Always Love

Always Love

Title: Always Love

Inspired By: SHINee & Ello’s Song “Kisah Kita Tlah Usai”

Cast:

Jonghyun SHINee as Jonghyun SHINee

Yoo Ryeon Woo (Original Character)

SHINee member

Genre: Romantic, Sweet, Sad, Happy Ending

Length: One Shoot

Rating: PG-15

Created By: Ayin Perdana

________________________________________________________________________

This is my 8th Short Fan Fiction that I’ve made a day before I flight to Mecca for doing Umroh with my family. Hope you guys like it ^^

Jonghyun P.O.V

“If this is the best, than let’s just end up our story like this oppa”.

Itu adalah kalimat paling menyakitkan dan paling menyedihkan yang pernah kudengar selama hidupku. Kalimat itu terlontar halus dari bibir manisnya, dan yang lebih menyakitkan adalah ia melakukan itu untuk menyelamatkan hidupku.

“Hhhhh~”. Aku menghela nafas panjang sembari memandang bintang yang bertabur indah dilangit malam ini. “Areumdawo~. Geunde, ini pasti akan lebih indah jika aku bisa melihatnya bersamamu chagi~”. Ucapku lirih seraya tersenyum kecil sambil tetap memandangi langit itu.

“Jonghyun’a~, kau ingin murung terus sampai jadi seperti apa?”. Onew Hyung datang dari dalam dorm ke balkon seraya menepuk ringan pundakku.

“Aku sangat merindukannya Hyung”. Sahutku lirih.

“Ara~, Yoo Ryeon Woo geureoji? Yeoja itu memiliki arti nama yang begitu cantik”. Puji Onew Hyung yang kulihat mengatakannya sambil tersenyum hangat.

“Ne maja. Gadis teratai yang lembut, itulah arti dari namanya. Dia juga memiliki hati yang sangat lembut sesuai dengan dengan namanya”. Sahutku tersenyum. “Kadang aku merasa sangat pabo jika mengingat kenangan itu kembali”. Ucapku seraya menundukkan kepala.

“Wae?”.

“Aku membiarkannya pergi begitu saja dari sisiku”. Ya, aku dan Ryeon Woo sudah putus sejak 2 tahun lalu. Aku putus dengannya bukan karena pertengkaran, pengkhianatan, atau apapun itu sebutannya, dan inilah kisah cintaku..

Flashback

“Yeoboseyo~, Oppa?”. Suara indah itu menyambut teleponku dengan nada manja.

“Chagiya~, neon mwohae?”. Tanyaku lembut.

“Na? Nan Oppa saenggakhae..”. Sahutnya manja, membuatku gemas dan sangat ingin membenamkannya ke pelukanku.

“Nan jeongmal bogosipheosseo chagi”. Sahutku seraya tersenyum. “Hari ini kita kencan, eotthae? Aku jemput sekarang, ne?”. Tanyaku bersemangat.

“Jinjja? Oppa hari ini tidak ada schedule dengan SHINee deul ya?”.

“Hari ini aku dan SHINee deul hanya melakukan interview di salah satu majalah. Geureom, aku ke rumahmu sekarang chagi. Gidaryeo~”. Ucapku seraya memutus telepon dan langsung berlari menuju mobil.

“Ting tong~!”. Aku menekan bel pintu rumahnya dengan penuh semangat, aku sudah sangat tidak sabar ingin melihat sosoknya yang begitu cantik.

‘Oppa~!!!”. Ia langsung menghambur ke pelukanku sesaat setelah membukakan pintu untukku.

“Chagiya~!!! Aigoo nan neol jeongmal bogosipheo chagi~”. Sahutku lembut seraya langsung membalas memeluknya.

“Na do Oppa~, sudah 3 minggu sejak kita terakhir bertemu”.

“Mianhae chagiya, aku sangat sibuk 3 minggu terakhir ini. Sangat sulit untuk menemuimu”. Ucapku seraya mengecup puncak kepalanya.

“Gwaenchanha Oppa~”. Sahutnya lembut seraya mengelus pipiku.

“Geureom, kita langsung pergi eotthae? Kaja!”. Aku langsung menarik tangannya seraya menuntunnya masuk ke mobilku.

“Uri eodi ga oppa?”. Tanyanya lembut saat aku sedang mengemudikan mobilku.

