My First Love is Indonesian Girl

My First Love is Indonesian Girl (2)

Title: My First Love is Indonesian Girl

Inspired By: SHINee, Naeui saranghaneun yeppeun dongsaeng Dewi ^^

Cast:

Taemin SHINee as Taemin SHINee

Dewi Sartika (Original Character)

SHINee Member

Genre: Sweet Romantic

Length: One Shoot

Rating: PG-15

Created By: Ayin Perdana

___________________________________________________________________

This story I’ve made dedicated to my lovely beautiful sister Dewi Sartika who love Taemin SHINee so badly. Hope u like it sweet heart ^^

Taemin V.O.P

Naneun, Lee Taemin imnida. Aku adalah seorang namja berumur 13 tahun yang saat ini merupakan seorang Trainee di SM.Entertainment. Saat ini aku sudah mulai masuk dapur rekaman dan sebentar lagi akan memulai debut dengan Hyung – hyungku yang sangat tampan dan keren ini sebagai Boyband pendatang baru SHINee.

Saat ini aku merasa sangat senang, akhirnya mimpiku menjadi seorang idola akan segera terwujud. Sangat ingin rasanya aku membagi kebahagiaanku ini dengan menceritakannya kepada seorang yeoja yang dulu merupakan teman dekatku satu – satunya, mungkin bisa dibilang kalau dia adalah cinta pertamaku. Seorang yeppeun yeoja berdarah asli Indonesia bernama Dewi, andai ia tidak pindah ke negara asalnya Indonesia waktu kami baru saja duduk dibangku SMP dulu mungkin aku sudah menjadikannya sebagai yeoja chinguku. Dia benar – benar sangat cantik.

“Daaaaaar!!!”.

“Aigoo! Aa~ hyung~~ kau ini mengganggu kesenangan orang saja”.

“Hehehe~! Ya~, apa yang sedang kau pikirkan? Wajahmu kelihatan menerawang tidak jelas begitu, lucu sekali. Hahahaha”.

Eorin namja yang satu ini adalah Jonghyun Hyung, salah satu member SHINee yang paling ceria dan paling suka berceloteh. Dia dinobatkan untuk menjadi lead vocal SHINee, wajar saja karena suara Jonghyun Hyung yang memang benar – benar sangat menawan bahkan membuatku sampai jatuh cinta untuk selalu mendengar suaranya ketika bernyanyi. Wajahnya juga tampan, sayangnya hanya satu; badannya pendek. Hahaha!

“O~! Jamkanman, photo siapa itu? Seorang yeoja?! Whaaa, Taemin’a~ apa dia ini yeoja chingumu? Ini berita besar. Onew Hyung~~!!! Minho’ya~~!!! Kiboom’a~~!!! Ayo kemari, ppalli~~!!! Aku punya gossip hangat, yuhuuuu~~”. Akkhh, lagi – lagi Jonghyun hyung memulai aksi usilnya. Ini harus segera dihentikan.

“Ya~! Hyung~~ kembalikan, photo itu milikku”. Aku berusaha merebut photo yang tadi diambil Jonghyun Hyung begitu saja dari tanganku.

“Kau mau aku kembalikan ini? Shireunde~~!”. Dia hanya tertawa usil sambil tetap memainkan photo yang berada ditangannya. “Hyung~ aku mohon kembalikan”. Aku berlarian mengitari ruang tamu hingga dapur mengejar Jonghyun Hyung, aaah pabo.

“Ya ya ya~, mwohaneun jisiya~? Kalian ini ribut sekali. Onew Hyung, dia adalah member tertua sekaligus leader SHINee. Sifatnya yang ramah, bijak dan tegas membuatku sangat mengaguminya.

“Onew Hyung, ini Jonghyun Hyung mengambil photo Dewi dariku. Itu photo Dewi satu – satunya yang kupunya Hyung~”.

“Dewi? Dewi, nugu?”, terakhir adalah mereka berdua, Minho Hyung dan Kiboom Hyung. Menurutku Minho Hyung adalah member yang paling tampan di SHINee, dia memiliki postur tubuh yang tinggi, Minho Hyung merupakan rapper di SHINee. Dan Kiboom Hyung yang memiliki nama panggung Key ini bisa di ibaratkan sebagai Eomma SHINee. Yup, karena diantara kami berlima Kiboom Hyung lah paling pandai memasak, bahkan ia juga sangat detail dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Oke! intro cukup sampai disini, sekarang aku akan kembali ke konsentrasi awalku “merebut photo dewi dari tangan Jonghyun Hyung”.

