The Only One I Love is You.

My first Fan Fiction inspired by SHINee. Hope you Guys Enjoy

Cast:

Minho as Choi Minho

Onew as Lee Jinki

Jonghyun as Kim Jonghyun

Key as Kim Kiboom

Taemin as Lee Taemin

Lee Eun Soo (Original Character)

Genre: Romantic

Length: One Shoot

Rating: (G) – General

Created By: Ayin Perdana

______________________________________________________________________

Kriiiiiing..!!! Alarm berbunyi pertanda pagi menyapa membuat Minho membuka matanya yang besar dengan perlahan. dia langsung mematikan alarmnya dan membuka korden lalu jendela kamar. Dan saat melihat keluar jendela, suasana hening pagi membuatnya tersenyum manis.

“Minhoo..! Palli ireona..! Kau kan ada janji dengan Eun Seo hari ini.” Terdengar suara Se Hee Noona dari luar. “Aku sudah bangun noona. Aku mau mandi” sahut Minho. Dan dari dapur pun Se Hee Noona berbicara perlahan dengan dirinya sendiri “baiklah, aku akan siapkan sarapan.”

“Ingin pergi kemana kau dengan Eun Seo hari ini?” Tanya Se Hee Noona setelah Minho sudah rapi dan tiba di ruang makan. “Aku hanya ingin mengajaknya jalan – jalan. Wae?” jawab Minho santai. “Ya~, hanya itu yang ingin kau lakukan dengannya..? Perlu kau ingat dia itu seorang yeoja. Yeppeo yeoja”.

“Aku tidak pernah mengatakan dia namja, Noona”.  Jawab Minho lagi dengan santai. “Kau ini pura – pura pabo atau benar – benar pabo? Dia sudah lama berteman dgnmu..”. Ucap Se Hee Noona agak kesal. “Lalu? Salahkah jika kami sudah lama berteman?”. Tanya minho cuek. “Ya~, Neo Eun Seo’a Johahae? Kenapa kau tidak nyatakan saja?” Ucap Se Hee Noona yang makin kesal dengan nam dongsaeng satu – satunya itu. “Noona~!” Minho sedikit mengencangkan suaranya.

“Waeire..? Kenapa kau malah berteriak padaku? Tidak usah disembunyikan, aku tau kau menyukainya” ucap Se Hee noona sambil merangkul bahu Minho yang lebih tinggi dari badannya. “Aku belum siap menyatakannya”. Jawab minho singkat. “Kau ini namja yang kata setiap wanita diluar sana sempurna. Kau memiliki wajah tampan, badan yang sangat bagus eehhmm.. apa istilahnya, ah! Sexy, tapi lemah sekali”. Ucap Se Hee noona mengejek minho. “Mworago? Sexy mwoya~?!” Minho terlihat cemberut. “Terserahlah, sekarang cepat habiskan sarapanmu dan pergi. Jgn buat Eun Seo menunggu lama”. Ucap Se Hee noona seraya menunjuk sepiring roti panggang dan segelas susu di meja. “Ne.. Noona”. Jawab Minho.

Minho memencet bel pintu rumah Eun Seo. Pintu pun terbuka dan begitu melihat orang yang membuka pintu, minho langsung menatapnya lembut. “Ya! Minho, kenapa kau lama sekali.. kau terlambat 5detik. Hehe”. Ujar seorang yeoja berparas cantik yang memiliki rambut panjang bergelombang yang indah mencoba meledek minho. Gadis itu adalah Eun Seo. Teman dekat Minho mulai dari mereka masih duduk di bangku Taman kanak – kanak. Minho hanya membalas dengan senyum dan membelai rambut Eun Seo.

“Kau kenapa? Kenapa tiba – tiba kau menatapku begitu?”. Tanya Eun Seo heran. “Eh..? Aah, tidak ada.. hanya saja, neomu yeppeo eun seo’a”. Ucap Minho di iringi dengan senyuman. “mwoya? Tidak usah menggodaku, kaja”. Ajak Eun Seo riang.

Mereka berdua lalu pergi ke taman ria. Terkadang mereka menyinggahi tempat yang menurut mereka bagus dan berphoto. Sudah hampir seharian mereka berjalan – jalan bersama. “Minho, kau lihat itu?” Kata Eun Seo sambil melihat ke arah seberang dari tempat mereka berdiri. “odi? mwo?” Minho lalu melihat – lihat sekitar. “Jeogi~”. Tunjuk Eun Seo. “Ya~, bilang saja kau ingin minta dibelikan eskrim. Dasar anak – anak”. Ucap Minho jahil sambil mencubit pipi Eun Seo. “Ya!”. Eun Seo lalu mengerutkan keningnya. “Hehe, ayo sini”. Minho lalu menuntun Eun Seo dan membelikannya eskrim dengan rasa favoritnya, vanilla.

“Eun Seo, setelah ini ikut aku.”

