Unforgetable You

Unforgetable You-edit

Title: Unforgetable You

Inspired By: SHINee’s Song 떠나지 못해 (Can’t Leave You) – The 3rd Album Dream Girl Chapter 2 – The Misconceptions of Me

Cast: Jonghyun SHINee as Kim Jonghyun. Oh Min Ji (Original Character). Kim Yoon Seo (Original Character). Song Ji Soon (Original Character). Other Cast.

Genre: Romantic

Length: One Shoot

Rating: PG-17

Created By: Ayin Perdana

_________________________________________________________________

This is my 5th Short Fan Fiction inspired by Jonghyun SHINee, again. Hehehe!

I don’t know why but it’s like I get the chemistry with him to create a romance story. Well, hope you guys enjoy ^^

“Oppa, aku muak padamu, aku lelah, aku tidak kuat jika harus seperti ini. Kita putus saja!”.

Jonghyun P.O.V

“Aaaakkkhhhh!!! Sialan!!!”. Aku memukul – mukul kepalaku sendiri dengan kedua tanganku, berteriak sekeras yang aku bisa di kamarku. Perasaan sedih, terluka, marah, semuanya berkecamuk di otakku. Kalimat yang di layangkan seorang yeoja padaku selalu terdengar jelas di indera pendengaranku.

“Tak tahukah kau bahwa aku mencintaimu dengan segenap jiwaku?! Aku berusaha untuk mempertahankan hubungan kita, tapi kenapa kau lebih memilih untuk meninggalkanku seperti orang bodoh Oh Min Ji?!”. Aku berteriak – teriak, mengamuk pada diriku sendiri dan tanpa sadar memporak porandakan barang – barang yang ada di atas buffet di dekatku.

“Oppa~! Oppa~! Geumanhae jebal~ Oppa waegeure? Oppa neun gwaenchanha? Oppa~ uljima jebal.. oppa membuatku takut~”. Terdengar suara seorang yeoja berusaha menenangkanku, ia meraih kedua tanganku yang sedari tadi menghempaskan semua barang yang terlihat dimataku. Aku terduduk lemas menangis dengan emosiku yang meledak dihadapannya, ia mengusap air mataku lembut dengan ibu jarinya.

“Yoon Seo’a.. apa oppa selama ini melakukan kesalahan? Apa salah oppa hingga yeoja itu meninggalkan oppamu hingga menjadi seperti ini?”. Tanyaku lirih dan sedikit ter isak, ia melihatku dengan tatapan sedih.

“Oppa~ aku mohon jangan seperti ini”. Ia masuk ke dalam pelukanku. Bisa kurasakan hangat tubuhnya menyelimutiku yang sedang kalut. Yoon Seo, yodongsaeng ku satu – satunya yang sangat aku cintai. Aku membalas pelukan hangatnya, dan itu membuat pikiranku sedikit lebih tenang.

“Oppa, ini sudah sangat larut. Aku bantu oppa ke tempat tidur ya”. Dengan tulus ia membantuku berdiri dan memapah tubuhku yang lebih besar darinya ke tempat tidur.

“Kau juga langsung tidur saja Yoon Seo, biar nanti oppa yang membereskan sampah – sampah itu”. Sahutku memaksudkan barang – barang seperti vas bunga kecil, buku, dan lain – lainnya yang tadi aku gunakan untuk melampiaskan emosiku.

“Tidurlah oppa”. Ucapnya mengecup lembut keningku dan meninggalkanku sendiri dikamar. Aku sangat bersyukur diberikan seorang adik yang sangat mencintaiku, bahkan disaat aku terpuruk ia masih selalu ada disampingku.

Mobilku melaju di jalan raya Seoul, pagi – pagi sekali aku sudah harus pergi ke MBC untuk rehearsal acara M!Net Countdown. Aku akan melakukan comeback stageku di sana. Di sepanjang jalan ku lihat beberapa pasang kekasih yang nampak berjalan kaki sambil tertawa satu sama lain membicarakan sesuatu, seketika pemandangan itu membuatku teringat akan kenangan disaat aku mencurahkan rasa cintaku pada seorang yeoja yang sangat cantik didunia bagiku, Oh Min Ji. Ini membuatku sakit. “Kembalilah padaku Min Ji”. Dalam hati aku berkata dengan lirih.