“Hyuuuuuuuuunnggg~~~ kembalikan dewi’eui sajin padaku, jebal~ ne?”. Aku merengek dan memohon dihadapannya. “Apa perlu aku harus berlutut supaya Hyung bersedia mengembalikan sajin itu padaku?”. Ucapku seraya menggoyang – goyangkan tangan kanannya.

“Aigoo gwiowo~~ ppoppo~”. Aiissh, Jonghyun Hyung malah main – main denganku.  “Ya~, Hyung~~ aku mesti berbicara menggunakan bahasa apa padamu?”. Keluhku putus asa.

“Jonghyun’a, kembalikan”. Onew Hyung menegur Jonghyun Hyung dan memintanya mengembalikan photo itu padaku.

“Tapi Hyung, coba kau lihat dulu~ Hyung pasti juga akan tertarik begitu melihat photo ini”. Sahut Jonghyun Hyung yang seraya menyerahkan photo itu ke Onew Hyung. “Kembalikan, ppalli”. Sahut Onew Hyung tegas. “Ne~~~”. Jonghyun Hyung hanya bisa menundukkan kepalanya dan akhirnya mengembalikan photo itu padaku. “Akhirnya! Thanks God!!”. Seruku dalam hati.

“Geunde, geu yeojaga nugungayo?”. Tanya Minho Hyung menunjuk – nunjuk photo yang kini sudah kembali ke tanganku.

“Aa~~ ige..”. “Tidak bisakah kita bicara diruang santai saja, masa kita harus bicara di dapur?”. Celetuk Kiboom Hyung menyela kalimatku.

“Ne maja~, aku penasaran sekali dengan eorin yeoja yang ada di photo itu”. Sahut Jonghyun Hyung dengan sifat childishnya. *padahal aku sendiri masih anak – anak, hahaha!*

Akhirnya kami berlima duduk di lantai ruang santai asrama kami. Setelah mengambil posisi duduk yang paling nyaman aku lalu memulai ceritaku.

“Taemin’a, sebenarnya siapa yeoja yang ada di photo itu? Kalau dilihat sepertinya dia masih sangat muda, bahkan lebih muda darimu”. Ucap Jonghyun Hyung yang sedari awal sangat penasaran.

“Boleh Hyung lihat photonya sebentar Taemin?”. Pinta Minho Hyung. “Ne Hyung, ige”. Aku menyerahkan photo itu dengan kedua tanganku pada Minho Hyung.

“Aigoo yeppeo~~”. Ucap Minho Hyung dan Kiboom Hyung bersamaan. “Geunde, sepertinya dia bukan yeoja asal Korea”. Ucap Kiboom Hyung yang melihat photo itu lebih teliti.

“Ne majayo. Dia itu yeoja berdarah Indonesia Hyung”.

“Mwo~?!”. Ke empat hyungku langsung membelalakkan mata mereka masing – masing. Mereka terkejut mendengar apa yang aku katakan, lebih tepatnya kini mereka menjadi penasaran.

“Geureom, begini ceritanya”.

Flashback:

Author V.O.P

Cuaca pagi di Seoul yang sangat cerah dihiasi dengan udara yang sejuk, ditambah dengan hiasan para penduduknya yang memadati jalan Kota cantik itu untuk memulai aktifitasnya membuat Seoul terlihat begitu ramai.

“Dewi’ya~! Jamkanman~~ kenapa kau berlari cepat sekali~?”.

“Ya, Taemin’a~ ppalli~~!!! Kalau kita tidak bergegas nanti kita bisa ketinggalan bus sekolah!”.

2 orang anak kecil berumur 7 tahun nampak berlari menyusup di antara masyarakat Seoul lainnya untuk mengejar bus sekolah yang tidak kurang dari 3 menit akan segera pergi.

“Huufft!!! Akhirnya sampai di bus juga”. Seorang anak perempuan cantik berdarah asli Indonesia itu langsung menghempaskan tubuh kecilnya ke kursi disamping jendela, disusul dengan seorang anak laki – laki yang duduk disebelahnya.

“Aigoo~~ melelahkan sekali rasanya, dewi’ya nanti kalau lari jangan cepat – cepat”. Keluh Taemin yang mengibas – ngibaskan kerah seragamnya seraya mengusap keringat dikeningnya dengan tissue.

