Can I Call You as My One? (그대 하나만 나의 하나라고 볼러도 되나?) – In My Room Sequel

Can I Call You as My One Poster

Title : Can I Call You as My One? (그대 하나만 나의 하나라고 볼러도 되나?) – In My Room Sequel

Inspired By: SHINee

Cast :

Minho SHINee as Choi Minho

Kim Ae Soo a.k.a Ella (Original Character)

Jonghyun SHINee as Kim Jonghyun

Genre : Sweet, Romantic

Length : One Shoot

Rating : PG-15

Created By : Ayin Perdana

____________________________________________________________________

Finally, I’ve made In My Room Sequel special for naeui yeppeun ttal “Ella” who really loves Minho SHINee like me, hahaha! I give this fanfic as a birthday present. Hope you like it beautiful ^^

Jonghyun P.O.V

“Saengil chukha hamnida.. saengil chukha hamnida.. saranghaneun naeui yeppeun ttal.. saengil chukha hamnida”. Tepat saat waktu menunjukkan pukul 12.00 malam, aku membuka pintu kamar putriku dengan perlahan dan membawa black forest berukuran mini yang dihiasi lilin diatasnya. Hari ini putriku genap berusia 18tahun, sekarang putriku tumbuh menjadi eorin yeppeun yeoja.

“Ehhmm~”. Ia yang tadinya masih tertidur nyenyak seketika terbangun karena mendengar aku menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.

“Saengil chukhahae naeui yeppeun ttal~”. Ucapku lembut seraya duduk diatas kasurnya dan mengecup keningnya.

“Eung.. Appa~ gomawoyo”. Sahutnya manja. “Buat permohonan chagi, lalu tiup lilinnya”. Ucapku seraya membantunya bangun dan menyingkirkan selimut sampai setengah badannya.

“Huuuuh~”. Setelah memejamkan matanya dan membuat permohonan, ia pun meniup lilin yang ada diatas kue yang ada ditanganku.

“Gomawoyo Appa~, Appa tidak pernah melupakan hari ulang tahunku”. Ucapnya manja dan seraya mencium lembut pipiku.

“Appa tidak mungkin melupakan hari ulang tahunmu chagi~”. Sahutku lembut seraya mengecup puncak kepalanya. “Geunde, Appa boleh tahu apa permohonanmu di usia yang ke 18 ini Ella?”.

“Hhmm.. Aku memohon agar aku dan Appa akan hidup bahagia bersama selamanya, geurigo aku juga memohon pada Tuhan agar Ia menyampaikan rasa rinduku untuk Eomma”. Sahutnya tersenyum kecil.

Ya, seorang wanita yang sangat aku cintai atas nama Oh Ha Na yang juga ku panggil Ella sama dengan caraku memanggil putriku adalah ibu kandung Ella yang sudah meninggal tepat saat Ella dilahirkan ke dunia ini. Mulai saat itu aku membesarkan Ella seorang diri.

“Appa, Tuhan pasti mengabulkan permohonanku kan?”. Dengan manja ia menyandarkan kepalanya ke bahuku dan kemudian bertengadah menatapku.

“Dangyeohaji, Tuhan pasti mengabulkan permohonan anak baik sepertimu naeui yeppeun ttal”. Sahutku lembut dan mengecup hangat puncak kepalanya.

“Saranghae Appa~”. Ucapnya manja seraya mencium lembut pipiku. “Appa do saranghae naeui yeppeun ttal”. Balasku seraya juga mencium keningnya.

“Appa~, suapi aku black forestnya. Aku ingin Appa yang menyuapkannya untukku, ne?”. Ucapnya manja sembari mengerucutkan bibirnya padaku.

“Aigoo~, anak Appa ini manja sekali. Arasseo chagiya”. Sahutku mencubit pipinya ringan. “Igeo, aaaa~”.

“Aaaam~! Masissjyo!”. Dengan ceria ia menyuap sepotong kecil black forest yang kusuapkan untukknya. “Johahae?”. Tanyaku tersenyum. “Eung~, jinjja johahae”.