Sudah setengah jalan menuju MBC, tapi tiba – tiba instingku mengatakan untuk tidak kesana. Aku langsung memutar balik mobilku menuju ke suatu tempat yang menurutku tempat itu adalah tempat yang lebih penting untuk kusinggahi. Aku mengambil handphone yang kuletakkan di dashboard mobil sedan mewahku, dan langsung menyentuh touchscreen ponselku.

“Hyung, aku akan terlambat mengikuti rehearsal. Aku ingin pergi ke suatu tempat lebih dulu”. Ucapku singkat pada managerku dan langsung kuputus telponnya begitu aku selesai bicara.

Aku tiba di depan sebuah pintu rumah yang lumayan besar dengan halamannya yang lumayan luas dan terlihat asri. Aku mengetuk pintu dengan perlahan, berharap sosok yang sangat aku rindukan bersedia membukakan pintu untukku.

“Nuguseyo~?”. Akhirnya pintu itu terbuka. Dan benar, ia langsung yang membuka pintunya.

“Untuk apa kau kemari? Kojo!”.

“Min Ji’a, jamkanman. Jebal~”. Aku menahan pintu yang ingin ditutupnya dan langsung menerobos masuk kerumahnya.

“Untuk apa lagi kau kesini oppa? Apa oppa tidak mengerti dengan apa yang kukatakan, kita sudah berakhir oppa!”.

“Anya, kita belum berakhir! Nan neol saranghae Min Ji’a!”. Decakku padanya dan langsung mencium paksa bibirnya hingga tubuhnya terdorong oleh tubuhku dan terhempas ke dinding.

Dia mencoba melepaskan ciuman yang kudaratkan kebibirnya dengan memukul – mukul dadaku namun tak kuhiraukan. Ku lumat habis bibirnya dengan agak kasar, aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku sangat menginginkannya.

“PLAAAAAAK!!!”. Sebuah tamparan keras mendarat diwajahku. Aku bernafas agak terengah – engah begitu pula dengan Min Ji yang meneteskan air mata sesaat setelah menamparku.

“Oppa kau sudah gila”. Ucapnya sedikit geram. “Sekarang cepat oppa pergi dari sini!”. Dia mendorongku keluar dan langsung menghempaskan pintu itu dengan keras.

“Jonghyun, mwohaneun goya?! Michyeosseo?! Jonghyun’a neon jinjja pabo’ya!”. Dalam hati aku membentak diriku sendiri. Sebenarnya apa yang tadi aku lakukan, itu hanya akan membuatnya tidak akan pernah lagi mau kembali padaku.

“DIDUGA SELINGKUH, PENYANYI MUDA TAMPAN KIM JONGHYUN PUTUS DENGAN KEKASIHNYA”.

“Mwoya Ige??!! Jonghyun’a, ya! Igeon mwoya?! Igeon mwonyago??!!”. Managerku menghempaskan sebuah surat kabar infotainment ke atas meja didepanku yang duduk di sofa di ruang kerjanya.

“Itu tidak benar hyung~, aku tidak selingkuh”. Aku mencoba menjawab pertanyaan managerku itu dengan tenang.

“Kalau berita kau selingkuh tidak benar, bagaimana dengan berita setelahnya?! Apa benar kau putus dengan Min Ji?!”. Aku hanya diam dan menundukkan kepalaku.

“Jonghyun’a, jawab aku! Bukan diam dengan kepala tertunduk seperti orang bodoh itu yang aku minta, tapi penjelasanmu mengenai skandalmu ini! Bahkan di surat kabar infotainment ini kau diberitakan selingkuh dengan Song Ji Soon, model seksi yang photonya sering terpampang di majalah pria dewasa. Apa – apaan ini?!”. Amarah managerku makin menjadi – jadi, dia menaruh kedua tangannya di pinggang dengan ekspresi wajah marahnya.

“Hyung, itu semua tidak seperti dengan yang diberitakan. Itu hanya sebuah kesalah pahaman, kau tenanglah hyung. Aku akan menyelesaikan masalah ini”. Sahutku datar.

“Mworago? menyelesaikan masalah ini, kau? Dengar Jonghyun, aku sudah memperingatkanmu sejak awal debut. Dari awal seharusnya kau tidak memiliki kekasih, ini akan mempengaruhi karirmu! Kau harus mengerti bahwa saat ini publik belum menginginkanmu untuk memiliki pasangan, tapi ternyata kau malah sudah memacari seorang gadis biasa bernama Oh Min Ji saat kau masih trainee”.

