Oppa, Please don’t Leave Me (오빠, 제발 날 떠나지 마) – Based on True Story

Oppa, Please don't Leave Me

Title: Oppa, Please don’t Leave Me (오빠, 제발 날 떠나지 마) – Based on True Story

Inspired By: SHINee Jonghyun’s Car Accident

Cast:

Jonghyun SHINee as Jonghyun SHINee

Minho SHINee as Minho SHINee

Kim Yoon Seo (Original Character)

SHINee Member

Genre: Sweet, Romantic

Length: One Shoot

Rating: PG-15

Created By: Ayin Perdana

__________________________________________________________________

This Fan Fiction I’ve made when I was hear that Jonghyun got a car accident. Honestly I wass really shock and my tears are getting down, so I make this fan fiction just to show how sad I am. Get Well Soon Jjong Oppa :’) and hope you guys like it.

Jonghyun P.O.V

“Nan wasseo~! Annyeong~!”. Aku membuka pintu rumahku dan masuk dengan perasaan yang sangat bahagia. Sudah lama aku tidak mengunjungi rumah ini, aku sangat merindukan suasananya yang hangat.

“Oppa~! Oppaaa~!!!”. Seorang eorin yeoja menyambut kedatanganku dengan antusias, sambil tersenyum sumringah ia berlari kearahku. “Chagiya~! Dongsaeng’a~!”. Kim Yoon Seo, eorin yeoja ini adalah yeodongsaengku satu-satunya yang sangat aku cintai.

“Oppa~, nan oppareul jeongmal bogosipheo”. Dengan manja ia langsung menghambur ke pelukanku.

“Oppa do bogosipheosseo chagiya~”. Sahutku lembut seraya mengecup lembut puncak kepalanya. Aku memang selalu memanggilnya chagi, itu aku lakukan untuk menunjukkan kasih sayangku padanya.

“Oppa, oppa sudah makan malam?”. Tanyanya seraya menengadahkan wajahnya untuk menatap wajahku.

“Ajik, chagiya eotthae?”. Balasku sembari mengelus rambutnya.

“Na do, hehehe. Aku siapkan makan malam ya Oppa, gatchi meokgo ne?”. Ucapnya manis seraya tersenyum.

“Ne chagi~”. Sahutku mencubit ringan pipinya.

“Oppa~, makannya sudah siap. Gatchi meokgo~”. Teriaknya dengan halus yang memanggilku dari ruang makan.

“Ne chagi~, camsimanyo~”. Sahutku dari kamar seraya langsung keluar mendatanginya ke ruang makan.

“Jal meokgeseumnida~”. Sahut kami bersamaan seraya menikmati makan malam. Aku melihat yeodongsaengku yang duduk dihadapanku nampak menyantap makanannya dengan lahap, aku sangat merindukan suasana ini. Aku juga sangat merindukan wajah cerianya.

“Chagiya..”. Aku tiba-tiba teringat satu hal yang ingin aku tanyakan padanya.

“Ne, oppa?”. Sahutnya sembari menelan makanan yang ada di mulutnya.

“Kau dan Minho, eotthae?”. Ya, yeodongsaengku adalah yeoja chingu dari Minho. Sudah 5bulan terakhir ini mereka menjalin hubungan, aku hanya sekedar ingin tahu keadaan yeodongsaengku saat berhubungan bersama Minho.

“Aa~ aku dan Minho Oppa? Kami baik-baik saja, Minho Oppa sangat menjagaku, dia bahkan 1000kali lebih protektif dari Oppa, aigoo~”. Ulasnya seraya meminum segelas air disampingnya. “Geunde wae, oppa?”.

“Ani, eopseo. Minho selalu menceritakan tentangmu ketika di dorm, ketika kami sedang dalam perjalanan menuju stasiun tv, di tengah-tengah acara fans sign, dimana saja dia selalu bercerita tentangmu. Oppa hanya ingin memastikan saja, ternyata dia benar – benar tergila-gila dengan yeodongsaeng oppa ini. Hahaha!”. Ucapku sembari tertawa jahil. “Baguslah jika mereka berdua memang baik-baik saja” pikirku dalam hati.

“Jinjja? Minho Oppa selalu menceritakanku? Cerita bagaimana oppa? Aigoo, aku jadi malu”. Tanyanya dengan wajah penasaran seraya menundukkan kepala, membuatku tersenyum dan gemas melihat tingkahnya.

