I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 3

love_prison-wide

Title: I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 3

Inspired By: SHINee. SHINee’s Song “One” (하나), SHINee’s Song “Quasimodo” (화살)

Cast:

Taemin as Lee Taemin

Jonghyun as Kim Jonghyun

Minho as Choi Minho

Key as Kim Kiboom

Onew as Lee Jinki

Seo Eun Hee (Original Character)

Lee Hyo Rin (Original Character)

Genre: Romantic

Length: Chapter

Rating: PG-17

Created By: Ayin Perdana

_______________________________________________________________________

I Just Love You Part 2 Review:

“Hyung~”. Suara Taemin tiba – tiba terdengar serius dengan tatapannya yang lurus mengarah pada Jinki.

“Ne, wae? Dari nada suaramu sepertinya kau ingin membicarakan hal yang serius, mwoya?”. Tanya Jinki sambil memotong roti dan menyuapnya.

“Aku.. Aku ingin melamar Eun Hee Noona dalam waktu dekat ini..”

—-

“Uhuuk!”. Jinki langsung tersedak mendengar yang baru saja diungkapkan Taemin padanya.

“Waeyo hyung? Gwaenchanhaseyo? Kenapa kau tiba – tiba jadi tersedak begitu?”. Tanya Taemin sedikit cemas dan langsung memberikan segelas air pada Jinki.

“Gomawo”. Ucap Jinki mengambil segelas air yang diberikan Taemin.

“Apa pernyataanku tadi membuatmu sebegitu terkejutnya? Memangnya apa salah jika aku melamar Eun Hee Noona dalam waktu dekat ini Hyung?”. Tanya Taemin lagi.

“Ne, maja. Kau benar – benar membuatku terkejut. Aku rasa kau harus benar – benar memikirkan keputusanmu ini. Kau masih sangat muda, meskipun dengan penghasilan pribadimu sekarang aku yakin dapat menghidupi satu keluarga tapi pikirkan lagi karirmu. Kau ini baru saja berada di puncak ketenaran, dan pada saat di posisi ini publik belum menginginkanmu untuk menikah. Pikirkan lagi perasaan para penggemar beratmu yang kebanyakannya yeoja remaja. Saat mereka tahu kalau ternyata memiliki kekasih dan bahkan usianya lebih tua darimu mereka sempat menyerang blog pribadi Eun Hee dengan makian yang sangat membuat Eun Hee tertekan. Aku rasa kau pikir ulang lagi, pikirkan apa yang akan terjadi pada Eun Hee, karena dia merupakan seorang photo model wanita yang juga berada di puncak kejayaannya”. Ucap Jinki panjang lebar.

“Ne, perkataanmu memang banyak tepatnya hyung. Tapi aku sangat mencintai Eun Hee Noona dan aku..”

“Kau tidak ingin kehilangannya kan?”.

“Ne, hyung aku..”

“Selama kau percaya padanya, bahwa hanya kau yang dia suka maka tidak akan ada yang bisa merebut hatinya darimu”.

“Tuan muda Jinki, ada telpon dari Tuan Joo Jae Wook”. Salah seorang pelayan membawakan telpon wareless di tengah pembicaraan Jinki dan Taemin.

“Ah, geure? Ghamsamnida”. Jinkipun menyambut telpon itu.

“Ne, Jae Wook hyung? Aah~ geure? Ne, aku akan kesana sekarang”. Jinki pun menyudahi pembicaraan singkat via telpon itu lalu mengembalikan kembali telpon itu ke pelayan yang menunggunya.

“Wae hyung?”. Tanya Taemin yang agak penasaran dengan pembicaraan di telpon tadi.

“Ooh, ani. Jae Wook hyung hanya memintaku untuk ke kantornya. Geurom, na kalke”.

“Ne, hati – hati hyung”. Ucap Taemin tersenyum pada Jinki.