“Kalau tidak cepat – cepat kita tidak mungkin bisa sampai duduk di dalam bus ini Taemin~, apa kau mau pergi ke sekolah yang jaraknya 5km dari rumah dengan berjalan kaki?”. Sahut Dewi yang menyibakkan poni rambutnya yang agak basah karena keringat.

“Dewi’ya, kau tidak membawa tissue ya?”. “Ani, aku lupa”. Dewi merogoh – rogoh ranselnya mencari tissue namun tidak ada.

“Sini”. Taemin pun mengusap keringat di kening Dewi dengan tissue. “Seharusnya sebagai seorang yeoja kau tidak boleh sampai melupakan benda ini~”. Ucap Taemin yang masih sibuk membersihkan keringat Dewi. “Nah, sudah bersih”. Taemin memberikan seulas senyum yang sangat imut pada Dewi.

“Gomawo Taemin’a~”. Dewi membalas senyuman Taemin tak kalah manis.

Begitulah seterusnya, mereka berdua memang sudah bersahabat sejak mereka masih berada di taman kanak – kanak. Mereka kemana – mana selalu bersama, kebetulan juga rumah mereka bersebelahan sehingga mereka bisa dekat sejak mereka kecil.

7 tahun berlalu. Taemin dan Dewi telah duduk di bangku SMP, mereka pun masih bersekolah di sekolah yang sama seakan mereka berdua memang tidak ingin berjauhan. Dewi yang dulu saat masih kecil terlihat agak tomboy bertransformasi menjadi seorang eorin yeoja yang sangat cantik. Saking cantiknya sampai membuat setiap teman – teman namja sekelasnya terpesona tak terkecuali Taemin.

Dewi duduk dalam kelas di bangkunya dan mengambil cermin kecil di dalam tasnya. Ia lalu bercermin untuk menyisir rambut panjangnya, membenarkan bedaknya dan memakai lip gloss berwarna pink ranum yang membuatnya kelihatan segar kembali walau sudah hampir seharian beraktifitas disekolah.

“Dewi neun neomu yeppeo~”. Ucap Taemin dalam hati yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari yeoja yang diam – diam ia sukai itu.

“Taemin’a~, Taemin’a~, Ya~, Taemin’a!”.

“Omo! Oh, dewi’ya~. Wae?”. Taemin sontak tersadar dari lamunannya. “Aigoo~, aku panggil berkali – kali kenapa tidak dengar? Kau sedang melamunkan apa?”. Sahut dewi yang kini duduk disebelahnya.

“Memandangmu”. Ucap Taemin yang keceplosan tanpa menyadari kalimat yang dilontarkannya. “Ne, mworago?”. “A~! anya anya anya, eopseo. Hehehe. Geuge, kau lapar tidak? Aku lapar, temani aku makan dikantin ya”. Taemin langsung mengalihkan topik pembicaraan. “Kaja~”. Tanpa membuang waktu Taemin langsung menarik tangan Dewi untuk pergi ke kantin bersamanya. “O o o, Taemin’a~ aigoo”. Dewi pun mengikuti langkah Taemin dengan sedikit lambat karena harus menyingkirkan kursi yang ada dihadapannya.

‘Teeeeettt”. Alarm sekolah tanda usainya pelajaran hati itupun berbunyi. Sesaat kemudian ratusan siswa dan siswi sekolah itu pun menghamburi koridor sekolah bergegas untuk pulang.

“Dewi, kau tidak ada kegiatan lagi kan setelah ini?”. Taemin menghampiri Dewi yang sedang meletakkan buku – buku pelajaran di lokernya.

“Ani, eopseo. Wae?”, Sahut Dewi singkat. “Kita pergi ke suatu tempat dulu ya”. Ucap Taemin seraya membantu Dewi membereskan buku – buku yang masih ada ditangannya. “Gomawo Taemin’a”. Ucap Dewi yang lalu mengunci lokernya.

“Pergi ke suatu tempat? Eodi?”. “Sudah ikut saja, kaja”. Sahut Taemin tersenyum seraya menuntun Dewi menyusuri koridor sekolah yang masih ramai dengan siswa dan siswi sekolah itu.

“Sungai Han?”. Dewi dan Taemin duduk di atas rumput yang berwarna hijau segar di pinggir Sungai Han. “Untuk apa kita kemari”. Tanya Dewi yang bingung sambil melihat – lihat ke sekitar. “Tapi ngomong – ngomong udara disini segar juga, lumayan untuk refreshing otak”. Ucap Dewi tersenyum sambil mengirup udara di sungai Han yang memang sangat sejuk dan segar.