“Dia menceritakan betapa bangganya dia memiliki aeini yang cantik sepertimu chagi~”. Sahutku membelai lembut puncak kepalanya. “Gieokhae chagiya, jika terjadi sesuatu tidak perduli apapun itu kau harus memberitahu Oppa araji?”. Ucapku yang sembari mengangkat dagunya agar matanya bertemu dengan mataku.

“Ne oppa~, arasseo”. Sahutnya tersenyum.

Aku merapikan beberapa perabotku yang agak berhamburan di meja di kamarku, pandanganku lalu beralih pada jam yang tertempel di dinding kamar. “Jam 10malam tepat” bisikku. “Mungkin sebaiknya aku tidur disini saja, baru esok paginya aku kembali ke dorm” pikirku dalam hati.

“Dddrrrrttt”. Kurasakan getaran kecil dari sudut meja, ponselku bergetar pertanda aku memiliki panggilan masuk. “Minho’s Calling” setelah membaca pemberitahuan yang muncul di touchscreen ponselku akupun langsung mengangkat telpon itu

“Ne Minho’ya?”.

“Hyeong, neo jigeum eodiya?”.

“Hyeongeun jibe ittjanha. Wae?”. Sahutku santai.

“Ah jinjja? Aniya hyeong, aku hanya bertanya saja. Aku baru sampai di dorm tapi aku tidak melihatmu disini. Ah ne hyeong, aeiniku sekarang ada di dekatmu? Boleh aku bicara dengannya, sebentar saja hyeong~ ne?”. Suaranya terdengar seperti sedang melakukan aegyeo padaku, membuatku sedikit terkekeh mendengarnya.

“Andwae, ini sudah malam Minho. Sudah saatnya dia tidur”. Sahutku dengan suara tegas.

“Aa Hyeong~, sebentar saja. Jebal~, aku merindukannya”. Rengeknya manja.

“Anirago~, besok saja kalau kau ingin meneleponnya. Jangan malam ini, kalau kau ketahuanku menelponnya aku tidak akan tinggal diam. Haha!”. Sahutku jahil.

“Ne~ arasseo”. Sahutnya sedikit jengkel. “Hyeong, kita besok pagi harus ke SM building. Hyeong bagaimana?”.

“Gwaenchanha, besok dini hari aku akan kembali ke dorm. Sekarang sudah agak malam, aku tidur disini saja. Lagipula bahaya jika di jam seperti ini aku meninggalkan Yoon Seo sendirian”.

“Benar tidak apa? Dini hari kau menyupir mobil sendiri? Apa tidak sebaiknya minta jemput menager Hyeong saja, hyeong?”.

“Anya, gwaenchanha”. Sahutku santai seraya tersenyum. “Geureom, aku tutup ya. Aku ingin tidur”.

“Ne hyeong”.

“Huufftt~”. Aku menhempaskan tubuhku ke kasurku yang empuk, sudah sangat lama aku tidak tidur dikamar ini. “Melelahkan sekali” ucapku pelan sembari mulai memejamkan mataku.

“Oppa, janya?”. Tiba-tiba saja Yoon Seo sudah ada di depan pintu kamarku, nampak setengah tubuhnya memasuki sela pintu kamarku yang dibukanya.

“Ada apa chagi? Kau memerlukan sesuatu?”. Tanyaku lembut sembari mengambil posisi duduk dikasur.

“Aku ingin tidur dengan Oppa, boleh ya?”. Ucapnya manja seraya langsung menutup pintu dan duduk disampingku.

“Mwo? Tidur dengan Oppa? Kau masih takut tidur sendirian ya? Hahaha!”. Sahutku tertawa geli seraya mencubit gemas pipinya.

“Anya~, Nan Oppa jinjja bogosipheo~! Tidak mau tahu, geunde aku ingin tidur memeluk Oppa, sudah lama aku tidak menjadikan tangan berotot Oppa ini sebagai bantal tidurku”. Ucapnya usil sembari menjulurkan lidahnya.

“Kemari chagi~”. Aku merebahkannya perlahan dan menyenderkan kepalanya diatas dadaku yang bidang, sedang tangan kananku merangkulnya untuk menopang tubuhnya.