“Odi?”

“Ikut saja.”

“Aku sudah menghabiskan eskrimku, sekarang kau tadi ingin membawaku kemana?”. Tanya Eun Seo menengadahkan kepalanya ke arah minho yang berdiri di sampingnya. “Ikutlah, kau pasti suka. Ayo” Minho lalu menuntun Eun Seo.

“Minho’a.. haruskah kita berjalan sambil berpegangan tangan begini?”.

“Kenapa? Kau tidak suka?”.

“Ani, keunde..”

“Biarkan seperti ini. Aku suka seperti ini” Ucap Minho sambil memberikan senyumannya pada Eun Seo.

Mereka pun smpai ditempat yang dituju. “Indahnya.. tapi, kenapa kau membawaku ke tepi danau ini?”.

“Aku ingin mengajakmu melihat matahari terbenam”. Jawab Minho lembut.

“Tutup matamu, jangan dibuka sebelum kau mendengar perintah dariku”. Ucap Minho lagi sambil tersenyum hangat pada Eun Seo.

“Eh..?”.

“Lakukan saja..”.

Eun Seo menutup matanya. Beberapa saat kemudian Minho berbisik “sekarang buka”. Pada saat Eun Seo membuka matanya dia langsung terpesona melihat keindahan matahari yang terbenam “indah sekali..”. Ucap Eun Seo yang terpesona dengan keindahan matahari yang terbenam di ujung danau. Sesaat kemudian Minho berkata “Eun Seo, ada yang ingin aku katakan padamu”

“apa itu?”.

“Kita.. berhenti berteman saja”.

“mworago?”. Eun Seo sedikit terkejut dan bingung.

“Kita berhenti berteman saja, karena..” sebelum sempat Minho menyelesaikan kalimatnya, dia terkejut pada saat melihat mata Eun Seo yang sudah berkaca kaca. “Kau kenapa eun seo..?”. Minho langsung kikuk.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu Minho! apa maksudmu dengan membawaku kemari dan mengatakan itu padaku?!”.

“Eun Seo, ani.. maksudku..”.

“Keumanhae. Kau tidak perlu menjelaskan apa – apa. Kalau memang itu yang kau inginkan, tidak apa. Mulai hari ini aku tidak akan mengganggumu lagi”. Eun Seo langsung berlari pergi meninggalkan Minho. “Eun Seo’a..! Tunggu..!”. Minho berusaha menahan Eun Seo namun Eun Seo tidak menghiraukannya.

***

“Aku pulang”. Waktu baru menunjukkan jam 07.30 malam. Suara Minho terdengar sangat datar. “Kenapa jam sgini sudah kembali?”. Se Hee Noona bingung dan bertanya lagi, “Tidak biasanya kau pulang secepat ini. Bukankah kau sangat suka menghabiskan waktu dengan Eun Seo, seakan – akan tidak ada rumah tempat kalian harus kembali”.

“Mungkin hari ini hari terakhirku keluar bersama eun seo, Noona”. Ucap Minho lesu.

“mworago? Ada apa? Kalian bertengkar?” Se Hee noona penasaran.

“Eun Seo salah paham dengan perkataanku. Dan sekarang dia membenciku”. Ucap minho datar seraya duduk di sofa. Minho pun menceritakan semua pada Noona nya itu. Yap, Se Hee Noona adalah satu – satunya Noona Minho tempat Minho berbagi cerita. Apapun itu. Mereka memang hanya tinggal berdua saja sejak Minho masih duduk di bangku SMP karena ayah dan ibunya tinggal di luar negeri untuk pekerjaan.

“Seharusnya kau tidak memulainya dengan berkata seperti itu Minho. Kenapa kau tidak langsung to the point saja?”

“Aku hanya ingin membuatnya menjadi..”

“Menjadi istimewa? Menjadi sesuatu yang tidak terlupakan?  Arasseo~ Noona paham, tapi kau sudah mengenal Eun Seo lama kan? Wanita spt Eun Seo sangat tidak suka basa basi dan..”

“ara! Aku tau tanpa kau harus mnjelaskannya noona.”. Minho langsung mencabut perkataan Noonanya.

“Kau tidak perlu berteriak seperti itu pada Noona-mu Minho”.

“Mianhae, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan Noona. Aku..”

“Arasseo, kau takut kau benar – benar akan kehilangannya”.

Namun tiba – tiba Minho langsung berdiri. “Aku akan ke rumah Eun Seo menjelaskan semuanya”. Minho berjalan cepat mengarah pintu.

“Anya minho”.

“Aku harus noona!”.

“Anirago~ Tidak sekarang, tidak malam ini. Saat ini yang dibutuhkan Eun Seo adalah menenangkan diri di kamarnya. Aku yakin kau sangat mengetahui itu juga kan?”. Ucap Se Hee noona tegas.

