I Just Love You [내가 사랑했단 걸] (Part 1)

love_prison-wide

Title: I Just Love You (Part 1)

Inspired By: SHINee. SHINee’s Song “One” (하나). SHINee’s Song “Quasimodo (화살)

Cast:

Taemin as Lee Taemin

Seo Eun Hee (Original Character)

Onew as Lee Jinki

Minho as Choi Minho

Jonghyun as Kim Jonghyun

Key as Kim Kiboom

Han Ga Eul (Original Character)

Kim Min Soo (Original Character)

Rachel (Original Character)

Genre: Romantic, Sad

Length: Chaptered

Rating: PG – 17

Created By: Ayin Perdana

_______________________________________________________________________

This is My First Fan Fiction length “Chapter”. I Hope you guys will be like it, and please leave your comment. Thank You ^^

06.30am..

Taemin masih tertidur pulas dengan wajah tampannya yang polos di kamarnya yang besar dan mewah dilengkapi fasilitas yang mendukung kemewahan kamar bergaya klasik itu. Tiba – tiba ada seorang yeppeun yeoja membuka pintu kamarnya dan berjalan dengan anggun bak seorang model mengarah ke kasur empuk tempat Taemin bermimpi. Tanpa ragu yeoja itu melepas high heelsnya dan berbaring tepat disebelah Taemin lalu memeluk tubuh bagian belakang Taemin dengan lembut. Hal itu sontak membuat Taemin yang tadinya tertidur pulas langsung membuka mata indahnya. Pandangan Taemin langsung tertuju ke arah tangan yeoja yang memeluk pinggangnya, nampak gelang emas putih beserta cincin melingkar di jari manis tangan kiri yeoja itu. Setelah melihat tangan yeoja yang masih memeluk pinggangnya, Taemin tersenyum seakan sudah mengetahui siapa yeoja itu.

“Joheun Achim Eun Hee Noona”. Ucap Taemin yang langsung membalikkan badannya lalu memberikan senyuman menghadap yeoja itu.

“Aigoo? Eotteohge? Kenapa kau langsung bisa mengenaliku?”. Tanya yeoja itu.

“Geurom, tentu saja tahu. Aku selalu menunggu moment ini. Aku sangat suka kau membangunkanku. Karena setiap kali aku bangun, yang paling pertama ingin aku lihat adalah kau Noona”. Ucap Taemin yang mengelus lembut poni yeoja itu dan langsung memberikan ciuman paginya ke kening yeoja itu.

“Saranghae Eun Hee Noona, jeongmal saranghae”. Taemin tanpa ragu mencium hangat bibir tipis yeoja itu sambil memeluk erat tubuhnya. Yeoja itu adalah kekasih Taemin yang sudah kurang lebih 3bulan ini dipacari Taemin. Taemin memanggilnya noona karena yeoja itu 2tahun lebih tua darinya, namun jika melihat wajah imut nan cantik yeoja itu takkan ada yang mengira kalau ia lebih tua dari Taemin.

“Wae? Kenapa kau melepaskan ciumanku noona? Aku masih ingin menciummu..”. Ucap Taemin sedikit nakal dan mencoba lagi mencium yeoja chingunya itu namun ditahan oleh Eun Hee.

“Kau memang pencium killer, aku hampir terhanyut karena kau. Karena itu aku menahannya.’

“Wae? Kalau kau merasa terhanyut maka aku akan membawamu ke langit”. Bisik Taemin dengan nadanya yang nakal.

“Ya! Kau tau tempat apa ini Taemin’a?”.

“Ini kasurku. Dan kau sekarang sedang terjebak di kasurku. Hehe”.

“Ya! Jinja.. Ppalli ireona, kalau aku biarkan mungkin aku akan lebih membuat diriku dalam bahaya”. Ucap yeoja itu yang langsung bangun lalu menarik tangan Taemin agar beranjak dari kasurnya.

“Arasseo, aku bangun Noonaku sayang. Tapi sebelum aku mandi, tolong berikan aku morning kiss sekali lagi”. Ucap Taemin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Hee.

“Aniyo! Jangan main-main lagi, sudah cukup. Cepat mandi”. Eun Hee langsung memalingkan wajah Taemin dengan tangannya.

“Hahahaha.. Mungkin memang usiaku 2tahun lebih muda darimu, tapi perlu kau ingat aku adalah seorang namja. Baiklah aku akan mandi”. Ucap Taemin yang lalu tiba-tiba menarik tangan Eun Hee lalu mengecup lembut pipi kanannya.