“Oppa, maukah oppa bersenandung untukku sampai aku tertidur?”. Ucapnya manja seraya mengeratkan pelukannya.

“Arasseo chagiya~”. Sahutku seraya mengecup lembut keningnya. “Kau ingin Oppa menyanyikan apa untukmu?”. Tanyaku lembut sembari membelai kepalanya.

“Nothing Better, aku sangat suka mendengarkan Oppa menyanyikan lagu itu”. Sahutnya manis.

“Arasseo,Oppa akan menyanyikannya untukmu”. Ucapku mengecup keningnya,

Aku bersenandung sambil sesekali membelai puncak kepalanya sampai aku lihat ia benar-benar jatuh tertidur. “Jaljayo chagi~”. Bisikku seraya mengecup puncak kepalanya, menyelimuti tubuhnya dan memeluknya lebih erat agar ia tidak merasa kedinginan.

Aku bangun tepat pukul 02.30 dini hari, aku ingin kembali ke dorm SHINee. Aku mengemas beberapa barangku ke dalam ransel dan seraya menyandangnya, kulihat yeodongsaengku masih tertidur dengan lelap diatas kasurku. Aku membenarkan selimutnya dan duduk sebentar disampingnya.

“Chagiya~, Oppa harus kembali ke dorm SHINee. Annyeong~”. Bisikku pelan sembari mencium pipinya.

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang, jalan raya saat itu tidak terlalu ramai namun beberapa mobil yang melintasi jalan itu nampak menggunakan kecepatan tinggi. Hingga kemudian aku melihat dari arah berlawanan ada sebuah taksi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan seperti mengarah ke arah mobilku.

“Omo! Aaaaaaaaakkkhhhh~~!!!”

“Ssseeeeeeeeeeetttt~!!! Ccciiiiiiiiiiiitttt~!!! Brraaaaaaaaakkkk~!!!”

Author P.O.V

“Mworagoyo?! Maldo andwae~!!!!”. Yoon Seo langsung tersungkur lemas saat menerima telepon dari pihak rumah sakit, “Eorin namja atas nama Kim Jonghyun mengalami kecelakaan sekitar pukul 03.00 dini hari di jalan tol dan saat ini sedang tidak sadarkan diri di ruang UGD sebuah rumah sakit ternama di Seoul” itulah yang didengarnya dari telepon.

“Oppa, Minho Oppa~ Jonghyun Oppa..”. Yoon Seo yang tak kuasa menahan tangisnya langsung menghambur ke pelukan Minho yang saat itu datang kerumahnya sesaat setelah mendengar kabar Jonghyun kecelakaan.

“Arasseo chagiya.. Uljima~ Jonghyun Hyeong pasti baik-baik saja”. Sahut Minho mencoba menenangkan yeoja chingunya seraya membalas pelukan dan membelainya dengan lembut.

“Oppa, aku ingin ke rumah sakit sekarang juga. Ppalli Oppa, kita sekarang ke rumah sakit”. Ucap Yoon Seo sambil terisak.

“Ne chagi, aku akan mengantarmu”. Sahut Minho menghapus air mata Yoon Seo dengan kedua ibu jarinya dan menuntun Yoon Seo ke mobil.

“Minho’ya~!”. Minho yang duduk di kursi depan ruang UGD melihat ke arah suara yang memanggil namanya. “O, Kiboom’ah.. Onew Hyung, Taemin”. Sahut Minho yang langsung berdiri menyambut 3 member SHINee yang berlari ke arahnya.

“Jjong eotthae, gwaenchanha?”. Tanya Onew yang sambil mengatur nafasnya setelah berlari.

“Mollayo Hyeong, dokter yang menangani Jonghyun Hyeong belum keluar dari UGD”. Sahut Minho dengan wajah sedikit cemas. “Ku harap dia baik-baik saja”. Sahut Key menyela.

“Yoon Seo Noona, joheun achim”. Taemin menghampiri Yoon Seo yang masih duduk lemas di kursi, dilihatnya mata Yoon Seo yang sembab dikarenakan menangis.

“Noona, uljimaseyo~. Jonghyun Hyeong pasti akan baik-baik saja”. Taemin mencoba menenangkan Yoon Seo seraya memberikan senyumannya.