Sementara di rumah Eun Seo, Eun Seo mengurung dirinya dikamar dan menangis. Dan pintu kamarnya pun sudah pasti dikuncinya rapat – rapat.

“Eun seo’a~ bisa kau buka pintunya? Sebentar saja..” Jinki Oppa mengetuk pintu kamar Eun Seo dengan perlahan.

Eun Seo tidak menghiraukan permintaan oppanya dan masih menangis.

“Aa~ waere..? anak ini..”. Jinki Oppa bicara sendiri dengan perlahan karena bingung. “Tadi Eun Seo Noona datang dengan keadaan menangis hyeong, bahkan saat Kiboom Hyeong mencegatnya dan bertanya kenapa, Kiboom hyeong malah di omeli. Sangat lucu, hahaha!” Ucap taemin yang merupakan adik paling kecil di keluarga Eun Seo.

Kim Kiboom adalah anak dari teman orang tua Jinki, Eun Seo dan Taemin dari Amerika yang kebetulan sedang mengikuti pertukaran mahasiswa ke Korea. Orang tua Jinki, Eun Seo dan Taemin tinggal di Amerika karena memiliki bisnis besar disana. Orang tua mereka masing – masing sudah berteman lama dan mereka berempat pun juga sudah lama saling kenal yang membuat Kiboom mau tinggal serumah dengan Jinki, Eun Seo dan Taemin.

“Ya~! Apa yang lucu?! Anak kecil tidak usah ikut – ikutan!!!”. Teriak Kiboom dari kamarnya yang tak jauh dari kamar Eun Seo. Kiboom pun langsung keluar setelahnya. “Anak itu malah menertawakanku, huuh!”. Ucap kiboom menunjuk ke arah Taemin yang berlari ke arah ruang depan untuk menonton TV sambil tertawa.

“Hyeong, aku tidak tau apa yang terjadi dengan Eun Seo.. tapi aku sedikit khawatir. Hyeong coba ajak bicara saja, kau kan oppanya. Araji?”. Ucap kiboom pada Jinki sambil tersenyum kecil. “Ne, arasseo. Ohya, apa yang kau lakukan dikamarmu? Kau tidak makan malam?”. Ucap Jinki sambil membalas senyuman Kiboom. “Nanti saja hyeong, aku sedang mengedit photo hasil huntingku tadi sore, aku ke kamar ya.”. Jawab kiboom santai sambil tersenyum. “Ne.” Jawab Jinki singkat.

Jinki pun kembali mencoba mengajak Eun Seo bicara dan mengetuk pintu kamarnya.

“Dongsaenga, musseun irriya?. Ceritakanlah Eun Seo..”

“Mianhae Oppa.. tapi aku tidak mau bicara saat ini”. Ucap Eun Seo lirih sambil terisak.

“Baiklah, oppa tidak akan memaksamu.. Keunde, kau masih bisa membukakan pintu ini untuk oppa mu kan?”. Ucap Jinki oppa lembut. Sesaat kemudian terdengar Eun Seo membuka kunci kamarnya. Eun Seo membiarkan oppanya masuk dan ia kmbali duduk ke kasur dan tetap diam. Jinki oppa pun ikut duduk dan menatap yeodongsaengnya itu.

“Oppa tidak tau apa yang terjadi padamu, tapi kalau kau merasa kesulitan katakan saja. Kau masih memiliki oppa mu disisimu”. Ucap Jinki oppa lembut smbil menghapus air mata Eun Seo.

“Ne, tapi aku benar – benar tidak ingin membahasnya sekarang. Jeongmal mianhae oppa”.

Mendengar ucapan Eun Seo yang lirih itu membuat Jinki Oppa menatapnya sedih. “Keure, oppa tidak akan memaksa. Tapi jika ada apa – apa beritahu oppa ya”. Jinki Oppa pun mengelus rambut Eun Seo lalu keluar.

Jam 10.45malam. Eun Seo masih belum tidur dan dia tetap duduk diam seperti batu. Tiba – tiba ponsel Eun Seo berbunyi tanda ada satu pesan masuk. Eun Seo melihat ke arah ponsel yang ada di dekatnya. Awalnya dia tidak ingin memeriksa ponsel itu, tapi akhirnya dia mengambilnya. Eun Seo melihat ke layar touch screen ponselnya. “1 New Message from Jonghyun Ssi”.

Jonghyun adalah teman kecil Eun Seo dan Minho yang pada saat mereka duduk di bangku sekolah dasar pindah ke Amerika mengikuti orang tuanya. Sesaat Eun Seo berpkir kenapa Jonghyun mengirim pesan, ia lalu membuka pesan itu.

“Hai kurus..! Haha. sudah lama aku tidak melihatmu. Apa kau masih kurus? Aku sudah kembali dari US, ayo kita bertemu. Akan ku jemput besok pagi. Bye – bye”. Isi pesan itu terdengar ceria. “Mwo?! Besok pagi?! Yang benar saja, orang ini jeongmal..”. Eun Seo terkejut membaca pesan Jonghyun. Ia tidak membalas pesan itu dan menjauhkan ponselnya.