“Ya! Kau ini, awas kau”. Ucap Eun Hee yang terkejut sementara Taemin hanya tertawa nakal lalu berlari kecil menuju kamar mandi.

Eun Hee pun keluar dari kamar Taemin dan berjalan menuju tangga rumah taemin yang melingkar dan besar itu. Tapi pada saat Eun Hee ingin turun tiba-tiba heels Eun Hee tak sengaja terkait ujung karpet dekat tangga yang sedikit terlipat dan itu membuat badan Eun Hee oleng.

“Kyaaaaaak..!!!”. Eun Hee spontan berteriak karena badannya akan segera terjatuh ke arah tangga.

“Ommo! Eun Heeya..!”. Terdengar suara lembut seorang namja tampan yang saat itu langsung berlari dan menumpu badan Eun Hee yang mungil dengan tangannya yang kekar dan kuat.

“Gwaenchanha?”.

“Ne, gwaenchanha. Gomawo Jinki Oppa”.

Ternyata namja tampan itu adalah Lee Jinki, kakak Taemin satu – satunya.

“Aku rasa heels yang kau pakai terlalu tinggi Eun Hee. Bisa membahayakanmu”. Ucap Jinki lembut sambil membantu Eun Hee berdiri dengan benar.

“Jinjja? Aku memakainya agar aku tidak terlihat terlalu pendek. Aku akan sangat pendek jika berada disekitar oppa dan Taemin”.

“Hanya karena itu? Aigoo.. Geunde, menurutku kau tetap yeppeo tanpa harus memakai heels begitu”.

“Ne? Mworago, oppa..?”.

“Ah.. Ani, ani.. opseo. Kaja”.

“Joheun Achim yeoreobun~”. Sapa Taemin yang menuruni tangga dan melihat Jinki dan Eun Hee duduk di sofa besar ruang santai rumah Taemin yang begitu besar itu.

“Ah.. kau sudah selesai Taemin’a”. Ucap Eun Hee tersenyum ke arah Taemin yang berjalan menuju ke arahnya dan duduk disampingnya.

“Ne, aku tidak ingin membuat yeoja chinguku yang yeppeo ini lama menungguku”. Ucap Taemin yang lalu mencium kening Eun Hee dengan lembut.

“Ya~ Taemin’a, sepertinya kau sudah matang sebelum umurmu. Kau bahkan tidak merasa canggung untuk bermesraan di depan hyungmu”. Kata Jinki sambil mengambil segelas air yang ada di atas meja di depannya lalu meminumnya.

“Hehehehe.. Mianhae hyung, tapi aku selalu kesulitan untuk menahan diriku untuk tidak memberikan kecupan pada yeppeun yeojaku ini”. Ucap Taemin jahil.

“Taemin’a~”. Wajah Eun Hee langsung sedikit tersipu dan malu atas perlakuan Taemin.

“Sebenarnya aku selalu berpikir, apa yang membuatmu jadi bisa menerima adikku menjadi namja chingumu Eun Hee. Jujur saja, tampangnya memang polos tapi itu tidak berlaku untuk otak dan pikirannya”. Ucap Jinki santai sambil sedikit tertawa dan menggonta ganti channel TV.

“Hyung~ mworago ha neun geoya?”. Balas Taemin sambil melemparkan bantal ke arah Jinki, sedangkan Jinki hanya tertawa sambil menangkis bantal itu dan sama halnya dengan Eun Hee yang tersenyum geli melihat tingkat laku kakak beradik itu.

“Ah! Geunde, Uri odiga noona? Kau ingin aku temani shopping?”. Tanya Taemin pada Eun Hee.

“Ani, aku ingin nonton film denganmu. Ada film baru yang bagus. Kau mau kan?”.

“Aku tidak mungkin menolak permintaan gadisku. Kaja”. Ucap Taemin tersenyum sambil meraih tangan Eun Hee lalu menuntunnya.

“Oppa, kami pergi dulu”.

“Ah, geure? Josimhae..”. Jawab Jinki dengan nada lembut.

Sesaat setelah Taemin dan Eun Hee pergi, Jinki terdiam sendiri di ruang santai. Terlihat ekspressi lesu dan sedih di wajah tampan Jinki.