“Dia itu sangat berharga bagiku hyung!”. Aku sedikit emosi begitu mendengar managerku mengatakan bahwa Oh Min Ji hanyalah gadis biasa.

“Terserah apa katamu, tapi sekarang kau sedang terlilit skandal. Dan kau tau akibat yang akan kau dapatkan dari skandal ini kan? Aku akan mencari cara agar skandal ini segera terhapus, aku tidak mau artisku yang sedang berada di puncak ketenaran terlibat skandal ingusan seperti ini”.

Aku keluar dari ruangan managerku setelah aku mendengarkan semua amarahnya. Rasanya saat ini aku sangat ingin mencari tahu keberadaan Song Ji Soon, yeoja yang menjadi penyebab semua malapetaka ini. Sangat ingin rasanya aku memintanya menguak kebenaran dibalik skandal yang hampir membuatku gila, “Kenapa saat itu aku harus bertemu dengan Song Ji Soon?”, tanyaku dalam hati sambil menghela nafas.

Aku memarkir mobilku di depan halaman rumah kemudian langsung masuk kedalam. Hari ini schedule ku hanya mengisi acara talk show di sebuah stasiun tivi, jadi aku bisa pulang ke rumah lebih cepat.

“Oppa~ selamat datang”. Yoon Seo yang sedang membaca majalah di ruang tamu menyambut kedatanganku dengan memberikan senyuman hangatnya.

“Ne, hari ini kau tidak ada kegiatan apa – apa chagi?”. Tanyaku seraya mencium lembut pipinya dan merangkul bahunya. Aku memang memanggil adikku dengan sebutan chagi, itu aku lakukan karena aku sangat menyayanginya.

“Ne maja. Setelah kuliah aku tidak acara lain lagi, jadi aku lebih memilih bersantai dirumah sambil menyambung cerita untuk novel terbaruku”. Sahutnya santai dan merebahkan kepalanya ke atas dadaku yang bidang. “Oppa, sebenarnya apa yang terjadi? Jujur aku sangat takut, untuk pertama kalinya aku melihat oppa mengamuk seperti orang yang depresi. Aku sangat khawatir oppa”.

“Kau tahu Oh Min Ji kan?”.

“Ah, oppa’eui yeoja chingu? Ne, arayo. Wae?”.

“Oppa putus dengannya”. Jawabku singkat sambil menghela nafas.

“Mwo~?! Jadi berita yang di surat kabar itu.. Oppa, apa benar oppa selingkuh? Tidak mungkin. Oppa, oppa bukan namja yang seperti itu”. Yoon Seo langsung memandang wajahku dalam.

“Tentu saja Oppa tidak selingkuh. Cerita sebenarnya berawal dari ketika Oppa tidak sengaja bertemu dengan Song Ji Soon”.

Author P.O.V

Flashback:

“Song Ji Soon Ssi~!”. Jonghyun menangkap tubuh yeoja yang hampir terjatuh itu. “Kenapa kau bisa semabuk ini? Apa tidak apa – apa kalau kau pulang dengan keadaan begini?”.

“Geu namja~ Geu namja~”. Ucap yeoja itu tidak jelas.

“Ne? Mworago?”. Tepat saat Jonghyun menundukkan kepala untuk mendekatkan telinganya ke wajah yeoja itu, tiba – tiba yeoja itu langsung menyambar bibir Jonghyun. Dikarenakan di bawah pengaruh alcohol, yeoja itu tanpa sadar melumat bibir Jonghyun dengan penuh nafsu. Jonghyun yang saat itu terkejut dan kebingungan berusaha melepaskan ciuman yeoja itu dengan mendorong tubuh yeoja itu agak perlahan karena takut menyakitinya.

“Oppa~!!”. Tiba – tiba seorang yeoja muncul di tengah peristiwa itu dan teriakannya itu berhasil membuat Ji Soon terkejut dan melepaskan ciumannya dari Jonghyun.

“Min Ji’ya, jamkanman. Ini tidak seperti yang kau lihat, tadi itu aku tidak melakukan apa – apa tapi..”.

“Cukup oppa! Tidak ada yang perlu oppa jelaskan lagi, mulai detik ini kau tidak usah menghubungiku lagi!”. Ucap yeoja itu seraya berlari meninggalkan Jonghyun dan menangis.

