragu – ragu menatap Minho yang duduk di sebelahnya.

 

“Ah! Geure, kau pasti bingung kan bagaimana bisa aku tahu nomor ponselmu bahkan bisa ke rumahmu”. Ucap Minho tersenyum sambil mengusap kepala Ga Eul, Ga Eul hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Minho.

 

“Igo”. Minho lalu mengeluarkan sebuah benda berupa dompet kecil berwarna maroon dari dalam tasnya.

 

“Ommo! Itu dompetku yang hilang, kenapa bisa ada padamu oppa?”. Ga Eul sangat tidak menyangka dompet yang daritadi ia cari ada pada Minho.

 

“Dompetmu itu kemarin terjatuh saat kau berlari dari taman tempat kita pertama bertemu untuk mengejar bus yang datang”. Jelas Minho pada Ga Eul dan tidak lupa memberikan senyuman hangatnya pada yeoja yang sebenarnya mulai menarik perhatian Minho.

 

“Jinjja? Jeongmal gomawo Oppa~”. Ga Eul pun akhirnya bisa membalas senyuman Minho.

 

“Ne, byeolmalsima”. Jawab Minho lembut.

 

“O! Geure! Oppa mau minum apa? Oppa pasti lelah setelah tadi bertanding dengan timnas Jepang kan? Permainan oppa hebat sekali”. Nada suara Ga Eul nampak terdengar ceria.

 

“Eh? Bertanding? Aku tadi hanya habis latihan”. Minho menatap Ga Eul sedikit bingung.

 

“Latihan? Berarti yang tadi aku lihat di TV..”

 

“Aaaa~~ itu hanya siaran ulang pertandingan kemarin Ga Eul”. Minho menjelaskan pada Ga Eul dan lagi – lagi ia memberikan senyuman hangatnya.

 

“Ah, geure?”. Ga Eul menjadi sedikit malu – malu. “Jadi, oppa mau minum apa?”. Ga Eul pun juga ikut memberikan senyumannya yang tidak kalah hangat pada Minho.

 

“Air putih saja kalau tidak merepotkan”.

 

“Tentu saja tidak oppa, jamkanman”. Ga Eul pun lalu berjalan menuju dapur.

 

Minho duduk dengan santai di sofa ruang tamu itu sambil melihat – lihat di sekelilingnya. Tatapannya pun terhenti di sebuah buffet yang di atasnya terpajang photo – photo Ga Eul sejak kecil hingga sekarang.

 

“Yeppeo”. Minho tersenyum dan memuji photo – photo Ga Eul.

 

“Ini oppa”. Ga Eul memberikan segelas air putih pada Minho yang sedang asyik memandang photo – photo Ga Eul dari sofa.

 

“Gomawo. Kau cantik sekali di photo itu Ga Eul”. Minho spontan mengeluarkan kalimat yang sontak membuat Ga Eul tercengang pada Minho.

 

“Mworagoyo, oppa?”. Ga Eul mencoba memastikan apa yang baru saja ia dengar.

 

“Kau cantik”. Ucap Minho lagi dengan santai sambil tersenyum.

 

“Oppa.. kau membuatku malu”. Wajah Ga Eul mulai memerah dan itu membuat Minho semakin tertarik untuk menggodanya.

 

“Ga Eul’ya..”.

 

“Ne?”.

 

“Namja chingu ittji?”. Minho menatap mata Ga Eul dalam.

 

“Ne? A, anya.. nan namja chingu eopseo”. Ga Eul menjawabnya sedikit terbata dan sedikit menundukkan kepalanya.

 

“Kalau begitu, oppa mempunyai kesempatan untuk menjadi salah satu kandidat kan?”. Minho menggoda Ga Eul dan mengedipkan sebelah matanya.

 

“Oppa~~ mworago haneun geoya? Jangan bercanda seperti itu”. Wajah Ga Eul semakin memerah karena tingkah laku Minho padanya.

 

“Kita memang baru saling mengenal, tapi entah kenapa kau bisa membuatku tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkanmu terus”. Minho mulai sedikit serius.

 

“Oppa..”.

 

“Mungkin kau mengira aku sedang bercanda, tapi itu yang sebenarnya Ga Eul. Kita bisa menjadi teman kan?”. Minho tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Ga Eul.

 

“Eh? Aaa.. Ne, dangyeonghaji”. Ga Eul menyambut uluran tangan Minho dan menjabatnya.

 

“Aku harus pulang sekarang, Kiboom mungkin sudah menungguku dirumah. Aku berjanji menemaninya membeli CD Album terbarunya Chris Brown”. Minho lalu bangkit dari sofa.

 

“Kiboom? Hoksi~~” Ga Eul ikut berdiri lalu menatap Minho.