“Saengil chukkahae~~~!!!”. Taemin langsung mengeluarkan sebuah kado kecil dari dalam tasnya seraya tersenyum ceria pada Dewi.

“Omo! Taemin’a~”. Dewi terkejut melihat Taemin yang menyerahkan sebuah kado kecil dengan kedua tangan padanya. “Hari ini kan hari ulang tahunmu, ini ambillah”. Ucap Taemin memberikan seulas senyuman manis dan hangat untuk Dewi.

“Whaa~, aku bahkan lupa kalau hari ini hari ulang tahunku. Gomawo Taemin’a”. Sahut Dewi tersenyum seraya mengambil kado pemberian Taemin.

“Kalung dengan liontin huruf T?”. “Ne, kau suka?”. Sahut Taemin tersenyum menatap Dewi yang duduk disampingnya. “Ne, neomu yeppeo”. Ucap Dewi tersenyum. “Geunde, huruf T ini berarti kau?”. “Ne, T berarti Taemin. Aku ingin kau memakai kalung dengan liontin huruf pertama namaku itu”. Ucap Taemin sumringah. “Aku bantu pakaikan ya”. Taemin memasangkan kalung itu ke leher Dewi. “Whaa, yeppeo”. Puji Taemin yang nampak begitu senang melihat Dewi memakai kalung emas putih pemberiannya itu.

“Akan aku pakai di sepanjang usiaku. Hahaha! Jeongmal gomawo Taemin’a”. Dewi melukiskan senyuman indah di wajahnya. Senyuman yang sebenarnya sangat disukai Taemin. Taemin pun membalas senyumannya. “Ne. Pakai seumur hidup, bahkan sampai kau sudah jadi nenek – nenek nanti. Yaksuk?”. “Nenek – nenek? Aigoo, ne arasseo”. Sahut Dewi sambil tertawa kecil.

“Mwo?! Pindah ke Indonesia?!”. Taemin membelalakkan kedua matanya. “Kenapa tiba – tiba? kita bahkan baru 2 bulan masuk SMP~”. Ucap Taemin saat mendengar Dewi yang ingin pindah ke negara asalnya.

“Kontrak kerja appaku disini sudah selesai Taemin, jadi perusahaan tempat appaku bekerja memutuskan untuk memulangkan appa kembali ke Indonesia”. Papar Dewi sambil meminum segelas susu hangat di kantin sekolah.

“Kau ikut pindah?”. Tanya Taemin sedikit terbata. “Ne”. sahut Dewi singkat.

“Wae~~? Kenapa kau tidak tinggal saja disini sampai kelulusan sekolah nanti?”. Sahut Taemin dengan nada sedikit merengek.

“Aku juga berpikir begitu, tapi appa dan eomma tidak mengizinkannya”. “Aku akan menjagamu! Apa perlu aku yang mengatakannya langsung pada ahjeossi dan ahjumma?”. Sahut Taemin langsung dengan wajah serius.

“Jangan, tidak usah Taemin. Biarpun kau berkata seperti itu, appa tetap tidak akan mengizinkannya. Mungkin memang sudah saatnya aku pulang ke negara asalku”. Sahut Dewi tersenyum kecil.

“Nan kalkhe~”. Dewi yang sudah siap untuk masuk ke ruang tunggu di Bandara Incheon mengambil kopernya yang sedari tadi dibawakan Taemin. Taemin yang hanya bisa membiarkan Dewi pergi pun menyerahkan tas itu dengan lesu.

“Dewi’ya, jangan pernah lupa padaku. Arasseo?”. Taemin seakan tidak ingin berpisah dari yeoja yang dicintainya secara diam – diam itu langsung membenamkan tubuh Dewi ke pelukannya. Taemin memeluk Dewi dengan erat dan penuh hangat.

“Neo do Taemin’a~, jangan pernah lupakan aku, ne?”. Ucap dewi seraya membalas pelukan Taemin dan tanpa sengaja meneteskan air matanya. Melihat itu Taemin spontan mengusap air mata Dewi dengan ibu jarinya dan mengecup lembut kening dewi. “Ingatlah untuk tetap memakai kalung ini, arraseo?”. Ucap Taemin menyentuh kalung berliontin huruf T yang tergantung di leher cantik Dewi. “Ehm. Aku tidak akan melepaskannya”. Sahut Dewi memberikan senyum manis yang sangat disukai Taemin itu. “Taemin’a annyeong~~!”. “Annyeong~~~~!!”. Sahut Taemin melambaikan tangannya.