“Ne, gomawo”. Sahut Yoon Seo singkat.

“Chagiya~ kita sarapan dulu di cafetaria rumah sakit, ne? Kau belum makan chagi~”. Ucap Minho yang kembali duduk disamping Yoon Seo mencoba membujuknya.

“Aku tidak mau makan apa-apa Oppa. Aku tidak bisa menelan makanan..”. Sahut Yoon Seo lesu.

“Chagiya~, wajahmu pucat. Setidaknya kau harus minum segelas teh panas agar perutmu hangat, jebal chgi~”. Minho memohon pada Yoon Seo sembari mengusap punggung Yoon Seo.

“Minho benar Yoon Seo, kau tidak boleh sampai jatuh sakit. Kau tetap harus menjaga kondisimu”. Onew berlutut dihadapan Yoon Seo membantu Minho membujuknya.

“Aku, Onew Hyeong dan Taemin akan berjaga disini, kalau ada kabar aku akan langsung menelepon Minho”. Ucap Key tersenyum sedang Taemin hanya menganggukkan kepalanya. Yoon Seo pun akhirnya menganggukkan kepala pertanda setuju. Minho pun membantunya berdiri dan menuntunnya.

“Hidung Oppa patah?!”. Wajah Yoon Seo terlihat syok ketika mendengar penjelasan dokter yang menangani Jonghyun.

“Tapi tenang saja agasshi, Oppa anda bisa menjalani operasi untuk menyembuhkan hidungnya”. Jelas dokter dengan tenang.

“Lakukan apapun itu dokter, yang penting Oppa ku selamat”. Sahut Yoon Seo dengan wajah penuh harap.

“Kira-kira berapa lama proses penyembuhan Jonghyun Hyeong dokter?”. Tanya Minho yang menemani Yoon Seo masuk ke ruang dokter.

“Kalau operasinya lancar, setelah kurang lebih 3 minggu Jonghyun sudah boleh keluar dari rumah sakit”. Sahut dokter seraya tersenyum.

“Geureom, ghamsahamnida dokter”. Ucap Minho seraya mengajak Yoon Seo keluar.

“Eotteohkkeyo hyeong? Jonghyun hyeong baik-baik saja kan?”. Taemin langsung menyambar Minho dan Yoon Seo begitu mereka keluar dari ruang dokter.

“Kokjonghajima, Jonghyun Hyeongeun gwaenchanha. Hidungnya patah, tapi bisa dilakukan operasi unuk menyembuhkan hidungnya”. Sahut Minho tenang seraya tersenyum kecil.

“Jinjjayo? Syukurlah”. Ucap Taemin seraya menghembuskan nafas lega di ikuti dengan 2 member SHINee lainnya.

“Aku ingin melihat Oppa, aku ingin masuk ke kamar Oppa, aku ingin menemani Oppa”. Yoon Seo berkata datar sambil menundukkan kepalanya.

“Apa sebaiknya kita pulang dulu chagi, kau mandi dan ganti baju piyamamu”. Sahut Minho lembut sembari membenarkan jaketnya yang dipakaikannya ke tubuh mungil Yoon Seo.

“Aku ingin bertemu dengan Jjong Oppa, Oppa!”. Pekik Yoon Seo mulai emosi. “Aku ingin berada di samping Jjong Oppa sampai dia benar – benar sembuh”. Air mata Yoon Seo kembali jatuh membasahi pipinya, hatinya terasa sangat sakit menerima keadaan Oppa nya yang saat ini terbaring di rumah sakit.

“Minho benar Yoon Seo, kalian berdua kembali saja dulu. Kami bertiga akan berjaga disini, kau tidak usah khawatir”. Ucap Key yang mengusap air mata di pipi Yoon Seo.

“Ne maja Yoon Seo’ah, biar Minho mengantarmu pulang untukmu mandi agar kau merasa lebih segar dan sedikit tenang”. Onew menambahi.

“Chagi~, kita pulang dulu, ne? Aku akan mengantarkanmu kembali kesini setelah kau mandi dan mengganti pakaianmu”. Ucap Minho yang merangkul hangat Yoon Seo. “Emm, arasseo. Kaja”. Yoon Seo akhirnya menuruti Minho dan meninggalkan rumah sakit.