***

Ke esokan paginya, Eun Seo sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Ia ada kelas pagi hari itu. Saat ia ingin membuka pintu kamar..

“Annyeong..!” Tiba – tiba saja Jonghyun sudah berada di depan pintu kamar Eun Seo.

“Aigoo! Ya..! Kau mngagetkanku..” Teriak eun seo kesal.

“hehehe. Apa kabarmu eun seo? Bogosipda..”. Ucap Jonghyun ceria dan langsung memeluk Eun Seo.

“Ya! Kau ini apa – apaan, lepaskan!”

Saat Eun Seo berusaha melepaskan pelukan dari Jonghyun, ternyata Kiboom yang baru keluar dari kamarnya melihat kejadian itu kaget dan dengan reflek berlari ke arah mereka. “Ya! Neo nuguya?! Jangan memeluk yeoja sembarangan”. Ucap Kiboom sambil menjauhkan Jonghyun dari Eun Seo.

“Annyeong~ Naneun Jonghyuniyeyo. Mannaseo Bangapta”. Jawab Jonghyun dengan ceria dan ramah. Pada saat yang bersamaan Taemin yang memakai heardset lengkap dengan tas sekolahnya berjalan keluar dari kamarnya sambil menari mengikuti alunan lagu yang ia dengar.

“Dia itu Jonghyun Hyeong, hyeong”. Ucap Taemin yang berjalan ke arah Kiboom sambil menggantungkan heardset yang dipakainya ke leher. “Jonghyun? Aa, teman kalian yang juga tinggal di Amerika itu?”.

“Ne, majayo!” Seru Taemin. “Jonghyun hyeong, kenalkan ini Kiboom Hyeong. Dia adalah anak teman orang tuaku yang juga tinggal di Amerika”. Ucap Taemin mengenalkan Kiboom pada Jonghyun.

“Omo, kau juga tinggal di Amerika? Kenapa kita tidak pernah bertemu ya? Hahaha”. Ucap Jonghyun yang langsung mengakrabkan diri pada Kiboom.

“USA is really big, you know. Kau kira Amerika itu hanya seluas pulau Jeju?” Ucap Kiboom dengan gaya angkuhnya yang khas.

“Mianhae hyeong, Kiboom hyeong memang sedikit cepat marah, tapi sebenarnya dia baik”. Ucap Taemin mencoba menjelaskan pada Jonghyun agar tidak salah paham.

“Aniyo, Gwaenchanha. Hehe”. Jonghyun hanya tersenyum.

“Kiboom hyeong, ppalli gaja, nanti aku terlambat ke sekolah”. Ucap Taemin sedikit manja. “Arasseo~ gaja”. Ucap Kiboom yang mengikuti Taemin yang berjalan sambil menari dengan asik mengikuti alunan music dari heardsetnya.

“Ya~, kenapa kau pagi – pagi sudah marah – marah? Aku baru kembali ke sini harusnya kau menyambutku..”. Ucap jonghyun dengan nada cerianya.

“Biarkan saja dia begitu Jonghyun. Nanti dia juga akan berhenti” kata Jinki oppa yang ternyata sudah ada di belakangnya sambil menepuk bahu Jonghyun.

“Oh! Hyeong, annyeong..! Jaljinesseoyo?” Tanya Jonghyun dengan riang.

“Ne, jaljinesseo. Kau kesini ingin mngajak Eun Seo pergi? Tapi sepertinya dia ada jadwal kuliah hari ini..”

“Ne hyeong, aku tau. Aku akan mengantarnya”. Ucap Jonghyun santai dan tersenyum manis.

“Mwo? Ani, aku berangkat sendiri saja”. Jawab Eun Seo cepat.

Tapi Jonghyun tidak mendengarkan perkataan Eun Seo dan langsung menarik Eun Seo keluar menuju mobilnya. “Kami pergi hyeong!”.

Jinki oppa yang melihat tingkah laku Jonghyun hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepala. “Ne, hati – hati..!”.

Dalam perjalanan menuju kampus, Eun Seo tidak bicara sepatah katapun. Ia bahkan tidak memerdulikan Jonghyun yang daritadi asik bercerita padanya. “Bagaimana menurutmu Eun Seo, seru kan.?”. Tanya Jonghyun dengan semangat paginya namun Eun Seo tidak merespon sama sekali. “Eun Seo, Eun Seo.. Ya, Lee Eun Seo”. Jonghyun memanggil Eun Seo berkali – kali, Eun Seo pun tersadar dari lamunannya. “Eh, ne Jonghyun? Mwoya?”.

“Mwoya? jadi kau tidak mendengar ceritaku? Whaa, yang benar saja, aku sudah bercerita panjang lebar..”. Ucap Jonghyun pelan.