Setelah selesai sarapan, Taemin pun berjalan – jalan sebentar mengitari halaman rumahnya yang luas sambil sesekali menggerakkan tubuhnya seperti melakukan pemanasan sebelum olahraga. Hal ini selalu di lakukan Taemin untuk menjaga tubuhnya agar tetap proporsional. Setelah 10menit ia mengitari halaman rumahnya dan bermaksud ingin masuk tiba – tiba ponsel Taemin berbunyi.

“Yoboseyo?”.

“Taemin Ssi, untuk jadwal latihan menari hari ini ditunda ke besok pagi saja dan langsung seharian penuh. Pelatih menari anda tiba – tiba tidak bisa datang karena ada keperluan mendadak”.

“Ah geureyo? Ne, gwaenchanha. Terima kasih atas informasinya”. Ucap Taemin ramah dan kemudian menutup pembicaraan di ponselnya.

Taemin kemudian masuk ke rumah dan langsung menuju kamarnya yang sudah rapi dibersihkan oleh para pelayan rumahnya. Ia hanya tidur – tiduran santai di kasur empuknya dan menonton acara TV yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tidurnya. Selang 10menit ketika Taemin melemaskan diri di kasurnya sambil menikmati suguhan acara di TV, seorang yeoja cantik yang tidak lain adalah Eun Hee sudah ada di hadapannya dan duduk di tempat tidur Taemin.

“Annyeong Taemin’a”. Ucap Eun Hee lembut sambil memegang tangan Taemin.

“Annyeong yeoja chingu ku”. Ucap Taemin mesra.

“Aku tiba – tiba sangat merindukanmu hari ini Taemin, aneh ya padahal baru kemarin kita berkencan”.

Mendengar itu Taemin dengan tatapan jahil langsung meraih tubuh mungil Eun Hee dan merebahkannya ke tempat tidurnya.Taemin pun menggunakan tangannya sebagai bantal untuk Eun Hee, dan tangan satunya merangkul tubuh Eun Hee hingga Eun Hee dibuatnya terperangkap dalam dekapannya.

“Taemin’a~ kalau kau begini selalu membuatku gugup. Sekarang kau sudah menjadi lebih agresif”. Ucap Eun Hee dengan ekspresinya yang sedikit gugup dan bertanya – tanya apa yang akan dilakukan Taemin padanya.

“Apa kau tau aku sangat menyukaimu noona? Aku mencintaimu seperti orang gila. Dan aku harap kau tidak melawanku untuk ini. Aku mohon setelah ini biarkan begitu sebentar saja”. Taemin langsung mencium bibir Eun Hee begitu ia selesai bicara. Eun Hee yang sedari tadi hanya mendapat kesempatan untuk mendengarkan Taemin pun seakan memang tidak ingin berontak. Ia membiarkan Taemin mencium bibirnya. Taemin pun dengan perlahan melumat bibir Eun Hee dan mendekap tubuh Eun Hee lebih erat. Kedua tangan Eun Hee pun merangkul pinggang Taemin seakan memberi isyarat untuk Taemin agar tidak berhenti menyerang bibirnya dengan lumatan lembut Taemin. Tanpa ragu Taemin terus menyerang bibir Eun Hee dengan lumatannya daan sesekali tangan kanan Taemin mengelus leher Eun Hee. Sesaat setelah itu Taemin melepaskan ciumannya.

“Wae Taemin’a?” Tanya Eun Hee yang kemudian mengelus pipi Taemin yang lembut.

“Berjanjilah untuk hanya menyukaiku noona. Karena aku sangat mencintaimu, dan aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku”.

“Aku hanya mencintaimu Taemin. Dan selamanya akan tetap begitu”.

“Saranghae noona”.

“Na do saranghae”.

“Noona, aku mengantuk. Aku ingin tidur dengan memelukmu. Aku hanya akan memelukmu noona”.

“Geure. Untuk hari ini aku mengizinkanmu, tapi ini karena aku juga sangat merindukanmu dan kau benar – benar hanya akan memelukku kan?”.