“Min Ji’ya~! Min Ji’ya! Jebal, dengarkan aku dulu. Ini hanya salah paham, aku bisa menjelaskan semuanya”. Ucap Jonghyun yang mengejar Min Ji dan menarik tangannya.

“Oppa, aku muak padamu, aku lelah, aku tidak kuat jika harus seperti ini. Kita putus saja!”. Min Ji pun lalu melepaskan tangan Jonghyun yang memegang lengan kirinya kemudian meninggalkannya

Flashback end.

Jonghyun V.O.P

“Begitulah, itu terjadi begitu saja. Seperti semilir angin yang lewat kemudian hilang begitu saja”. Aku menceritakan semua kejadian pahit itu pada Yoon Seo.

“Sekarang bagaimana dengan yeoja itu oppa?”.

“Yeoja nugu? Ji Soon Ssi?”. Aku menatap Yoon Seo yang duduk disebelahku.

“Ne ne ne”. Sahutnya penasaran. “Oppa tidak pernah lagi bertemu dengannya sejak kejadian itu. Entah apakah karena dia memang sengaja menghilang atau bagaimana”. Jawabku lirih.

“Oppa~ aku tahu Oppa sangat mencintai Min Ji, aku bisa merasakannya. Tapi aku mohon, jangan karena ini Oppa jadi lemah dan mudah frustasi. Oppa adalah namja yang kuat meski harus dihempas berkali – kali, ne?”. Yoon Seo mencoba menghiburku dan memeluk hangat tubuhku.

“Ehhmm chagiya~, inilah yang membuat oppa sangat menyayangimu. Kau selalu bisa membuat perasaan oppa lebih tenang dan tenteram”. Ucapku seraya mengelus rambut dan mengecup puncak kepalanya.

3 Tahun setelah Min Ji memutuskanku, kini aku benar – benar tidak ada kontak dengannya lagi. Pernah sesekali aku mencoba menghubunginya namun ponselnya tidak aktif. Sudah 3 tahun dia meninggalkanku, tapi aku belum pernah sedetikpun terpikir untuk membuangnya dari hati dan pikiranku.

“Jonghyun’a~, jadi ini lagu yang kau ciptakan itu? Dan lagu ini ingin kau muat ke album terbarumu?”. Managerku yang sedari tadi terlihat sibuk mengurus comeback album baruku menghampiriku yang sedang berdiri menghadap jendela ruangannya.

“Ah, ne hyung. Lagu ini bisa aku muat ke album baruku kan?”.

“Tentu saja, setelah membaca lirik lagu ini aku rasa lagu ini lebih cocok untuk dijadikan sebagai hits single album barumu. Fans – fansmu pasti akan sangat tersentuh begitu mendengar lagu ini”. Ucap managerku pasti.

Skandal yang menghampiri diriku seketika terhapus semenjak setahun lalu Song Ji Soon mengadakan Pers Conference permohonan maafnya atas skandal yang melibatkan diriku. Ia dengan tegas mengatakan bahwa itu semua hanya salah paham yang disebabkan oleh dirinya dan aku ini hanyalah korban dari ketidak sengajaannya itu. Kini semua kembali normal terkecuali satu hal, aku tidak lagi bersama Min Ji, yeoja yang sangat aku cintai.

“Yeobeoseyo, chagiya~. Kau baik – baik saja kan selama berada di London?”. Aku mengangkat telepon dari yeodongsaengku Yoon Seo yang saat ini ikut menyutradarai film yang diadaptasi dari novel yang dikarangnya.

“Ehm! Aku baik – baik saja oppa. Oppa bagaimana?”. “Oppa? Oppa seperti mau mati karena sangat merindukanmu yang selalu bertingkah manja dengan oppa, hehehe”. Sahutku menggodanya.

“Aigoo~~ oppa kenapa kau sebegitu manisnya kalau bicara dengan yeoja? Hahaha.

“Kau sedang apa sekarang chagi?”. “Aku sedang santai minum kopi di.. O~!”. Tiba – tiba ucapannya terhenti dan itu sontak membuatku terkejut.

“Chagiya, waegeure? Gwaenchanha? Chagiya~”. Aku mencoba berbicara padanya yang tiba – tiba diam, dengan sedikit khawatir aku terus bertanya dengannya sambil melihat ke layar touchscreen ponselku untuk memastikan koneksi masih tersambung.