Flasback end.

Taemin P.O.V

“Berakhir begitu saja? Jinjja? Kau bahkan tidak menguratakan perasaanmu padanya? Aigoo~~ jeongmal pabo’ya~~~”. Ucap Jonghyun Hyung yang menyanyikan kalimat terakhir tadi.

“Ya~, hyung~ saat itu aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku bahkan tidak memliki kemampuan untuk menahannya agar tetap tinggal di Seoul”. Rengekku pada Jonghyun Hyung.

“Lalu sekarang bagaimana? Apa kalian masih berkomunikasi satu sama lain?”. Tanya Kiboom Hyung yang menyela diantara kami, sementara Minho Hyung dan Onew Hyung dari tadi hanya diam saja mendengarkan ceritaku dengan wajah yang serius.

“Aku selalu mengirim email padanya hyung,tapi tidak pernah ada satupun dari emailku yang ia balas”. Ucapku menampakkan kekecewaanku. “Eotteohke~?”. Pikirku dalam hati, aku mengacak – acak rambutku sendiri karena kesal.

“Jamsimanyo!”. Tiba – tiba Minho Hyung mengeluarkan suaranya. “Wae wae wae?”. Tanya Jonghyun Hyung yang langsung merespon. “Kalung berliontin huruf T itu, seperti apa kira – kira bentuk detailnya?”. Tanya Minho Hyung dengan wajah yang sedikit penasaran.

“Hhhm, ada tiga mata berlian kecil yang tertanam di huruf T nya Hyung. Kalung emas putih”. Jawabku. “Aa! Ara ara, aku mengerti kenapa Minho menanyakannya”. Sahut Onew Hyung di sela pembicaraan. “Sekarang yang bisa kau lakukan adalah berdo’a Taemin”. Ucap Onew Hyung menunjukkan “Onew Condition”nya. “Ye? Hyung, museun soriya?”. Tanya Key Hyung yang bingung. “Biar ku tebak, Onew Hyung menyuruh Taemin berdo’a kelak kita mengadakan Konser di Indonesia dan yeoja itu menjadi salah satu penontonnya, atau bahkan krunya, atau apa sajalah. Dan yeoja itu memakai kalung pemberianmu itu”. Sahut Jonghyun Hyung cepat.

“Aigoo~, kita debut saja belum Hyung~, sudah memikirkan sampai sejauh itu”. Sahutku dengan sungut. “Chagiya~, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kan?”. Goda Jonghyun Hyung yang mengerucutkan bibirnya padaku. “Ppoppo~”. “Eiishh, Hyung~ jangan melakukan aegyo denganku, shireo!”. “Ah ne, mian~”. Jonghyun Hyung langsung memalingkan wajahnya malu.

Tahun 2012, tak terasa sudah 5 tahun aku bersama ke empat Hyungku menjadi member SHINee. Dan sekarang kami merilis album kegita kami yang bertajuk “Dream Girl”. Kehidupanku sekarang sudah sangat berbeda dengan waktu lalu, sekarang ini bahkan untuk tidur selama 1 menit saja sulit. Kami berlima sangat sibuk, baik itu perform di berbagai acara stasiun tivi Korea atau mengadakan konser di berbagai negara. Selain itu, aku yang dulu tidak dikenali orang sekarang semua orang meneriaki namaku begitu aku tampil di depan publik. Orang – orang melihat bahwa aku adalah orang yang beruntung dan pasti sangat bahagia, tapi bagiku kebahagian itu belum lengkap karena sampai selama ini aku tidak pernah lagi bertemu dengan Dewi, cinta pertamaku.

“Dewi’ya~ seandainya kau ada disini. Bogosipheo Dewi’ya~, jeongmal bogosipheo”. Desahku yang duduk di salah satu ruangan yang dipersiapkan khusus untuk member SHINee oleh SM Entertainment. Kulihat hyungdeul ku yang juga berada di ruangan ini terlihat asyik dengan aktivitasnya masing – masing. Jonghyun Hyung terlihat sedang asyik mencek blog pribadi kami sambil membalas comment dari para Shawol, sebutan untuk fans kami. Minho Hyung dan Key Hyung terlihat sedang mengobrol sambil terkadang menertawakan perbincangan mereka. Dan Onew Hyung, mana Onew Hyung? Tidak ada disini, “mungkin sedang diluar” pikirku.

“Hey, semuanya ada pemberitahuan mengenai schedule kita untuk bulan Februari ini”. Akhirnya Onew Hyung yang tadi tak terlihat menunjukkan batang hidungnya juga.