“Eun Hee.. apa kau tau bahwa sebenarnya aku juga mencintaimu? Aku sangat mencintaimu.. Kau seperti cahaya matahari pagi bagiku, mungkin ini agak kekanak – kanakan tapi aku suka itu..”.

***

Di sebuah studio musik pribadi milik penyanyi solo muda tampan dengan suaranya yang sangat merdu dan indah, ditambah dengan bentuk badannya yang sexy membuatnya nampak makin sempurna dan membuat para yeoja menggilainya, tak terkecuali Hyorin.

“Oppa.. Jarhanta~”. Ucap seorang yeoja cantik dengan tubuh proposionalnya yang sejak tadi melihat Jonghyun bermain piano dan menyanyikan lagu Nothing Better dari Brown Eyed Soul dengan sangat indah dan menyentuh.

“O! Hyorin’a~ sejak kapan kau ada disini, aku bahkan tidak menyadarinya. Hahahaha”. Ucap Jonghyun ceria.

“Ya! Oppa, hanya itu yang kau ucapkan setelah 1tahun aku baru bisa pulang kesini dari Inggris karena harus menyelesaikan studiku? Aku kecewa”. Ucap yeoja itu memasang wajah cemberut.

“Kau makin cantik jika sedang marah Hyorin, membuatku tergoda. Hahahahaha”.

“Oppa!”.

“Arasseo, arasseo.. Bogosipda Hyorin’a~”. Ucap Jonghyun ceria sembari memeluk dengan lembut tubuh Hyorin.

Hyorin membalas pelukan Jonghyun. Nampak Hyorin begitu menikmati pelukan hangat Jonghyun, diakuinya bahwa ia pun juga sangat merindukan namja yang sudah lama ia cintai itu namun sampai saat ini Hyorin belum pernah berani mengungkapkannya langsung pada Jonghyun. Ia takut kareana jika ia menyatakan perasaannya pada Jonghyun, Jonghyun akan menjauhinya. Selain itu karena Jonghyun adalah seorang penyanyi muda tampan yang sangat di gilai oleh para penggemar fanatiknya.

“Oppa, aku tidak akan perduli hari ini kau punya jadwal apapun. Karena aku baru saja kembali, maka kau harus menemaniku jalan – jalan sepuasku. Aku ingin kembali merasakan berkencan dengan namja tampan yang romantis, hehehe”. Ucap Hyorin manja.

“Hari ini aku hanya ada acara fan sign selama satu jam di sebuah pusat perbelanjaan. Kau bisa bersabar kan, satu jam saja. Setelah acara itu selesai, aku menjadi milikmu. Bagaimana?”. Jawab Jonghyun sambil mengedipkan matanya yang sexy.

“Hmmm.. geure. Aku akan menunggumu oppa, tapi benar hanya satu jam kan?”. Ucap Hyorin sambil memberikan tatapan penuh pada Jonghyun.

“Ne, tuan putri. Satu Jam dari sekarang aku akan datang menjemputmu disini. Sekarang aku pergi dulu ya”. Jawab Jonghyun tersenyum sambil mengelus pipi Hyorin dan kemudian berjalan pergi meninggalkan Hyorin.

“Oppa! Jamkanman..!”.

“Oh, wae?”. Jonghyun pun memutar badannya dan kembali melihat ke arah Hyorin.

Hyorin tiba – tiba berlari kecil ke arah Jonghyun dan dengan spontan mengecup manis pipi Jonghyun. Hal itu sontak membuat Jonghyun terkejut.

“Mi, mianhae oppa.. aku, aku hanya..”.

“Arasseo, gwaenchanha. Na Ganta”. Jawab Jonghyun sambil memberikan senyuman tulus mautnya pada Hyorin.

Jonghyun pun berlalu dan langsung masuk ke dalam mobil yang siap meluncur. Manajernya pun juga sudah terlebih dahulu ada di dalam mobil sedan mewah yang akan membawa Jonghyun ke acara Fan Sign.

“Kau harus mengungkapkannya Hyorin. Kau harus mengatakan padanya, sebelum semuanya terlambat dan membuatmu menyesal hingga menderita karena sedih yang berkepanjangan”. Ucap Hyorin dalam hati sambil menatap mobil Jonghyun berlalu dari jauh.

“Krriiiiiiiiiiiiiiinnggggg…!!!!”.

Ponsel Hyorin berbunyi dan sontak memecah keheningan di studio musik itu.

“Yoboseyo.. Ne minho’ya..?”.

