You Guys are Too Hard to Reach. (Based on True Story)

741832711

Title: You Guys are Too Hard to Reach

Cast:

SHINee All Member

Reika a.k.a Ika (Original Character)

Aisyah (Original Character)

Dewi (Original Character)

Genre: Sweet, Sad, Romantic, and whatever it says

Rating: (G) – General

Created By: Ayin Perdana

____________________________________________________________________

Actually, this is my 3rd fan fiction, but I wanna post this fan fiction first. ahahahaha. enjoy Guys ^^

“Saat ini aku dan kalian berpijak dalam satu negara yang sama, tetapi aku bahkan tidak bisa melihat kalian secara langsung dengan kedua mataku walau hanya sedetik”.

Reika P.O.V

“Reikaaaaaaa~ cepat berangkat! katanya ada kuliah jam pagi, ini sudah jam delapan kurang lima belas menit”. Teriak ibuku dari luar kamar.

“Iya maaaah~~ bentar lagi masang kaos kaki”. Sahutku. Hari itu aku tengah bersiap menjalani rutinitasku seperti biasanya, mengenyam pendidikan di salah satu universitas besar di ibukota Kalimantan Selatan tepatnya Banjarmasin. Dengan penuh rasa semangat dalam diriku, akupun memulai pagiku dengan dengan berangkat ke kampus. “Kuliah pagi, hwaiting!” ucapku dalam hati, akupun keluar kamar dengan menggendong ransel dan memegang handuk mandiku di tangan sebelah kanan.

“Mamaaah~~ Reika berangkat sekarang~!”. Sahutku sesaat setelah menjemur handukku yang masih basah di pelataran belakang rumah.

“Minum teh hangatnya dulu Ka~ sudah mamah siapkan ada di atas meja makan”. Sahut ibuku dari dalam kamar mandi. “Iya mah, sudah Reika minum kok. Reika berangkat ya~ Assalamu alaikum~!”. Ucapku seraya berlari mengambil kunci motorku yang tergeletak di atas meja tamu, memasang helm dengan secepat kilat, dan mengambil sepatu di rak depan pintu rumah.

“Iya~ hati – hati nak~!”. Ibuku memang tidak bisa menjawab salamku, karena dia sedang dalam kamar mandi.

Aku menekan starter motorku dan langsung meluncur, yang ada dalam benakku saat ini adalah tiba di kampus dengan segera dan masuk ke ruang kelas dengan keadaan tidak terlambat.

“Hai Ika~”. Begitulah teman – teman biasa memanggilku. Sejak aku masih di Taman Kanak – Kanak aku memang kerap disapa dengan nama Ika. Nama itu diciptakan oleh sahabat laki – lakiku, alasannya sangat simple “Gue tuh jadi keliatan gak keren kalo harus manggil loe Reika, soalnya gue gak sampe nyebut huruf “R” so, mulai detik ini nama loe Ika”. That’s really absurd, tapi tak apalah, aku tidak terlalu memperdulikan bagaimana teman – teman memanggilku. Selama itu masih dalam tahap wajar, that’s okay.

Hai~”. Sahutku tersenyum.

“Ikaaa~~ kamu nonton Mubank (Music Bank) tanggal 9 Maret ntar gak? Ada SHINee loh, kamu suka banget SHINee kan? Kapan lagi kamu bisa liat Minho sama Jonghyun secara langsung”. Seorang sahabatku Aisyah yang berparas cantik langsung menanyakan hal yang sebenarnya sangat aku inginkan.

Ya, aku sangat ingin menonton Mubank. Betapa tidak, sudah lama aku menunggu agar Mubank di adakan di Indonesia. Memang Mubank itu tidak sebesar konser – konser K-Pop pada umumnya, kalau disamakan dengan acara musik di Indonesia kurang lebih hanya seperti acara Musik Dahsyat hari Minggu atau Inbox.