“Mian. Aku lagi tidak semangat”. Ucap Eun Seo datar.

Tak lama kemudian akhirnya mereka tiba di kampus. Eon Seo pun keluar dari mobil Jonghyun dan mengucapkan terima kasih. Jonghyun ikut keluar, “Eun Seo tunggu. Selesai kuliah aku akan menjemputmu, aku masih ingin mengajakmu jalan – jalan”. Ucap Jonghyun ceria. Saat Eun Seo ingin menjawab perkataan Jonghyun dengan maksud ingin melarangnya untuk menjemputnya tiba – tiba matanya bertemu dengan mata Minho yang saat itu berjalan menuju lobby kampus. Saat itu pula Eun Seo langsung berkata “baiklah, jangan terlambat ya. Kau harus membwaku bersenang – senang menghabiskan waktu”. Ucap Eun Seo dengan nada ceria. Mendengar ucapan Eun Seo Jonghyun langsung sumringah “baiklah. Aku sudah akan ada disini bahkan sebelum kau keluar kelas”. Sahut Jonghyun senang.

Jonghyun pun melaju dengan mobilnya, sementara Eun Seo hanya melambaikan tangannya ke arah Jonghyun dan masuk ke lobby kampus dan menuju kelasnya. Dengan secepat kilat Minho mengejar Eun Seo. “Eun Seo, tunggu. Kenapa Jonghyun ada disini? Bukankah dia harusnya ada di Amerika?”. Tanya minho penasaran.

“Dia sudah kembali. Dia bahkan sudah menyelesaikan kuliahnya, wajar saja karena dia sangat pintar jadi bisa cepat lulus. Dia sekarang menjadi penyanyi pandatang baru yang saat ini sedang populer di sana, dia kesini untuk promo Album terbarunya”. Jawab Eun Seo datar. Tidak disangka ternyata meski Eun Seo saat berada dimobil tadi sedang melamun, ia masih bisa mengingat sepenggal dari kisah Jonghyun.

“Eun Seo, aku tau kau pasti masih marah padaku karena waktu itu.. tapi aku bisa menjelaskan semuanya”.

“keumanhae”.

“Tapi Eun Seo, waktu itu aku..”

“Keumanirago!”

Minho sedikit terkejut mendengar Eun Seo. “Kau yang menginginkan kita berhenti berteman kan? Jadi tidak usah bicara deganku lagi”. Eun Seo pun pergi. Minho hanya bisa diam melihat Eun Seo yang berlari kecil menuju kelasnya. Dalam hati Minho berkata “Eun Seo, waktu itu aku belum menyelesaikan kalimatku..”

Kelas Eun Seo sudah berakhir, Eun Seo pun langsung keluar dari kelasnya. Dan.. “Taddaa..!” Kejut Jonghyun yang sudah ada didepan kelasnya.

“Kau, kenapa kau bisa berdiri disini? Darimana kau tau kelasku disini?”. Tanya Eun Seo yang masih terkejut.

“Aku kan datang menjemputmu”. Jawab Jonghyun santai dan memberikan senyum cerahnya.

“Tapi kau cukup menungguku di Lobby kan?”.

“Biar saja, lebih keren begini. Hahaha”.

“kau ini bicara apa..?”. Eon Su menyahut sungut.

“Apa kau tidak tau, kau sekarang jadi wanita beruntung”. Jonghyun dengan nada usil berbisik ke telinga Eun Seo.
“Mworago? Ya~ Jonghyun, kau ini daritadi bicara apa?”.

“Apa kau tidak sadar dengan sekelilingmu?”.

“Apa maksudmu?”. Tanya Eun Seo heran.

“Para wanita saat ini sedang melihatku sekarang, dan aku berjalan bersamamu. Mereka pasti iri padamu, hahaha”

“Mworago?”. Eun Seo langsung menatap kesal Jonghyun. Tapi tidak bisa dipungkiri, pandangan para wanita memang sedang tertuju pada Jonghyun. “Mmang benar, Jonghyun itu tampan dan dia juga saat ini adalah seorang penyanyi pendatang baru yang promosi album. Tapi apa harus sampai melihatnya begitu?”. Ucap Eun Seo dalam hati.

“Ayo Eun Seo, kita jalan – jalan!”. Ucap jonghyun dengan nada riangnya. Junghyun pun menarik lengan Eun Seo untuk membawanya pergi, dan tanpa dia sadari Minho melihat mereka pergi. Minho seketika kesal mlhatnya.

***

Jam dinding kamar Minho menunjukkan 07.00malam. Malam itu Minho tidak ada jadwal latihan Sepak Bola dengan tim dikampusnya dan hanya tiduran dikasur sambil melihat layar ponselnya. Minho kemudian teringat Eun Seo. “Biasanya Eun Seo pasti mengirim pesan, dia akan ribut ingin ditemani makan keluar..”.

“Criing..”.

ponsel minho berdering, nomor tidak dikenal.