Yoon Seo dan Minho sudah kembali lagi ke rumah sakit setelah Yoon Seo mandi dan mengganti bajunya. Seakan tak ingin membuang waktu, sesampainya mereka di rumah sakit mereka langsung berjalan cepat menuju kamar tempat Jonghyun di rawat. Yoon Seo pun langsung mengambil posisi duduk tepat disamping tempat tidur Jonghyun, dilihatnya Oppa nya terkulai lemah di tempat tidur membuatnya kembali meneteskan air matanya.

“Oppa, cepat sembuh oppa~”. Ucapnya lirih seraya mengusap air matanya.

“Jonghyun Hyeong pasti akan sembuh chagi, pasti”. Minho mendekap Yoon Seo dari belakang dan mengecup puncak kepalanya dengan lembut.

“Dongsaengdeul, kita terpaksa melakukan tour ke Jepang untuk promo album Fire tanpa Jonghyun”. Ucap Onew begitu masuk ke kamar rawat Jonghyun.

“Jinjjayo Hyeong?”. Key langsung merespon Onew seraya mendatanginya yang duduk di sofa yang ada di kamar rawat itu. “Ne, tadi manager hyeong menelepon. Katanya kita berempat akan tetap tour ke Jepang, sedangkan Jjong tetap disini untuk menjalani perawatan sampai sembuh total. Album Dream Girl kita yang Chapter 2 juga di pending untuk di release sampai Jjong bisa beraktivitas kembali”. Ulas Onew panjang lebar.

“Aku tidak ikut ke Jepang”. Minho tiba-tiba berkata dengan nada tegas dan menatap 3 member SHINee lainnya dengan tampang serius.

“Ne? Waeyo Hyeong? Tapi manager hyeong sudah mengatakan kalau..”. “Angarago, aku tidak mungkin meninggalkan Yoon Seo sendirian”. Pekik Minho memotong kalimat Taemin.

“Minho’ya, aku mengerti perasaanmu. Geunde..”. “Aku tidak ikut Hyeong~! Mana mungkin aku meninggalkan Yoon Seo disituasi seperti ini?!”. Potong Minho yang mulai sedikit emosi. “Tenang Minho, kau tidak boleh berteriak seperti itu dengan Onew Hyeong”. Sahut Key mencoba menenangkannya seraya mengusap punggung Minho.

“Oppa pergilah, nan gwaenchanha”. Sahut Yoon Seo pelan sembari berdiri mendekati Minho.

“Anya chagiya, aku tetap akan disini. Aku harus menjagamu..”. Ucap Minho seraya memegang pipi Yoon Seo dengan kedua tangannya. “Gwaenchanha Oppa, Oppa pergi saja. Aku berjanji aku akan baik-baik saja disini. Oppa tidak perlu cemas, ne?”. Sahut Yoon Seo memegang kedua tangan Minho yang masih menempel dipipinya dan tersenyum kecil. “Oppa pergilah, nan gwaenchanha”.

“Yaksuk? Chagiya~, aku akan meneleponmu setiap hari, ne?”.

“Eung, arasseo~”. Sahut Yoon Seo tersenyum kecil.

“Nan keumbang dorawasseo chagi, nal jeogi gidaryeo”. Minho lalu mengusap lembut bibir Yoon Seo dengan bibirnya, Yoon Seo pun membalasnya dengan tak kalah lembut.

Malam harinya Yoon Seo masih berada di rumah sakit, ia terlihat sibuk merawat Oppa nya yang masih belum sadarkan diri. Dengan tulus ia membersihkan jemari tangan Jonghyun dengan handuk yang telah ia basahi dengan air hangat, sesekali ia juga mengusap rambut Jonghyun dan setia duduk disamping tempat  tidur Jonghyun.

“Oppa, oppa harus sembuh arattji?”. Ucap Yoon Seo lirih seraya tersenyum kecil sambil mengelus pipi Jonghyun. “Besok Oppa akan menjalankan operasi, aku akan selalu disini untuk merawat dan menemani Oppa”.

“Oppa, Oppa ingat saat aku yang tergeletak lemah di rumah sakit? Oppa bahkan tidak pernah tidur karena menjagaku semalaman. Oppa memberikan seluruh kasih sayang oppa padaku, sangat perhatian padaku, dan Oppa selalu bersenandung untukku ketika aku tidak bisa tidur. Aku merindukan Oppa~”. Ucap Yoon Seo dan tanpa sengaja air matanya kembali menetes.