 

“Ne, Kiboom The King of Male Model Korea”. Ucap Minho sambil menirukan gaya Kiboom yang sombong saat membanggakan dirinya sendiri.

 

“Oppa serumah dengan Kiboom? Eotteohge oppa?”. Ga Eul penasaran melihat Minho.

 

“Kami sudah berteman sejak masih di taman kanak – kanak. Ceritanya panjang sekali Ga Eul, memerlukan waktu seharian penuh untuk menceritakannya padamu. Hahahaha”.

 

“Hehehehe.. oppa bisa saja. oh ya, satu lagi oppa”. Ga Eul menarik tangan Minho saat Minho sudah berada di depan pintu rumahnya.

 

“Ne? mwo?”. Tanya Minho ramah.

 

“Kemarin waktu kita bertemu di taman, aku ingat kau memakai seragam sekolah. Oppa masih anak sekolahan ya?”. Tanya Ga Eul polos.

 

“Hahahahahahaha! Kau ternyata juga lucu ya. Anya, kemarin itu Jonghyun Hyung mengajak aku, Kiboom dan Hyorin kekasihnya untuk bermain di taman itu sambil mengingat masa – masa waktu kami masih sekolah dulu”.

 

“Jadi Oppa juga berteman dengan Jonghyun Oppa? Penyanyi muda tampan yang terkenal itu?”. Mata Ga Eul terbelalak.

 

“Ne, majayo”. Jawab Minho singkat sambil mengembangkan senyumannya. “Baiklah, kalau begitu aku pergi, najunge bwa”.

 

“Ne, joshimae Oppa”. Ga Eul melambaikan tangannya ke arah mobil Minho yang mulai jalan, Minho juga melambaikan tangannya dari kaca jendela mobil sebelum akhirnya berlalu dari tatapan Ga Eul.

 

Minho mengemudikan mobilnya dengan santai. Minho lalu tersenyum – senyum sendiri. Sepanjang jalan menuju rumahnya ia terus teringat Ga Eul.

“Ada apa denganku? Kenapa aku bisa merasa kalau aku menyukai yeoja yang bahkan belum lama aku kenal? Dia bahkan bisa membuatku melupakan Hyejin”. Minho bertanya – tanya dalam hati.

 

Minho langsung melemparkan tubuhnya yang tinggi itu berbaring di sofa ruang santai sambil tersenyum – senyum sendiri.

 

“O, kau sudah pulang Minho?”. Kiboom yang sedang menuruni anak tangga  menyapa Minho yang baru saja namun tidak di hiraukannya.

 

“Ya~ Minho, kenapa kau tidak membalas sapaanku? Dasar nappeun namja!”. Kiboom terlihat jengkel pada Minho namun omelan Kiboom tidak juga di respon olehnya.

 

“Aigoo~ kenapa namja ini? Ya! Choi Minho! Kenapa kau senyum – senyum sendiri seperti itu?! Michyosseo?! Ayo cepat bersihkan badanmu setelah itu baru kita pergi ke toko kaset”. Ucap Kiboom panjang lebar.

 

“Aku.. sepertinya aku sedang mulai menyukai seorang yeoja”. Minho kemudian bangkit dan sekarang ia sudah tidak tiduran lagi melainkan hanya duduk saja.

 

“Mwo? Mworago? Apa kau jangan – jangan sedang jatuh cinta? Aigoo.. yeoja itu pasti sangat hebat karena bisa membuatmu membukakan hatimu yang selama ini kau tutup untuk semua yeoja yang ada di belahan bumi”. Kiboom duduk di samping Minho dan berbicara panjang lebar.

 

“Na do molla. Geunde, sepertinya aku menyukai yeoja itu”.

To be continued.

I Just Love You part. 8 Preview:

“Min Soo’ya~! Min Soo’ya~! Tunggu! Jangan Lari”.

“Min Soo’ya.. maafkan aku. Tadi aku tidak ada maksud salah menyebutkan namamu”.

“Oppa~ apa sebesar itukah cinta oppa terhadap Eun Hee Eonni?! Sebesar itukah sehingga membuatmu menjadi orang bodoh seperti ini?! Sebesar itukah sehingga hanya ada bayangan Eun Hee Eonni yang ada di matamu?!”.

“Aku.. aku..”

“Oppa, neo jeongmal pabo’ya”.

“Oppa, kalau kau memang menyukai Eun Hee Eonni kenapa kau tidak menyatakan perasaan Oppa padanya?! Kenapa Oppa membiarkan Taemin yang mendapatkan hati Eun Hee Eonni?! Kenapa kau memilih untuk menyiksa batinmu~”.

“Karena Taemin itu adikku dan aku sangat mencintainya”.

Wohooooo~, What happen with them? and does Min Soo really get mad with Jinki? Well, see you next week guys ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s