“Yoboseyo?”.

“Minho! Annyeong! Kau ada waktu malam ini?” Terdengar suara pria begitu riang.

“Jwiseongheyo, nuguseyo?” Jawab minho.

“Ah! Benar juga, aku masih memakai nomor Internasional. Ini aku Jonghyun, bisa kita bertemu sebentar?”.

Setelah menerima telepon dari Jonghyun, Minho terdiam. Sangat kebetulan Jonghyun menelponnya dan mengajaknya bertemu.

“Minho, kau mau keluar?” Se Hee Noona sudah ada saja di kamarnya.

“Ah, ne Noona. Aku ada urusan sebentar?”

“Dengan Eun Seo?”

“Ani, Jonghyun”.

“Jonghyun? Dia kan.. ”

“Ne, teman lamaku dan Eun Seo yang pindah ke US. Sekarang dia kembali untuk promosi album barunya dan memintaku mnemuinya. Na Kalke noona”. Minho langsung pergi tanpa menghiraukan noonanya yang masih ingin bicara.

Tak berapa lama setelah 20menit dengan menggunakan mobilnya, Minho pun sampai di sebuah cafe yang di janjikan Jonghyun.

“Minho! Yeogi”. Jonghyun dengan sumringah memanggil Minho seraya melambaikan tangannya.

“Apa kabar Minho? Kau sekarang makin tampan dan tubuhnya juga semakin atletis, hahaha”.

“Baik. Kau juga. Ada apa? Tiba – tiba kau memanggilku?”. Tanya Minho datar.

“Ah! Keure, ada yang ingin aku tanyakan padamu..”.

“Aku menyukai Eun Seo, Minho. Aku ingin mengutarakannya pada Eun Seo”. Ucap Jonghyun senang. Mendengar itu minho langsung tercengang.

“Kau, sebenarnya ingin bertanya atau mengatakan perasaanmu?” Jawab Minho sdkit emosi.

“Eh? Ahahaha, Ne aku memang ingin bertanya, tentang Eun Seo.”

“Eun Seo? Kenapa degan Eun Seo?” Tanya minho.

“Aku ingin menyatakan perasaanku padanya, tapi seperti apa ya? Dan dimana? Kau ada ide?”.

“kenapa kau bertanya padaku? Mana kutahu. Pikirkan saja sendiri”. Jawab Minho agak ketus.

“Aku hanya bingung, aku ingin yang romantis dan ceria”.

“Kau pikirkan saja sendiri. Akan lebih baik jika ide itu berasal murni dari idemu. Aku harus kembali, Se Hee Noona sendirian dirumah”.

“Sendirian? Harusnya kau ajak saja noona kemari. Baiklah, kalau begitu silakan”. Ucap Jonghyun ramah. Minho pun pergi begitu saja.

Sampai dirumah, Minho duduk disofa dan menghela nafas. “Kenapa kau jadi lesu begitu? Apa yang kalian bicarakan?” Se Hee noona mendekati minho.

“Eopseo”.

“Eopseo mwol? Marebwa”.

“Eoptago noona~”.

“Tidak mungkin, lalu kenapa kau lesu seperti ini. Dongsaeng’a, Noona tidak bisa kau bohongi”.

“Dia menyukai Eun Seo. Dan akan segera menyatakannya.” Ucap Minho lirih.

“Dan kau akan menyerah begitu saja? Kalau kau yakin Eun Seo itu takdirmu, maka kau harus berusaha mendapatkannya.”

“Noona, aku lelah. Aku tidur duluan”. Minho pun beranjak.

***

Seminggu berlalu. Minho dan Eun Seo masih tidak ada perubahan. Dan Jonghyun pun selalu berusaha mendekati Eun Seo. Hingga suatu ketika..

“Eun So, hari ini kau tidak sibuk kan? Malam ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Kau harus mau, aku jemput jam 7.” Pesan dari jonghyun. Eun Seo hanya bisa menghela nafasnya. Ia pun berjalan menuju ruang makan dimana sudah ada Jinki oppa disana.

“Kiboom wa Taemin odisseo?” Tanya Eun Seo karena mereka berdua tidak terlihat di ruang makan.

“Oh, Eun Seo. Kau sudah bangun? Tadi mereka berdua berangkat pagi – pagi sekali. Katanya ingin mengantri untuk membeli tiket konser SM Town. Ayo sarapan barsama”. Ucap Jinki oppa sambil tersenyum dan menyiapkan sarapan untuk Eun Seo.

“Gomawo Oppa. Padahal aku bisa melakukannya sendiri, tapi aku lebih senang jika kau melakukannya untukku, hehe”. Jinki oppa mendengar itu langsung mengelus rambut Eun Seo.

“Kau harus percaya padanya Eun Seo” ucap Jinki oppa.

“Ne? Apa maksudmu oppa?”.

“Minho. Kau harus percaya padanya”. Ucap Jinki oppa lagi.