“Hehehe.. Ne chagiya”. Ucap Taemin yang tertawa geli sambil mendekap Eun Hee dan kemudian menutup matanya dengan perlahan.

***

“Oppa.. kenapa kau memilih tempat kencan di area bermain ice kating ini? Lalu kenapa terlihat sangat sepi ya? Seperti tidak ada orang”. Ucap Hyorin sambil melihat – lihat sekitaran tempat bermain ice kating yang besar itu.

“Memang tidak ada orang, aku telah menyewa tempat ini seharian penuh untuk kita berdua saja”. Sahut Jonghyun santai dengan ekspresi wajah cerianya yang seperti anak kecil.

“Mwo?”. Mata Hyorin sedikit terbelalak.

“Kaja~”. Jonghyun pun menarik tangan Hyorin dan masuk ke dalam tempat bermain ice kating itu.

Mereka berdua pun bermain ice kating dengan gembira. Senyum sumringah tidak pernah lepas dari wajah tampan Jonghyun dan wajah cantik Hyorin. Jonghyun juga tidak pernah melepaskan tangannya untuk melindungi Hyorin agar tidak jatuh, sesekali Hyorin mendorong pelan Jonghyun bermaksud mengajaknya bercanda tapi Jonghyun hanya membalasnya dengan segera mendekati Hyorin dan memeluknya.

“Ahahahahahaha.. Whaaaa, seharusnya aku merasa kedinginan tapi tidak karena kita bermain – main dan selalu bergerak, seperti anak kecil”. Ucap Jonghyun yang terlihat sangat menikmati waktu kencan mereka.

“Oppa~ oppa yang seperti anak kecil. Hahahaha”. Balas Hyorin yang juga tertawa.

“Hyorin’a, mari kita ke tengah sekarang. Lalu lihatlah tulisan dari lampu sorot yang akan muncul sebentar lagi”. Ucap Jonghyun sambil menggiring tubuh Hyorin ke tengah.

Tak lama kemudian tulisan yang dimaksudkan Jonghyun muncul.

“Neol saranghagesseo, Hyorin. Jeongmal saranghae”.

Setelah membaca tulisan itu Hyorin langsung tersenyum manis dan menatap Jonghyun yang ada dibelakangnya.

“Oppa~ oppa benar – benar romantic namja”. Ucap Hyorin yang tersenyum menatap wajah tampan Jonghyun.

“Aku hanya akan seperti ini denganmu Hyorin. Seperti di hipnotis, aku hanya bisa melakukan hal – hal yang mungkin agak kekanak – kanakan seperti ini padamu”. Ucap Jonghyun yang lalu memeluk Hyorin.

“Saranghae Oppa~ berjanjilah untuk tidak melepaskanku dengan keadaan apapun”.

“Na do saranghae~ aku tidak akan mungkin melepaskanmu”.

“Hyorin, sudah agak sore. Dan aku ingat kita melewatkan makan siangmu karena terlalu asik bermain disini. Kita cari makan yuk, kau ingin makan apa?”. Tanya Jonghyun mencubit pipi Hyorin ringan.

“Aku ingin makan mie instan di bawah jembatan tempat kita bermain waktu masa sekolah dulu oppa”. Ucap Hyorin antusias.

“Mwo? Hyorin’a, kau sudah terlambat untuk makan siang malah memilih untuk makan mie? Apa jadinya perutmu nanti? Ani!”.

“Oppa~~~ Jebal~ sekali ini saja, ya?”. Pinta Hyorin dengan nada manja.

“Aigoo~ ge yeojaga, kenapa aku selalu tidak bisa melawan kalau dia melakukan aegyo didepanku? Ckckck. Arasseo, Gaja”.
“Hehehehe.. Gomawo naeui namja”. Ucap Hyorin dengan nada usil, Jonghyun hanya membalasnya dengan tertawa kecil.