“Oppa tabrakan dengan sebuah taksi di jalan tol saat ingin menuju dorm SHINee. Sesaat setelah kejadian Oppa dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan tidak sadarkan diri. Kecelakaan itu mengakibatkan hidung Oppa patah dan harus di operasi untuk menyembuhkannya. Saat aku mendengar kabar melalui telepon, rasanya saat itu dunia runtuh. Aku takut Oppa akan meinggalkanku.. Aku tidak mau kehilangan Oppa, Oppa sudah berjanji ingin menyaksikan aku menikah kan? Geureso Oppa, jebal nal tteonaji ma~”. Air mata Yoon Seo tak berhenti jatuh membasahi pipinya, ia mengecup tangan Jonghyun dengan lembut.

Yoon Seo duduk dengan wajah cemas di luar ruang operasi, sesekali matanya melihat ke arah lampu yang menyala diatas pintu ruang operasi itu. “Oppa, operasi Oppa harus lancar” ucapnya dalam hati.

“Dddrrrttt”. Perhatiannya teralih pada ponsel yang di genggamnya. “Minho Oppa’s Calling” ia langsung menyentuh touchscreen ponselnya.

“Yeoboseyo..”. Yoon Seo menyahut telepon Minho dengan lembut.

“Chagiya, chagiya neon gwaenchanha? Hari ini Hyeong menjalankan operasi kan? Chagi kau sudah sarapan? Jangan sampai tidak makan chagi, kau harus menjaga kondisimu”. Minho melemparkan banyak pertanyaan pada Yoon Seo dengan nada bicara yang cemas.

“Ne.. Chagi~, aku sudah sarapan Oppa. Oppa tidak usah cemas, ne?”. Sahut Yoon Seo lembut seraya tersenyum kecil. “Bogosipheo Oppa”. Ucap Yoon Seo lembut.

“Na do bogosipheosseo chagiya..”. Sahut Minho tak kalah lembut. “Geureom, chagi aku tutup dulu teleponnya, ne? Aku akan meneleponmu lagi”.

“Ne Oppa..”. Sahut Yoon Seo mengakhiri pembicaraan.

“O!”. Yoon Seo melihat lampu operasi telah padam, ia langsung berdiri mendekati pintu ruang operasi itu bersamaan dengan keluarnya dokter yang menangani operasi Jonghyun.

“Dokter, bagaimana Oppa ku? Operasinya berjalan lancar? Oppa ku baik – baik saja kan?”. Yoon Seo melontarkan pertanyaan bertubi-pada dokter itu, ia terlihat begitu cemas dan berharap operasi itu berhasil tanpa harus ada operasi lanjutan.

“Kondisi Tuan Jonghyun sekarang sudah kembali normal agasshi, operasinya juga berjalan lancar. Anda tidak perlu cemas lagi”. Sahut dokter itu tenang seraya tersenyum.

“Geureyo? Terima kasih tuhan~”. Perasaan Yoon Seo seketika lega mendengar paparan dokter. “Kapan aku bisa menemui Jonghyun Oppa dokter?”.

“Setelah tim perawat memindahkannya kembali ke kamar rawat anda boleh menemuinya, namun jika Tuan Joghyun belum sadar mohon jangan dibangunkan dulu. Itu adalah proses obat yang tadi kami berikan untuk memulihkan kondisinya pasca menjalani operasi”. Ulas dokter itu seraya menepuk ringan pundak Yoon Seo.

“Ne, argesseumnida. Ghamsahamnida”. Sahut Yoon Seo seraya menundukkan setangah badannya.

Jonghyun P.O.V

Aku membuka perlahan mataku, kulihat langit-langit ruangan dimana aku berada. “Bau obat medis”. Pikirku dalam hati, ternyata aku berada di rumah sakit. Ah, mungkin pasca kecelakaan itu aku jadi dibawa kemari. Kulihat jarum infus yang terpasang di lengan kiriku, aku memang berada di rumah sakit.

“Akkhh.. Apho”. Ringisku, aku merasa kepalaku berat dan sedikit sakit. Akupun menggerakkan tangan kananku dengan maksud ingin memijat kepalaku, namun saat aku baru akan melakukannya aku merasa seperti ada yang menggenggam tanganku.