“Oppa, nanti oppa aku telpon lagi, ne?”. Jawabnya singkat. Nada bicaranya berubah, sepertinya ada sesuatu yang di lihatnya dan membuatnya ingin mendekati apa yang dilihatnya. “Aku tutup ya, annyeong”.

“O jamkanman! Chagiya~, chagiya~, Ya, Yoon Seo’ya~! A~ waeire? Anak ini benar – benar”.

Author P.O.V

“Jeogiyo~! Jamkanmannyo~!”. Yoon Seo berlari mengejar yeoja yang berjalan melalui kedai kopi tempat ia sedang bersantai menikmati sabtu paginya.

“O~! Yoon Seo Ssi? Eotteokhe..”.

“Oren maniyeyo, Min Ji Ssi”.

Yoon Seo dan Min Ji akhirnya duduk di kursi kedai kopi yang terletak di pinggir jalan sehingga pengunjung kedai itu dapat menikmati segelas kopi sambil melihat orang – orang yang berjalan melalui kedai itu.

“Sudah 3 tahun aku dan Jonghyun Oppa tidak pernah bertemu. Bahkan mengirim pesan singkat untuk sekedar menanyakan kabar saja tidak pernah”. Min Ji memulai pembicaraan dengan tenang. “Selama 3 tahun aku tinggal disini dan sekarang menjadi seorang designer, aku memiliki jadwal yang amat padat untuk fashion show dan menghabiskan waktuku di butik untuk mengeluarkan rancangan – rancangan baru. Tapi entah kenapa aku tidak pernah bisa membuang Jonghyun Oppa dari benakku”.

Min Ji bercerita semua kenangan yang dilaluinya bersama Jonghyun pada Yoon Seo. Sesekali ia terlihat tersenyum kecil mengingat kenangan – kenangan indahnya dengan Jonghyun.

“Sudah berapa lama kau berpacaran dengan Jonghyun Oppa?”. Tanya Yoon Seo yang sedari tadi mendengarkan ceritanya. Yoon Seo juga sesekali tersenyum kecil mendengarkan cerita indah Min Ji dengan Jonghyun.

“5 Tahun. Dan selama 5 tahun itu aku merajut cerita penuh kebahagiaan dengan Jonghyun Oppa, hingga saat peristiwa pahit itu menghampiri jalinan kasihku dengan Jonghun Oppa. Di malam dimana Jonghyun Oppa baru saja melamarku disebuah restoran Hotel, saat itu Jonghyun Oppa bilang ingin pergi ke Toilet waktu kami berencana untuk pulang jadi aku menunggunya di depan pintu hotel. Tapi Karena merasa Jonghyun Oppa pergi ke toilet cukup lama, aku menjadi sedikit khawatir dan akhirnya menyusulnya. Sejak itulah aku melihatnya berciuman dengan yeoja bernama Song Ji Soon itu, kalau aku mengingat kejadian itu rasanya dadaku sesak”. Min Ji bercerita panjang lebar pada Yoon Seo yang dengan seksama mendengarkan setiap kata yang di ucapkan Min Ji.

“Tapi sekarang kau sudah tau yang sebenarnya terjadi seperti apa kan? Itu tidak seperti yang kau lihat, itu hanya salah paham”. Ucap Yoon Seo yang mulai merespon cerita Min Ji.

“Yang sebenarnya? Apa maksudmu Yoon Seo?”. “Jadi kau tidak tau? Sudah dari setahun lalu peristiwa yang sebenarnya terungkap Min Ji~”. Yoon Seo pun menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Min Ji termasuk Pers Conference yang di gelar Song Ji Soon untuk mengklarifikasi skandalnya dengan Jonghyun.

“Ne? Geureseo, Jonghyun Oppa~”. “Ne maja. Itu semua hanya salah paham Min Ji”. Potong Yoon Seo seraya mengusap bahu kanan Min Ji yang duduk didepannya.

“Kau tahu, Jonghyun Oppa pernah menceritakan tentang pertemuan pertamanya denganmu. Oppa menceritakannya dengan penuh kegembiraan yang terlukis diwajah tampannya”. Ucap Yoon Seo tersenyum hangat.

“Jinjja? Apa katanya?”. Min Ji membalas senyum hangat Yoon Seo.

“Jonghyun Oppa bilang, saat pertama kali bertemu denganmu itu, it feels like super special”.

“Super special?”. Min Ji mengerutkan keningnya. “Geuge~, mungkin lebih tepatnya magical”. Sahut Yoon Seo lagi tersenyum dengan tatapannya yang dalam.