“Ah ne. Appa masih ada satu hadiah untukmu”.

“Jinjjayo? Saengil Seonmul~, whaaaaaa!”. Ucapnya sumringah. Akupun mengambil hadiah yang sudah kusiapkan sebelumnya dan aku letakkan di depan kamarnya.

“Ttadang~, igeo”. Aku memberikan kado sambil tersenyum hangat padanya. “Semoga ia suka dengan pemberianku” ucapku dalam hati.

“Gitar? Appa memberikanku gitar baru~! Kyyaaaaaaaaak~~~!!! Appa gomawoyo~~!!!”. Ucapnya antusias dan langsung meraih gitar di tanganku lalu menghambur ke pelukanku dengan manja.

“Ne~ chagi. Appa senang kau suka”. Sahutku seraya mengecup puncak kepalanya.

Aku pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi, tapi saat aku tiba belum tampak Ella disana. “Mungkin ia masih belum bangun” pikirku. Akupun kembali ke lantai atas untuk membangunkannya.

“Ella~, chagiya~, sudah bangun? Ayo sarapan”. Aku memanggilnya dari balik pintu kamar. “Ne Appa~, jamsimanyo”. Sesaat kemudian ia pun keluar dari kamarnya dengan keadaan yang sudah rapi. “Gathi meokgo”. Ajakku.

Kami sarapan bersama di ruang makan yang terletak dekat dengan pintu kaca halaman belakang rumahku yang berhiasi hamparan pantai yang indah. Suasana sejuk di pagi ini membawa mood baik untukku dan putriku.

“Kau rapi sekali Ella, apa kau ada schedule hari ini?”. Tanyaku memecah keheningan. Ya, anakku mewarisi keahlianku. Ella sekarang ini merupakan seorang penyanyi solo cantik yang tengah naik daun dan memiliki banyak sekali fan boy.

“Aniyo. Eopseoyo Appa, geunde Minho mengajakku pergi jalan – jalan”. Sahutnya santai sambil menggigit roti ditangannya.

“Aa~, ara. Rapper muda tampan yang terkenal itu? Jadi dia mengajakmu berkencan di hari ulang tahunmu? Aigoo gwiyeowo~”. Sahutku menggodanya lalu mencubit ringan hidungnya.

“Appa~, mworagoyo?! Berkencan apanya? Kami hanya berteman saja Appa”. Ucapnya dengan pipi yang mulai memerah, membuatku gemas.

“Jinjjaro~?! Naeui ttal~, kojimal hajima~~”. Sahutku kembali menggodanya dan mendekatkan wajahku padanya. “Appa~! Jangan menggodaku begitu, sirheo~!”. Sahutnya dengan wajah merengut. “Hahahahahaha~! Arasseo arasseo”.

“Appa, apa Appa juga sering menggoda Eomma seperti ini?”. Tanyanya sembari meminum segelas susu yang masih panas.

“Eung, dulu Appa sangat suka menggoda Eomma mu. Appa sangat suka melihat Eomma yang salah tingkah saat Appa menggodanya”. Sahutku seraya tertawa kecil.

“Appa merindukan Eomma?”. Ia bertanya sambil menatap dalam mataku, aku membalasnya dengan tersenyum hangat.

“Ne, jeongmal bogosipda. Appa bahkan tidak pernah melupakan Eomma mu sedetikpun”. Ucapku tersenyum kecil sambil menatap ke arah pantai. “Itulah kenapa Appa memutuskan tidak ingin menikah lagi dengan yeoja manapun. Karena bagi Appa yang bisa membuat Appa tersenyum dan merasa bahagia hanya Eomma mu, geurigo neo chagi”.

“Appa~, saranghaeyo”. Ucapnya lembut yang mendekatiku dan mendekapku.

“Ting tong~!”. Bel rumah kami berbunyi, sepertinya namja yang saat ini sedang dekat dengan putriku sudah datang.

“O~, chagi sepertinya namja chingu mu sudah datang”. Ucapku tersenyum jahil menatapnya.

