They Don’t Know about Us

They Don't Know about Us

Title: They Don’t Know about Us

Inspired By: SHINee & One Direction’s Song “They Don’t Know about Us

Cast:

Jonghyun SHINee as Jonghyun SHINee

Moon Ae Su (Original Character)

SHINee Member

Genre: Romantic

Length: One Shoot

Rating: PG-17

OST: One Direction – They Don’t Know about Us

Created By: Ayin Perdana

_________________________________________________________________

Finally done wrote my 7th short fan fiction. This fan fiction is a little bit longer than my other short fan fiction but it still genre one shoot, hope you guys like it ^^

Author P.O.V

“O~! Jeogiseo, Jonghyun Oppa ida! Kyaaaaaaaaaaakkk~!!! Oppa~!!! Oppa~!!!”. Teriakan itu dari ratusan fans yang memenuhi Incheon International Airport terdengar begitu membahana saat Jonghyun yang muncul pertama kali dan langsung menebarkan senyum mautnya.

SHINee baru saja kembali dari konser mereka yang di adakan di Jepang kemarin. Kedatangan kelima namja tampan multi talent itu disambut antusias oleh ratusan fans mereka yang sudah menunggu sejak pagi hingga malam hari sekitar pukul 11.00pm bertepatan dengan landingnya pesawat yang menghantarkan mereka dari Jepang kembali ke negara asal mereka Korea Selatan tepatnya di kota Seoul.

“Omo~! Itu yang lainnya juga tiba! Kyaaaaaaaaaakkkkk~!!! Minho Oppa~!!! Onew Oppa~!!! Key Oppa~!!! Taemin’a~!!!”. Fans – fans berat mereka atau yang lebih kerap disebut sebagai Shawol itu kembali meneriakkan nama kelima namja tampan itu. Mereka berlima melalui jalan khusus yang disiapkan oleh pihak bandara yang berada tepat di tengah barisan ratusan shawol yang terdapat di sisi kiri dan kanan yang menyambut mereka dengan membawa banner bertuliskan nama mereka. Mereka hanya memberikan senyuman sambil sesekali melambaikan tangan mereka dan berlalu dengan cepat.

Jonghyun P.O.V

“Hufftt!!! Melelahkan sekali”. Aku menyandarkan kepalaku ke sandaran kursi mobil yang mengantarkan kami para member SHINee beserta manager kembali ke dorm untuk beristirahat. Aku menarik nafas panjang lalu menghembuskannya seakan membuang penat yang ada ditubuhku.

Perhatianku kini beralih pada jam digital yang tertempel pada dashboard mobil. “11.45pm”, ucapku dalam hati. Aku lalu teringat akan seorang yeoja cantik yang aku tinggalkan disini karena harus ke Jepang untuk menggelar konser, aku merindukannya.

“Sedang apa hyung?”. Minho yang duduk di kursi belakang bersebelahan dengan Key dan Taemin memecah keheningan di mobil, suasana di mobil saat ini memang sangat hening karena Onew Hyung yang duduk di sebelahku, Key, Taemin, dan manager hyung yang duduk di sebelah pengemudi tertidur selama di perjalanan menuju dorm. Hanya aku dan Minho penumpang mobil yang tidak tidur.

“Sedang menulis pesan”. Jawabku singkat.

“Ah~, untuk Ae Su?”. Tanyanya lagi dengan nada yang dipelankan agar tidak membangunkan yang lain.

“Ne”. Seakan tidak ingin konsentrasiku terganggu aku sengaja menjawab singkat setiap pertanyaannya.

“Hyung, kalau boleh kau bocorkan apa pesan yang kau tulis untuk Ae Su? Hihi”. Tanya Minho kali ini dengan nada berbisik.

“Bogosipda”. Sahutku seraya menekan option sent yang muncul di touchscreen ponselku sembari tersenyum dengan tatapan yang sangat menunjukkan betapa aku merindukan yeoja penerima pesanku ini.

***

Waktu menunjukkan pukul 01.00am, aku sudah merebahkan tubuhku diatas kasur yang empuk dan hangat.

“Ddrrrtt~”. Ponseku yang kuletakkan di samping kepalaku bergetar, Ae Su menelponku. Dengan sigap aku langsung bangun dan beralih ke ruang tamu. Aku sengaja menerima telpon disana agar tidak membangunkan Taemin dan Onew Hyung yang sekamar denganku yang sudah terlelap dan berlayar ke dunia mimpi.

“Chagiya~”. Sahutku begitu aku mengangkat telpon darinya.

“Oppa~, janya?”. Sahutnya manja. Aku sangat suka ketika ia bertingkah manja padaku, membuatku seakan ingin memeluknya saat ini juga.

“Ajik. Chagiya neon mwohae? Kenapa belum tidur, sekarang sudah larut chagi”. Tegurku.

“Na do Oppa bogosipheoseo~. Aku belum bisa tidur sampai aku tahu kalau oppa sudah kembali ke Seoul dengan selamat”. Tuturnya manis.

“Chagiya~, tahukah kau kalau sekarang aku sangat ingin memelukmu? Ah ne, hari ini aku libur. Oneul uri mannamyeon eotteolkka?”. Ajakku lembut padanya.

“Jinjja? Ne oppa, joha~”. Sahutnya manja.

‘Geureom, aku akan menjemputmu jam 9 pagi, ne?”.

Paginya, aku tengah bersiap – siap untuk bertemu dengan Ae Su yeoja yang sangat aku cintai di dunia ini setelah Eomma dan Noona.

“Aigoo~~ Jonghyun Hyung neomo meottjyo~”. Ucap Minho menggodaku yang sedang bercermin.

“Hehehe, gomawo dongsaeng’a~”. Sahutku mengacak rambutnya. “Tentu saja Hyung harus terlihat tampan untuk bertemu dengan Ae Su”. Ucapku tersenyum seraya berlalu ke ruang tamu mengambil kunci mobilku yang tergantung di tempat kumpulan kunci mobil member lainnya di dinding.

