I Love You Because You are You

I Love You Because You are You

Title : I Love You because You are You

Inspired By: SHINee

Cast:

Minho SHINee as Choi Minho

Park Yun Mi (Original Character)

Other Cast

Genre: Romantic, Education about Live, about true love

Length: One Shoot

Rating: (G)

Created By: Ayin Perdana

___________________________________________________________________

This ff I’ve made just for education of life, sorry if this ff make you little bit disappointed when you read it.. And please leave your comment. Thank u ^^

Author P.O.V

“Kau cantik sekali chagi, gaun itu memang sangat cocok untukmu”.

Namja atas nama Choi Minho, seorang jutawan muda yang merupakan direktur perusahaan asset management pasar modal dan investasi yang telah merintis dan memajukan reksadana di Korea itu duduk di dalam sebuah butik gaun pengantin. Dia dan kekasihnya yang cantik Park Yunmi akan melangsungkan pernikahan mereka seminggu lagi.

“Jinjja? Oppa suka aku memakai gaun ini?”. Tanya Yunmi manis.

“Ne, jinjja johahae. Yeppeo”. Sahutnya tersenyum dengan kekasihnya. “Gaun ini elegan, tidak terlalu banyak pernak – pernik disana sini”. Minho mendekati Yunmi dan mengecup lembut keningnya.

“Jinjja? Apa tidak terlihat terlalu sederhana? Aku tidak ingin mengecewakan oppa dihari bersejarah kita, aku ingin menjadi pengantin wanita yang cantik untuk oppa”. Sahut Yunmi manja.

“Kau itu sudah sangat cantik, chagi~. Kau yang membuat gaun ini menjadi lebih cantik, kita pilih ini saja, ne?”. Pinta Minho pada Yunmi sembari mengelus wajahya yang cantik.

“Arasseo, kalau memang oppa suka dengan gaun ini”. Sahut Yunmi riang.

“Aku tidak suka dengan gaun ini, tapi denganmu. Hahahaha!”. Canda Minho. “Kalau aku suka dengan gaun ini, harusnya aku melamar gaun ini bukan kau”. Goda Minho sambil mencium gemas pipi Yunmi.

“Oppa~ ada – ada saja”. Yunmi balas mencubit pipi Minho. “O, jamkanman! Bagaimana dengan stelan jas oppa, oppa belum mencobanya kan?”.

“Aku harus menunggumu selesai fitting dulu, aku ingin calon istriku yang memilihkannya”. Ucap Minho tersenyum hangat.

“Baiklah calon suami yang tampan~ kalau begitu aku lepas dulu gaun ini. Jamkanman”. Yunmi kembali masuk ke fitting room didampingi dengan beberapa orang karyawan di butik itu untuk membantunya melepaskan gaun pengantinnya.

“Oppa, coba yang ini”. Yunmi mengambil stelan jas berwarna putih dengan aksen hitam pada kerahnya. “Nah, untuk kemeja dalamnya yang ini”. Yunmi memilih sebuah kemeja putih berkancing warna agak abu – abu mengkilat.

“Hhmm, arasseo”. Minho membawa stelan jas dengan kemeja itu ke fitting room. “Bagaimana? Cocok?”.

“Oppa’n neomu meotjyo”. Yunmi tampak begitu senang melihat Minho memakai stelan jas dan kemeja pilihannya.

“Geureom~ aku memang tampan. Hahahaha!”. Canda Minho mencolek pipi Yunmi.

“Eiissh, oppa~”. Yunmi tertawa geli melihat tingkah Minho yang selalu berbicara semaunya dihadapannya.

“Baiklah kita pilih ini saja, ne?”. Yunmi memberi anggukkan pertanda setuju dengan Minho.

Minho P.O.V

10 tahun setelah pernikahanku dengan Yunmi.

“Appa~~~!!! Appaaaaa~~~!!!”.

Aku mendengar teriakan jagoan berumur 7 tahun yang kuberi nama Choi Yoogeun dari luar rumah, Yoogeun adalah anak keduaku hasil buah cintaku dengan Yunmi. Anak pertamaku adalah seorang putri cantik bernama Choi Jihyo dan sekarang sudah berumur 9 tahun. Mereka berdua adalah malaikatku, dan yeoja cantik yang sedang mengandung anak ketigaku adalah hidupku. Mereka semua sangat berharga untukku.

“Ne~~ naeui adeul, museun irriya yoogeun’a?”. Sahutku yang sedang membaca surat kabar dari ruang tamu seraya keluar mendatanginya.