“Oppa bicara apa, kau mau tambah susunya?”.

“Tidak usah mengalihkan topik. Dongsaeng’a, dia tidak akan menyakitimu. Oppa sudah tau semua”.

“Jadi dia sudah menceritakan semuanya pada oppa?”.

“Bukan dia, tapi Se Hee. Oppa kan berteman baik dengan Se Hee sudah lama”. Terang Jinki Oppa. Eun Seo hanya diam.

“Berikan dia ksempatan untuk bicara Eun Seo. Dia tidak ada maksud untuk menyakitimu, bahkan membuatmu menangis. Kalau memang dia sengaja membuatmu menagis, Oppa tidak akan segan – segan memberinya pelajaran meski dia adik teman oppa sendiri”.

“Tapi oppa..”

“Dengarkan saja. Kau masih percaya dengan oppamu bukan? Turuti saja apa yang oppa katakan. Cham, na kalkke”.

“Oppa odiga?”.

“Aku ingin ke toko buku sebentar”.

Siang harinya, Eun Seo tidak ada jadwal kuliah sehingga bisa santai dirumahnya. Jinki Oppa sudah lama kembali dari toko buku dan mngerjakan tesisnya.

“Ting tong”. Bel pintu rumah Eun Seo berbunyi. “Eun Seo, bisa kau bukakan pintunya?”. Ucap Jinki oppa dari kamarnya.

“Ne, oppa”.

“Untuk apa kau kemari? Pergi”.

“Tunggu Eun Seo. Ada yang ingin aku katakan..”.

“Ani Minho. Aku sedang tidak ingin bicara padamu, pergilah”.

“Nanti malam, kita bicara nanti malam saja.. kau bisa kan?”. Tanya minho penuh harap.

“Tidak bisa, aku sudah janji bertemu Jonghyun”.

“Dengan Jonghyun?”. Minho sedikit terbata. “Keure. Dia bilang akan menjemputku malam ini. Kau pergilah, aku capek”. Eun Seo langsung mentup pintu.

Minho pun hanya bisa diam dan menundukkan kepala. Tiba – tiba pintu rumah itu terbuka kembali. Minho langsung mengarah ke pintu berharap bahwa itu Eun Seo.

“Hyeong..”. Ekspresi wajah minho langsung flat.

“Kau mengira aku Eun Seo?”. Tanya Jinki tersenyum.

“Hyeong aku tidak..”

“Arayo. Se Hee sudah menceritakannya padaku. Malam ini Jonghyun akan mengajak Eun Seo ke tempat yg paling suka kau kunjungi dengan Eun Seo”.

“Oh, Menara… Jamsimanyo, darimana kau tau hyeong?”.

“Jonghyun barusan menelponku. Dia terdengar sangat senang. Mungkin dia akan menyatakan persaannya malam ini. Dia akan menjmput Eun Seo jam 7malam ini. Setelah itu, terserah kau saja. Keputusan ada padamu”. Ucap Jinki tersenyum sambil menepuk bahu Minho.

“Apa maksudmu hyeong?” Minho bingung.

“Ya~!, Kau ini. Kejar mereka, dan jangan biarkan namja itu mendahuluimu. Pergilah, siapkan dirimu untuk malam nanti.”

Malam harinya..

“Bagaimana Eun Seo? Kau suka tempatnya kan? Disini kau bisa mlihat keindahan lampu – lampu yang menerangi Seoul”. ucap Jonghyun.

“Ne, Yeppeo. Tempat ini sudah sering aku datangi Jonghyun”. Ucap Eun Seo murung.

“Kenapa wajahmu jadi murung begitu? Tersenyumlah Eun Seo”. Jonghyun menatap Eun Seo sangat dalam, dan ia pun memegang kedua tangan Eun Seo.

“Eun So, sudah lama aku ingin mengatakan ini..”

“Jonghyuna~”.

“Dengarkan baik – baik, karena aku tidak akan mengulanginya Eun Seo”. Eun Seo menatapnya dengan sedikit gugup.

“Eun Seo, saranghae”.

Eun Seo tidak bisa bicara bahkan untuk bergerak badannya terasa sangat berat setelah mendengar pernyataan Jonghyun.

“Jonghyun, aku..”

“Ikutlah bersamaku Eun Seo. Ikut denganku ke Amerika, aku berjanji akan membuatmu bahagia dan tidak akan membuatmu menangis..”. Ucap Jonghyun tersenyum manis. Pada saat yang bersamaan, Minho juga sudah ada disana dan dari jarak agak jauh jauh mendengar semua yang dikatakan Jonghyun pada Eun Seo tanpa disadari mereka. Minho membeku. pikiran minho berkecamuk, ia pun langsung ingin mendatangi Jonghyun yang masih memegang kedua tangan eun seo. Tiba2..