“Iya, ada Mubank bulan Maret ini. Insya Allah, aku sudah cerita sama papa dan mamaku. Katanya liat keadaan dulu, soalnya Mubank itu baru terselenggara tepat satu minggu setelah aku pulang dari umroh. Aku berencana kalau memang schedulenya sesuai, aku stay langsung aja di Jakarta sampai tanggal Mubank itu”. Jelasku dan seraya duduk disampingnya.

“Nonton yuk ka~ aku nonton loh, biar kita bareng”. Ucapnya antusias, dia bahkan memberiku senyuman manis dari wajah cantiknya.

“Hehehe.. iya. Do’akan saja semoga semua sesuai planning”. Sahutku dan memberikannya senyuman juga.

“Huuufft!!!”. Aku menghempaskan tubuhku ke kasur. Kulihat jam yang tertempel di dinding kamar menunjukkan pukul 02.00pm. Ya, hari ini hanya ada satu mata kuliah saja. Aku memang tidak banyak mengambil mata kuliah karena sudah menempati semester enam. Hanya tinggal beberapa mata kuliah wajib saja yang perlu ku ambil, sisanya mata kuliah pilihan. Aku lalu meraih Mp3 player yang sengaja ku letakkan di atas kasur. Setelah menyalakannya dan memasang heardset di telingaku, terdengar lagu SHINee – Always There (늘 그 자리에) atau yang lebih di kenal dengan Honesty terdengar. Aku pun akhirnya terlarut tidur.

Terdengar suara pagar rumahku bergeser saat aku baru saja selesai mandi, rupanya ibuku sudah pulang dari bekerja. Ibuku lalu memarkir mobilnya di depan halaman dan menutup pagar rumah kembali.

“Ikaa~~ tolong bantu bawakan belanjaan mamah dong sayang”. Ucap ibuku yang duduk di lantai teras melepas hellsnya.

“Iya mah~”. Sahutku sambil mengeringkan rambut panjangku dengan handuk.

“Tadi mamah waktu pulang kerja mampir dulu ke mall, mamah beli beberapa pakaian buat kita pake umroh”. Ibuku lalu meletakkan hellsnya di rak sepatu.

“Mamah ke mall sendiri?”. Tanyaku yang membawa belanjaan ke dalam rumah dan meletakkannya di ruang tengah rumahku.

“Gak, mamah tadi sama tante Herly. Itu mamah bawakan KFC buat makan malam kamu, dimakan sekarang aja ka. Sekarang kan masih sore, kalo kamu makannya ntar malam takut badan kamu gemuk. Ingat harus jaga badan”. Tutur ibuku sambil masuk ke kamarnya.

Ibuku memang sangat menjaga dengan bentuk badanku agar selalu proporsional. Entah apa alasannya tetapi ibuku sangat menyukai tubuhku yang memiliki tinggi badan 170cm dengan berat badan yang seimbang. Katanya karena selain menjadi mahasiswi aku adalah seorang host yang harus selalu menjaga tubuhku agar terlihat proporsional ketika sedang membawakan sebuah acara dan bla bla bla.

“Iya mah, makasih ya”. Aku pun menyalin makanan itu ke piring dan membawanya ke depan tv.

Aku sangat suka makan di depan tv, aku lalu mengambil remote dan langsung mengganti channelnya ke KBS World. Sore ini ada Live Music Bank, dan di Music Bank kali ini ada SHINee Comeback Stage untuk Album ketiga mereka yang bertajuk “DREAM GIRL”. Aku sudah mendownload semua lagu SHINee yang ada di part 1 album ketiga mereka, aku bahkan sudah mengorder Albumnya yang Part 1 “The Misconceptions of You” jauh sebelum open PO.

“Ooo.. jadi ini yang namanya Music Bank, acara musik yang pengen Reika tonton itu?”. Sahut ibuku yang duduk santai di sampingku.

“Iya mah, Reika mau nonton ini”. Jawabku singkat.

“Habis kita umroh kan itu? Ya, kalo memang kayak gitu Insya Allah boleh. Kamu numpang sama Om Iqbal aja kalo gitu disana nanti”. Ucap ibuku. “Mau nonton boyband yang mana sih Ka? Yang lagi tampil ini?”. Tanya ibuku lagi.