“Hyorinaaaaaaa..!!!! Kau sudah pulang chingu..? Ya! Kenapa kau tidak memberitahuku, aku kan bisa menjemputmu”. Ucap minho dengan girang.

“Mian Minho’ya.. Aku memang belum sempat memberitahumu kalau aku sudah kembali”.

“Geurom, neo jigeum odiya?”.

“Oh? Na? Aku sedang di studio music Jonghyun Oppa. Aku sedang menunggunya disini”.

“Menunggu?”.

“Sebelumnya tadi aku sudah sempat bertemu, tapi dia bilang ada acara Fans Sign sebentar. Setelah acara itu selesai dia akan kembali kemari dan kami akan jalan – jalan”.

“Ah, jinjja? Aku harap semoga dia benar – benar kembali dengan cepat”.

“Minho’ya~”.

“Jonghyun Hyung, dia sekarang sudah menjadi penyanyi tenar. Banyak jadwal – jadwal tak terduga yang berubah – rubah. Aku harap dia tidak akan membuatmu menunggu lama”.

“Dia sudah bilang akan kembali dalam satu jam”.

“Baiklah, kalau kau memerlukan sesuatu atau dia tidak kembali dalam satu jam telpon aku. Aku akan kesana menjemputmu”. Ucap Minho ramah.

“Ne, gomawo nae chingu”. Balas Hyorin lembut dan kemudian mengakhiri pembicaraan mereka.

“Film tadi benar – benar bagus Noona”. Ucap Taemin dengan ekspresi senang di wajahnya.

“Kalau kau sedang senang seperti ini kau benar – benar terlihat seimbang dengan usiamu Taemin”. Ucap Eun Hee tertawa kecil sambil mencubit wajah imut Taemin.

“Hey, kau meragukanku noona?”. Bisik Taemin dengan nada nakal.

“Apa maksudmu?”.

Taemin hanya tersenyum nakal menatap Eun Hee dan langsung menggendong Eun Hee ala bridal.

“Ya! Taemin’a~ mwohaneun goya?”.

“Kau akan tahu nanti noona”. Jawab Taemin nakal.

Mereka pun akhirnya masuk ke kamar Taemin yang besar itu. Taemin langsung merebahkan Eun Hee ke kasurnya yang empuk, setelah itu Taemin mendekap Eun Hee dengan berada tepat di atas tubuh Eun Hee yang terbaring.

“Taemin’a, apa yang kau lakukan?”. Tanya Eun Hee gugup.

“Jangan gugup noona, aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu. Tapi, biarkan aku melumat bibir kecilmu yang indah ini sebentar saja”. Bisik Taemin nakal sambil menyentuh bibir Eun Hee dengan jari telunjuknya.

“Mwo?! Taemin’a~”. Belum sempat Eun Hee menyelesaikan kalimatnya, bibir Taemin langsung mengunci bibir Eun Hee hingga ia tidak dapat menyambung perkataannya. Taemin melumat dengan lembut bibir Eun Hee, dan Taemin juga terlihat sangat menikmatinya. Dengan lembut ia terus melumat bibir Eun Hee, dan Eun Hee pun mulai terhanyut. Perlahan mereka berdua terlihat saling menikmati, dan Taemin mulai membuka jaket yang masih di pakainya tanpa berhenti melumat bibir Eun Hee kemudian kembali mendekap Eun Hee erat dengan hangat. Tanpa disadari tangan Taemin telah membuka satu persatu kancing baju Eun Hee hingga sampai bagian dada. Menyadari hal itu Eun Hee langsung mendorong Taemin.

“Anya Taemin’a”.

“Maafkan aku noona, tadi aku sedikit kehilangan kendali”.

“Aku mau pulang”. Jawab Eun Hee singkat dan langsung beranjak dari tempat tidur sambil memasang kembali kancing bajunya.

“Noona, Nan neol jeongmal saranghae.. Kau harus yakin akan hal ini, dan aku bersumpah aku tidak akan melepaskanmu. Sampai kau sah menjadi milikku, dan tidak ada lagi larangan untukku membuatmu menjadi gadisku seutuhnya”. Ucap Taemin lembut sambil memeluk Eun Hee dari belakang. Mendengar itu Eun Hee pun langsung membalikkan badannya.

“Taemin’a, na do saranghae.. Sesungguhnya aku sangat menggilaimu dan juga sangat ingin melakukan itu, tapi setelah kita memiliki status sebagai suami – istri. Aku mau pulang”. Ucap Eun Hee sambil mengelus pipi Taemin.