“Yoon Seo” ucapku dalam hati. Kulihat ia tidur merengkuh disamping tempat tidur sambil menggenggam tanganku. Perlahan aku coba untuk melepaskan genggamannya, aku ingin membelai kepalanya.

“Ehhmm..”. Sesaat kemudian kepalanya bergerak, sepertinya belaianku membuatnya terbangun.

“Chagiya~”. Ucapku lirih memanggilnya.

“Oppa?! Oppa, Oppa sudah sadar!”. Kulihat tatapannya yang begitu dalam mendapatiku yang sudah sadarkan diri. Terlukis rasa panik sempat menyelimutinya, membuatku ingin memeluk yeodongsaengku satu-satunya ini.

“Eung..”. Sahutku singkat seraya mengelus pipinya dan tersenyum padanya. “Geunde, kepala Oppa masih agak sakit”.

“Jinjja? Dimana Oppa? Biar aku pijatkan, ne?”. Ucapnya yang langsung memijat pelan keningku. “Oppa.. Aku sangat senang akhirnya Oppa sadar, aku sangat mencemaskan Oppa..”. Ucapnya lirih dan tanpa sadar meneteskan air matanya.

“Gweanchanha chagi, Oppa baik-baik saja. Maaf  telah membuatmu cemas seperti ini”. Aku menghapus air matanya dengan ibu jariku.

“Oppa.. Izinkan aku memeluk Oppa, ne?”. Air matanya kembali mengalir.

“Kemari chagi, uljima.. Oppa sekarang sudah tidak apa-apa, ne? Kau tidak perlu khwatir”. Sahutku yang menggeserkan tubuhku perlahan agar ia bisa berbaring disampingku. Kebetulan tempat tidur rumah sakit ini besar dan empuk, sepertinya aku ditempatkan di kamar VIP.

“Hiks..”. Aku membenamkan kepala Yoon Seo ke dadaku, masih kudengar isakan tangis darinya. “Gwaenchanha chagi, Oppa berjanji tidak akan membuatmu sedih seperti ini lagi”. Aku mengelus lembut kepalanya dan mengecup keningnya.

“Aku takut Oppa akan meninggalkan aku sendiri, aku tidak bisa kehilangan Oppa”. Sahutnya seraya mengeratkan pelukannya ke tubuhku.

“Oppa tidak mungkin mati hanya karena patah hidung, Hahaha!”. Aku mencoba mencairkan suasana dengan berkata asal. “Oppa tidak mengkin meninggalkanmu sendiri, chagi”. Ucapku lembut seraya kembali mengecup keninnya. “Geunde, memangnya Minho tidak menemanimu? Dasar anak bodoh itu, awas saja jika bertemu nanti”.

“Minho Oppa bahkan asalnya juga tidak ingin ikut serta dalam tour ke Jepang, dia ingin menemaniku disini. Tapi aku yang memaksanya untuk tetap pergi, Minho Oppa adalah namja terbaik yang menjadi aeiniku. Dia bahkan meneleponku sehari sampai 12kali”. Sahutnya menengadahkan kepalanya untuk menatapku.

“Jinjja? Arasseo chagi, tadi Oppa hanya bercanda”. Ucapku tersenyum seraya mencubit ringan pipinya. “Sudah larut malam chagi, kau tidurlah. Kau pasti tidak karuan tidur kan?”.

“Aku boleh tidur disini? Oppa tidak merasa sesak? Aku tidur di sofa saja Oppa, gwaenchanha”.

“Anya, andwae. Tidak mau tahu tapi Oppa ingin tidur sambil memelukmu”. Sahutku sedikit usil mengikuti ucapannya beberapa waktu lalu. Kami berdua tertawa bersama.

“Oppa masih mengingat kalimat manjaku itu rupanya”. Ucapnya tersipu, membuatku mencubit gemas pipinya.

“Oppa tidak mungkin lupa dengan semua tingkah manjamu, karena itu semua yang menjadi semangat Oppa chagi”. Sahutku seraya mengecup puncak kepalanya. Ya, setelah kedua orang tua kami meninggal hanya dialah satu-satunya hartaku yang paling berharga di dunia ini.