“Kita ada schedule apa Hyung?”. Tanya Jonghyun Hyung sambil tetap melihat ke layar laptopnya. “Entah kenapa firasatku mengatakan kalau kita akan segera menggelar konser lagi”. Sahut Minho Hyung yang langsung memotong pembicaraannya dengan Key Hyung. “Konser? apa tidak terlalu cepat?”. Sahut Key Hyung merespon.

“Kali ini firasat Minho tepat, kita akan segera menggelar Konser tepat di hari Valentine”. Ucap Onew Hyung yang mengembangkan senyum imutnya. “Ye?! Jinjjaro~?” Ucap kami berempat bersamaan.

“Eodi Hyung? Eodi eodi eodi?”. Tanyaku cepat dan langsung menyambar diantara mereka.

“Indonesia, tepatnya di Jakarta”. Sahut Onew Hyung yang kembali mengembangkan senyumannya. “Jinjja? Jinjjayo Hyung?”. Tanyaku bersemangat. “Ne dongsaeng’a~, do’amu akhirnya terjawab”. Ucap Onew Hyung mengusap lembut kepalaku.

“Jinjja~?! Aaaaaaaaa~~~ Dongsaeng’a~~ uri maknae, chukkahanta~~”. Ucap Jonghyun Hyung yang langsung ikut gembira dan memelukku disusul dengan Minho Hyung dan Key Hyung. “Ppoppo~~”. Jonghyun Hyung kembali melakukan aegyo dan kali ini aku menerimanya karena perasaan senang mendengar kabar yang disampaikan Onew Hyung. “Mmuaach!”. Aku mengecup bibir Jonghyun Hyung yang sedari tadi mengerucutkan bibirnya ke depan wajahku.

“Aigoo aigoo~ kalian ini benar – benar”. Key Hyung yang melihat kami langsung merotet tidak jelas dan membuat yang lain tertawa.

“Kyyaaaaaaaaaaaaaaaak~~~~!!!!!!! SHINee! SHINee! SHINee! SHINee!”. Suara teriakan dari kurang lebih 10.000 shawol diseluruh Indonesia bergema di Gelora Bung Karno tempat kami mengadakan konser yang diberi nama “Valentine’s Day with SHINee”. Saat ini kami berlima sudah berada di bawah stage untuk nantinya akan muncul dari bawah ke atas stage.

“Ladies and Gentleman, may I introduce~ SHINeeeeeeeeeeeeeee~~!!!!”. Saat rekaman suara itu memanggil kami, kami pun langsung menunjukkan aksi panggung kami yang luar biasa untuk memanjakan para Shawol. Untuk pembuka kami menyanyikan lagu Sherlock.

“Huuaaaa~ akhirnya break time juga”. Jonghyun Hyung langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi. “Katanya saat break time ini akan di isi dengan dance cover performance”. Ucapnya lagi.

“Jinjja?”. Onew Hyung datang paling akhir ke ruangan setelah kami berempat. ‘Ne hyung, katanya dance cover untuk girlband f(X)”. Sahut Minho Hyung.

“Huufft~”. Aku menghembuskan nafas dengan kuat. Di pikiranku saat ini adalah mengharapkan adanya mukzizat yang membawakan Dewi kehadapanku. “Nan michin geot gatheunde~”. Keluhku dengan nada sedih.

“Waeyo uri dongsaeng~? Mau hyung temani bermain?”. Goda Jonghyun Hyung padaku. “Anya~, shireo!”. Tolakku agak ketus. “Jwiseonghamnida Taemin wanjangnim~”. Sahutnya dengan ekspresi yang menampakkan kekalahannya.

“Taemin’a, kau pasti sedang memikirkan yeoja itu kan?”. Tanya Minho Hyung yang tidak lupa memasang charisma tampan diwajahnya. “Em”. Jawabku singkat. “Wha~, yeoja itu hebat sekali karena berhasil membuat maknae kita menjadi melankolis sepanjang tahun”. Key Hyung menyela.

“Aku mau ke toilet~! Awas – awas! Huhuuu~ aku tidak tahan~!!”. Tiba – tiba Jonghyun Hyung secepat kilat langsung berlari keluar ruangan.

“Aigoo anak itu, baru sedetik yang lalu dia menggoda Taemin sekarang malah ingin ke toilet”. Celetuk Onew Hyung yang melihat tingkah aneh Jonghyun Hyung.