“Hyung ingin mengajak Ae Su noona berkencan?”. Tanya Taemin yang sedang menikmati susu pisang favoritnya di ruang santai.

“Ne”. Sahutku seraya tersenyum sambil mencubit gemas pipinya.

“Jonghyun’a, berhati – hatilah. Jangan sampai ada paparazzi atau oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab mendapatkan photo kalian yang tengah berkencan”. Nasihat Onew Hyung bijak saat ia datang dari ruang makan.

“Ne Hyung, arasseo”. Sahutku ramah seraya tersenyum.

“Jangan sampai juga mereka – mereka itu memoto kalian yang tengah berciuman”. Sela Key dengan nada cuek yang tiba – tiba muncul diantara kami yang berkumpul di ruang tamu.

“Ya~ Kiboomie, kau ini bicara sembarangan sekali”. Sahut Onew Hyung sedikit sungut.

“Arasseo chagiya~~, ppoppo~!”. Godaku pada Key dan membuat yang lainnya tertawa.

“Aigoo, mwohaneun geoya~?! Pabo!”. Sungut Key dan kami berempat kembali tertawa.

***

Aku berdiri di depan pintu rumah yang berukuran lumayan besar, aku sudah sangat tidak sabar ingin melepas rindu dengan yeoja penghuni rumah itu.

“Ting tong~!”. Aku memencet bel pintu itu yang terletak disampingnya.

“Ne~, jamkanmanyo~~”. Sahut orang dari dalam, dan aku sudah bisa mengenali suara itu. Suara yang sangat aku suka, suara Ae Su.

“Oppa~~!!!”. Ucapnya antusias begitu ia membukakan pintu untukku seraya menghambur ke pelukanku.

“Oo chagiya~~, bogosipheo~~”. Sahutku lembut seraya langsung membalas pelukannya bahkan sampai kakinya tidak lagi menginjak lantai karena aku memeluknya dengan mengangkat tubuhnya yang memang lebih pendek dariku.

“Eoseo oseyo oppa”. Ucapnya lembut. Aku pun masuk ke dalam seraya menutupkan pintu rumahnya.

“Bagaimana konsernya oppa? Oppa pasti menampilkan performance yang keren lagi, hehe”. Ucapnya manja dan seraya menuntun tanganku lalu duduk bersama di sofa.

“Tentu saja, hehe. Nan jeongmal bogosipheo chagiya~”. Ucapku seraya membelai lembut rambutnya.

“Na do oppa~~”. Sahutnya menatapku penuh kasih dan membuat bibirku menyentuh lembut bibirnya.

Aku sangat merindukannya, aku melampiaskan rasa rinduku dengan mengusap lembut bibirnya dengan bibirku. Aku sangat menikmati moment ketika aku menciumnya dengan lembut. Bisa kurasakan lembut bibirnya yang juga membalas mengusap bibirku, seakan ia juga melampiaskan rasa rindunya terhadapku. Aku benar – benar mencintai Ae Su.

“Ae Su’ya, saranghae~”. Ucapku lembut seraya memeluk hangat tubuhnya yang mungil.

“Na do oppa saranghae~”. Sahutnya manis. “O, kita hari ini akan melakukan apa oppa?”. Tanyanya seraya menatapku.

“Hhhmm~ kalau terserah kau saja, eotthae? Kau mau kemana saja akan aku turuti, misalnya shopping? Aku akan menemanimu chagi~”. Sahutku lembut seraya mengecup keningnya.

“Shopping? Berarti ke mall”. Sahutnya sambil menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya.

“Kau mau berbelanja ke pasar loak? Hahahahaha”. Tanyaku asal seraya tertawa.

“Ahaha~, oppa mworago haneun geoya? Ada – ada saja. Anya~, geunde di Mall itu kan banyak orang. Apa tidak apa – apa kalau kita berkencan di..”.

“Gwaenchanha chagi~”. Ucapku memotong pembicaraan. “Kau itu kekasihku, aku tidak harus menyembunyikanmu dari khalayak umum kan?”.

“Oppa~”. Ia menatap dalam mataku.

“Tidak usah khawatir chagi, aku akan selalu melindungimu meski harus mengorbankan segala yang aku miliki”. Sahutku seraya mengecup lembut sebelah matanya.

“Geureom, aku akan siap – siap . Oppa tunggu sebentar, ne? Oppa bisa menyalakan tivinya”. Ucapnya tersenyum seraya menyerahkan remote tivi padaku.

Kami tiba di salah satu mall terbesar di Seoul. Disana aku mengajaknya bersenang – senang, berbelanja beberapa pakaian yang aku belikan untuknya. Aku sangat suka moment berkencanku berdua dengannya. Saat aku berjalan bersamanya dengan menggenggam tangannya, menyandangkan tas wanitanya, dan membawakan kantong belanjaannya, aku sangat menyukai semua moment ini. Membuatku merasa menjadi seorang namja yang penuh dengan kebahagiaan dalam hidupku.

“O~! café es krim. Chagi kau sangat suka es krim kan? Kita kesana, ne?”. Ajakku sumringah seraya menuntunnya ke café es krim itu, ia pun hanya mengangguk tersenyum dengan manis menandakan ia setuju dengan usulanku.

“Masissjyo~~!!! Es krim vanilla ini benar – benar lezat, jus mangga nya juga enak”. Ucapnya dengan girang membuatku gemas melihat tingkahnya.

Ya, favoritnya adalah es krim rasa vanilla ukuran besar dan segelas jus mangga manis. Aku sangat suka melihat tingkahnya saat ia sedang menikmati 2 kudapan favoritnya itu, benar – benar sangat manis.

“Chagi, aku ke toilet sebentar ya. Gidaryeo”. Ucapku seraya berdiri dari kursi dan mengusap lembut puncak kepalanya. “Ne oppa~”. Sahutnya tersenyum.