“Appa~, nanti saja membaca surat kabar itu. Ayo temani aku main bola, hari ini kan hari minggu aku ingin bermain bersama appa, appa sudah selama 6 hari selalu sibuk”. Pintanya manja padaku seraya melemparkan bola sepak kesayangannya ke arahku.

“Kau yakin ingin mengajak appa main bola? Appa sangat handal dalam bermain sepak bola”. Tantangku dengan jagoanku itu.

“Aku tidak takut dengan appa, week”. Sahutnya jahil.

“O jinjjaro? Arasseo, sijak!”. Tanpa basa – basi aku langsung menendang bola dan jagoanku pun dengan cepat mencoba merebut bola di kakiku.

Dikarenakan pekerjaanku sebagai direktur perusahaan asset management pasar modal dan investasi terbesar di Korea membuatku jarang bisa bermain bersama dengan anakku seperti ini. Hanya di hari libur seperti inilah aku bisa menyempatkan waktu untuk mereka, sepadat apapun jadwalku aku tidak pernah mau sampai mengorbankan hari minggu untuk pekerjaan. Aku meminta pada asistenku untuk mengatur jadwal – jadwal meeting dan lain – lain harus terlepas dari hari minggu.

‘Goooaaaaaaaaaaaaaaaaaal~~!!! Appa menaaaaaang. Yeeaay!!!”. Seruku riang dan melompat – lompat layaknya pemain sepak bola yang bertanding di liga champion.

“Appa curang~ tidak memberikan bolanya padaku”. Sahut Yoogeun cemberut.

“Hehehehe, artinya kau harus lebih banyak berlatih”. Ucapku menyemangati sambil mengelus puncak kepalanya.

“Appa~~ aku tidak mengerti dengan PR matematika ini, aigoo~ menyebalkan sekali”. Kini giliran putri cantikku yang merengek.

“Ya! Noona, bahkan kau masih mengerjakan PR di hari libur? Ckckck”.

“Ya! Neo! Anak kecil tidak usah berkomentar~”. Aku hanya tertawa geli melihat tingkah laku kedua anakku. Mereka sangat lucu ketika berkelahi seperti ini.

“Ada apa sayang? Coba sini appa lihat”. Aku mendekatinya yang sedang duduk di gazebo halaman rumahku yang luas. “Aaa, yang ini seperti ini penyelesaiannya”. Aku mengajarinya dengan perlahan agar ia mengerti. “Nah, sekarang kau coba kerjakan soal selanjutnya. Cara penyelesaiannya sama”. Sahutku tersenyum seraya mencium puncak kepalanya.

“Chagi~~”. Aku mendengar suara yang sangat aku sukai memanggilku dengan lembut. Siapa lagi kalau bukan istriku, Yunmi.

“Ne chagi”. Aku mencium keningnya lembut saat ia menghampiri yang sedang bercengkrama dengan anak – anak.

“Ayo makan brownies, eomma yang membuatnya sendiri”. Yunmi membawa sepiring besar brownies yang sudah di potong – potongnya kemudian meletakkannya di meja.

“Whaaaa~~!!! Asiiiiiiik!!! Gomawo eomma, jal mogeseumnida~~”. Ucap anak – anakku riang.

Aku benar – benar bahagia menikmati masa – masa menjadi seorang appa untuk kedua anakku dan suami untuk istriku yang sangat kucintai. Aku sangat mencintai mereka, mereka adalah malaikatku dan Yunmi adalah alasanku untuk selalu bekerja keras untuk membahagiakan mereka semua.

Author P.O.V

Minho menjalani hari – harinya dengan penuh kebahagiaan. Sampai pada akhirnya anak ketiganya lahir, ia merasa mendapatkan kebahagiaan yang lebih. Ia merasa hidupnya terasa sempurna, memiliki istri yang sangat mencintai dan dicintainya, juga memiliki anak – anak yang ceria dan membanggakan.

Tidak terasa Minho telah menikah lebih dari 32 tahun dan telah memiliki 4 orang anak. Di usianya yang ke 58 tahun, kesehariannya di isi dengan merawat Yunmi yang sakit karena saat melahirkan anak ke empat tiba – tiba kedua kakinya lumpuh. Dan di tahun ke 3 sejak saat itu tubuh Yunmi  semakin lemah dan lidahnya pun tidak bisa di gerakkan.

“Chagi, aku bantu kau mandi ya”. Minho dengan penuh kasih sayang memandikan Yunmi yang tak berdaya karena terserang struk.

“Chagi, aku ingin berangkat kerja. Kau duduklah disini nonton tivi, aku tidak akan lama meninggalkanmu”. Minho mengecup bibir Yunmi dengan lembut. Yunmi yang melihat ketulusan Minho pun hanya bisa meneteskan air mata dan tidak berbicara sepatah katapun.