“Bukan, Reika mau nonton SHINee”. Jawabku seraya menyuap makanan yang ada di hadapanku.

“O iya iya, yang lagunya sering kamu putar di kamar itu kan? Kayak gimana lagunya, eehhmm “Noona neomu yeppeo~” itu kan?”. Bahkan ibuku sampai ingat sebait lirik dari lagu SHINee karena seringnya aku memutar lagu debut mereka itu. Daebak.

“Ahahahaha, ne majayo”. Jawabku menggunakan bahasa Korea.

Aku belajar bahasa Korea secara otodidak, aku mempelajarinya bukan karena SHINee tapi karena diriku sendiri yang memang suka mempelajari bahasa asing. Dan sekarang aku juga merupakan salah satu student di Pusat pembelajaran bahasa korea di universitasku.

“Assalamu Alaikum, papah pulang~~”. Ayahku membuka pintu rumah dan membawa tas laptop di tangan kanannya. “Eh, tadi papah dapat telpon dari travel kita yang untuk umroh itu. Katanya jadwal umroh kita di undur ke pertengahan bulan Maret, katanya jadi tanggal 26”. Ucap ayahku dengan santai dan meletakkan tas laptopnya di atas meja kerja di kamar.

“WHAT?! Seriusan nih pah?!”. Ucapku bersamaan dengan berakhirnya lagu Dream Girl di nyanyikan SHINee di KBS Music Bank yang ku tonton.

“Iya Ka, jadi kayaknya kamu gak jadi papah izinkan nonton apa itu namanya, Mubank. Soalnya kan itu sebelum umroh bukan setelah umroh. Kamu mending jaga kondisi untuk umroh aja, jadi jangan nonton – nonton konser atau semacamnya dulu. Gak papa yah nak”. Ucap ayahku yang menepuk ringan puncak kepalaku.

Mendengar itu aku hanya bisa terdiam dan pasrah. “Iya, gak papa”. Ucapku datar. Tidak ada kalimat lain yang bisa aku ucapkan selain kalimat itu.

Dengan perasaan yang sedih aku masuk ke kamar dan menyalakan laptopku. Aku bermaksud mencoba menghibur diri sendiri dengan online sebentar, tapi ternyata saat aku membuka timeline akun twitterku malah banyak ku temukan berbagai berita update tentang Mubank. Dan itu membuatku semakin sedih dan menghela nafas.

Pikiranku beralih pada blog. Aku membuka blog pribadinya Jonghyun dan tanpa sadar menulis uneg – unegku disana. “Oppa, You just So Hard to Reach”.

***

Author P.O.V

Seoul, Korea Selatan 06.00am KST.

“Aigoo~~ Hyung, aku masih sangat mengantuk~~ gendong aku hyung~”. Ucap Taemin manja pada Minho.

“Dongsaeng’a~~ berapa umurmu sekarang? Ayo semangat, kita harus ke MBC sekarang. Kita ada persiapan untuk MBC Music Core nanti sore”. Minho menarik kedua tangan Taemin dan membuatnya duduk di atas kasurnya.

“Ya~~ apa hubungannya mengantuk dengan usia Minho~? Aku juga masih sangat mengantuk~ Huhuu~~ nan michin geot gathe~~”. Keluh Jonghyun yang menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Ayolah hyung~ dimana semangat pagimu? Padahal hyung selalu bangun paling pagi diantara kita berlima. Cepat bantu aku membangunkan Onew Hyung, aku tidak bisa meminta Kiboom membangunkan Onew Hyung karena dia langsung berlari ke kamar mandi sesaat setelah dia bangun”. Minho menarik selimut Jonghyun sehingga wajah Jonghyun kini terlihat.