Author P.O.V

Jonghyun berlari menyusuri koridor backstage, saat ini dipikirannya adalah segera sampai toilet. Tak lama kemudian ia sampai ke tempat tujuannya dan tanpa membuang waktu langsung masuk ke tempat itu.

“Aah~ lega”. Ucapnya yang keluar dari toilet dengan ekspresi penuh kelegaan. “O~!”. Langkah Jonghyun tiba – tiba terhenti saat ada seorang yeoja yang merupakan salah satu anggota group dance cover yang mengisi acara di konser mereka. “Dia, dia yeoja itu! Yeoja kalung emas putih berliontin huruf T~!”.

‘Jamsimanyo~!”. Jonghyun langsung meraih lengan yeoja itu.

“Ne, ne?”. Sahut yeoja itu agak terbata karena terkejut dan bingung. “Dangsineun~, Dewi Ssi?”. Tanya Jonghyun sedikit ragu. “Ah ne, majayo. Nan Dewi yeyo”. Sahut Dewi tersenyum kecil.

“Jinjja?! Aaaaaaa~~~ akhirnya, Dewi Ssi! Akhirnya maknae kami bisa bertemu denganmu kembali!”. Ucap Jonghyun ceria sambil melompat kegirangan.

‘Ne? bertemu? Geuge~”. “Ara ara, kau pasti masih bingung. Ikut saja, kaja!”. Jonghyun dengan semangat menuntun tangan Dewi dan membawanya ke ruangan SHINee.

Taemin P.O.V

“Taemin’a~~!!! Onew Hyung~!!! Minho Hyung~~!!! Eh, hyung anira, ahahaha. Minho’ya~~!!! Kiboomie~~!!!”. Kudengar suara Jonghyun hyung yang berteriak – teriak dari luar.

“Wae wae wae wae wae? Ada apa lagi dengan anak itu?”. Sahut Onew Hyung yang memandang ke arah pintu yang masih tertutup.

“Jonghyun Hyung, kapan dia akan berhenti menjadi namja yang konyol? Aigoo~”. Ucap Key Hyung yang sedang bercermin membenarkan tatanan rambutnya.

“Annyeong! Hehehe”. Jonghyun Hyung menampakkan kepalanya saat membuka pintu sambil tertawa menunjukkan giginya yang rapi dan bersih.

“Ya~, mwohaneun geoya? Kenapa malah berteriak – teriak begitu, seperti anak kecil saja kau Jonghyun”. Sahut Onew Hyung sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.

“Aku punya hadiah istimewa untuk Taemin”. Ucap Jonghyun Hyung semangat dan ceria.

“Hadiah?”. Sahut Minho Hyung dan Key Hyung bersamaan. “Hadiah seperti apa hyung? Aku tidak mau kalau ternyata hadiah itu hanya ulah konyolmu”. Sungutku.

“Kau pasti akan sangat berterima kasih padaku Taemin’a~”. Ucap Jonghyun Hyung dengan nada menantangnya. “Deureo oseyo~”. Ucap Jonghyun Hyung mempersilahkan orang yang ada di luar untuk masuk ke ruangan kami. “Ada siapa diluar?”. Tanyaku sambil melihat ke arah pintu. Tiba – tiba seorang yeoja yang sangat cantik masuk ke ruangan kami, dan begitu aku melihat wajah yeoja itu mataku langsung terbelalak.

“Dewi?!”. Seketika jantungku terasa berhenti, seakan tidak percaya dengan sosok yeoja yang saat ini berdiri di depanku. Dialah yeoja yang selama ini mampu membuat pandanganku hanya tertuju padanya, bahkan meski kami berada di negara yang berbeda.

“Taemin? Kau masih mengingatku?”.

“Bogosipeo Dewi’ya~, jeongmal bogosipheo”. Ucapku yang langsung menarik tubuhnya masuk kepelukanku. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, dapat kurasakan hangat tubuhnya yang seakan langsung terhubung ke tubuhku. Aku benar – benar merindukannya, sangat merindukannya.

Ke empat Hyungku yang melihat aku memeluk Dewi langsung keluar perlahan meninggalkan kami di ruangan ini seakan mengerti dan tidak ingin mengganggu. Sekarang kami hanya tinggal berdua di ruangan ini. Aku melampiaskan rasa rinduku dengan memeluk erat tubuhnya.

“Taemin’a~, aku tidak menyangka kau tidak lupa padaku”. Ucapnya terdengar begitu manis.