Setelah seharian berkencan, tidak terasa hari sudah malam. Jonghyun pun mengantarkan Hyorin pulang ke rumahnya. Di perjalanan menuju pulang, Jonghyun tidak berhenti bersenandung merdu sambil mengelus kepala Hyorin yang saat itu telah jatuh tertidur. Jonghyun pun menggunakan tangannya untuk dijadikan bantal agar kepala Hyorin tidak merasa sakit. Ototnya yang terbentuk sempurna cukup kuat  untuk menopang kepala Hyorin. Jonghyun memerlakukan Hyorin dengan sangat istimewa, ia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menunjukkan betapa ia sangat mencintai yeoja itu. Sambil tersenyum Jonghyun menyenandungkan suaranya yang merdu untuk Hyorin agar bisa tertidur dengan tenang.

“Kita sudah sampai Tuan Jonghyun”. Ucap sopir Jonghyun.

“Ah, geure? Baiklah, aku akan mengantar Hyorin masuk dulu”. Jonghyun pun membuka pintu mobilnya dan menggendong Hyorin yang sudah tertidur pulas. Jonghyun sengaja tidak membangunkannya karena ia ingin membiarkan Hyorin yang sudah tertidur itu bermimpi indah. Kepala pelayan rumah Hyorin yang saat itu juga bersiap di depan pintu langsung membantu Jonghyun untuk membuka pintu rumah mewah Hyorin dan mengikuti Jonghyun berjalan menuju kamar Hyorin.

Setelah sampai kamar Hyorin, Jonghyun merebahkan tubuh Hyorin dengan sangat hati – hati ke kasur empuk Hyorin yang besar. Jonghyun bahkan melepaskan sepatu Hyorin kemudian menyelimutinya dan mencium keningnya.

“Jaljayo chagi~”. Bisik Jonghyun sambil mengelus rambutnya.

“Tolong nanti gantikan pakaiannya dengan piyama yang hangat, aku takut Hyorin bisa masuk angin kalau ia tidur dengan dress pendeknya itu”. Pinta Jonghyun ramah kepada kepala pelayan rumah Hyorin.

“Baik Tuan Jonghyun”.

“Ah! Cham! Satu lagi, biasanya kalian menyediakan apa untuk sarapannya? Apa Hyorin masih suka sarapan dengan roti bakar?”.

“Ne, biasanya Hyorin Agasshi sarapan dengan 2potong roti bakar dan segelas susu Tuan”.

“Benarkah? Hhmm.. kalau hanya itu aku bisa melakukannya”. Ucap Jonghyun bicara sendiri.

“Ne? Tuan tadi..”.

“Aku akan pulang sebentar mengambil baju dan kembali lagi kesini. Disini pasti banyak kamar tamu yang kosong kan? Aku akan menginap disini”. Ucap Jonghyun santai sambil tersenyum pada kepala pelayan rumah paruh baya itu.

“Ne? Tuan.. apa?”.

“Aku ingin memberi kejutan untuk Hyorin, ahjumma. Waktu kami masih kecil aku sering membuatkan roti bakar dengan selai stroberi untuknya. Geurom, na kalke ahjumma”. Ucap Jonghyun melambaikan tangan dan berlari kecil keluar.

“Tuan muda Jonghyun, dia tidak berubah dari dulu. Tetap ramah dan sangat perhatian pada Hyorin meskipun ia sudah menjadi orang terkenal. Bahkan ia tetap memanggilku dengan kata ahjumma”. Gumam Kepala pelayan itu tersenyum melihat Jonghyun yang sudah jauh dari pandangannya.

Sementara dikediaman Minho dan Kiboom, mereka berdua secara kebetulan tiba di rumah di waktu yang bersamaan setelah seharian penuh melakukan aktivitas mereka masing – masing.

“Aigoo~ pemotretan hari ini melelahkan sekali”. Keluh Kiboom yang langsung melemparkan tasnya ke atas meja di ruang tivi.