“Chagi~ kenapa kau menangis? Uljima~”. Ucap Minho lembut mengusap air matanya. “Kau lebih cantik saat tersenyum. Aku pergi dulu, ne”.

Setiap hari hal itu selalu dilakukannya. Siang hari menyuapi Yunmi makan, sorenya memandikan dan menemani Yunmi menonton tivi dan bercerita tentang apa saja yang di alami dalam 1 hari.

Rutinitas itu sudah dilakukannya selama 25 tahun. Dengan sabar ia merawat Yunmi dengan kedua tangannya sendiri tanpa meminta bantuan pelayan – pelayan yang bekerja di rumah mewahnya. Sampai ke 4 anaknya dewasa dan menikah, ke empat anaknya berbicara satu hal padanya.

“Appa, kami ingin menjaga dan merawat eomma juga secara bergantian”. Ucap Jihyo yang mewakili dongsaengdeulnya bicara saat berkumpul dirumah yang begitu megah itu. “Appa, jika apa memiliki keinginan untuk menikah lagi. Kami tidak apa – apa. Appa berhak untuk menikmati masa tua appa”.

Mendengar ucapan Jihyo, membuat Minho menarik nafas pelan dan berkata di depan ke empat anaknya.

“Anakku~ jika pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin appa akan menikah.. tapi dengan adanya eomma kalian disamping appa itu sudah cukup. Kalian yang appa rindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dinilai dengan apapun yang ada didunia ini”. Ucap Minho dengan tenang.

“Apakah eomma kalian menginginkan seperti ini? Apakah kalian yakin appa bisa bahagia meninggalkan eomma kalian? Kalian menginginkan appa yang masih diberikan kesehatan oleh Tuhan dirawat oleh orang lain, tapi bagaimana dengan eomma kalian yang sakit?”. Mendengar ucapan Minho itu spontan membuat Jihyo, Yoogeun dan 2 dongsaengdulnya meneteskan air mata.

“Jika manusia di dunia ini mengagungkan cinta dalam pernikahan tetapi tidak mau member waktu, tenaga, pikiran dan perhatian maka itu adalah sebuah kesia – siaan. Appa memilih eomma kalian menjadi pendamping hidup yang sewaktu sehat dengan sabar mencintai appa dengan hati dan batinnya, bukan dengan mata. Eomma kalian juga memberikan apa hadiah yang sangat berharga yaitu kalian, dan sekarang eomma sedang sakit karena berkorban demi cintanya pada appa. Ini appa anggap sebagai ujian, apakah appa bisa berkomitmen untuk mencintai eomma kalian apa adanya. Eomma kalian dalam keadaan sehat saja appa tidak pernah berpikir untuk mencari penggantinya, apalagi kalau eomma kalian sedang sakit. Kebahagiaan appa adalah dengan hidup bersama terus dengan eomma kalian, anak – anakku”. Ulas Minho panjang lebar dengan ke empat anaknya.

“Appa~ maafkan kami jika kami lancang. Kami hanya bermaksud agar appa dapat melewati masa tua appa tanpa harus kesulitan merawat eomma”. Ucap Jihyo yang langsung memeluk Minho disusul ketiga dongsaengdeulnya.

“Gwaenchana sayangku~. Hanya satu pesan appa untuk kalian, dan kalian harus mengingat ini”. Sahut Minho membalas pelukan anak – anaknya.

“Hidup adalah perjuangan tanpa henti, tidak usah kau tangisi hari – hari kemarin yang sudah berlalu. Tetaplah saling mencintai sampai akhir hidup kalian”.

-END-

7 thoughts on “I Love You Because You are You

  1. Uwaaaah so sweet >///< pengen punya suami yang setia banget kaya minho, ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    aaaa nae wajangnim~~~~
    Suka baget sama bagian minho bilang, jika manusia di dunia ini mengagungkan cinta dalam pernikahan tetapi tidak memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian maka itu sia sia,
    Daebak to the max eonnnn
    Cuma kurang satu,
    Kurang panjaaaaaang ㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜ

  2. Eomma co cuiiittt banget :’) emng con suami yg baik buat aku(?) Hahahaha mkin cinta aku ama minho hihihi

    Eomma, segitu cintanya minho smpe 4 anak -_- hahaha
    D ff ini nunjukin bkat /kmmpuan minho smua ya…

    Eomma daebak !!!! Tulis ff lagi ya ;;) aku tunggu…. Hwaiting eomoni :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s