“Aigoo~ kenapa kau melakukan ini padaku Minho’ya~ hiks”. Jonghyun menampakkan sifat kekanak – kanakannya. “Inilah salah satu yang menjadi inspirasiku menciptakan lagu 늘 그 자리에. Shawol, saranghae~”. Jonghyun berjalan sempoyongan lalu berbaring lagi di samping Onew dan spontan membuat Onew terbangun.

“Jjong, kenapa kau malah pindah kesini? Pergi sana”. Ucap Onew seraya mendorong tubuh Jonghyun yang kekar.

“Hyung~~ aku masih mengantuk. Ayo kita tidur lagi~”. Jonghyun masih sempat melakukan aegyo dengan cara memeluk Onew. “Ne, arasseo”. Onew malah membalas memeluk Jonghyun.

“Ya~!!! Mwohaneun geoya~?? Ireona~~ ppalli!!!”. Minho langsung mengibas – ngibaskan selimut Onew dan menggoyangkan tubuh Jonghyun.

“Minho Ssi~~ ijinkan aku tidur sebentar lagi, o?”. Jonghyun mencoba merayu Minho dengan melakukan aegyo berbicara menggunakan logat wanita yang manja namun gagal. “Anya. Neo cigeum ppalli ireona”. Ucap Minho tegas. “Ne~. Mian~~”. Ucap Jonghyun memasang wajah polosnya yang di imut – imutkan di susul dengan Onew yang bangun dengan mempertahakan wajah coolnya.

“Areumdawo~~”. Nada tinggi suara Jonghyun terdengar begitu indah di bait terakhir lagu SHINee – Beautiful. Mereka sedang melakukan check sound untuk MBC Music Core nanti sore.

Setelah check sound selesai, mereka berlima kembali ke ruangan mereka yang berada di backstage dan menghempaskan tubuh mereka masing – masing ke kursi.

“Sedang apa hyung?”. Tanya Taemin yang melihat Jonghyun sedang mengutak – atik tablet Minho.

“Ani, hanya melihat – lihat blog pribadiku saja. Aku suka membaca komentar – komentar yang kirim oleh para shawol untukku. Ingin sekali membalas semua komentar mereka andai aku bisa, sayangnya karena jadwal kita yang terlalu padat membuatku tidak bisa membalas semua komentar mereka, bahkan untuk bernafas saja sulit”. Jonghyun mulai mengeluarkan kata kiasannya.

“Ne, majayo”. Celetuk Minho yang tiarap di susunan kursi.

“Jamkanman”. Pandangan Jonghyun terhenti pada salah satu komentar yang dikirimkan dari salah satu Shawol di seluruh dunia.

“Wae wae wae, ada apa hyung?”. Tanya Taemin yang langsung meraih kursi yang ada didekatnya lalu duduk di samping Jonghyun.

“Ada komentar yang lumayan panjang dan ini sangat membuatku tersentuh. Dia shawol dari Indonesia”. Sahut Jonghyun antusias sambil menunjuk layar tab yang dipegangnya.

“Apa katanya Hyung? Bacakan”. Ucap Minho yang daritadi mendengarkan celotehan Jonghyun. “Iya, sepertinya menarik”. Timpal Key. “Ne, aku juga mau dengar”. Sahut Onew yang selesai minum.

“Geure, aku bacakan untuk kalian”. Jonghyun pun membenarkan posisi duduknya dan mulai membaca komentar dari Shawol yang beruntung itu.