Author P.O.V

Ae Su duduk di café es krim menunggu Jonghyun yang pergi ke toilet sambil terus menikmati es krim favoritnya. Saat ia tengah menikmati es krim itu dengan ceria, tanpa sengaja ia mendengar pengunjung sedang berbisik yang duduk tak terlalu jauh dari mejanya.

“Ya~ coba lihat, itu Ae Su pacarnya Jonghyun Oppa kan? Personil boyband terkenal SHINee itu”.

“Ne maja. Coba lihat dia, aku rasa dia itu sangat tidak cocok dengan Jonghyun Oppa”.

“Maja. Lihat saja penampilannya, badannya pendek. Kenapa jadi Jonghyun Oppa sampai memacari yeoja seperti dia ya?”.

“Geureom~, apa benar Jonghyun Oppa benar – benar mencintainya? Jangan – jangan Jonghyun Oppa hanya membuatnya sebagai mainan saja”.

Mendengar percakapan 2 yeoja yang tidak ia kenali itu membuat wajahnya yang awalnya ceria tiba – tiba menjadi suram. Ae Su langsung terpikirkan tentang pembicaraan 2 yeoja itu, wajahnya berubah menjadi sangat sedih. Hatinya seakan terisis pisau dan telinganya dirasanya sangat sakit ketika mendengar kalimat yang dilontarkan oleh orang – orang itu.

“Chagi’ya~ aku kembali”. Jonghyun tak lama kemudian kembali dari toilet, Ae Su yang menyadari itu langsung bertingkah seolah tidak ada yang terjadi sembari tersenyum pada Jonghyun.

“Kau kenapa chagi? Tumben kau tidak menghabiskan es krimnya?”. Tanya Jonghyun yang sedikit bingung melihat es krim yang masih bersisa di mangkuk.

“Aku sudah terlalu kenyang oppa, bagaimana kalau kita pulang sekarang saja”. Ucapnya memasang wajah seperti terburu – buru.

“Wae wae wae, kita belum terlalu lama disini”. Sahut Jonghyun yang masih bingung.

“Tidak oppa, kita pulang sekarang saja ya. Jebal~”. Ucap Ae Su memasang wajah memohon pada Jonghyun.

“Chagi’ya waegeure? Gwaenchanha? Chagi’ya apa kau sakit?”. Tanya Jonghyun seraya meraba – raba kening Ae Su.

“Anya oppa, nan gwaenchanha. Aku hanya ingin pulang saja. kita pulang saja oppa, ne?”. Mohonnya pada Jonghyun.

“Arasseo, kalau itu maumu. Kaja”. Jonghyun pun berdiri seraya menggenggam tangan Ae Su dan menyandangkan tas Ae Su di bahunya dan membawa belanjaan.

Jonghyun P.O.V

Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan sedang, tidak ada perbincangan sama sekali di mobil sepanjang jalan ini. Kulihat Ae Su yang duduk di kursi sebelahku nampak murung atau lebih tepatnya sedih, entah apa yang saat ini sedang terjadi padanya.

“Chagi’ya, waeyo~?”. Aku mencoba memecah keheningan. “Gwaenchanha? Chagiya, apa kau tidak senang dengan kencan kita hari ini? Aku ada melakukan kesalahan apa?”. Aku melontarkan cukup banyak pertanyaan padanya karena cemas.

“Nan gwaenchanha oppa~”. Sahutnya dengan memaksakan sedikit senyuman padaku. “Oppa konsentrasi menyetir saja, ne?”. Ucapnya lagi seraya kembali terlihat murung, aku yang melihatnya seperti itu merasa semakin cemas. Sangat ingin aku menanyakan banyak hal padanya, tapi ku urungkan niatku. “Mungkin aku biarkan saja dulu ia seperti itu, nanti pada saat sampai dirumahnya baru akan ku ajak bicara lagi”, pikirku dalam hati.

“Cham~~ akhirnya kita sudah sampai”. Ucapku seraya menghempaskan tubuhku duduk di sofa di ruang tamunya.

“Oppa capek? Mau aku buatkan minum?”. Tawarnya manis seraya tersenyum kecil.

“Anya, gwaenchanha. Saat capek begini yang aku ingin itu adalah memelukmu chagi”. Sahutku yang langsung menarik tangannya untuk duduk disampingku seraya membenamkan tubuh mungilnya masuk ke pelukanku.

“Oppa~”.

“Ne, chagi’ya~?”.

“Yakinlah bahwa aku sangat mencintai oppa, ne?”. Ucapnya dengan nada suara sedikit bergetar seperti ingin menangis.

“Omo, chagi’ya~, museun iriya?”. Tanyaku yang kemudian melepaskan pelukanku dan sekarang menatap wajahnya. “Chagi’ya, sejak tadi di perjalanan pulang kau sudah terlihat aneh. Ada apa? Kau membuatku khawatir chagi~”. Ucapku cemas seraya memegang wajahnya dengan kedua tanganku.

“Oppa~, aku sangat mencintai oppa, sangat sayang dengan oppa. Aku mohon jangan pernah mencoba untuk meninggalkanku, berpikir pun jangan oppa, ne?”. Ucapnya lirih dan tanpa sengaja ia meneteskan airmatanya.

“Omo, chagi’ya~ waeyo? Kenapa kau menangis seperti ini? Uljima~”. Sahutku yang langsung membenamkannya lagi ke pelukanku. “Kenapa kau bisa berkata seperti itu chagi? Mana mungkin aku meninggalkanmu sementara aku untuk hidup tanpa adanya kau disampingku saja tidak bisa. Ada apa chagi? Marhaebwa~ jebal”. Ucapku cemas seraya mengusapkan airmatanya yang jatuh dengan ibu jariku.