“Appa~!!! Namja chingu anya~, chingu’ya chingu”. Sahutnya sungut, membuatku semakin ingin menjahilinya.

“Wae~?? Geuneun namja iji”.

“Ne!”.

“Geurigo, geuneun neoeui chingu iji”.

“Ne~~”.

“Geureseo, geuneun neoeui namja chingu’ya geureohji?”.

“Ye? Geuge.. Aaaa, molla! Appa jangan menjahiliku~!!! Aiisssh”. Ucapnya langsung berlari ke kamarnya dengan wajah malu. “Hahaha, lucu sekali” ucapku dalam hati.

“O~! Jonghyun ahjossi, annyeonghaseyo”. Eorin namja itu dengan sopan langsung membungkukkan badannya saat aku yang membukakan pintu untuknya.

“Ne annyeonghaseyo Minho’ya~, eoseo oseyo”. Sahutku dengan ramah seraya tersenyum. “Deurowa”.

“Ne ahjossi, gamsahamnida”. Ia lalu masuk mengikutiku dan duduk di sofa besar yang terletak diruang tamu rumahku.

“Ae Su tadi kembali ke kamarnya sebentar, mungkin mengambil tasnya”. Ucapku seraya duduk di sofa di hadapannya.

“Oh ne, Ahjossi”. Sahutnya ramah seraya tersenyum.

“Kau sudah lumayan lama dekat dengan putriku, bahkan kalian sempat beberapa kali terkena gossip bahwa kalian berkencan”. Ucapku santai memulai pembicaraan.

“Ah ye, geuge.. jwesonghamnida ahjossi..”. “Gwaechanha, kau tidak perlu langsung kikuk seperti itu. Ahjossi sudah lama berteman baik dengan kedua orang tuamu, dan ahjossi tahu kau adalah anak yang baik”. Sahutku memotong kalimatnya. Menurutku pribadi jika memang mereka berdua benar – benar berkencan, itu tidak masalah untukku.

“Minho’ya, jigeum kaja?”. Tak lama kemudian putriku tiba diruang tamu, ia nampak terlihat seperti eorin yeoja yang imut dengan dress selututnya yang berwarna putih, rambutnya yang dibiarkan tergerai, dan kakinya juga nampak indah dihiasi dengan flat shoes berwarna senada dengan gaun yang dipakainya.

“Aigoo, naeui ttal neomu yeppeoseo”. Ucapku merangkulnya lembut sembari mencium puncak kepalanya. “Minho’ya, dia sangat cantik kan?”.

“Appa~!”. “Wae~, Appa hanya bertanya pada Minho kenapa kau yang marah”. Sahutku dengan nada sedikit jahil.

“Apa yang dikatakan Jonghyun Ahjossi benar Ae Su’ya, neon neomu yeppeo”. Ucap Minho yang seraya tersenyum padaku dan Ella, aku hanya tertawa melihat Ella yang wajahnya memerah karena malu.

“Geureom, kami pergi dulu Ahjossi”. Ucap Minho berpamitan padaku sembari membungkukkan badannya.

“Ne, josimhae~. Minho’ya, jaga dia dengan baik”. Sahutku seraya tersenyum.

“Ne Ahjossi”.

“Appa, na kalkhae”. Ucap Ella seraya mencium lembut pipiku.

“Ne~”.

Minho P.O.V

Hari ini adalah hari ulang tahun Ae Su yang ke 18, sekarang ia terlihat semakin cantik. Aku berencana ingin mengutarakan cintaku padanya sebagai hadiah. Satu lagi, aku juga sangat ingin memanggilnya Ella. Ella yang berarti bintang, begitulah yang dikatakan Jonghyun Ahjossi padaku. Jonghyun Ahjossi bercerita padaku, baginya Ae Su adalah bintang. Itulah kenapa Jonghyun Ahjossi memanggilnya Ella, bagiku pun begitu. Ae Su juga merupakan Ella dihatiku, aku jatuh cinta padanya.