Minho yang baru saja pulang pun langsung meletakkan tasnya begitu saja di lantai dan merebahkan diri ke sofa panjang yang juga berada di ruang tivi itu.

“Kiboom’a, aku lapar~~ buatkan aku ramen”. Pinta Minho manja.

“Ya~! Memangnya aku ini babysittermu? Buat saja sendiri, kau sudah besar nak”. Ucap Kiboom sambil membuka kulkas dan mengambil sebotol kecil air mineral.

“Anda membutuhkan sesuatu Tuan?”. Tiba – tiba kepala pelayan rumah Minho dan Kiboom menghampiri Minho.

“Ani, ani~ gwaenchanha. Kau istirahatlah paman, biar Kiboom yang membuatkan aku makan. Kau tidak perlu membangunkan pelayan – pelayan yang sudah tidur”. Ucap Minho tanpa ragu.

“Ya~! Memangnya aku tadi ada mengatakan kalau aku mengiyakan permintaanmu?”. Ucap Kiboom dengan nada agak kesal.

“Kiboom~ jebaaaal.. aku lapar~”. Ucap Minho dengan nada usil.

“Aigoo~ I sarami, arasseo arasseo. Kau pergilah mandi, aku akan siapkan ramen”.

“Uuu~ gomawo chinguya~ Kiboom neomu Motjyo~~ hahahhaa”.

“Ya~! Geumanhae~~” Ucap Kiboom yang benar – benar kesal dengan tingkah laku Minho.

Kepala pelayan yang melihat tingkah laku mereka pun hanya bisa tersenyum – senyum kecil dan kemudian meninggalkan mereka.

07.30am

Hyorin terbangun dari tidur nyenyaknya. Sesaat setelah meregangkan badan di kasurnya yang empuk, Hyorin langsung bangun dan menuju kamar mandi. Setelah beberapa menit kemudian, Hyorin telah selesai mandi dan  ia pun mulai memilih pakaian yang diantarkan oleh pelayan – pelayan rumahnya ke dalam kamarnya.

“Hari ini aku ingin memakai pakaian yang santai saja”. Ucap Hyorin menunjuk T-Shirt wanita yang imut berwarna hijau segar untuk atasan dan hot pan berwarna putih untuk bawahannya.

“Untuk alas kakinya apa yang anda inginkan agashi?”. Tanya salah seorang pelayan memperlihatkan beberapa koleksi sepatu, high heels, dan sandal Hyorin yang dibawakan pelayan – pelayan yang lain.

“Hhmm.. sandal plip plop saja. Yang warna kuning muda itu”.

“Ne, agashi”.

Setelah memakai satu stell pakaian yang tadi dipilihnya, Hyorin mulai merias wajahnya. Untuk merias wajah ia dibantu oleh asistennya dan untuk hari ini Hyorin memilih make up yang minimalis saja. Hyorin benar – benar ingin terlihat sangat santai hari itu.

“Hyorin Agashi, setelah ini dimohon anda untuk sarapan di halaman belakang”. Ucap salah seorang pelayan.

“Ne? Aku rasa aku tidak meminta kalian untuk menyiapkan sarapanku di halaman”. Ucap Hyorin sedikit bingung.

“Ne agashi, tapi hari ini udara luar sangat segar. Akan lebih nyaman jika anda bisa sarapan sambil menghirup udara segar Korea”. Jawab pelayan itu lagi dengan sopan.

“Ah~ geure. Gamsahamnida”. Ucap Hyorin singat sambil tersenyum. Hyorin pun setelah itu keluar dari kamarnya dan menuju halaman belakang rumahnya yang luas dan terbentang rumput berwarna hijau segar sepadan dengan kaos yang dikenakannya.

“Joheun Achim Chagiya~”. Tak disangka oleh Hyorin Jonghyun sudah ada disana mengenakan seragam sekolah mereka dulu yang di tutupi celemek. Jonghyun menyapa Hyorin dengan riang dan senyumnya yang mengembang.