“Nan gwaenchanha oppa~, tidak usah khawatir”. Sahutnya yang masih terdengar lirih dan membuat seulas senyuman kecil di bibir mungilnya. “Saat ini yang aku inginkan adalah memeluk oppa seperti, sebentar saja. Bolehkan oppa? Hanya sebentar, ne?”. Pintanya lirih dan kembali meneteskan airmatanya.

“Chagi’ya~ kapanpun kau menginginkanku”. Sahutku yang membalas pelukannya dengan erat sambil sesekali mengecup puncak kepalanya. “Nan neol jeongmal saranghae Ae Su”. Ucapku lembut sambil terus memeluknya dengan erat.

***

“Hhhhh~”. Aku masuk ke dorm dan menutup pintunya dengan lesu. Perasaan hatiku tiba – tiba jadi tidak karuan setelah melihat Ae Su yang menangis dihadapanku. Aku jadi sangat mencemaskannya.

“O, Jonghyun’a~ wasseo?”. Onew Hyung mendapatiku yang duduk malas di sofa yang terletak di ruang tivi dorm kami.

“O, Onew Hyung~”. Sahutku sambil melambaikan tanganku dengan malas.

“Wae? Kenapa terlihat sangat lesu dan tidak bersemangat begini? Bukankah kau habis berkencan dengan Ae Su, biasanya kau selalu pulang dengan wajah yang begitu cerah sehabis berkencan”. Ucap Onew Hyung seraya duduk di sebelahku.

“Molla~”. Sahutku lesu. “Geunde, mana yang lain hyung? Kenapa dorm terlihat begitu sepi?”. Aku melihat – lihat ke sekitar arah dorm yang masih tertangkap oleh pandanganku.

“Minho, Key, dan Taemin ada schedule mengisi acara di Kiss The Radio kan, hanya kita berdua saja yang tidak ada schedule untuk hari ini”. Sahut Onew Hyung santai seraya mengambil remote TV yang tergeletak di lantai lalu menekannya.

“Ah ne, aku lupa”. Ucapku singkat. “Geureom, aku ngantuk hyung. Aku tinggal tidur ke kamar ya”. Ucapku dengan nada lemas.

“O ne, arasseo”. Sahut Onew Hyung menganggukkan kepala.

Selang satu minggu setelah kami berkencan, aku dengan member SHINee lainnya ada schedule perform di salah satu acara stasiun tivi local Korea. Aku berencana untuk mengajak Ae Su untuk menonton perform kami, setelah mendapatkan persetujuan dari manager hyung aku langsung meraih ponselku dan menelponnya.

“Yeoboseyo, ne oppa?”. Sahutnya dengan nada suara yang terdengar bagus.

“Chagi’ya, hari ini aku dengan SHINee member lainnya akan perform mengisi salah satu acara stasiun tivi. Kau ikut untuk menontonku ya, biar nanti aku minta tolong supir menjemputmu setelah mengantar kami lebih dulu, ne?”.

“O, acara stasiun tivi?”. Suaranya mendadak terdengar jadi kurang bersemangat.

“Wae chagi? Kau tidak mau kalau hanya supir kami yang menjemputmu? Kalau begitu aku langsung yang menjemputmu, biar aku pergi ke stasiun tivinya terpisah dengan SHINee member lainnya, eotthae”. Tawarku langsung padanya.

‘Anya oppa, jangan. Tidak usah repot – repot, kebetulan hari ini aku merasa tidak enak badan. Aku ingin berdiam diri dirumah saja, mianhae oppa”. Sahutnya cepat.

“Kau tidak enak badan? Chagiya kau sakit? Aku temui kau setelah kami perform, ne?”.

“Anya oppa, tidak usah. Aku tidak apa – apa, oppa tidak usah kesini. Nanti malah oppa yang sakit, ne?”. Sahutnya meyakinkanku. “Geureom, aku tutup ya oppa, saranghae”. Ucapnya cepat.

“O Jamkkanman~! Chagi’ya, chagi’ya”. Belum sempat aku selesai bicara tapi telponku sudah terlanjur ia matikan. “Kenapa dengan dia ini?”. Tanyaku penasaran sambil memandang sejenak ke touchscreen ponselku lalu memasukkannya ke saku celana.

Author P.O.V

Ae Su kembali termenung menatap layar laptopnya sesaat menutup telepon dari Jonghyun. Ia memandangi layar itu dengan tatapan sedih, ia sedang membuka blog pribadinya. Ia membaca komentar – komentar dari para netizen yang mengkiritik dirinya yang menurut mereka tidak pantas menjadi kekasih Jonghyun.

“Hey kau Moon Ae Su, apa kau pikir kau itu cocok dengan Jonghyun Oppa?! bercerminlah”.

“Sebaiknya kau pikirkan lagi baik –baik mengenai hubungan kalian, apa hubungan kalian ini akan bertahan lama dengan banyaknya orang yang menentang?”.

“Aku tidak mengerti apa yang membuat Jonghyun memilihmu sebagai kekasihnya, kau itu biasa saja bahkan badanmu pendek tidak seperti artis – artis yeoja Korea lainnya yang mengelilingi Jonghyun dan memiliki tubuh proporsional”.

“Apa yang kau berikan pada Jonghyun sehingga dia sampai bisa memacarimu? Aku harap kau bukan yeoja murahan yang melakukan apapun demi mendapatkan dirinya”.

“Ya Tuhan, apa – apaan semua ini~? Eotteokkaji?”. Ucap Ae Su lirih dan tanpa sengaja airmatanya jatuh ke wajah cantiknya. “Jonghyun Oppa tidak boleh tahu akan hal ini”. Ucapnya lagi yang seraya mengusap airmatanya.

Jonghyun P.O.V

“Hyung~! Onew Hyung~! Igeo bwa”. Taemin yang sedang memainkan ponselnya disela – sela break time kami tiba – tiba memanggil Onew Hyung dengan ekspresi seperti terkejut dengan apa yang dilihatnya di ponselnya.