“Uri eodiga Minho’ya?”. Ucapnya memecah yang duduk disampingku yang sedang mengemudikan mobil.

“Nanti kau akan tahu”. Sahutku seraya tersenyum manis.

“Ne? Ya Minho, marhaebwa~”. Rengeknya manja, terus terang aku sangat suka melihatnya saat merengek manja seperti itu.

“Kau pasti akan suka Ae Su. Sekarang kau duduk saja dengan tenang, ne?”. Sahutku yang kembali memberikan senyuman untuknya.

“Areumdawo~”. Wajahnya terlihat sangat cantik ketika tersenyum seperti itu, sepertinya ia sangat senang aku bawa kemari.

“Johahae?”. Tanyaku menatapnya yang berdiri disampingku.

“Eung, jinjja areumdawo~”. Ucapnya lembut. “Udara disini sangat segar. O jamsimanyo, apa kau yakin tempat ini tidak ada paparazzi?”.

“Molla, hahaha! Paparazzi itu seperti hantu bisa muncul dimanapun mereka suka, geunde wae?”. Tanyaku seraya menatap dalam matanya.

“Ani, geunyang.. aku tidak mau kita dihinggapi gossip lagi”. Sahutnya dengan wajah datar.

“Kaja, kita berjalan santai di taman ini”. Ajakku seraya menuntun tangannya, awalnya aku ragu ingin meraih tangan halusnya. Aku takut ia akan menolakku, tapi saat kulihat wajahnya hanya ada ekspresi senang yang terpancar. Ia begitu menikmati keindahan taman itu, melihatnya seperti itu hatiku merasa damai.

“Minho’ya, lihat itu”. Ucapnya yang tiba – tiba menghentikan langkahnya.

“Eh, mwonde?”. Tanyaku melihat sekeliling taman. “Kau melihat paparazzi?”.

“Anya~, jeogisseo.. jeogi”. Ucapnya lagi seraya menunjukkan ke satu arah dengan telunjuknya.

“Café Ice Cream. Aaa~, ara. Dasar maniak ice cream, bilang saja kau ingin membeli ice cream disana kan?”. Sahutku seraya mengusap kepalanya.

“Hehehe. Ya~, hari ini ulang tahunku Minho. Kau bahkan tidak memberikan hadiah untukku, namja macam apa kau?”. Ucapnya jahil seraya menjulurkan lidah, membuatku gemas.

“Arasseo arasseo, akan aku belikan semangkuk ice cream ukuran jumbo untukmu. Syaratnya kau harus menghabiskannya, arattji?”. Sahutku mendekatkan wajahku ke wajahnya.

“Pasti akan aku habiskan Minho Ahjossi~”. Ledeknya, membuatku tertawa. “Geureom kaja”.

“Whaaa, tidak terasa sudah hampir sore. Kita pulang saja, eottae?”. Ucapnya saat kami berdua tengah duduk santai di sebuah kursi kayu yang ada ditaman itu sambil menikmati keindahan yang disuguhkan di taman itu.

“Sebelum kita pulang, ada yang ingin kukatakan padamu Ae Su”. Aku mulai menatap dalam matanya, aku ingin mengutarakan perasaanku padanya.

“Mwonde?”.

“Geudae hanaman naeui hanarago bolleodo dwena?”. Ucapku lembut dan menatap dalam matanya.

(NB: Geudae hanaman naeui hanarago bolleodo dwena = bolehkah aku memanggilmu My One)

“Sudah lama aku menyukaimu dan sangat ingin sekali aku mengatakannya, tapi aku masih menunggu waktu yang tepat. Bagiku kau adalah satu – satunya yang mengetahui diriku lebih dari diriku sendiri”.

“Minho’ya..”.

“Saranghae, Ella~”. Ucapku lembut dan menatap dalam matanya. Ku cium lembut bibirnya, bisa kurasakan bibirnya yang lembut itu menyentuh penuh bibirku.

“Bolehkan aku juga memanggilmu, Ella?”. Aku memegang wajahnya dengan tanganku dan seraya menatap dalam matanya.