“Oppa? Mwohaneun geoya yeogi jigeum?”. Tanya Hyorin yang keheranan sambil melihat ke meja yang diatasnya sudah tersusun 2buah piring berisikan 2potong roti bakar strawberry hangat dan 2 gelas susu segar yang masing – masing saling berhadapan dan di tengah meja dihiasi dengan pot bunga kecil.

“Aku membuatkan sarapan untukmu. Ayo duduk sini”. Ucap Jonghyun ceria sambil mengarahkan tubuh Hyorin duduk ke kursi. Hyorin yang daritadi masih bingung dengan tingkah laku Jonghyun akhirnya tertawa geli sambil mengusap keningnya.

“Wae kau tertawa?”. Jonghyun langsung mengomentari begitu melihat Hyorin tertawa lalu duduk di kursi yang posisinya berhadapan.

“Oppa, aku benar – benar tidak menyangka kau datang sepagi ini untuk menyiapkan semuanya. Gomawo~” Ucap Hyorin yang mencubit kecil pipi kanan Jonghyun.

“Apanya yang pagi – pagi aku kemari? Aku dari tadi malam menginap dirumahmu. Hahahaha”. Ucap Jonghyun dengan nada cerianya.

“Mwo?! Oppa, neo..”.

“Hehehehehe.. Aku hebat kan..? Ayo dimakan sarapanmu”. Ucap Jonghyun yang mengambil piring roti hyorin kemudian memotongkan rotinya menjadi potongan – potongan kecil dan lalu mengembalikannya pada Hyorin.

“Gomawo naeui oppa”. Ucap Hyorin lembut sambil tersenyum manis.

“Ne~~”. Ucap Jonghyun memasang wajah imut.

“O! Jamsimanyo!”. Tiba – tiba Hyorin tidak jadi menyuap rotinya begitu ia melihat seragam yang dikenakan Jonghyun.

“Wae wae wae wae?”. Tanya Jonghyun yang sedikit kaget. “Apa rotinya hangus?”. Tanya Jonghyun lagi dengan wajah polosnya.

“Aniya, geunde.. kenapa kau memakai seragam sekolah kita dulu oppa?”. Tanya Hyorin menunjuk seragam yang di pakai Jonghyun dengan wajah sedikit bingung.

‘Ah! Maja! Ayo kita kembali mengenang masa – masa sekolah kita dulu. Bagaimana kalau setelah ini kita kerumah Minho dan Kiboom? Lalu kita suruh mereka juga memakai seragam sekolah, setelah itu kita pergi bermain ke lapangan tempat kita sering berkumpul dulu”. Ucap Jonghyun dengan semangat sambil mengembangkan senyum manisnya.

“Mwo?!”

To be Continued

I Just Love You Pert. 4 Preview:

“Mwoya ige~?!”.

“Aigoo~~ apa kau tidak bisa tenang sehari saja Kiboom?”.

“I bwa~ kau tau kenapa bisa ada seragam di ruang tengah ini?”.

“O, bukankah itu seragam sekolah kita dulu? Aku juga tidak mengapa ada disana”.

“Tuan Jonghyun meminta agar kami menyediakan seragam itu tuan”.

“Jonghyun? Maksudmu Jonghyun Hyung?”.

“Ne majayo, tuan”.

“Jamkanman, untuk apa Jonghyun Hyung meminta kau menyediakan seragam – seragam ini?”.

“Beliau tadi bilang agar Tuan Minho dan Tuan Kiboom untuk memakainya. Tuan Jonghyun saat ini sedang dalam perjalanan kemari”.

“Mwo?!”.

2 thoughts on “I Just Love You (내가 사랑했단 걸) Part. 3

  1. Eomma, penasaraan bnget apa selanjut :’)
    Cpet pulng dng trus post part 4nya…
    Aku ud bingung mau ngomentarin apa lagi hiks…

    Figthing eomma, keren part yg ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s