“Wae?”. Onew hyung pun menghampirinya yang duduk di sudut ruangan. Sebenarnya aku ingin menjahilinya, tapi karena aku merasa lelah setelah rehearsal akupun mengurungkan niatku.

“Coba lihat ini Hyung~”. Ucap Taemin seraya menyerahkan ponselnya pada Onew Hyung.

“Omo! Ige mwoya~?”. Pekik Onew Hyung yang kemudian membelalakkan matanya.

“Apa kita harus memberitahu tentang ini Hyung?”. Tanya Taemin dengan wajah serius dan membuat aku menjadi penasaran dengan pembicaraan mereka.

“Taemin’a, sini”. Onew Hyung tiba – tiba membisikkan sesuatu  ke telinga Taemin seperti membicarakan sesuatu yang rahasia, jujur aku tidak senang dengan kelakuan mereka yang seperti ini. Membuatku merasa sesuatu yang tidak nyaman sedang terjadi.

“Ya~, mwohaneun geoya~?! Apa yang sedang kalian bicarakan sampai harus berbisik seperti itu?”. Sahutku dengan nada sedikit kesal.

“Anya Jonghyun’a, gwaenchanha”. Sahut Onew Hyung datar dengan ekspresi wajahnya yang tenang itu.

“Kalian menyembunyikan sesuatu dariku ya? Ppalli marhaebwa~ ada apa?”. Ucapku lagi dengan kesal seraya mengerutkan kening.

“Gwaenchanha~, aku bilang tidak ada apa – apa. Sudahlah kau istirahat saja, kumpulan kembali energy tubuhmu untuk perform Dream Girl kita nanti”. Sahut Onew Hyung tersenyum dan menepuk bahuku. Aku hanya manyun membalas perlakuannya.

Hari sudah larut malam, kami berlima selesai melakukan schedule kami untuk hari ini. Aku lalu berencana untuk segera tidur tanpa menelpon Ae Su terlebih dulu, pikirku ia juga pasti sudah tertidur jam segini.

Aku selesai membersihkan wajahku dari kamar mandi, sebelum tidur aku ingin meminum segelas air. Saat aku sampai di dapur, ternyata ada Minho juga disana.

“O Hyung, belum tidur”. Ucapnya menyapaku sambil melirik – melirik isi kulkas yang bukanya.

“Hyung mau minum dulu”. Sahutku seraya menuang air putih di gelas kaca pemberian Ae Su untukku.

“Sekarang bagaimana Hyung?”.

‘Ne, apanya yang bagaimana?”.

“Ye? Jadi Hyung tidak tau dengan apa yang sedang terjadi? Kami berempat semua sudah mengetahui hal ini”. Pertanyaan Minho membuatku bingung dan kemudian berpikir apakah yang dimaksud Minho ini ada hubungannya dengan pembicaraan Onew Hyung dan Taemin di stasiun tivi tadi siang.

“Museun soriya? Memangnya terjadi hal apa?”. Sahutku yang langsung meresponnya serius.

“A, geuge~, anya. Eopseo Hyung”. Minho langsung terlihat kikuk dan berbicara terbata – bata, membuatku makin penasaran saja.

“Minho’ya, waegeure? Kenapa jadi hanya aku yang tidak tahu? Ya Choi Minho~! Marhaebwa~, apa yang sedang terjadi dengan Ae Su?”. Pekikku yang langsung bisa membaca hal yang terjadi saat ini ada hubungannya denganku dan Ae Su.

“Geuge~, itu hanya~”. Minho lagi – lagi kesulitan untuk mengatakannya padaku, membuatku menjadi tambah penasaran dan mulai mencemaskan Ae Su.

“Arasseo, kalau kau tidak bisa mengatakannya. Aku akan menelepon Ae Su sekarang juga”. Ucapku yang ingin pergi ke kamar untuk mengambil ponselku, namun langkahku ditahan oleh Key yang tiba – tiba mendatangi kami ke dapur.

“Hyung tidak akan mendapatkan jawaban yang Hyung inginkan dari Ae Su”. Ucap Key dengan tatapannya yang dingin padaku.

“Mworago? Geuge museun soriya~?! Sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa semua tiba – tiba jadi begini? Membuatku cemas saja”. Sahutku emosi.

“Kalau hyung ingin tahu jawabannya, hyung bisa mencek blog pribadi Ae Su dan mention yang dikirim ke akun twitternya”. Sahutnya lagi yang kemudian melepaskan genggamannya dari lenganku.

Aku langsung terdiam menatap layar komputer yang ada diletakkan di sebuah ruangan kecil di dorm kami begitu membaca seluruh komentar yang dikirimkan orang – orang ke blog pribadi Ae Su. “Jadi ini yang membuat Ae Su menjadi sedih dan murung”, ucapku dalam hati. Hatiku terasa perih seakan pisau tajam yang menggoresnya, aku sangat bisa merasakan betapa perih yang dirasakan Ae Su ketika membaca semua cemoohan yang didapatnya ini.

“Ae Su’ya~, kenapa kau memendam semuanya ini sendiri chagi~?”, ucapku lirih menatap sedih layar flat monitor yang ada di depanku. “Aku harus mengembalikan senyuman manis itu kembali padaku, aku tidak bisa membiarkan ini” pikirku dalam hati. Aku pun mematikan komputer itu lalu beralih ke kamar untuk memejamkan mataku.

***

Hari ini kami berlima hanya ada schedule pemotretan untuk sebuah majalah ternama, setelah pemotretan selesai kami bisa langsung pulang ke dorm. Waktu yang longgar ini tentu saja aku manfaatkan untuk bisa bertemu dengan Ae Su, aku sangat ingin menemuinya untuk membicarakan masalah yang menimpanya dan menurutku itu semua karena diriku. Hanya karena ia ingin menjaga perasaanku ia rela untuk menanggung beban itu sendirian tanpa memberitahukannya padaku. Aku ingin melihatnya tersenyum lagi.