“Annyeonghaseyo Jonghyun Oppa~ Reika yeyo. Nan Indonesia eseo SHINee fan eui yeyo. Oppa~ aku sangat sangat senang saat tahu SHINee akan menjadi salah satu bintang tamu Music Bank yang akan di adakan di Jakarta bulan Maret ini. Aku bermaksud untuk nonton, izin orang tua juga sudah ku pegang, aku merasa dewi fortuna berpihak padaku kali ini. Tapi, sebuah kabar mengejutkan hadir dan itu membuatku membatalkan keinginanku untuk menonton kalian di acara Music Bank. Jadwal keberangkatanku untuk menunaikan ibadah mundur dari jadwal yang seharusnya sehingga tidak mungkin untukku menonton kalian secara live. Aku sangat sedih, dalam benakku selalu terngiang sebuah kalimat “Aku dan SHINee, saat ini tanggal 9 Maret 2013 berpijak dalam satu negara yang sama, tetapi aku bahkan tidak bisa melihatnya secara langsung dengan kedua mataku walau hanya sedetik”. Kalimat itu membuatku gila, ingin sekali rasanya aku marah. Nan oppa jeongmal bogosipheoseo, geurigo Minho Oppa, Onew Oppa, Key Oppa, Taemin Dongsaeng, tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain padaku. Aku menyukai kalian karena kalian adalah kalian. Aku menyukai Jonghyun Oppa karena suaramu yang sangat indah dan dapat membuat pikiranku menjadi tenang, hatimu yang lembut dan romantis. Aku menyukai Minho Oppa juga karena keahlian rap nya yang luar biasa dan sifatnya yang kebapakan, Aku menyukai Onew Oppa karena suaranya yang begitu lembut saat bernyanyi. Aku menyukai Key Oppa karena suaranya yang unik, penampilannya yang menarik. Dan aku menyukai Taemin karena tingkahnya yang selalu membuatku ceria di setiap kali aku melihatnya dari pesawat televisi. Aku sangat ingin melihat kalian bernyanyi secara langsung, karena itu membuatku merasa seakan kalian bernyanyi khusus untukku. Tapi ternyata dewi fortuna tidak sepenuhnya berpihak padaku, dan aku hanya bisa pasrah. Oppa, why you’re so hard to reach? Sekarang aku hanya bisa berdo’a, suatu saat aku benar – benar bisa bertemu dengan kalian. Tidak hanya sekedar menontonmu dari tribun tapi juga bercengkrama dengan kalian. Mungkin ini agak berlebihan, tapi aku masih percaya dengan kalimat “Nothing is impossible if you just believe”. Oppa, maaf kalau komentarku di blogmu agak sedikit panjang, aku hanya ingin membagikan sedikit rasaku dengan oppa. Terima kasih telah meluangkan waktu oppa untuk membaca komentarku ini. Annyeong~”.

“Daebak”. Ucap Taemin setelah mendengar Jonghyun membaca komentar dari Reika.

“Ne, Majayo”. Timpal Onew memasang ekspresi yang hangat dan tersenyum. “Ne, aku sangat memahami perasaan sedihnya”. Sahut Key.

“Geu nyeoneun yeppeo”. Ucap Jonghyun dan Minho bersamaan. “Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghiburnya?”. Tiba – tiba Minho melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat mereka semua berpikir.

“Ayo kita balas komentarnya dengan membuat sebuah video singkat. Laptop laptop~”. Jonghyun langsung berdiri dan mengambil laptop dari dalam tasnya.

“Video yang bagaimana?”. Tanya onew yang duduk disebelah Minho.

“Kita menjawab pesannya lewat video. Kita bicara langsung saja. ayo semua berkumpul denganku, kita buat videonya sekarang”. Jonghyun langsung menyalakan webcam laptopnya.

“Jonghyun Hyung, kau benar – benar pria romantis”. Minho memasang ekspresi kagum diwajah tampannya.

“Jamkanmanyo, siapa yang akan memulai start bicara hyung?”. Tanya Taemin yang berlari kecil mendekati Jonghyun disusul dengan member lainnya. “Biar aku yang melakukannya, dia kan mengirim pesannya ke blogku”. Sahut Jonghyun singkat.

“Jak! Junbi~ Sijak!”. Jonghyun menekan tombol enter di laptop keyboardnya.

“Annyeong Reika Ssi~ Jonghyun Oppa Yeyo”. “Minho Oppa yeyo”. “Onew Oppa yeyo”. “Key Oppa Yeyo”. “Annyeong Reika Noona, Taeminie yeyo”.