“Uri? Aku ingin mengajakmu melihat sebuah peristiwa alam yang sangat cantik sepertimu chagi”. Sahutku seraya tersenyum manis padanya.

“Peristiwa alam?”. Ucapnya sedikit terkekeh.

“Ne maja, kau lihat saja nanti. Kau pasti akan sangat suka chagi”. Sahutku tersenyum seraya mengelus pipinya yang imut itu.

“Areumdawo~”. Ucapnya sumringah dengan begitu manisnya saat melihat matahari terbenam di tepi pantai. Ya, aku mengajaknya ke pantai untuk melihat matahari terbenam. Sudah lama aku ingin melihat mahakarya Tuhan yang begitu indah ini bersamanya.

“Kau suka?”. Tanyaku lembut seraya memeluknya dari belakang.

“Ne~, jinjja areumdawo”. Sahutnya manis. “Gomawo Oppa, Oppa sudah mengajakku untuk melihat pemandangan indah ini bersama oppa, naeui saranghaneun saram”. Ucapnya manja.

“Saranghae Ryeon Woo~”. Sahutku tersenyum seraya menyentuh halus bibirnya dengan bibirku. Bisa kurasakan rasa cintanya yang begitu dalam padaku lewat ciuman itu, akupun juga sangat mencintainya.

“Oppa, mau masuk dulu? Masuk dulu ya Oppa, jebal~. Aku masih ingin bersama dengan Oppa lebih lama, bolehkah?”. Pintanya begitu manis dan manja, membuat aku tidak pernah bisa menolak semua permintaannya.

“Ne, arrasseo chagi”. Sahutku lembut.

“Yeogi anja Oppa”.

“Ne, gomawo”. Sahutku seraya duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya ke dadaku. Ia sangat suka ketika aku memanjakannya seperti ini.

“Oppa~”.

“Ne chagiya?”.

“Apa Oppa bahagia memiliki aeini sepertiku?”. Tanyanya polos.

“Mwo? Museun soriya? Kenapa kau bertanya seperti itu chagi, tentu saja aku sangat bahagia. Kau adalah kekasih yang paling sempurna yang aku miliki”. Sahutku seraya mengecup keningnya.

“Geunyang~, aku merasa bahwa aku terlihat sangat tidak cantik disbanding dengan yeoja – yeoja para member girlband yang selalu mengelilingi Oppa”. Ucapnya seraya memanyunkan bibirnya yang kecil.

“Eheey~ chagiya, kau cemburu ya? O?”. Godaku padanya seraya mengedipkan sebelah mataku.

“Mworago? Anya~, siapa bilang aku cemburu”. Sahutnya mengerutkan kening. Aku sangat suka melihatnya salah tingkah seperti ini, membuatku gemas dan membuatku langsung mencium kilat bibirnya.

“Tidak peduli seindah apapun wujud para member girlband yang ada, aku tidak melihat mereka sebagai seorang yeoja kecuali kau”. Ucapku menatap dalam matanya dan ia membalas dengan tersenyum manis.

“Geureom, biarkan aku memelukmu seperti ini Oppa, ne? Aku masih ingin memeluk Oppa”. Sahutnya manja seraya mengeratkan pelukannya.

Selang 2 jam, tanpa sengaja ia tertidur pulas di pelukanku. Ia terlihat begitu manis saat tertidur seperti ini. Seakan saat itu ia berada di dunia yang penuh dengan kedamaian, aku sangat suka melihatnya ketika jatuh tertidur di dekapanku.

Aku menggendongnya ke kamarnya dan meletakkannya ke tempat tidur dengan sangat hati – hati. “Tidur yang nyenyak chagi, mimpi indah”. Bisikku seraya mencium lembut keningnya. Akupun mematikan lampu kamarnya dan kembali ke dorm.

“Schedule kita akan padat sampai 3 bulan terakhir, bahkan di hari minggu kita tetap memiliki schedule”. Ucap Onew Hyung saat kami semua berkumpul di sebuah ruangan di gedung SM Entertainment.

“Apa manager hyung yang menyampaikan itu semua padamu hyung?”. Tanya Key yang sedari tadi sibuk bercermin membenahi tatanan rambutnya.

“Ne, kita ada jadwal konser, pemotretan, syuting iklan, perform di berbagai acara stasiun tv, dan masih banyak lagi”. Sahut Onew Hyung membolak – balik lembaran schedule note kami.