“Jonghyuna~ ada satu hal yang harus kau ketahui. Dan mungkin ini akan membuatmu sakit..” Ucap Eun Seo lirih.

“Kau kenapa Eun Seo?” Jonghyun masih menatap Eun Seo dan saat itu Eun Seo melepaskan tangannya dari genggaman Jonghyun. “Kau harus tau hal ini Jonghyun”.

“Jonghyuna~ nama seseorang yang aku cintai itu..” Eun Seo diam sesaat. “Nama seseorang yg aku cintai adalah Minho. Mianhae”.

Jonghyun langsung terdiam mendengar yang telah di ucapkan Eun Seo. Minho yang langsung menghentikan langkah kakinya pun terkejut tidak percaya.

(Soundtrack dari FF ini pun membahana. SHINee – The Name I Loved is now playing).

“Eun Seo, aku tau kau mungkin gugup. Kau tidak harus menjawabku sekarang”.

“Anya. Sekarang atau kapanpun, jawabanku akan tetap sama. Jeongmal mianhae Jonghyun..”.

“Maafkan aku Jonghyun, kau sangat baik padaku. Tapi.. tapi..” Eun Seo mulai menangis.

“Tak apa, eun seo. Tak apa”. Jonghyun pun memeluknya.

“kau tidak perlu minta maaf padaku.. tapi berjanjilah kau akan bahagia selamanya dengannya”. Ucap Jonghyun tersenyum sambil memeluk Eun Seo. Eun Seo pun melepas pelukan jonghyun perlahan “Jonghyuna~ aku..”

“Arasseo. Minho adalah kebahagiaanmu, maka kau harus mempertahankannya”. Jonghyun mengelus kepala Eun Seo dengan tulus dan tersenyum. “Ingat kau harus bahagia dengan Minho, Eun Seo. Kau harus berjanji karena jika tidak, maka aku akan menghabisi anak itu. Hehe”. Jonghyun kembali memberikan senyuman terbaiknya.

“Jonghyuna~ kau juga harus bahagia”. Eun Seo pun membalas senyuman Jonghyun sambil meneteskan air matanya.

“Aku selalu bahagia. Na, Jonghyuniyeyo. Namja periang yang selalu dikelilingi fans – fans yeoja yang sangat menggilaiku karena suaraku dan ketampananku, hahaha”.

“Jonghyun, kau pulanglah duluan. Aku ingin sendiri dulu disini.” Ucap Eun Seo.

“Ne, baiklah. Sampai jumpa Eun Seo” Jonghyun lekas membalik badannya dan berjalan berlalu agar Eun Seo tidak melihatnya meneteskan air mata kekecewaanya.

Lalu..

“Eun Seo’a~”

“Minho?! Kau..”. Eun Seo terkejut saat mengetahui orang yang memanggilnya adalah Minho.

Minho pun mendekati Eun Seo. “Eun Seo, aku sudah mendengar semuanya, kau tidak bisa mengelak dan mnyuruhku pergi lagi dari hadapanmu”.

“Minho aku..”

“Sekarang dengarkan aku saja Eun Seo. Aku mohon..”.

Eun Seo pun tidak melanjutkan perkataannya.

“Waktu itu, aku belum sempat menyelesaikan kalimatku.. Saat itu aku mengatakan untuk kita berhenti berteman bukan?”.

Eun Seo masih diam.

“Aku tau itu membuatmu terkejut dan sangat sedih. Tapi, sebenarnya bukan itu maksudku”.

Eun Seo pun mmberanikan diri untuk bicara “lalu..?”.

“Aku menginginkan kita berhenti berteman, agar aku dapat membuatmu menjadi gadisku Eun Seo”. Ucap Minho lembut dan menggenggam tangan Eun Seo.

“Minho’a~..” Eun Seo hampir kehabisan kata – kata. Dan Minho pun langsung mendekap Eun Seo ke dalam pelukannya yang hangat.

“Saranghae Eun Seo’a~.. jadilah gadisku, kau mau kan?”. Ucap minho dengan sangat lembut dan memeluk Eun Seo dengan hangat.

“Minho’a~ Na do saranghae” ucap Eun Seo lembut.

Minho pun menatap wajah Eun Seo, dan Eun Seo tersenyum membalas tatapannya.

“Mulai malam ini, besok, selamanya.. kau milikku Eun Seo”. Ucap Minho dan kemudian mengecup bibir Eun Seo dengan lembut.

[END]

8 thoughts on “The Only One I Love is You.

  1. Eon seo gk usahgengsi lagi ama oppa… Aahhh klo aku tnpa minho nembak uda aku trima….

    Eomma aku baca ff ini nagis, aku nangis krna minho d trakhir itu…
    Yg kata2nya “eon seo skng kmu… Bla bla” trus minho………

    Ahhh aku nangis jealous isshhh !!! But ini just ff jusf ff….

    Eomma figthing buat ff yah, tpi klo ada kissing di lips jgn pke minho yah hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s