“Apa kau ada rencana untuk kembali ke Seoul?”. Tanya Yoon Seo yang kemudian menyeruput kopinya.

“Molla, terkadang memang aku merindukan Seoul. Tapi aku tidak tahu pasti kapan aku akan kembali ke sana”. Min Ji menghela nafas sambil memainkan sendok untuk mengaduk kopi.

“Jika kau ke Seoul, temuilah Jonghyun Oppa. Karena dibalik keceriaannya di depan layar kaca, sebenarnya Oppa sangat menderita karena tidak bisa melupakanmu Min Ji”. Yoon Seo menatap dalam mata Min Ji.

“Apa yang dilakukan Jonghyun Oppa sekarang? Pasti Oppa sekarang makin tenar berkat suara emasnya saat bernyanyi kan, aku jadi teringat kala Jonghyun oppa menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah untukku di Comeback Show nya dulu”. Ucap Min Ji seraya tersenyum kecil.

“Ne, maja. Hampir semua yeoja di Korea menggilai Oppaku. Bahkan sekarang Oppa jadi seratus kali lipat lebih tampan, hehehe. Temuilah Oppa Min Ji, dia pasti akan sangat senang jika bisa bertemu lagi denganmu”.

“Kita lihat saja nanti”.

Jonghyun P.O.V

“Jonghyun, ingatkan posisimu nanti saat muncul di stage ya!”.

“Ne~!”. Sekarang aku sedang sibuk rehearsal untuk Comeback Show ku nanti malam. Aku akan membawakan lagu – lagu yang akan release di album baruku besok, termasuk lagu ciptaanku yang sebenarnya aku ciptakan untuk mendeskripsikan perasaanku pada Min Ji.

“Why you’re so hard to forget Min Ji?”. Pertanyaan itu selalu timbul di pikiranku. Sudah 3 tahun lamanya setelah aku putus dengannya, namun ia tetap memiliki tempat tertinggi di hatiku. Aku terlalu mencintai Min Ji.

“Kyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak~!!! Jonghyun’a~!!! Jonghyun’a~!!! Urin neol saranghaaeeeeeee~!!!”.

Teriakan dari para fansku yang sangat aku cintai itu terdengar dengan sangat jelas begitu kakiku melangkah memasuki stage yang besar dan megah ini. Teriakan itu menjadi sebuah semangat untukku, dan membuat aku bersyukur karena memiliki orang – orang yang begitu mencintaiku. Tapi entah karena aku terlalu bodoh dipengaruhi oleh perasaanku sendiri, aku mengharapkan Min Ji berada di antara mereka.

“Annyeong~~”. Sapaku ceria pada para fansku yang telah memenuhi plenary hall tempat konserku di adakan.

“Hari ini aku ingin membawakan lagu – lagu teranyarku yang besok akan release dalam album baruku. Sebelum aku menyanyikannya, aku ingin bercerita. Lagu ini aku tulis berdasarkan perasaan hatiku untuk seorang yeoja yang selama ini sangat aku cintai, bahkan meskipun aku telah tidak lagi bersamanya. Dia hanyalah seorang yeoja yang biasa saja, dia bukan model, bukan aktris drama, atau penyanyi girlband. Dia adalah dia, yeoja yang begitu berarti bagi hidupku. Dia seperti oksigenku, nafasku, denyut nadiku, dia itu hidupku. Sampai saat ini aku masih mengharapkan adanya keajaiban yang nanti akan membawanya kembali kesisiku, tepat disampingku. Selayaknya seperti pertemuanku untuk pertama kali dengannya, it’s so magical”. Ceritaku panjang lebar, kulihat dari ribuan fans yang menontonku sebagian besar dari mereka menangis terharu mendengarkanku.

“Geureom, lagu ini khusus kuciptakan untuknya”. Aku mulai mengambil posisi duduk yang nyaman dikursi yang telah di set sebelumnya diatas panggung, alunan piano pun bartending tanda laguku akan segera ku nyanyikan.