“Kami sudah membaca komentar yang kau kirim di blog Oppa. Oppa sangat tersentuh dengan pesanmu, karena itu oppa mengajak SHINee deul untuk membuat video ini khusus untuk membalas pesanmu. Oppa juga sedih saat membaca pesanmu. Di pesan itu kau bercerita betapa inginnya kau melihat kami bernyanyi live, oppa merasa terharu. Oppa jadi teringat saat dulu oppa dan member SHINee lainnya sebelum menjadi seperti sekarang ini. Oppa sangat bersyukur memiliki shawol yang begitu mencintai oppa, termasuk kau”. Ucap Jonghyun mengawali pembicaraan.

“Ne Reika. Geureso Reika~ kau konsentrasi saja dengan ibadah yang akan kau lakukan, jaga kesehatanmu agar kau bisa menjalani ibadahmu tanpa hambatan”. Ucap Onew.

“Ne majayo. Ayo kita bertemu jika ada kesempatan itu datang pada kita Reika. Di SHINee World Concert”. Ucap Minho hangat.

“Aku akan memberikan seikat bunga mawar untukmu jika kau terpilih untuk jadi lucky fan di SWC nanti”. Tutur Key sambil tertawa. “Bagaimana kalau dia tidak terpilih?”. Tanya Jonghyun jahil. “Aku tidak akan memberikan bunga itu ke siapapun”. Ucap Key polos dan membuat yang lainnya tertawa.

“Geureso Reika Noona, jangan sedih lagi ya. Saranghae~~”. Taemin melakukan aegyo dengan membentuk hati dengan kedua tangannya.

“Kami akan menyanyikan salah satu lagu baru kami untukmu, semoga ini bisa menjadi obat penawar kekecewaanmu ya”. Ucap Jonghyun ceria.

SHINee menyanyikan lagu baru mereka yang berjudul “I Can’t Leave You”.

“Reika, Saranghae~~”. Ucap SHINee bersamaan mengakhiri video itu dan langsung mengirimkannya pada Reika.

“Aku akan senang jika video kita tadi bisa membuatnya tersenyum”. Ucap Jonghyun yang selesai mengirimkan video itu dan tersenyum hangat.

***

Reika V.O.P

Ingin berteriak, menangis, rasanya semua hal ingin aku lakukan untuk mengekspresikan kebahagiaanku. Tidak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa komentar yang ku posting di blog pribadi Jonghyun mendapat balasan langsung dari mereka. Mereka bahkan membuat video 20 menit 43 detik untukku.

“SHINee deul~ Na do saranghae.. Neol saranghagesseo onje kkaji na”. Ucapku terharu dan mengusap air mataku yang menetes dengan tangan kananku.

“Eonni, gwaenchanha? Kenapa eonni menangis?”. Dewi, dongsaengku di pusat belajar bahasa Korea yang cantik itu menhampiriku yang sedang menangis menatap layar laptop seperti orang bodoh.

“Anya~ eonnin gwaenchanha”. Sahutku tersenyum.

“Kalau eonni gak papa kenapa jadi malah nangis gitu? Nonton drama yah eon?”. Tanyanya lagi dengan polos.

Akupun merangkul bahunya dan tersenyum, “Anya naeui yeppeun dongsaeng. Ini bahkan lebih dari sekedar drama, hanya saja barusan SHINee membuat Eonni percaya bahwa keajaiban itu ada”.

-END-

2 thoughts on “You Guys are Too Hard to Reach. (Based on True Story)

  1. Aiissshhh, aku slh bca ff 😥 huaaa eomma… Ff ini bkin galau 😥 aku gk nnton mubank trus bca ff ini keingat lagi 😥

    Klo aja minho punga blog ato twitter tiap hari pasti uda ada baniri ama komen2 aku hahahaha

    • Yang jadi Reika di FF ini Eomma loh sebenarnya.. hehehehe ^^

      sebenarnya ini kekonyolan eomma ajj sii bikin FF jenis begini, bukan kamu ajj loh yang galau. dongsaengdeul eomma yang liat2 blog eomma waktu di Pusat Studi Korea jg pada galau smw..

      Hehhehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s