“Aigoo~ aku ingin liburan Hyung, huhuuu”. Rengek Taemin seraya mengerucutkan bibirnya.

“Ya Taemin’a~, kau pikir kau saja yang ingin berlibur? Kami semua ingin berlibur dongsaeng’a~”. Sahut Minho mengacak rambut Taemin.

“Jonghyun Hyung, kenapa Hyung diam saja? Huuh~!”. Entah kenapa saat ini Taemin selalu merengek dari tadi pagi, membuatku ingin menjahilinya.

“Wae chagiya~~~~ kau hari ini cerewet sekali, kau lupa minum susu pisang ya? Hahahaha”. Ucapku usil dan membuat yang lain tertawa. “Taeminie ppoppo~”. Aku melakukan aegyo untuk menggodanya.

“Aaa~ hajima Hyung~~~, sirheo!”. Sahutnya sungut dan membuat kami berempat tertawa.

Ya, karena jadwalku dengan SHINee yang sangat padat membuatku tidak bisa menemui Ryeon Woo. Dalam hatiku berteriak bahwa aku sangat merindukannya, bahkan untuk meneleponnya saja sangat sulit. Jadi untuk melampiaskan rinduku, aku selalu mencoba mencuri – curi waktu disela jadwal padatku.

“Hyung, bisakah aku tidak ikut di sesi fan sign besok?”. Tanyaku pada manager Hyung.

‘Tidak ikut? Wae, kau tidak enak badan?”. Tanya manager Hyung memasang tatapan penuh curiga dan membuatku sedikit gugup.

“Aku.. geuge..”.

‘Kau pasti ingin menemui Ryeon Woo kan?”. Manager Hyung langsung memotong kalimatku.

“Aku mohon Hyung, aku sudah 2 bulan ini tidak melihatnya. Aku ingin menemuinya sebentar saja, izinkan aku hyung jebal~”. Aku memohon – mohon pada manager hyung sambil berkali – kali membungkukkan badanku.

“Jonghyun, saat ini kau masih seorang rising star. Beruntung kau tidak ditinggalkan fans-fansmu saat berita bahwa kau sudah memiliki kekasih terkuat di media”. Sahut manager Hyung tegas.

“Aku mengerti Hyung, geunde..”.

“Biarkan dia pergi Hyung”. Onew Hyung tiba – tiba sudah berdiri dibelakangku.

“Onew’ya, geunde..”. “Biarkan dia pergi, jika ada yang mempermasalahkannya aku yang akan bertanggung jawab”. Sahut Onew Hyung yang langsung memotong kalimat Manager Hyung.

“Onew Hyung~”. “Pergilah, kau sudah sangat merindukan yeoja itu kan?”. Ucap Onew Hyung bijak seraya tersenyum hangat padaku, hari ini aku benar – benar terselamatkan olehnya.

“Gomawo Hyung~!”. Sahutku gembira seraya langsung memeluknya erat.

Begitulah seterusnya, aku selalu mencari – cari cara agar aku bisa bertemu dengan yeoja yang sangat aku cintai. Sampai pada sebuah rumor miring beredar di media, disitulah mulainya goncangan hebat menerpa hubunganku dengan Ryeon Woo.

“JONGHYUN SHINee SERING ABSEN DARI KEGIATAN, SHINee TERANCAM BUBAR”.

“TERBUAI OLEH CINTA MEMBUAT JONGHYUN SHINee TIDAK BISA MEMILIH HAL YANG HARUS DIJADIKAN PRIORITAS”.

“AKIBAT HUBUNGAN ASMARA JONGHYUN, HUBUNGAN ANTARA SESAMA PERSONIL SHINee RETAK!”.

“Ya~!!! Igeon mwoya~??!! Berani sekali mereka menulis artikel yang jelas – jelas tidak benar seperti ini!!!”. Minho langsung naik darah ketika membaca artikel – artikel yang menjadi headline news di berbagai media cetak dan online, bahkan sampai ke beberapa acara infotainment di beberapa stasiun tivi juga membahas hal serupa. Hal ini seketika membuatku gila, aku sangat marah.

“Aigoo~, apa maksudnya ini?! Bagaimana bisa mereka mengatakan bahwa kita akan bubar, kita tidak akan pernah bubar kecuali kita sudah mati!”. Sahut Key yang juga emosi ketika membaca artikel serupa di internet.