“Aku menghembuskan nafas

Ini memberatkanku

Aku tak bisa tidur

 

Hatiku yang kosong

Berkata betapa bodohnya diriku

Kenapa kau tak menangis saja ketika kau terluka

 

Kenangan saat aku mencintaimu

Tak akan mudah

Kau mencoba merajut kisah

Sangat menyakitkanku

 

Aku tak bisa meninggalkanmu

Kau lebih berharga daripada diriku sendiri

Kembalilah padaku

Malam ini

Aku tak bisa

Hari – hari indah yang pernah kita lalui

Hari ketika kita saling membenci

Aku merindukan segalanya, aku tak bisa melupakanmu

Kembalilah padaku

 

Aku benci diriku sendiri aku ingin melupakanmu

Aku benci hatiku yang sulit bersabar

Aku memikirkanmu dan hanya bisa mengeluh “Hari ini akan menjadi hari yang panjang lagi”

Aku melihat sungai ada kata “Aku cinta kamu” aku tidak bisa membiarkannya

 

Ketika aku melewati lampu jalan

Satu – persatu aku lalui didepannya tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas

Aku menghirup udara dengan kasar

Bukan karena aku kehabisan nafas

 

Kenangan saat kau mencintaiku, aku mencoba melupakannya

Aku membenahi segalanya, Dan itu membuatku sedih

 

 Di langit tak ada bulan

 Semua tak seperti biasanya

 Hari saat aku kehilanganmu

 

 Aku masih memilikimu di pikiranku

 Aku datang menemuimu

Kau tak tersenyum

Kau tak mengucapkan apapun

Tapi aku masih menginginkanmu

 Aku terlalu mencintaimu”.

Comeback show ku usai ditandai dengan tepuk tangan yang begitu meriah dan diwarnai dengan teriakan histeris dari para fans setiaku.

“Kerja yang bagus Jonghyun, kau memang luar biasa”. Managerku memberikan pujian seraya merangkul bahuku.

“Terima kasih Hyung~, aku hanya..”. “Oppa~~!!!”. Tiba – tiba aku mendengar suara yang sangat aku rindukan memanggil namaku. “Ah, mungkin hanya halusinasiku”, pikirku dalam hati. Tapi saat aku membalikkan badanku menuju arah suara itu, aku melihat sosok yang sangat ingin aku lihat selama ini.

“Min Ji~?”. Aku tertegun melihat sosok yeoja yang selama ini sangat aku rindukan sekarang telah bediri tepat didepanku.

“Jeongmal mianhae oppa, aku terbawa emosiku sehingga dengan mudahnya aku memutuskan namja yang jelas – jelas aku sendiri tidak kuat untuk melepaskannya. Oppa saranghae~”. Setelah berselang 3 tahun akhirnya aku mendengar kalimat itu lagi terlontar langsung dari bibir manisnya.

“Min Ji’ya~, apa artinya semua ini? Katakan kalau ini benar – benar nyata Min Ji”. Aku perlahan menyentuh wajah cantiknya dengan kedua tanganku seraya tersenyum sumringah padanya.

“Oppa akan tau kalau ini benar – benar kenyataan, I’ll prove it”. Bisa kurasakan kini bibirnya menyentuh bibirku dengan lembut dan akupun langsung memejamkan mataku. Kurasakan bibirnya mengusap lembut bibirku, tanpa ragu aku membalasnya tak kalah lembut seraya memeluk tubuhnya dengan hangat.

“Jonghyun Oppa, saranghae~”. Ucapnya lembut.

“Na do sarannghae, Oh Min Ji”. Kalimat itu aku hiasi dengan sebuah ciuman lembut ke bibirnya.

Malam ini, cintaku benar – benar telah kembali kesisiku. “It’s like a mgical love that have a happy ending”.

END.

4 thoughts on “Unforgetable You

    • Ahahahaha.. Jonghyun nya mengiau Yoon Seo pakai chagi fnk lh.. XD

      itu salah satu kekonyolan eonni yg dpt inspirasi dari jonghyun yg bekesah di strong heart kalo inya th lwn kakanya syg bnr. bejalan mun bedua betuntun, bla3x segala macam. maka jer nya prnh mun kk ny pina ngalih guring, inya mengguring akan, jonghyun mnggunakan tanganny yg beotot th sbg bantal, jreng2! tp kd eonni bwt disini, krn rada rancu mun dibuat. wkwkwk

      XD

  1. Aku sukanya adeknya yg jadian ama jjong, tpi gpplah eomma, bgus2… Aku nangis bcanya soalnya tega bnget pacernya gk dngerin penjlasannya trus mutusin, akhirnya nyeselkan hehehe….

    Figthing eomma, bikin yg byk hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s