“Kalian akan langsung kembali ke dorm?”. Tanyaku begitu acara pemotretan selesai.

‘Aku dan Kiboom ingin pergi ke mall dulu, kami berdua ingin membeli gadget keluaran terbaru”. Sahut Minho yang sedang membersihkan make up di wajahnya.

“Ne maja, kami berencana pergi ke mall setelah ini”. Ucap Key yang juga sedang asyik bercermin merapikan rambutnya.

“Cuma aku dan Taemin yang akan langsung pulang”. Ucap Onew Hyung santai.

“Ne majayo, aku ngantuk Hyung jadi aku lebih memilih untuk tidur saja di dorm”. Sahut Taemin yang mengucak matanya.

“O jamkkanman, seingatku Jonghyun Hyung bilang kalau ada yang ingin dibicarakan saat kita masih dalam perjalanan kemari tadi”. Perkataan Minho barusan membuatku teringat dengan rencana yang ingin aku pikiran sejak tadi malam.

“Ah ne~! Maja maja, untung saja kau mengingatkanku Minho”. Sahutku.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”. Tanya Onew seraya duduk di kursi yang ada didalam ruang ganti kami disusul dengan yang lainnya termasuk diriku yang juga duduk.

“Geureom, begini”.

“Oppa? Kenapa tiba – tiba kemari, biasanya Oppa selalu menelepon dulu”. Ae Su yang membuka pintu terkejut begitu aku sudah berada di depan pintu rumahnya.

“Bogosipheo chagi~, jadi aku langsung kesini begitu acara pemotretan selesai”. Sahutku mengecup keningnya dan seraya masuk ke rumahnya.

“Yeogi anja oppa”.

Kami duduk di sofanya yang besar. Setelah kami duduk aku langsung merangkul bahunya dan ia yang seakan mengerti langsung menyandarkan kepalanya di dadaku yang bidang.

“Chagi’ya~, aku sudah tau semuanya”.

“Ne? Tau apa oppa?”. Tanyanya yang menengadahkan kepala menatapku.

“Tentang kritikan pedas yang dikirimkan ke blog dan akun twitter pribadimu”. Sahutku menatap dalam matanya dan seraya mengelus puncak kepalanya.

“O, geuge~ Oppa eotteohke”.

“Aku sudah membaca semua kritikan itu”. Sahutku menyela. “Chagi’ya, kenapa kau merahasiakan ini dariku? Kenapa kau menanggung semuanya sendiri?”. Ucapku menatapnya dengan tatapan sedikit kecewa.

“Aku hanya tidak ingin membebani pikiran oppa hanya untuk masalah seperti ini~”. Sahutnya lirih.

“Kalau yang cemaskan itu adalah perasaanku, aku tidak apa – apa chagi. Aku lebih tidak bisa terima kalau harus membiarkanmu menanggung masalah ini sendirian, aku ingin melindungimu. Kau itu kekasihku, milikku, sudah seharusnya aku melindungimu chagi~”. Ucapku sedikit emosi.

“Mianhae oppa~, aku hanya tidak ingin membenani pikiran oppa”. Sahutnya yang langsung menghambur ke pelukanku.

“Chagi’ya~ lain kali jangan seperti ini lagi, ne? Aku sangat sedih melihat ketika wajah cantikmu tidak dihiasi dengan seulas senyuman manis yang biasanya selalu kau berikan untukku”. Ucapku membalas memeluknya.

“Chagi, 2 hari lagi SHINee menggelar konser untuk promo album kami Dream Girl. Aku mohon untuk kau datang kesana bersamaku, aku akan langsung menjemputmu. Eotthae?”.

“Konser ya? Aku mau oppa, geunde~ itu pasti banyak orang dan aku”.

“Ssstt.. chagi’ya jebal, datanglah bersamaku. Aku berjanji tidak akan terjadi apa – apa padamu, aku akan melindungimu”. Ucapku meyakinkannya. Aku sengaja memohon padanya untuk datang karena aku sudah menyiapkan sesuatu untuknya saat konser nanti.

“Geure, arasseo oppa”. Ucapnya dengan senyum kecil, akhirnya ia mau ikut denganku.

***

Hari yang aku tunggu akhirnya tiba, teriakan dari para shawol sudah sangat terdengar sampai di backstage.

“SHINee, kalian sudah siap?”. Tanya salah seorang kru konser. “Ne~!!!”. Sahut kami mantap. Sesaat sebelum konser dimulai aku sudah memastikan Ae Su saat ini sudah berada di bangku VIP didampingi dengan manager hyung dan beberapa bodyguard yang selalu menggiring kami, setidaknya aku merasa tenang karena ia tidak duduk sendirian di tengah kerumunan fans.

“Annyeonghaseyo~, bitnaneun SHINee imnida~!!!”. Kami berlima menyapa ratusan ribu shawol yang menonton konser dan tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah mereka.

“Yeoreobun, kalian sudah menyediakan waktu untuk datang menonton konser promo album kami jeongmal ghamsahamnida~”. Ucap Onew Hyung menyapa para shawol pertama kali seraya melambaikan tangannya dan tersenyum. Langsung bisa kudengar dengan sangat jelas teriakan dari ratusan ribu shawol yang menonton konser kami, membuatku terharu dan ikut melambaikan tanganku ke arah mereka.

“Yeoreobun, di konser kami kali ini Jonghyun uri dino hehehe berkata pada kami ingin melakukan sesuatu. Dan sesuatu yang ingin dilakukannya ia meminta bantuan kami, haruskah kami membantunya? Hahaha”. Ucap Onew Hyung usil dan membuat semuanya tertawa termasuk diriku.

“Ne geureom, di konser kali ini aku ingin melakukan sesuatu atau lebih tepatnya ingin menyanyikan sebuah lagu yang dipopulerkan oleh boyband asal Inggris One Direction”. Sahutku yang mengambil alih percakapan.

“Sebelum menyanyikannya, aku ingin sedikit bercerita”.