“Oppa, kenapa Oppa sampai sekarang tidak mencoba untuk mencari pasangan?”. Dengan polos ia menengadahkan kepalanya menatapku, tatapannya ku balas dengan senyuman hangat.

“Oppa ingin melihatmu menikah dulu chagi”. Sahutku lembut.

“Itu masih sangat lama Oppa, aku belum merencanakan untuk menikah. Tapi aku sangat berharap Minho Oppa adalah takdirku”.

“Eh? Anak itu tidak bercerita padamu ya?”. Sahutku menatapnya.

“Ne, cerita? Cerita apa Oppa?”. Dia menatapku bingung.

“Dia selalu bercerita dengan kami berempat kalau selama ini dia menabung semua penghasilannya untuk bisa menikahimu”. Dengan santai aku mengatakan itu pada Yoon Seo tanpa sadar bahwa seharusnya aku merahasiakannya. “Ye?! Mworagoyo?”. Sahutnya membelalakkan mata, membuatku terkejut dan tersadar bahwa aku sudah keceplosan. “Aa, geuge.. Ani, ahahaha! Eopseo eopseo, Oppa hanya asal bicara. Jangan dipikirkan, hehehehe”. Ucapku berusaha mengalihkan pikirannya. “Jonghyun’a, jeongmal paboya~” sahutku dalam hati.

“Hoooaaam~”.

“Kau sudah mengantuk chagi?”. Aku kembali mengusap rambutnya dan membenarkan posisi kepalanya di dadaku. Dia sangat suka tidur diatas dadaku yang bidang, saat dia tertidur dia terlihat seperti anak kecil.

“Eung, mataku sudah terasa berat sekali Oppa”. Ucapnya polos sambil mengucak mata.

“Tidurlah chagi.. Kau pasti lelah kan~”. Sahutku seraya mengecup lembut pipinya.

“Jaljayo Oppa”. Ucapnya yang seraya mencium pipiku dengan lembut.

“Jaljayo chagiya~”. Ia pun terlelap dalam dekapanku, aku membenarkan selimut yang menutupi tubuh kami agar ia tidak merasa dingin. Dalam keadaan yang masih tertidur ia mengeratkan pelukannya, malam itu memang sangat dingin sekali. Aku terus membelai rambutnya dan sesekali mengecup keningnya dengan lembut hingga aku juga merasa mengantuk dan ingin memejamkan mataku.

“Jaljayo naeui dongsaeng”.

END.

6 thoughts on “Oppa, Please don’t Leave Me (오빠, 제발 날 떠나지 마) – Based on True Story

  1. aaaaaaaaaaaaa so sweet >/////< pengen jadi yoon seo di sayang banget sama oppanya jadi pengen punya oppa *hiks
    minho sweet bgt disini asli sumpah tapi kalo aku jadi minho pasti cemburu banget sama jonghyun wkwkwkwkwkwk

  2. Eomma, daebak !!
    Enak banget jdi yoon seo bisa pacaran ama minho dapet oppa jjong yg baik hati lagi hahaha

    Pengen bnget jdi yoon seo punya chingu namja minho, mau nikaah lagi hahaha
    Micheoseo eomma, mian hehehe

    Tpi sumpah so sweet banget romantis bnget, aku uda bingung mau muji apa lagi…
    Figthing eomma buat ff ;;)

    • Gomawo naeui yeppeun ttal..
      Hehehehe

      Sbenarny eomma gk ad rencana menceritakan disini kalo yoon seo pcrn sama minho..

      Tp menurut eomma rada absurd kalo cmn menunjukkan kemesraan oppa sama dongsaeng, ntar dikirain jth cinta mrka itu. Makany eomma hadirkan minho. ^^

      • Iya eomma, gpp…
        Knpa hrus minho *mulai egois*
        Hahahaha
        Iya gpp, itu hanya ff… Tpi aku ttp kebayang gmna itu :’D

        Mungkin aku yg trllu menghayati hahaha
        Buat ff lagi ya eomma…
        Sent from BlackBerry® on 3

      • Senin ini eomma release short FF baru kok.. 🙂
        Tokoh utamanya eomma pilih Key..

        Semoga dapet respon positif, soalny baru pertama kali ini eomma bikin FF ngambil Main Cast ny Key.

        Biasanya kan kalo gk Minho ya Jjong… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s