“Ne, chagiya~”. Aku terkejut saat ia memanggilku dengan sebutan chagi, aku sangat senang mendengar kata itu terucap langsung dari bibir manisnya.

“Gomawo chagi~, geurigo saranghae”. Aku pun langsung membenamkan tubuhnya ke pelukanku.

“RAPPER MUDA TAMPAN CHOI MINHO DAN PENYANYI MUDA CANTIK KIM AE SU RESMI BERKENCAN”.

“KIM AE SU BERULANG TAHUN KE 18, CHOI MINHO MEMBERIKAN HADIAH SEBUAH CIUMAN”.

“RAPPER MUDA TAMPAN CHOI MINHO MENGENCANI PUTRI PENYANYI SENIOR TERNAMA KIM JONGHYUN”.

Jonghyun P.O.V

Aku membenarkan kacamata yang ku kekanakan seraya meletakkan kembali surat kabar pagi ini yang kubaca di ruang tamu ke meja dihadapanku.

“Appa, joheun achim~”. Aku mendengar suara manja sudah yang tidak asing ditelingaku, Ella menyapaku dengan senyuman hangatnya.

“Ne, joheun achim chagi~”. Sahutku lembut seraya mencium pipinya.

“Appa sedang membaca surat kabar ya? Ada berita apa hari ini?”. Ucapnya seraya duduk disampingku dan mengambil surat kabar yang kuletakkan di meja. “O~! Ige mwoya?!”. Ia langsung terkejut begitu melihat head line surat kabar itu, aku hanya meresponnya dengan senyuman.

“Appa, jangan marah dulu jebalyo. Aku bisa menjelaskan photoku dan Minho yang ada di surat kabar ini Appa, ige..”. “Gwaenchanha chagi.. kau tidak perlu menjelaskan apapun dengan Appa”. Potongku.

“Appa.. geunde..”.

“Gwaenchandago.. kalian berdua sudah besar kan, bagi Appa kalau memang kalian berdua benar – benar berkencan juga tidak masalah. Nan Minho reul johajyo?”. Sahutku dengan lembut untuk menenangkannya.

“Ne~, Nan Minho reul saranghae”. Ucapnya polos, aku pun kembali mendaratkan ciumanku ke pipinya.

“Arasseo.. Appa menyetujui hubungan kalian”. Sahutku seraya tersenyum sumringah padanya. “Appa.. jinjjayo? Appa tidak marah padaku mengenai pemberitaan di media ini?”. Tanyanya memasang wajah yang tidak yakin dengan yang ku katakan.

“Ne chagi.. Appa lihat kau selalu tersenyum bila sedang bersama Minho, geureseo jika Minho adalah kebahagianmu Appa tidak akan mungkin menolaknya”. Sahutku lembut seraya mengusap rambutnya. “Geunde, Appa jadi sedikit cemburu. Waktumu bersama Appa menjadi berkurang, apalagi sekarang kau memiliki jadwal yang sangat padat”. Ucapku sedikit menggodanya.

“Anya Appa, kapanpun Appa ingin aku temani aku pasti akan langsung mendatangi Appa meski harus berlari”. Sahutnya yang langsung menghambur ke pelukanku dengan manja.

“Dddrrrrt..”. Perhatianku dan Ella beralih pada ponsel Ella yang bergetar di atas meja. “Sepertinya namja chingumu menelepon chagi, angkat saja”. Ucapku seraya melepaskan pelukanku.

“Yeoboseyo~, Minho’ya. Ne? Jigeum? Arasseo, nan yeogi gidarilkeoya”.

“Dia ingin kesini?”. Tanyaku begitu Ella menutup teleponnya.

“Ne, Appa. Gwaenchanha?”. Ia bertanya padaku dengan sedikit kikuk, aku hanya mengelus lembut rambutnya. “Dangyeonghaji.. dia boleh kesini kapanpun dia suka”. Sahutku tersenyum.

“Ahjossi, jeongmal jwesonghamnida. Untuk berita yang beredar di Media hari ini, itu semua adalah karena kesalahanku”. Minho langsung meminta maaf dengan membungkukkan badannya begitu ia tiba dirumahku.