“Aaa~ benar – benar gaya seorang Jonghyun Hyung~ hahahaha”. Sahut Minho menyela dan membuat semua tertawa.

“Ahahaha, ne maja. Geureom, aku akan memulai ceritanya”.

“Aku menyanyikan lagu ini untuk kekasihku Moon Ae Su yang saat ini duduk disana untuk menonton aku konser bersama SHINee deul. Aku jadi ingin menyanyikan lagu ini untuknya setelah aku membaca cemoohan yang aku sendiri menjadi sangat sedih dan sakit ketika membacanya. Dengan begitu tega orang – orang diluar sana mencemooh kekasihku, hingga kekasihku kehilangan senyuman manisnya dan itu membuatku sangat sedih. Tapi aku yakin kalian yang ada disini tidak termasuk orang – orang itu, kalian pasti sangat mengerti diriku dan tahu bahwa Ae Su adalah kebahagiaanku bukan?”. Sejenak aku diam dan sedetik kemudian aku mendengar teriakan dan tepuk tangan dari para shawol yang kuartikan sebagai dukungan.

“Aku memilihnya menjadi kekasihku bukan untuk aku jadikan mainan, aku memilihnya karena memang aku mencintainya. Dia yang bisa memahami diriku, dia yang mampu mengajari bagaimana untuk menjadi kuat disaat berada dalam keterpurukan, dan aku tidak pernah mencintainya karena melihat fisik. Aku mencintainya apa adanya, sama halnya dia yang juga mencintai kekuranganku dengan caranya yang sempurna. Chagi’ya~, aku mohon untuk kau jangan bersedih lagi, apapun yang mereka katakan kau harus percaya bahwa aku tidak pernah menganggapmu seperti itu. Kalau aku malu memiliki kekasih sepertimu, aku tidak mungkin mengajakmu berkencan, aku tidak mungkin menggenggam tanganmu di depan umum, dan aku tidak mungkin sudi untuk ditonton olehmu saat konser, tapi aku melakukan itu semua, dan kau tahu aku melakukan itu karena memang aku mencintaimu. Aku hanya ingin menunjukkan pada dunia bahwa kau adalah gadisku, milikku yang berharga”. Tuturku panjang lebar yang membuat para shawol berteriak histeris. Kulihat sebagian banyak dari mereka sampai meneteskan air mata, begitu pula dengan Ae Su yang kulihat dari jauh.

“Moon Ae Su lagu ini aku nyanyikan untukmu”. Ucapku menatap Ae Su dari panggung. Alunan musik mulai terdengar menandakan kami sudah bisa bernyanyi.

(NB: Please play this audio to understand the meaning of this fanfiction, then you can continue to read this fanfic for the lyric ^^)

[Onew]
People say we shouldn’t be together
Too young, to know about forever
But I say they don’t know what they’re talk, talk, talking about ([Key&Minho] talk, talk, talking about)

[Jonghyun]
‘Cause this love is only getting stronger
So I don’t wanna wait, any longer
I just wanna tell the word that you’re mine girl~
Ohhh!

[Jonghyun]
They don’t know about the the things we do ([All] things we do)
They don’t know about the ‘I love you’s ([All] “I love you”s )
But I bet you if they only knew ([All] only knew) ([Minho] They know)
[Jonghyun] They would just be jealous of us

[All]
They don’t know about the up-all-night’s
They don’t know I’ve waited all my life
Just to find a love that feels this right ([Minho] They know)

Baby they don’t know about, they don’t know about us

[Key]
One touch, and I was a believer
Every kiss, it gets a little sweeter

[Jonghyun]
It’s getting better, keeps getting better all the time girl

[Jonghyun]
They don’t know about the ([All] things we do)
They don’t know about the([All] ‘I love you’s)
But I bet you if they ([All] only knew) ([Minho] They know)
[Jonghyun] They would just be jealous of us

They don’t know about the up-all-night’s
They don’t know I’ve waited all my life
Just to find a love that feels this right ([Onew] Right)

Baby they don’t know about, they don’t know about us

[Jonghyun]
They don’t know how special you are
They don’t know what you’ve done to my heart

[Taemin]
They can say anything they want
‘Cause they don’t know about us

[Minho]
They don’t know what we do best
That’s between me and you, our little secret

[Jonghyun]
But I wanna tell em, I wanna tell the world that your mine~~!!! girl~~~~!!!

[All]
They don’t know about the things we do ([Jonghyun] They don’t know about the)
They don’t know about the ‘I love you’s ([Jonghyun] ‘I love you’s)
But I bet you if they only knew ([Jonghyun] if they only knew)
They would just be jealous of us ([Jonghyun] They would just be jealous of us)

[All]
They don’t know about the up-all-night’s
They don’t know I’ve waited all my life ([Jonghyun] They don’t know I’ve waited all my life)
Just to find a love that feels this right ([Jonghyun] Feels so right)

Baby they don’t know about the ([Jonghyun] They don’t know about us~~~)

They don’t know about the things we do ([Jonghyun] They don’t know about us~~~)
They don’t know about the ‘I love you’s ([Jonghyun] They don’t know about us~~~)
But I bet you if they only knew
They would just be jealous of us ([Jonghyun] They would just be jealous of us)

They don’t know about the up-all-night’s ([Jonghyun] up-all-night’s)
They don’t know I’ve waited all my life ([Jonghyun] all my life~~)
Just to find a love that feels this right ([Jonghyun] right~)

Baby they don’t know about, they don’t know ([Jonghyun] about us)
[Jonghyun] They don’t know about us

Setelah dua jam berlangsung akhirnya konser pun berakhir dengan applause meriah yang diberikan shawol untuk kami, dan aku harap dengan lagu yang kami nyanyikan tadi setidaknya bisa membuat mereka yang dengan tega menulis kalimat tidak nyaman itu sadar akan pendapat mereka yang salah selama ini.