“Bagaimana bisa aku melupakanmu? Aku bahkan selalu memikirkanmu sepanjang tahun Dewi’ya~”. Sahutku lembut.

“Geunde, bagaimana bisa kau mengenaliku setelah selama ini kita tidak pernah bertemu?”.

“Kalung ini yang membawamu kembali padaku Dewi”. Aku menyentuh kalung pemberianku yang ternyata masih melingkar indah di lehernya yang cantik. “Aku senang kau masih memakainya”. Ucapku lembut seraya memberikan senyum hangatku.

“Aku sudah berjanji padamu kan? Aku akan terus memakainya”. Setiap kalimat yang diucapkannya entah kenapa sangat terdengar manis di telingaku.

“Geureom, aku tidak ingin membuat penyesalan lagi. Dewi’ya, sudah lama aku ingin mengatakan ini padamu”. Aku menatap dalam matanya yang indah itu. Jujur, tatapan matanya padaku membuatku mabuk. Dia seperti sudah menghipnotisku.

“Mengatakan apa Taemin’a?”. Ia memberikan senyuman cantiknya.

“Dewi’ya, saranghae~”. Dewi langsung tercengang menatapku, seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Taemin’a~”.

“Nan neol jeongmal saranghae”. Tanpa membuang waktu aku langsung mendaratkan ciumanku ke bibirnya. Bisa kurasakan kini bibirnya telah menyentuh penuh bibirku, aku mengusap bibirnya dengan lembut.

“Dewi’ya, pergilah bersamaku. Ikutlah bersamaku kembali ke Seoul, jadilah Dewiku”. Ucapku lembut seraya mengecup pipinya yang merah merona.

“Taemin’a~, kau sedang tidak bercanda kan?”. Kulihat matanya mulai berkaca – kaca karena terharu. “Anya chagi, aku sudah sangat lama mencintaimu bahkan sebelum kau dan keluargamu kembali ke Indonesia. Dewi’ya, ikut denganku. Jebal~”.

“Sasireun na..”. “Ne? Wae?”. Tanyaku tersenyum menatapnya. “Aku menerima beasiswa untuk sekolah menari di Seoul, dan aku memang berencana untuk kembali ke sana”. Sahutnya sumringah.

“Jinjja?!”. Pernyataanya barusan membuatku membelalakkan kedua mataku.

“Emm. Aku sangat berusaha mati – matian untuk mendapat beasiswa ini, karena sebenarnya~ aku~”.

“Sasireun, mwo?”, tanyaku penasaran dengan memasang tatapan penuh harap. “Karena aku ingin kembali menemuimu, na do saranghae Taemin’a”. Ia mencium kilat bibirku, kemudian tersenyum malu. Ia sungguh terlihat begitu manis.

“Saranghae Dewi’ya”. Balasku singkat dan langsung kembali mencium bibir indahnya. Dulu mungkin aku selalu mengatakan kalimat “My first love is Indonesian girl”, tapi sekarang aku akan mengatakan pada dunia “My girlfriend is Dewi Sartika”.

END.

Advertisements

2 thoughts on “My First Love is Indonesian Girl

  1. Gumawoyo uri yeppun eonni, make this veryveryvery romantic fanfiction for me, i realy realy realy excited with this!!!!! /scream loud on taemin ear/

    Tak diragukan lagi fanfiction eonni selalu daebakkk
    Serasa melayang di udara bacanya, apa lagi ngebayanginnya

    LEE TAEMIN WHY YOU DO THIS TO ME?! YOU WANT ME DIE! AREN’T YOU!!!!

    아아아아아아아아아아아아아 ㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜ

    Jonghyun oppa neomu neomu paboyaaa wahahahahaha, gak kebayang gilanya taemin punya hyung segelo jonghyun.

    jonghyun oppa you can’t kiss my taem beautiful lips, that lips just for ME!!!!

    HAHAHAHAHA

    aduh kok jadi gelo begini yak???

    Actually thanks a lot to my pretty sist i love you sooooooo much
    Mmmuachh mmuuuachhh

    SARANGHAE EONNI
    SARANGHAE TAEMIN
    SARANGHAE SHINEE

    • Neeeee~~~~ cheonmaneyo uri yeppeun dongsaeng..

      Glad u like it~~!!! ^^

      Ahahahahaha, Jonghyun looks so crazy in this fan fic right, he’s really like do aegyo to your boyfriend XD

      I just wanna make this story a little funny with the cutest Jonghyun. wkwkwkwk XD

      Eonni do dewi saranghae~~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s