“Ya ya ya~! Kalian jangan ribut~! Untuk apa membahas sesuatu yang kita sendiri sudah tahu bahwa itu tidak benar”. Sahut Onew Hyung mencoba menenangkan mereka berdua, sedangkan aku hanya bisa terduduk membisu disamping Taemin. Taemin yang melihatku terdiam juga hanya bisa menyabariku dengan mengelus pundakku.

“Ini akan baik – baik saja Hyung”. Ucap Taemin polos padaku.

“Jeongmal miananta~, aku tidak habis pikir efeknya akan menjadi sebesar ini. Jeongmal mianhae, jeongmal mianhae~”. Ucapku lirih dan hampir saja aku menangis karena rasa bersalahku.

“Jonghyun’a~, museun soriya? Ini sama sekali bukan salahmu, kau tidak boleh seperti itu, ini hanya ulah oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab”. Sahut Onew Hyung mencoba menenangkanku.

‘Ne maja, aku tidak harus minta maaf pada kami untuk masalah ini Hyung. Kami sangat mengerti perasaanmu”. Sahut Key yang langsung mengambil posisi duduk disampingku.

“Kami melihat dengan sangat jelas Jonghyun Hyung bisa seceria ini selama ini karena selalu ada seorang Ryeon Woo disampingnya. Kita tidak akan runtuh hanya karena artikel sampah ini Hyung”. Ucap Minho yang menunduk didepanku.

“Jonghyun’a, kau tidak boleh rapuh hanya karena sesuatu yang tidak penting seperti ini. Kau harus kuat”. Ucap Onew Hyung yang sedari tadi selalu berusaha menenangkan pikiranku.

Aku hanya bisa menundukkan kepala, saat itu isi kepalaku dipenuhi dengan emosi. Sangat ingin rasanya aku mengacak – acak semua yang ada disekitarku untuk melampiaskan emosi.

“Ddddrrrttt”. Tiba – tiba ponselku bergetar. Awalnya aku tidak ingin menghiraukannya, namun tak lama aku berubah pikiran dan melihat ke arah layar touchscreen ponselku.

“Ryeon Woo, dia meneleponku”. Ucapku datar.

“Angkatlah Hyung”. Sahut Minho, akupun menuruti perkataannya.

“Yeoboseyo chagi~”. Aku berusaha mengangkat teleponnya dengan tenang agar ia tidak merasa khawatir.

“Oppa~, bisakah mala mini kau menemuiku? Ada yang ingin aku katakan pada Oppa”. Ucapnya yang terdengar begitu datar.

“Kau ingin mengatakan apa chagi? Kalau itu menyangkut artikel yang sedang menyeruak kau tidak perlu..”.

“Kita bicara mala mini saja Oppa, ne? Oppa bisa menemuiku kan?”. Sahutnya yang langsung memotong perkataanku. Suaranya terdengar agak dingin, tidak biasanya ia memotong perkataanku.

“Ne, arrasseo chagi. Aku akan kerumahmu malam ini”. Sahutku seraya mengakhiri pembicaraan.

“Kau ingin bicara apa chagi?”. Tanyaku lembut seraya duduk disampingnya setelah aku sampai di rumahnya.

“Oppa, Oppa tahu kalau aku sangat mencintai oppa kan?”. Tiba – tiba ia menanyakan pertanyaan yang sebenarnya membuatku takut saat mendengarnya, firasatku mengatakan aka nada hal menyakitkan yang juga akan menimpaku.

“Mwo? Chagiya, mworago haneun geoya? Chagiya, jujur kau membuatku sangat takut ketika kau bertanya seperti itu”. Sahutku yang mulai gelisah.

“Oppa, lebih baik kita akhiri saja hubungan ini”. Kalimat itu sontak membuatku terdiam kaku seperti batu. Aku menatap dalam matanya, kulihat ia sedang tidak bercanda dengan apa yang ia katakan saat itu.

“Chagiya~! Museun soriya~?! Andwae! Aku tidak akan pernah melepaskanmu, chagiya~ aku tidak bisa seperti ini~!”. Pekikku dan tanpa sengaja air mataku telah jatuh membasahi wajahku.

“Oppa~, aku tidak ingin hubungan kita ini menghancurkan masa depanmu dengan SHINee”. Sahutnya lirih seraya mengusap air mataku.