“Oppa~, aku tidak menyangka kau akan mengungkapkan itu di depan semua ratusan ribu fans SHINee”. Ucap Ae Su yang langsung menyambangiku ke backstage begitu konser usai.

“Aku sudah mengatakan padamu kan, aku akan melakukan apapun demi membuatmu tersenyum chagi~”. Sahutku tersenyum seraya mengelus wajah cantiknya. “Aku akan melakukan segalanya untukmu chagi~, karena kau adalah milikku yang berharga”. Ucapku seraya memeluk hangat tubuh mungilnya.

“Oppa saranghae~”. Ucapnya lembut yang kemudian menangis dalam pelukanku, akupun langsung memeluknya lebih erat.

“Na do saranghae~, Moon Ae Su”. Sahutku lembut. “Remember to never hear what they say about our relationship, cause whatever they say just show that they would just be jealous of us”. Aku memeluk tubuhnya dengan hangat, seakan ingin melampiaskan rasa cintaku secara menyeluruh padanya.

Satu keyakinanku, cinta yang sempurna bukanlah dikarenakan kita memiliki pasangan yang sempurna melainkan bagaimana kita mencintai pasangan kita dengan segala kekurangan yang dimilikinya dengan cara yang sempurna. [Jonghyun]. NB: The quotes is original created by Author “Ayin Perdana”.

END.

Advertisements

32 thoughts on “They Don’t Know about Us

  1. Eomma, sumpah, daebak, aku bingung mau komen apa…. Terlalu bgus FFnya… Aku smpe nangis…
    Jjong tulus bnget ama yeoja changinya hehehe

    Ishh tu natizen itu pengen aku tabok mereka 1per 1…
    Sumpah gk bo’ong ini ff keren !!!

  2. Jjong udh punya cewek secantik ae su masih ganjen ama key /plototin/

    Waaaah jinjja netizen korea emang keterlaluan loh beneran, tiba2 ingat kasus jay park sama 2pm ㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜ

    Sukurnya mereka kembali bersama,,,
    Waaah eonni ngebayangin shinee nyanyi lagu ini beneran sumpah pasti keren bangeeeet

    Daebak eonni quotes nya ngena banget >/////<

    Your fanfiction always be awesome

    • Sekira kelempoan Jjong kd hilang, jd eonni ttap membuat sisi keganjenanny.. wkwkwk

      Gara2 kd sengaja mendangar akan laguny th timbul teolah akhirny.. XD

      Dan dengan kd tahu diri eonni olah partny gsan msing2 personil bemyanyi XD

      • ._. malah ketawa inya heh. tp dasar pas galau membacanya, iya am bercucuran air mata di tengah malam wkwkwk

      • wkwkwkwk.. itu th ulun meolahny gen tengah malam, jam 2an rasany.. pas insom, membuka laptop. mendangar akan lagu SHINee yg jdulny sama “In My Room”. lalu imajinasi jalan.. XD

      • he’eh, lalu ae yg membaca pas tengah malam dan sebelumnya diselimuti kegalauan. harau langsung galau sampai pagi x_x

      • Hahahahahahahaha.. menangis si acil 😛
        Itu th ulun meolahny dengan keadaan hati lagi melankolis jw ka ae..

        makanya model sedih kyt jadiny.. hihii
        lawan hndk meolah yg sekira ada tokoh kanakan halusny..
        hahahhaha

    • wkwkwkwk

      ulun meolah in my room th dlm keadaan hati yg lagi melankolis tingkat akut fnk ka ae..

      Lalu ae handak meolah skenario harus ada karakter yang mati. Jd ulun matii ae.. XD

  3. akhirnya aku commnt disini

    Ae Su nya kecian bgt..dibully sama fans gitu nyesek lo eon..
    tapi kalau jdoh ky mrka emng takkan terpisah.
    bener kata eonni klo jjong yang meranin cast romancenya feelnya lbh dpet dr pada pke member yg lain.. 대
    박..

    • Hehehehe.. ne maja..
      Ini eonni kd sengaja meolah gara2 tedangar akan lagu 1D – They Don’t Know about Us.. wkwk

      Ya lo, romance ny dpt mun Jjong yg main cast.. ^^
      고마워 자기야 ^^

  4. aaaa~ speechless eonni… a aku gatau mau ngomong apa…. awalnya aku nolak denger lagu nya pas liat ada liriknya aku ciba denger dan …. wahh eonn daebak deh.. aku kebawa bawa dalam feel nya cerita ini.. daebak daebak!!

    • Hehehehe.. gomawoyo~ ^^
      FF ini eonni tulis waktu eonni lagi di ruangan kampus, nungguin dosen yg telat masuk. daripada nganggur akhirnya eonni gk sengaja buka tab terus denger lagu ini. tiba2 ajj kebayang muka Jjong, terus mikir “kalo Jjong yang nyanyi lagu ini sama SHINee pasti baguuus banget” akhirnya bikin FF ini.. hehee
      FF ini memang mesti dengerin lagunya sayang supaya feel romance Jjongnya dapet ^^
      Eonni senang kalo kamu suka ^^

  5. Aaaaakkkkkkkk~
    Aku suka ff ini T.T Meskipun Jonghyun itu idol dia juga berhak punya pacar dan..siapapun termasuk fans nya nggak boleh menyerang pacarnya gtu aja!!!! *emosi*
    They don’t know about us lalalal~lalalal~!! *gaje* *terharu*

  6. Ini baru ff!!! Happy ending dan super romatissss tiss tissss ♥♥♥♥
    Apalagi lagunyaaaa. Onni!!!! U dis ittt.love itt

  7. hueee so sweet o3o

    mau juga dong kayak gituuuuuuuuuu

    minhoooooooooo #teriakDiDepminhoooooooooo #teriakDiDepminhoooooooooo #teriakDiDepminhoooooooooo #teriakDiDepanPoster

    wkwkwk keren ka ff nyaaa bikin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s