“Arasseo, aku akan mengantarmu. Tapi dengan satu ciuman singkat ini”. Ucap Taemin yang langsung menyambar bibir Eun Hee.

“Ehhmm! Taemin, kau ini”. Ucap Eun Hee setelah melepaskan kecupan Taemin dan tersipu.

“Aku menggilaimu lebih dari yang kau kira noona. Hehehe”.

***

08.35pm..

“Jonghyun Oppa, neo jeongmal ppabo’a!!! Kau bilang aku hanya akan menunggumu selama 1jam, tapi pada kenyataannya kau tidak kembali juga sampai sekarang..! Lihat saja, kalau kau datang aku pasti akan menghabisimu oppa..!!!”. Teriak Hyorin dengan kesal yang sampai sekarang masih berada di studio musik pribadi Jonghyun.

Suara teriakan Hyorin pun menggema di studio musik yang besar nan megah itu. Karena kesal dan bosan Hyorin pun memainkan dengan asal piano klasik berwarna putih yang sering dimainkan Jonghyun untuk menciptakan lagu – lagunya.

“Setahuku kau sangat piawai memainkan piano Hyorin”. Ucap seorang namja dengan nada lembut.

“Oppa!!! Darimana saja kau..?! Kau bilang hanya 1jam kan? Aku mencoba menelponmu tapi tidak kau angkat, aku mengirimimu sms tidak kau balas. Apa kau tidak tahu betapa aku mengkhawatirkanmu?!”. Ucap Hyorin marah – marah begitu ia membalikkan badannya ke arah Jonghyun.

“Jeongmal mianhae Hyorin’a.. Sebenarnya hari ini jadwalku memang hanya fans Sign selama 1jam. Tapi tiba – tiba jadwal pemotretan untuk cover album baruku dimajukan ke hari ini agar aku bisa break total besok. Kau mau memaafkan aku kan?”. Jelas Jonghyun dengan sabar sambil mendekati Hyorin yang masih duduk di bangku piano klasik itu.

“Setidaknya kau menghubungiku oppa..! Tidak semudah itu kau bisa mendapat kata maaf dariku”. Ucap Hyorin sambil memalingkan wajahnya dengan cemberut.

“Hyorin’a, aku..”
“Oppa, saranghanta”.

“Mwo? Hyorin’a..”

“Saranghandago. Aku sudah lama menyukaimu oppa..! Selama ini aku selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa aku mencintaimu, tapi kau bahkan tidak melihatku sebagai wanita. Kau memperlakukanku seperti aku ini hanyalah seorang adik kecil dimatamu. Kau..”

Belum selesai Hyorin mengatakan kalimatnya, tiba – tiba Jonghyun langsung menarik tubuh Hyorin dan menahannya ke dinding. Spontan setelah itu Jonghyun langsung mendaratkan ciumannya ke bibir manis Hyorin. Jonghyun tanpa ragu melumat bibir Hyorin, sedangkan Hyorin yang terkejut mencoba untuk mendorong Jonghyun yang tiba – tiba menciumnya namun tidak berdaya karena dekapan Jonghyun yang terlalu kuat dan erat padanya. Hyorin memukul – mukul dada Jonghyun yang bidang itu namun tidak di gubris Jonghyun, Jonghyun tetap menikmati setiap serangan lumatan bibirnya ke bibir Hyorin. Sesaat kemudian Jonghyun pun melepaskan lumatannya dan sedikit bernafas dengan terengah – engah begitu pula dengan Hyorin yang masih syok.

“Sekarang kau sudah mengerti perasaanku terhadapmu kan, Hyorin?”.

“Oppa..”

“Akupun sebenarnya juga mencintaimu. Aku memandangmu sebagai seorang wanita, wanita yang bahkan membuatku gila. Sampai terpikir olehku untuk melakukan itu namun aku menahan diriku karena aku terlalu mencintaimu, aku tidak ingin melakukannya sebelum kau memiliki status sebagai Nyonya Jonghyun”.

“Oppa..”

“Aku 1000x lipat lebih menggilaimu dan sangat mencintaimu dibandingkan dengan perasaanmu padaku”.

“Kalau kau memang menyukaiku, kenapa kau tidak pernah mengatakannya dari dulu? Kenapa kau membuatku sedih selama ini karena berpikiran kau tidak pernah menyukaiku?”.