“Chagiya~, nan jeongmal saranghae.. jeongmal saranghae.. saranghandago~!!!”. Aku berteriak dihadapannya seakan ingin menegaskan bahwa aku benar – benar tidak rela jika harus berpisah dengannya. Aku sangat mencintai Ryeon Woo dengan seluruh hidupku.

“Oppa~, jebal.. uljima~”. Sahutnya lirih dan juga mulai menangis. “Na do saranghaae oppa~, nan oppa jeongmal saranghae. Geunde, kita tidak boleh egois dengan tidak memikirkan dampak lain yang akan menimpa para SHINee deul. Kita tidak boleh mengorbankan hidup orang lain untuk hubungan ini”. Ucapnya yang menatap mataku begitu dalam.

“Oppa~, listen. If this is the best, than let’s just end up our story like this”. Ucapnya lirih dan tersenyum pahit padaku.

“Chagiya~ Ryeon Woo’ya~ nan tteonaji mothae..”. Sahutku yang kembali terisak dan langsung mendekapnya dengan erat.

“Jika Tuhan mentakdirkan kita untuk bersama, percayalah suatu saat kita pasti akan kembali bersama dan takkan ada satupun yang dapat menggoyahkan cinta kita”. Bisiknya lembut ditelingaku.

End Flashback.

“Begitulah Hyung, benar kata Hyung. Seharusnya aku tidak boleh rapuh hanya karena masalah sepele itu”. Ucapku seraya tersenyum pahit ketika kembali mengingat kejadian yang sangat menyedihkan itu.

“Ara~, Geunde Jonghyun’a, kau harus percaya akan apa yang dikatakan Ryeon Woo padamu”. Ucap Onew Hyung seraya merangkul bahuku. “Jika memang Tuhan mentakdirkan kalian untuk bersama, percayalah suatu saat kalian pasti akan kembali bersama dan takkan ada satupun yang dapat menggoyahkan cinta kalian”. Ucap Onew Hyung bijak, aku hanya membalasnya dengan senyuman.

“Geureom, aku tinggal ke dalam ne?”.

“Ne Hyung, aku masih ingin disini”.

Hari ini tepat 2 tahun setelah aku berpisah dengannya, selama itu aku tidak ada berkomunikasi dengannya. Terakhir kali aku mencoba mendatangi rumahnya sekitar setahun lalu, namun tak kulihat tanda kehidupan disana. Setelah dicari tahu ternyata ia pindah entah kemana, aku mencoba meneleponnya namun nomornya sudah tidak aktif.

“Hhhhh~, chagiya~ neo eodiya? Nan jeongmal bogosipheosseo”. Ucapku lirih dan menghela nafas panjang.

Pikiranku kini terpindah untuk mencoba mengirimkan email padanya. “Semoga emailnya masih aktif” ucapku dalam hati. Akupun langsung menyalakan komputer yang diletakkan disebuah ruangan kecil di dorm kami, dan mulai menuliskan pesan untuknya.

“Yoo Ryeon Woo..

Yeoja yang terlahir di dunia ini dan menjadi bagian terpenting dalam hidupku.

Ryeon Woo, perpisahanku denganmu sesungguhnya tak pernah aku inginkan dan kau sangat mengetahuinya.

Satu hal yang harus kau tahu Ryeon Woo,

Mungkin cinta kita memang telah usai tapi tidak demikian dengan perasaan cintaku untukmu. Meskipun sudah 2 tahun kita berpisah bahkan tidak saling bertemu walau hanya untuk bertegur sapa, aku tidak pernah berniat membuangmu sedetikpun dari pikiranku. Aku selalu memikirkanmu, aku selalu merindukanmu, dan aku selalu memanggil namamu disetiap kali aku menghembuskan nafasku berharap kau akan kembali ke sisiku.

Aku selalu merindukan masa – masa indah yang kita ukir, aku selalu merindukan cerita romantis yang kita rajut saat kita masih saling memiliki, aku selalu merindukan moment saat kau tertidur bagaikan anak kecil yang lucu dipelukanku, aku sangat merindukan itu semua chagi~.

Aku tidak pernah melupakan sekecil apapun hal tentang kita. Aku bahkan masih bisa merasakan ciuman manis yang selalu kau berikan untukku, pelukkan hangat yang kau lemparkan padaku, dan perlakuan manjamu yang membuatku makin mencintaimu.