“Arasseo, gwaenchanha Minho’ya. Ahjossi juga pernah berada di usia kalian berdua, memang sangat riskan sekali jika kalian memiliki pasangan di usia kalian yang masih belia seperti ini. Geunde, Ahjossi sarankan untukmu dan Ella agar secepatnya melakukan pers conference tentang hubungan kalian ini. Para fans kalian pasti akan mengerti jika kalian menjelaskan perasaan kalian yang sebenarnya”. Paparku seraya tersenyum.

“Appa, mianhaeyo~”. Ella yang duduk disampingku kembali menghambur ke pelukanku dengan manja. “Aku pasti sudah membuat Appa malu”. Tanpa sengaja air matanya pun menetes.

“Anya naeui yeppeun ttal, ini bukan kesalahan kalian. Berita yang menguak di media saat ini bukan kalian yang menyebarkannya kan, melainkan paparazzi yang tidak bertanggung jawab yang selalu menguntit para selebriti Korea kemanapun kaki mereka melangkah”. Sahutku lembut seraya mengusap rambutnya, mengecup hangat puncak kepalanya dan menghapus air matanya dengan ibu jariku.

“Ah, satu lagi Minho’ya”.

“Ne, Ahjossi?”. “Kau harus melindungi Ella, putriku. Jangan pernah membuatnya sedih, kecewa, marah, apalagi menangis, atau kau akan berhadapan langsung dengan Ahjossi arattji? Hahaha”.

“Ne, Ahjossi. Aku akan melindungi Ella bagaimanapun caranya, meski harus mengorbankan segala yang aku punya”. Sahutnya dengan pasti seraya tersenyum padaku, bisa kulihat dimatanya bahwa ia memang benar – benar menyayangi anakku. Membuatku merasa tenang.

Minho P.O.V.

Hari pers conference, aku akan menggunakan kesempatan kali ini dengan sebaik mungkin. Aku ingin memberitahukan pada dunia bahwa Ella adalah gadisku.

“Chagi, kokjonghajima. Semua akan baik – baik saja”. Ucapku seraya tersenyum hangat pada Ella yang duduk tepat disebelahku, kami sudah berada di meja pers conference.

“Eung, aku percaya padamu Minho”. Sahutnya membalas senyumanku dengan senyuman yang sangat aku suka.

“Annyeonghaseyo yeoreobun, terima kasih untuk para awak media yang telah berhadir di pers conference hari ini. Geureom, langsung saja saya serahkan pada Minho dan Ae Su”. Sesuai yang sudah direncanakan, MC pers conference tidak berbicara banyak dan langsung menyerahkan acara padaku.

“Ne, gamsahamnida. Hari ini aku dan Ella akan mengkonfirmasi berita yang beredar di Media”. Ucapku memulai pembicaraan.

“Aku, Choi Minho mengakui bahwa benar saat ini aku dan Ae Su berkencan”. Ucapku tegas. “Aku dan Ae Su sudah lama saling kenal, bahkan sebelum kami menjadi seperti sekarang ini. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Dari semua yeoja yang mengelilingiku hanya ia yang benar – benar memahamiku lebih dari diriku sendiri”.

“Bagaimana dengan fans – fans kalian?”.

“Untuk para penggemarku, aku sangat mencintai kalian. Karena adanya kalian yang selalu mendukungku, itulah yang membuatku semangat menjalani aktivitas sebagai seorang rapper yang sibuk. Sekarang aku ingin memberitahu kalian, yeoja yang saat ini duduk disampingku adalah sebagian nafas hidupku. Aku sangat mencintainya, geureseo mohon untuk kalian mendukung hubunganku dengannya”. Ucapku tenang dan seraya langsung berdiri dan membungkukkan badanku.

“Pertanyaan kali ini untuk Ae Su, bagaimana dengan fansmu? Apa mereka juga bisa menerima hal ini? Terlebih lagi kau adalah penyanyi solo muda yang saat ini digandrungi banyak fan boy, dan apa benar kabar bahwa kau dapat hujatan dari para fan girl Minho di blog pribadimu?”.