“Geuge, Minho ttaemune.. Aku dulu berpikir bahwa namja yang kau suka adalah Minho. Tapi sejak Minho bercerita padaku bahwa kalian hanyalah sahabat dari kecil, aku merasa menyesal karena membiarkanmu ke Inggris dan berada jauh dariku.”

“Oppa..”

“Saranghae Hyorin’a~”. Ucap Jonghyun yang meraih tubuh Hyorin masuk ke pelukannya yang begitu hangat. Jonghyun mengelus rambut panjang indah Hyorin dan sesekali mengecup lembut leher Hyorin. Hyorin hanya bisa menangis terharu sambil terus berada di dekapan Jonghyun seakan ia memberi isyarat agar Jonghyun tidak melepaskan dekapannya.

“Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu lagi jauh dariku Hyorin”. Ucap Jonghyun yang melepaskan pelukannya dan memandang wajah Hyorin sambil tersenyum.

“Oppa, apa hubungan kita ini tidak akan berpengaruh dengan karirmu?”.

“Karir? Memangnya kenapa kalau aku memiliki kekasih? Kau takut fans – fansku akan membenciku?”. Tanya Jonghyun tersenyum geli.

“Ani.. bukan begitu.. geunde..”.

“Tidak usah khawatir, mereka tidak akan cemburu dengan gadis jelek. Hahahaha”. Goda Jonghyun.

“Oppa~! Apa aku ini benar – benar tidak terlihat cantik untukmu?”. Tanya Hyorin dengan raut wajah kecewa.

“Hanya orang bodoh yang mengatakan kau bukan wanita cantik Hyorin. Bagiku kau lebih dari sekedar cantik. Kau satu – satunya yeoja yang mampu membuat aku tidak melihat yang lain sebagai yeoja selain dirimu”. Ucap Jonghyun tersenyum lembut dan mengelus kepala Hyorin.

“Oh! Camkan, tadi kau bilang besok kau tidak ada jadwal kan oppa?”. Tiba – tiba Hyorin teringat kalimat yang diawal pembicaraan mereka tadi.

“Ne, majayo. Wae?”.

“Wae mwol~? Artinya besok kau harus mengajakku berkencan oppa”. Ucap Hyorin sedikit manja.

“Berkencan? Ide bagus, tapi sebelum kita berkencan kau mau menolongku melakukan sesuatu?”. Tanya Jonghyun sambil memasang ekspresi wajah menandakan aka nada hal besar yang akan dilakukannya dengan Hyorin.

-To Be Continued-

<NEXT WEEK>

I Just Love You (Part 2) Preview:

“Minhoyaaaaaaaaaaaaaa..!!!! Minhoyaaaaaa..!!! Ya! Choi Minho..! Ppalli ireona..!”.

“Mwoya..?! Pagi – pagi kau sudah berisik saja Kiboom..!”

“Ppalli..! Kau harus melihat berita infotainment pagi ini..!”. “Kau akan menyesal jika tidak menontonnya. Sekarang sedang siaran life tentang pers conference Jonghyun Hyung tentang pernyataannya telah memiliki kekasih..!”.

“Mworago..?!”

8 thoughts on “I Just Love You [내가 사랑했단 걸] (Part 1)

  1. omo…… LOL i’m laughing by my self, ooh taemin you’re such a naughty boy how could you wanted to do “it” with your noona? you can’t lose your control with your noona. I ship taemin with Eun hee, authornim please update soon i love your story FIGHTING 😀

  2. Eommaaa, penasaraaaaannn banget akuuu 😥 cepet2 dong post part 2nya 😥 ko minho skit hati nnti dy breng aku aja sini….
    Kyknya ini ceritanya cinta bertepuk sblh tngan ya? Hehehehe
    Eomma jebaalllll paallllliiiii 😥 aku penasaran ama cerita slnjutnya 😥
    Sumpah part 1nya aja bikin aku merinding nangis dll… Daeeebbbaaakkk !! Aku bingung mau komen apa lagi pokoknya daebak 😥

    Jgn pa cepet2 post part 2nya ya 😦

    Ama lanjutan in my room hihihi

  3. Iya aku sabar dan tetap tgu hehehe, kabar2 ya eomma klo uda d post ;;) kyknya keren ni ceritanya hehehe

    Jgn lpa juga ya in my room lanjutannya… Gk usah cpet2 tpi d usahain aja eomma…
    Saranghaeyo :* hwaiting eomoni :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s