Giokhaeyo Ryeon Woo, cintaku akan selalu tetap utuh padamu. Bahkan jika memang aku tidak bisa bersamamu aku tidak akan pernah mengubah perasaan ini, karena aku tidak bisa mencintai orang lain selain dirimu. Geurigo, naega saranghaettaneun geol.

Ryeon Woo, berjanjilah padaku..

Jika suatu saat kita akan bertemu, kita akan kembali menjalin hubungan yang aku yakini sesungguhnya tidak pernah berakhir karena kita selalu menjaganya dihati kita. Mari kembali merajut kisah indah bersamaku Ryeon Woo, aku akan menunggu masa itu sampai kapanpun.

Saranghaeyo~ Yoo Ryeon Woo”.

“Areumdawo~~”. Dengan lirik tadi yang aku nyanyikan menandakan konser promo album terbaru kami yang bertema “Dream Girl” telah usai, kami pun melambaikan tangan pada para Shawol seraya memberikan senyuman hangat pada mereka dan langsung berlari ke backstage.

“Huuffft!! Akhirnya selesai juga. Yuhuu~ aku ingin menikmati susu pisangku~”. Ucap Taemin maknae kami dengan sangat ceria.

“Aigoo gwiowo~ Taeminie ppoppo~”. Sahutku menggodanya sembari mengerucutkan bibirku ke arahnya”.

“Shireunde~~~~”. Sahutnya yang hanya menjulurkan lidahnya padaku dan membuat yang lain menertawakan ulah kami.

“Oppa~!!! Mwohaneun geoya~~, kau tidak boleh mencium orang lain selain aku~!”. Tiba – tiba aku mendengar suara seorang yeoja yang sangat familiar ditelingaku dan membuatku langsung berpaling ke arahnya.

“Ryeon Woo~”. Ucapku terperangah saat melihat sosok yang begitu cantik dan indah yang berdiri di luar ruangan istirahat kami.

“Oppa, apa oppa tidak merindukanku? Kenapa tidak berlari kesini dan memelukku”. Ucapnya manja seraya tersenyum sumringah padaku, aku hanya bisa berdiri kaku.

“Ya~ Jonghyun’a, mwohaneun geoya? Yeoja yang kau rindukan sekarang sudah ada dihadapanmu tapi kau malah diam saja”. Ucap Onew Hyung yang menertawakanku.

“Ryeon Woo, geunde neon eotteohke..”. “Aku yang meminta manager Hyung mengurus segalanya dan membuatnya ada dihadapanmu. Sekarang apalagi yang kau tunggu, lakukan yang ingin kau lakukan. Aku akan pastikan bocah – bocah ini tidak mengganggumu”. Ucap Onew Hyung tertawa seraya menunjuk ke arah Minho, Key dan Taemin. Dengan mantap aku langsung berlari mengejar yeoja itu, yeoja yang sangat aku rindukan.

“Chagiya~!!!!”. Aku langsung membenamkannya ke pelukanku. Aku memeluknya dengan begitu erat seakan ingin melampiaskan rasa rinduku yang tertahan selama dua tahun ini.

“Oppa~, aku rasa aku terlalu sombong karena merasa bahwa aku akan kuat jika tidak bersama dengan oppa. Aku salah, karena kenyataannya aku tidak bisa melupakan oppa”. Ucapnya yang terdengar begitu manis.

“Ryeon Woo, berjanjilah apapun nanti yang akan terjadi kau tidak akan meninggalkanku lagi”. Sahutku tersenyum seraya menatap dalam matanya.

“Ne Oppa, yaksuk”. Sahutnya lembut.

Aku tidak ingin membuang waktuku lebih lama, aku langsung mendaratkan ciumanku ke bibir manisnya. Bisa kurasakan bibirnya mengusap lembut bibirku, bahkan ia memelukku dengan begitu hangat. Seakan ingin menumpahkan semuanya, akupun juga mengusap bibirnya tak kalah lembut. Aku sangat bahagia, akhirnya ia kembali ke sisiku.

Ryeon Woo, saranghae~

END.

2 thoughts on “Always Love

  1. Knpa cerita ini sangat mengharukan eomma, aku nangis lagi…
    Eomma emn bisa buat aku nangis dgn mmbca ff eomma…
    Daebak eomma daebak daebak !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s