“Ne, ghamsahamnida. Aku percaya dengan para fansku, mereka yang sudah seperti sahabat – sahabatku. Mereka sangat mengerti diriku, akupun juga ingin menceritakan ini pada mereka. Fan yeoreobun, kalian pasti tahu bahwa saat ini perasaanku diselimuti dengan kebahagiaan karena disampingku ada seorang namja yang mencintaiku dengan apa adanya diriku bukan karena adanya apa dari diriku. Tidak apa kan, jika aku menjalin kasih dengannya?”. Dengan lembut Ella seperti benar – benar bercerita secara langsung dengan penggemarnya, ia memberikan senyuman manisnya saat bercerita. Aku sangat suka senyuman itu.

Pers conference kami berakhir, tak lama setelahnya aku mendengar kabar bahwa hubungan kami mendapat respon positif dari para penggemarku dan Ella. Aku sangat bersyukur dan bahagia, akhirnya aku bisa bersama Ella tanpa menakutkan apapun.

“Chagiya..” Aku memegang lembut tangan Ella saat kami sudah berada di perjalanan dari pers conference.

“Ne, chagiya..?”. Sahutnya manja seraya menyenderkan kepalanya ke bahuku, aku sangat suka ketika ia bermanja padaku.

“Tetaplah bersamaku untuk selamanya, sampai pada waktunya nanti aku bisa membuatku menjadi Ella-ku. Yaksuk?”. Aku menatap dalam matanya, matanya terlihat begitu indah. Aku sangat menyukai sepasang matanya yang indah itu.

“Eung, yaksuk”. Angguknya manis seraya tersenyum.

“Saranghae Ella”. Dengan lembut aku mendaratkan ciumanku ke bibirnya, bibirnya terasa begitu lembut dan manis di bibirku. Aku benar – benar mencintainya.

“Ella, saranghae”.

END.

Advertisements

10 thoughts on “Can I Call You as My One? (그대 하나만 나의 하나라고 볼러도 되나?) – In My Room Sequel

  1. ella kok aku liatnya mirip juniel hahahahahahha
    si jonghyun anak sendiri di godain emang jahil yaaaa /cubit/
    minhoyaaaaa ahhhh so sweet banget kamu nak nanti taemin gue suruh bilang gitu juga ke gue hahahahahahahha

  2. Eomma, aku pengen jdi ella kyk d cerita, bakatnya bagus bnget trus jdian ama minho lagi hahaha
    Eomma bgus bnget ! Romantis banget ! Klo ada yg blng ini cerita gk romantis. Nnti aku tabok hahaha
    Jjong memang appa yg baik :’) andai appa aku bgtu hahahaha trus pacar aku gitu hahahaha

    Eomma, aku plig ska pas minho blng bisa aku memanggil kmu “my one” krna kmu adalah satu2nya yg tau ttg aku lbih dri aku…
    Adu eomma, daebak daebak daebak daebak !!
    Aku ska ni ff, pas in my room jga aku ska 😀 squelnya jga aku ska… Pas banget ceritanya, byk bnget yg aku ska, smuanya aku suka dah hehehe

    Aku msih pengen nanggapin lgi tpi uda byk kyknya ni hahahaha
    Intinya eomma daebak !!!

    Aku seneng banget baca ini, apa lagi di buatnya khusus buat hadiah ultah aku, gomawo eomma… Saranghae !!
    Eomma jgn capek buat ff ya… Figthing fighting !!!

  3. Tdi pas aku baca ini ff, nada sms aku masuk hehehe.
    Pas banget dering sms aku lagunya shinee romantic hehehehe

    Mksih bnyak eomma ne~

  4. aaaa eonni.. sweet!!! sama kayak appanya ya… disini aku pikir yang jadi ella itu juniel loh eonni.. aaa aku suka pas bagian wawancaranya itu.. haha terang terangan banget … daebak eonni..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s